Impor Gas Alam Jerman

Nilai Impor Gas Alam terbaru untuk Jerman

Harga

282.681,2 Terajoule

Perubahan +/-

+11.619,46 Terajoule

Perubahan Persentase

+4,29 %

Rata-rata

389.784,94 Terajoule

Tertinggi sepanjang masa

597.865,43 Terajoule

1/1/2020

Terendah sepanjang masa

177.546,00 Terajoule

1/9/2011

Nilai saat ini dari Impor Gas Alam di Jerman adalah 282.681,2 Terajoule. Impor Gas Alam di Jerman meningkat menjadi 282.681,2 Terajoule pada 1/8/2026, setelah sebelumnya 271.061,74 Terajoule pada 1/7/2026. Dari 1/1/2008 hingga 1/8/2026, rata-rata GDP di Jerman adalah 389.784,94 Terajoule. Tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/1/2020 dengan 597.865,43 Terajoule, sementara nilai terendah tercatat pada 1/9/2011 dengan 177.546,00 Terajoule.

Sumber: Eurostat

Impor Gas Alam di Jerman naik pada 1/8/2026 dari 271.061,74 Terajoule pada 1/7/2026 menjadi 282.681,2 Terajoule. Impor Gas Alam di Jerman rata-rata 389.784,94 Terajoule dari 1/1/2008 hingga 1/8/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 597.865,43 Terajoule pada 1/1/2020, dan rekor terendah 177.546,00 Terajoule pada 1/9/2011.

Impor Gas Alam

Impor Gas Alam

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Impor Gas Alam
Tanggal
Impor Gas Alam
1 Jan 2026
377.265,64 Terajoule
2 Jan 2026
343.579,34 Terajoule
3 Jan 2026
364.747,59 Terajoule
4 Jan 2026
339.402,11 Terajoule
5 Jan 2026
316.109,83 Terajoule
6 Jan 2026
300.941,09 Terajoule
7 Jan 2026
271.061,74 Terajoule
8 Jan 2026
282.681,20 Terajoule
Akses data ini lewat Eulerpool API

Impor Gas Alam Riwayat

Impor Gas Alam — Riwayat
TanggalNilai
282.681,2 Terajoule
271.061,74 Terajoule
300.941,09 Terajoule
316.109,83 Terajoule
339.402,11 Terajoule
364.747,59 Terajoule
343.579,34 Terajoule
377.265,64 Terajoule
388.717,25 Terajoule
350.327,27 Terajoule
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor Gas Alam

Apa itu Impor Gas Alam?

