Tingkat Inflasi Inti Jerman

Nilai Tingkat Inflasi Inti terbaru untuk Jerman

Harga

2,4 %

Perubahan +/-

+0 %

Rata-rata

1,72 %

Tertinggi sepanjang masa

6,29 %

1/5/1992

Terendah sepanjang masa

-6,10 %

1/7/2020

Nilai saat ini dari Tingkat Inflasi Inti di Jerman adalah 2,4 %. Tingkat Inflasi Inti di Jerman menurun menjadi 2,4 % pada 1/9/2026, setelah sebelumnya 2,4 % pada 1/8/2026. Dari 1/1/1992 hingga 1/9/2026, rata-rata PDB di Jerman adalah 1,72 %. Tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/5/1992 dengan 6,29 %, sementara nilai terendah tercatat pada 1/7/2020 dengan -6,10 %.

Sumber: Federal Statistical Office

Tingkat Inflasi Inti di Jerman turun pada 1/9/2026 dari 2,4 % pada 1/8/2026 menjadi 2,4 %. Tingkat Inflasi Inti di Jerman rata-rata 1,72 % dari 1/1/1992 hingga 1/9/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 6,29 % pada 1/5/1992, dan rekor terendah -6,10 % pada 1/7/2020.

Tingkat Inflasi Inti

Tingkat Inflasi Inti

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Tingkat inflasi inti
Tanggal
Tingkat inflasi inti
2 Jan 2026
2,50 %
3 Jan 2026
2,50 %
4 Jan 2026
2,30 %
5 Jan 2026
2,50 %
6 Jan 2026
2,50 %
7 Jan 2026
2,40 %
8 Jan 2026
2,40 %
9 Jan 2026
2,40 %
Akses data ini lewat Eulerpool API

Tingkat Inflasi Inti Riwayat

Tingkat Inflasi Inti — Riwayat
TanggalNilai
2,4 %
2,4 %
2,4 %
2,5 %
2,5 %
2,3 %
2,5 %
2,5 %
2,5 %
2,4 %
...

Indikator Makro Serupa dengan Tingkat Inflasi Inti

CPI Sachsen YoY

Bulanan

Saat Ini
3,4 %
Sebelumnya
2,9 %

Harga Ekspor

Bulanan

Saat Ini
120,6 points
Sebelumnya
120,1 points

Harga Grosir

Bulanan

Saat Ini
124,9 points
Sebelumnya
123,8 points

Harga Grosir MoM

Bulanan

Saat Ini
0,9 %
Sebelumnya
0,2 %

Harga Grosir YoY

Bulanan

Saat Ini
6,8 %
Sebelumnya
5,3 %

Harga Impor

Bulanan

Saat Ini
119,7 points
Sebelumnya
118,5 points

Harga Impor Bulanan

Bulanan

Saat Ini
1 %
Sebelumnya
0,2 %

Harga Impor Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
8,3 %
Sebelumnya
6,8 %

Harga Konsumen yang Diharmonisasi

Bulanan

Saat Ini
103,93 points
Sebelumnya
103,36 points

Harga Produsen

Bulanan

Saat Ini
131,2 points
Sebelumnya
129,8 points

IHK Transportasi

Bulanan

Saat Ini
138,1 points
Sebelumnya
137,7 points

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Bulanan

Saat Ini
125,8 points
Sebelumnya
125,6 points

Indeks Harga Konsumen Baden-Württemberg YoY

Bulanan

Saat Ini
2,9 %
Sebelumnya
2,6 %

Indeks Harga Konsumen Bavaria YoY

Bulanan

Saat Ini
3,2 %
Sebelumnya
2,9 %

Indeks Harga Konsumen Brandenburg Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
3,6 %
Sebelumnya
3,1 %

Indeks Harga Konsumen Hesse Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
3,4 %
Sebelumnya
3 %

Indeks Harga Konsumen Inti

Bulanan

Saat Ini
121,7 points
Sebelumnya
121,6 points

Indeks Harga Konsumen Jawa Utara Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
3,3 %
Sebelumnya
2,9 %

