Jerman Impor Gas Alam
Harga
Harga
302.324,4 Terajoule
Perubahan +/-
-13.785,43 Terajoule
Perubahan Persentase
-4,36 %
Nilai saat ini Impor Gas Alam di Jerman adalah 302.324,4 Terajoule. Impor Gas Alam di Jerman menurun menjadi 302.324,4 Terajoule pada 1/6/2026, setelah sebelumnya sebesar 316.109,83 Terajoule pada 1/5/2026. Dari 1/1/2008 hingga 1/6/2026, rata-rata PDB di Jerman adalah 390.808,41 Terajoule. Puncak tertinggi tercapai pada 1/1/2020 dengan 597.865,43 Terajoule, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/9/2011 dengan 177.546,00 Terajoule.
The current value of Impor Gas Alam in Jerman is 302.324,4Terajoule. Impor Gas Alam in Jerman decreased to 302.324,4Terajoule from 316.109,83Terajoule.Impor Gas Alam in Jerman averaged 390.808,41Terajoule from 1/1/2008 until 1/6/2026.The all-time high was 597.865,43Terajoule (1/1/2020)and the record low was 177.546,00Terajoule (1/9/2011).
Impor Gas Alam
Impor Gas Alam
3 tahun
5 tahun
10 tahun
Maks
Impor Gas Alam Riwayat
| Tanggal | Nilai |
|---|---|
| 302.324,4 Terajoule | |
| 316.109,83 Terajoule | |
| 339.402,11 Terajoule | |
| 364.747,59 Terajoule | |
| 343.579,34 Terajoule | |
| 377.265,64 Terajoule | |
| 388.717,25 Terajoule | |
| 350.327,27 Terajoule | |
| 315.738,65 Terajoule | |
| 283.435,43 Terajoule |
Indikator Makro Serupa dengan Impor Gas Alam
Arus Modal
Bulanan
Cadangan emas
Kuartal
Ekspor
Bulanan
Ekspor Mobil
Bulanan
Impor
Bulanan
Indeks Terorisme
Tahunan
Investasi Langsung Asing
Bulanan
Kedatangan turis
Bulanan
Ketentuan Perdagangan
Bulanan
Layanan Neraca Transaksi Berjalan
Bulanan
Neraca Perdagangan
Bulanan
Neraca Perdagangan Barang
Bulanan
Penjualan senjata
Tahunan
Produksi Minyak Mentah
Bulanan
Rekening Transaksi Berjalan
Bulanan
Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB
Tahunan
Transfer Uang
Bulanan
Utang Luar Negeri
Kuartal
Utang Luar Negeri terhadap PDB
Kuartal
Halaman makro untuk negara lain di Eropa
Apa itu Impor Gas Alam?
Natural Gas Imports: Analisis Makroekonomi dan Dampaknya pada Perekonomian Indonesia Natural gas merupakan salah satu sumber energi utama yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Impor gas alam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Pada artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya impor gas alam, bagaimana impor tersebut mempengaruhi perekonomian Indonesia, serta beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis makroekonomi. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan gas alam yang cukup besar. Namun, permintaan energi yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi global dan domestik membuat Indonesia harus mengimpor gas alam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu alasannya adalah karena infrastruktur domestik dan distribusi yang belum mampu memenuhi permintaan yang ada secara optimal. Impor gas alam memiliki beberapa dampak positif pada perekonomian. Pertama, impor ini membantu stabilisasi pasokan energi. Stabilitas pasokan sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional industri, pabrik, serta sektor-sektor lain yang sangat bergantung pada energi. Tanpa pasokan energi yang terjamin, risiko terjadinya gangguan produksi dapat meningkat, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Kedua, impor gas alam juga mendukung diversifikasi sumber energi. Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis sumber energi tertentu, sehingga mampu mengurangi risiko energi yang berfluktuasi drastis akibat perubahan harga di pasar global. Dengan diversifikasi, Indonesia dapat lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan harga dan pasokan energi di pasar global. Ketiga, impor gas alam mendorong investasi di sektor energi. Dengan adanya pasokan gas alam yang lebih stabil dan andal, investor dalam dan luar negeri lebih percaya diri untuk menanamkan modalnya di sektor energi dan industri terkait lainnya. Peningkatan investasi ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak dan non-pajak, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Namun, impor gas alam juga memiliki beberapa tantangan yang memerlukan perhatian serius. Salah satunya adalah fluktuasi harga global. Harga gas alam di pasar internasional dapat berubah-ubah akibat berbagai faktor, seperti ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan energi di negara-negara produsen, serta fluktuasi permintaan dan penawaran global. Fluktuasi harga ini dapat mempengaruhi biaya impor gas alam dan, pada akhirnya, berdampak pada harga energi di dalam negeri. Selain itu, ketergantungan pada impor gas alam juga dapat menjadi isu ketahanan energi. Ketergantungan pada sumber energi luar negeri membuat Indonesia rentan terhadap gangguan pasokan. Sebagai contoh, jika terjadi masalah teknik atau politik di negara pengekspor gas alam, Indonesia dapat menghadapi risiko kekurangan pasokan energi. Dari perspektif makroekonomi, analisis impor gas alam harus memperhatikan berbagai indikator ekonomi, termasuk neraca perdagangan, cadangan devisa, inflasi, dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Neraca perdagangan adalah salah satu indikator utama yang perlu diawasi. Impor gas alam yang tinggi dapat meningkatkan defisit neraca perdagangan jika tidak diimbangi oleh ekspor yang memadai. Defisit neraca perdagangan yang berkelanjutan dapat berdampak negatif pada posisi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar mata uang. Di sisi lain, cadangan devisa merupakan alat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi. Ketika impor gas alam meningkat, penggunaan devisa untuk membayar impor ini juga meningkat. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk mempertahankan cadangan devisa yang cukup untuk menutupi kebutuhan impor dan menjaga kestabilan ekonomi dalam jangka panjang. Inflasi juga bisa menjadi perhatian dalam konteks impor gas alam. Peningkatan biaya impor gas alam dapat berdampak pada kenaikan harga energi di dalam negeri, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi harga barang dan jasa lainnya. Memantau dan mengelola inflasi menjadi sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan kesehatan ekonomi secara umum. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) juga menjadi indikator yang relevan dalam analisis ini. Impor gas alam dapat mendorong pertumbuhan PDB melalui peningkatan produktivitas sektor-sektor yang bergantung pada energi. Namun, biaya impor yang tinggi juga bisa menggerus pendapatan nasional jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, menjadi penting bagi pemerintah untuk mengembangkan kebijakan yang tepat dalam mengelola impor gas alam, mendukung investasi di infrastruktur energi, serta mendorong efisiensi dan diversifikasi sumber energi. Dalam mengembangkan strategi untuk impor gas alam, Indonesia perlu memperhatikan beberapa rekomendasi. Pertama, penting untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dan distribusi gas alam domestik. Peningkatan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus meningkatkan ketahanan energi. Kedua, memperkuat kerja sama internasional di sektor energi juga menjadi langkah penting. Melalui kerja sama dengan negara-negara produsen gas alam, Indonesia dapat mengamankan pasokan energi yang lebih stabil dan menegosiasikan harga yang lebih menguntungkan. Ketiga, mengembangkan sumber energi alternatif juga perlu mendapatkan perhatian serius. Pengembangan energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan angin dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor gas alam dan meningkatkan keberlanjutan energi. Kesimpulannya, impor gas alam merupakan komponen penting dalam perekonomian Indonesia yang memerlukan analisis dan manajemen yang cermat. Dengan memahami dampak makroekonomi dari impor gas alam serta mengembangkan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat menjaga stabilitas energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Website kami, Eulerpool, berkomitmen untuk menyediakan data makroekonomi terkait impor gas alam dan indikator ekonomi lainnya untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik bagi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas.
Impor Gas Alam Jerman — FAQ
What is the current Impor Gas Alam in Jerman?
The current Impor Gas Alam in Jerman is 302.324,4Terajoule as of 1/6/2026.
How has the Impor Gas Alam in Jerman changed recently?
The Impor Gas Alam in Jerman decreased from 316.109,83Terajoule (1/5/2026) to 302.324,4Terajoule (1/6/2026).
What is the all-time high for Impor Gas Alam in Jerman?
The all-time high for Impor Gas Alam in Jerman was 597.865,43Terajoule, recorded on 1/1/2020.
What is the all-time low for Impor Gas Alam in Jerman?
The all-time low for Impor Gas Alam in Jerman was 177.546,00Terajoule, recorded on 1/9/2011.
What is the historical average of Impor Gas Alam in Jerman?
The historical average of Impor Gas Alam in Jerman is 390.808,41Terajoule, calculated over the period from 1/1/2008 to 1/6/2026.
Where does the Impor Gas Alam data for Jerman come from?
The Impor Gas Alam data for Jerman is sourced from Eurostat and published on Eulerpool.
Alat dan analisis lainnya
Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.
Penyaring Saham
Saring 20.000+ saham di seluruh dunia dengan 1.000.000+ metrik data.
Pelacak Insiden
Lacak pembelian dan penjualan insider secara real-time.
Superinvestor
Lacak portfolio investor terbesar dunia
Kalender Dividen
Rencanakan pendapatan pasif Anda dengan tanggal pembayaran dividen.
Kalender Hasil Kuartalan
Semua hasil kuartalan sekilas.
Kalender Ekonomi
Peristiwa ekonomi dan rilis data dari 200+ negara.
Pelacak Kongres
Pengungkapan STOCK Act dari anggota Kongres AS
Fear & Greed Index
Market Sentiment Indicator
Indeks Crypto Fear & Greed
Indikator Sentimen Pasar Crypto
Ide
Daftar saham yang dikurasi menurut strategi, indeks, dan negara.
Sektor
Saham teratas diurutkan menurut industri dan sektor.
Negara-negara
Pasar saham dan perusahaan terkemuka menurut negara.
Strategi
Strategi investasi terbukti dengan return historis.
Indeks
Kinerja dan komposisi indeks saham utama.
Glosarium
Kamus pasar saham komprehensif untuk istilah keuangan dan saham
Blog
Berita, kemitraan, dan pengumuman produk