Natural Gas Imports: Analisis Makroekonomi dan Dampaknya pada Perekonomian Indonesia Natural gas merupakan salah satu sumber energi utama yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Impor gas alam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Pada artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya impor gas alam, bagaimana impor tersebut mempengaruhi perekonomian Indonesia, serta beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis makroekonomi. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan gas alam yang cukup besar. Namun, permintaan energi yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi global dan domestik membuat Indonesia harus mengimpor gas alam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu alasannya adalah karena infrastruktur domestik dan distribusi yang belum mampu memenuhi permintaan yang ada secara optimal. Impor gas alam memiliki beberapa dampak positif pada perekonomian. Pertama, impor ini membantu stabilisasi pasokan energi. Stabilitas pasokan sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional industri, pabrik, serta sektor-sektor lain yang sangat bergantung pada energi. Tanpa pasokan energi yang terjamin, risiko terjadinya gangguan produksi dapat meningkat, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Kedua, impor gas alam juga mendukung diversifikasi sumber energi. Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis sumber energi tertentu, sehingga mampu mengurangi risiko energi yang berfluktuasi drastis akibat perubahan harga di pasar global. Dengan diversifikasi, Indonesia dapat lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan harga dan pasokan energi di pasar global. Ketiga, impor gas alam mendorong investasi di sektor energi. Dengan adanya pasokan gas alam yang lebih stabil dan andal, investor dalam dan luar negeri lebih percaya diri untuk menanamkan modalnya di sektor energi dan industri terkait lainnya. Peningkatan investasi ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak dan non-pajak, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Namun, impor gas alam juga memiliki beberapa tantangan yang memerlukan perhatian serius. Salah satunya adalah fluktuasi harga global. Harga gas alam di pasar internasional dapat berubah-ubah akibat berbagai faktor, seperti ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan energi di negara-negara produsen, serta fluktuasi permintaan dan penawaran global. Fluktuasi harga ini dapat mempengaruhi biaya impor gas alam dan, pada akhirnya, berdampak pada harga energi di dalam negeri. Selain itu, ketergantungan pada impor gas alam juga dapat menjadi isu ketahanan energi. Ketergantungan pada sumber energi luar negeri membuat Indonesia rentan terhadap gangguan pasokan. Sebagai contoh, jika terjadi masalah teknik atau politik di negara pengekspor gas alam, Indonesia dapat menghadapi risiko kekurangan pasokan energi. Dari perspektif makroekonomi, analisis impor gas alam harus memperhatikan berbagai indikator ekonomi, termasuk neraca perdagangan, cadangan devisa, inflasi, dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Neraca perdagangan adalah salah satu indikator utama yang perlu diawasi. Impor gas alam yang tinggi dapat meningkatkan defisit neraca perdagangan jika tidak diimbangi oleh ekspor yang memadai. Defisit neraca perdagangan yang berkelanjutan dapat berdampak negatif pada posisi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar mata uang. Di sisi lain, cadangan devisa merupakan alat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi. Ketika impor gas alam meningkat, penggunaan devisa untuk membayar impor ini juga meningkat. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk mempertahankan cadangan devisa yang cukup untuk menutupi kebutuhan impor dan menjaga kestabilan ekonomi dalam jangka panjang. Inflasi juga bisa menjadi perhatian dalam konteks impor gas alam. Peningkatan biaya impor gas alam dapat berdampak pada kenaikan harga energi di dalam negeri, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi harga barang dan jasa lainnya. Memantau dan mengelola inflasi menjadi sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan kesehatan ekonomi secara umum. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) juga menjadi indikator yang relevan dalam analisis ini. Impor gas alam dapat mendorong pertumbuhan PDB melalui peningkatan produktivitas sektor-sektor yang bergantung pada energi. Namun, biaya impor yang tinggi juga bisa menggerus pendapatan nasional jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, menjadi penting bagi pemerintah untuk mengembangkan kebijakan yang tepat dalam mengelola impor gas alam, mendukung investasi di infrastruktur energi, serta mendorong efisiensi dan diversifikasi sumber energi. Dalam mengembangkan strategi untuk impor gas alam, Indonesia perlu memperhatikan beberapa rekomendasi. Pertama, penting untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dan distribusi gas alam domestik. Peningkatan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus meningkatkan ketahanan energi. Kedua, memperkuat kerja sama internasional di sektor energi juga menjadi langkah penting. Melalui kerja sama dengan negara-negara produsen gas alam, Indonesia dapat mengamankan pasokan energi yang lebih stabil dan menegosiasikan harga yang lebih menguntungkan. Ketiga, mengembangkan sumber energi alternatif juga perlu mendapatkan perhatian serius. Pengembangan energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan angin dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor gas alam dan meningkatkan keberlanjutan energi. Kesimpulannya, impor gas alam merupakan komponen penting dalam perekonomian Indonesia yang memerlukan analisis dan manajemen yang cermat. Dengan memahami dampak makroekonomi dari impor gas alam serta mengembangkan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat menjaga stabilitas energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Website kami, Eulerpool, berkomitmen untuk menyediakan data makroekonomi terkait impor gas alam dan indikator ekonomi lainnya untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik bagi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas.

Impor Gas Alam Jerman — FAQ

Berapa Impor Gas Alam saat ini di Jerman?

Impor Gas Alam saat ini di Jerman adalah 282.681,2 Terajoule per 1/8/2026.

Bagaimana perubahan Impor Gas Alam di Jerman belakangan ini?

Impor Gas Alam di Jerman naik dari 271.061,74 Terajoule (1/7/2026) menjadi 282.681,2 Terajoule (1/8/2026).

Berapa rekor tertinggi Impor Gas Alam di Jerman?

Rekor tertinggi Impor Gas Alam di Jerman adalah 597.865,43 Terajoule, tercatat pada 1/1/2020.

Berapa rekor terendah Impor Gas Alam di Jerman?

Rekor terendah Impor Gas Alam di Jerman adalah 177.546,00 Terajoule, tercatat pada 1/9/2011.

Berapa rata-rata historis Impor Gas Alam di Jerman?

Rata-rata historis Impor Gas Alam di Jerman adalah 389.784,94 Terajoule, dihitung dari 1/1/2008 hingga 1/8/2026.

Dari mana data Impor Gas Alam untuk Jerman berasal?

Data Impor Gas Alam untuk Jerman bersumber dari Eurostat dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.