🇩🇪

Jerman Impor

Harga

Harga
122,1 miliar EUR
Perubahan +/-
+1,4 miliar EUR
Perubahan Persentase
+1,16 %

Nilai saat ini dari Impor di Jerman adalah 122,1 miliar EUR. Impor di Jerman meningkat menjadi 122,1 miliar EUR pada 1/4/2026, setelah sebelumnya adalah 120,7 miliar EUR pada 1/3/2026. Dari 1/1/1962 hingga 1/4/2026, rata-rata PDB di Jerman adalah 40,05 miliar EUR. Puncak tertinggi tercapai pada 1/8/2022 dengan 133,77 miliar EUR, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/1962 dengan 1,99 miliar EUR.

Sumber: Federal Statistical Office

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_upmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Date
Impor
1 Jan 1962
1,99 miliar EUR
2 Jan 1962
2,3 miliar EUR
3 Jan 1962
2,05 miliar EUR
4 Jan 1962
1,99 miliar EUR
5 Jan 1962
2,1 miliar EUR
6 Jan 1962
2,1 miliar EUR
7 Jan 1962
2,1 miliar EUR
8 Jan 1962
2,1 miliar EUR
9 Jan 1962
2,1 miliar EUR
10 Jan 1962
2,05 miliar EUR
11 Jan 1962
2,15 miliar EUR
12 Jan 1962
2,35 miliar EUR
1 Jan 1963
1,99 miliar EUR
2 Jan 1963
2,1 miliar EUR
3 Jan 1963
2,3 miliar EUR
Access this data via the Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
122,1 miliar EUR
120,7 miliar EUR
115,5 miliar EUR
110,2 miliar EUR
116 miliar EUR
114,5 miliar EUR
113,7 miliar EUR
115,4 miliar EUR
111,9 miliar EUR
113,5 miliar EUR
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor

🇩🇪

Arus Modal

Bulanan

Saat Ini
-2,509 miliar EUR
Sebelumnya
20,262 miliar EUR
🇩🇪

Cadangan emas

Kuartal

Saat Ini
3.350,25 Tonnes
Sebelumnya
3.350,25 Tonnes
🇩🇪

Ekspor

Bulanan

Saat Ini
136,6 miliar EUR
Sebelumnya
135,8 miliar EUR
🇩🇪

Ekspor Mobil

Bulanan

Saat Ini
230.700 Units
Sebelumnya
270.400 Units
🇩🇪

Impor Gas Alam

Bulanan

Saat Ini
315.792 Terajoule
Sebelumnya
339.402,114 Terajoule
🇩🇪

Indeks Terorisme

Tahunan

Saat Ini
4,447 Points
Sebelumnya
4,748 Points
🇩🇪

Investasi Langsung Asing

Bulanan

Saat Ini
-6,619 miliar EUR
Sebelumnya
23,105 miliar EUR
🇩🇪

Kedatangan turis

Bulanan

Saat Ini
2,934 Juta.
Sebelumnya
2,336 Juta.
🇩🇪

Ketentuan Perdagangan

Bulanan

Saat Ini
100,5 points
Sebelumnya
100,9 points
🇩🇪

Layanan Neraca Transaksi Berjalan

Bulanan

Saat Ini
-5,823 miliar EUR
Sebelumnya
-3,341 miliar EUR
🇩🇪

Neraca Perdagangan

Bulanan

Saat Ini
14,5 miliar EUR
Sebelumnya
14,7 miliar EUR
🇩🇪

Neraca Perdagangan Barang

Bulanan

Saat Ini
13,313 miliar EUR
Sebelumnya
19,595 miliar EUR
🇩🇪

Penjualan senjata

Tahunan

Saat Ini
2,049 miliar SIPRI TIV
Sebelumnya
2,472 miliar SIPRI TIV
🇩🇪

Produksi Minyak Mentah

Bulanan

Saat Ini
33 BBL/D/1K
Sebelumnya
32 BBL/D/1K
🇩🇪

Rekening Transaksi Berjalan

Bulanan

Saat Ini
13,816 miliar EUR
Sebelumnya
24,468 miliar EUR
🇩🇪

Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB

Tahunan

Saat Ini
4,5 % of GDP
Sebelumnya
5,9 % of GDP
🇩🇪

Transfer Uang

Bulanan

Saat Ini
708,317 Juta. EUR
Sebelumnya
708,317 Juta. EUR
🇩🇪

Utang Luar Negeri

Kuartal

Saat Ini
6,762 Bio. EUR
Sebelumnya
6,817 Bio. EUR
🇩🇪

Utang Luar Negeri terhadap PDB

Kuartal

Saat Ini
151 % of GDP
Sebelumnya
153 % of GDP

Impor

Impor utama Jerman meliputi: produk komputer, elektronik, dan optik (11 persen dari total impor); kendaraan bermotor, trailer, dan semi-trailer (10 persen); bahan kimia dan produk kimia (8 persen); mesin dan peralatan (8 persen); peralatan listrik (7 persen); logam dasar (6 persen); minyak mentah dan gas alam (6 persen); produk farmasi dasar dan sediaan farmasi (6 persen); serta produk makanan (4 persen). Mitra impor utama adalah China (12 persen dari total impor), Belanda (9 persen), AS dan Polandia (masing-masing 6 persen), Italia dan Prancis (masing-masing 5 persen), Belgia, Republik Ceko, Swiss, dan Austria (masing-masing 4 persen).

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Jerman — FAQ

What is the current Impor in Jerman?

The current Impor in Jerman is 122,1 miliarEUR as of 1/4/2026.

How has the Impor in Jerman changed recently?

The Impor in Jerman increased from 120,7 miliarEUR (1/3/2026) to 122,1 miliarEUR (1/4/2026).

What is the all-time high for Impor in Jerman?

The all-time high for Impor in Jerman was 133,77 miliarEUR, recorded on 1/8/2022.

What is the all-time low for Impor in Jerman?

The all-time low for Impor in Jerman was 1,99 miliarEUR, recorded on 1/1/1962.

What is the historical average of Impor in Jerman?

The historical average of Impor in Jerman is 40,05 miliarEUR, calculated over the period from 1/1/1962 to 1/4/2026.

Where does the Impor data for Jerman come from?

The Impor data for Jerman is sourced from Federal Statistical Office and published on Eulerpool.