Indeks Harga Konsumen untuk Perumahan dan Utilitas

Bulanan

Saat Ini
119,6 points
Sebelumnya
119,3 points

Inflasi Energi

Bulanan

Saat Ini
14,9 %
Sebelumnya
10,5 %

Inflasi Harga Produsen Bulan ke Bulan

Bulanan

Saat Ini
1,1 %
Sebelumnya
1,1 %

Inflasi Layanan

Bulanan

Saat Ini
2,7 %
Sebelumnya
2,8 %

Inflasi Pangan

Bulanan

Saat Ini
0,1 %
Sebelumnya
0,4 %

Inflasi Sewa

Bulanan

Saat Ini
2,3 %
Sebelumnya
2,1 %

Perubahan Harga Produsen

Bulanan

Saat Ini
4,6 %
Sebelumnya
3 %

Tingkat inflasi

Bulanan

Saat Ini
3,3 %
Sebelumnya
2,9 %

Tingkat Inflasi Harmonis YoY

Bulanan

Saat Ini
3,3 %
Sebelumnya
2,9 %

Tingkat Inflasi MoM

Bulanan

Saat Ini
0,6 %
Sebelumnya
0,2 %

Tingkat Inflasi yang Diharmonisasi MoM (Bulan-ke-Bulan)

Bulanan

Saat Ini
0,6 %
Sebelumnya
0,2 %

Apa itu Tingkat Inflasi Inti?

Di situs web kami, Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data ekonomi makro yang berkelas dunia dan dapat diandalkan kepada pengguna kami. Salah satu indikator kunci dalam mengevaluasi kondisi ekonomi suatu negara adalah tingkat inflasi inti (Core Inflation Rate). Dalam deskripsi ini, kami akan memberikan penjelasan mendalam mengenai arti, pentingnya, serta cara pengukuran tingkat inflasi inti di Indonesia, semuanya dalam bahasa Indonesia yang jelas dan profesional. Tingkat inflasi inti adalah indikator ekonomis yang mengukur perubahan harga barang dan jasa di luar komponen yang bersifat volatil atau tidak stabil. Komponen yang dikecualikan umumnya meliputi harga makanan yang tidak diproses dan energi seperti bahan bakar serta listrik. Alasan pengeluaran komponen ini adalah karena harga mereka cenderung fluktuatif dan sering kali terpengaruh oleh faktor temporer, sehingga dapat menyesatkan dalam menilai tren inflasi yang sebenarnya. Dengan demikian, inflasi inti memberikan gambaran yang lebih jelas dan stabil mengenai tekanan inflasi yang mendasar dalam perekonomian. Keberadaan inflasi inti memiliki peran yang sangat penting dalam penentuan kebijakan moneter. Bank sentral, seperti Bank Indonesia, sering kali menggunakan tingkat inflasi inti sebagai acuan utama dalam menetapkan suku bunga dan kebijakan moneter lainnya. Dengan mengidentifikasi tekanan inflasi mendasar, bank sentral dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Jika tingkat inflasi inti menunjukkan kenaikan yang signifikan, dapat diindikasikan bahwa ada penekanan harga yang meluas dalam perekonomian, yang mungkin membutuhkan pengetatan kebijakan moneter untuk mencegah inflasi yang tidak terkendali. Sebaliknya, jika inflasi inti rendah, bank sentral mungkin memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga rendah guna mendorong aktivitas ekonomi. Pengukuran inflasi inti di Indonesia dilakukan secara bulanan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang umum digunakan adalah Consumer Price Index (CPI) atau Indeks Harga Konsumen, yang dilakukan tanpa memasukkan komponen harga makanan yang tidak diproses dan energi. Metodologi ini didasarkan pada keranjang barang dan jasa yang representatif dari pengeluaran rumah tangga di Indonesia. Informasi ini kemudian diolah untuk mencerminkan persentase perubahan harga dari waktu ke waktu. Misalnya, jika inflasi inti untuk bulan tertentu tercatat 3%, ini berarti terjadi peningkatan harga barang dan jasa yang termasuk dalam komponen inti sebesar 3% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Peran penting lain dari tingkat inflasi inti adalah sebagai alat untuk memproyeksikan inflasi di masa depan. Ekonom dan analis sering menggunakan data inflasi inti untuk mengembangkan model dan perkiraan yang membantu memprediksi tren inflasi masa depan. Perkiraan ini penting bagi berbagai pemangku kepentingan termasuk investor, pengusaha, dan pemerintah dalam membuat keputusan strategis yang berkaitan dengan investasi, manajemen biaya, dan perencanaan anggaran. Sebagai komponen yang lebih stabil, inflasi inti juga digunakan dalam perjanjian komersial dan kontrak jangka panjang. Kontrak ini sering kali menyertakan klausa penyesuaian inflasi yang berbasis pada tingkat inflasi inti untuk melindungi kepentingan para pihak yang terlibat dari fluktuasi harga yang tidak terduga. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa tantangan dalam pengukuran dan interpretasi inflasi inti. Salah satu tantangan utama adalah dalam menentukan komponen mana yang harus dikecualikan karena komponen yang dikeluarkan di satu negara mungkin berbeda dengan negara lainnya tergantung pada struktur ekonomi dan pola konsumsi. Selain itu, kritik juga muncul terkait potensi tidak mencerminkan sepenuhnya realitas yang dihadapi konsumen, terutama jika pengeluaran untuk barang-barang yang dikecualikan (seperti makanan dan energi) menghabiskan porsi besar dari pendapatan rumah tangga. Dalam konteks Indonesia, pentingnya memahami inflasi inti tidak dapat diabaikan. Negara dengan populasi besar dan ekonomi yang dinamis seperti Indonesia dapat mengalami perubahan harga yang signifikan dalam berbagai sektor ekonomi. Memantau tingkat inflasi inti membantu pembuat kebijakan dan pelaku pasar dalam mengambil keputusan yang lebih bijaksana yang secara langsung mempengaruhi stabilitas ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat. Situs Eulerpool menyediakan data makroekonomi yang mendalam, termasuk tingkat inflasi inti untuk berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan menggunakan platform kami, pengguna dapat dengan mudah mengakses dan menganalisis data ini untuk berbagai keperluan, mulai dari riset akademis hingga keputusan investasi. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan data yang akurat dan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna kami. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang inflasi inti, kami berharap dapat membantu para pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang lebih baik dan informatif. Keberadaan data yang transparan dan analisis yang mendalam adalah kunci dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil dan berkembang. Eulerpool berdedikasi untuk menjadi sumber terpercaya dalam memberikan wawasan ekonomi makro yang komprehensif dan mendetail.

Tingkat Inflasi Inti Jerman — FAQ

Berapa Tingkat Inflasi Inti saat ini di Jerman?

Tingkat Inflasi Inti saat ini di Jerman adalah 2,4 % per 1/9/2026.

Bagaimana perubahan Tingkat Inflasi Inti di Jerman belakangan ini?

Tingkat Inflasi Inti di Jerman turun dari 2,4 % (1/8/2026) menjadi 2,4 % (1/9/2026).

Berapa rekor tertinggi Tingkat Inflasi Inti di Jerman?

Rekor tertinggi Tingkat Inflasi Inti di Jerman adalah 6,29 %, tercatat pada 1/5/1992.

Berapa rekor terendah Tingkat Inflasi Inti di Jerman?

Rekor terendah Tingkat Inflasi Inti di Jerman adalah -6,10 %, tercatat pada 1/7/2020.

Berapa rata-rata historis Tingkat Inflasi Inti di Jerman?

Rata-rata historis Tingkat Inflasi Inti di Jerman adalah 1,72 %, dihitung dari 1/1/1992 hingga 1/9/2026.

Dari mana data Tingkat Inflasi Inti untuk Jerman berasal?

Data Tingkat Inflasi Inti untuk Jerman bersumber dari Federal Statistical Office dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.