Jerman Syarat Perdagangan
Harga
Harga
100,3 Poin
Perubahan +/-
-0,2 Poin
Perubahan Persentase
-0,20 %
Nilai saat ini dari Syarat Perdagangan di Jerman adalah 100,3 Poin. Syarat Perdagangan di Jerman menurun menjadi 100,3 Poin pada 1/5/2026, setelah sebelumnya sebesar 100,5 Poin pada 1/4/2026. Dari 1/1/1962 hingga 1/5/2026, rata-rata GDP di Jerman adalah 95,31 Poin. Nilai tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/4/2020 dengan 108,09 Poin, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/8/1981 dengan 74,59 Poin.
The current value of Syarat Perdagangan in Jerman is 100,3 Poin. Syarat Perdagangan in Jerman decreased to 100,3 Poin from 100,5 Poin.Syarat Perdagangan in Jerman averaged 95,31 Poin from 1/1/1962 until 1/5/2026.The all-time high was 108,09 Poin (1/4/2020)and the record low was 74,59 Poin (1/8/1981).
Syarat Perdagangan
Syarat Perdagangan
3 tahun
5 tahun
10 tahun
25 Tahun
Maks
Syarat Perdagangan Riwayat
| Tanggal | Nilai |
|---|---|
| 100,3 Poin | |
| 100,5 Poin | |
| 100,9 Poin | |
| 103,4 Poin | |
| 103,6 Poin | |
| 103,8 Poin | |
| 103,8 Poin | |
| 104,1 Poin | |
| 104,1 Poin | |
| 104,3 Poin |
Indikator Makro Serupa dengan Syarat Perdagangan
Arus Modal
Bulanan
Cadangan emas
Kuartal
Ekspor
Bulanan
Ekspor Mobil
Bulanan
Impor
Bulanan
Impor Gas Alam
Bulanan
Indeks Terorisme
Tahunan
Investasi Langsung Asing
Bulanan
Kedatangan turis
Bulanan
Layanan Neraca Transaksi Berjalan
Bulanan
Neraca Perdagangan
Bulanan
Neraca Perdagangan Barang
Bulanan
Penjualan senjata
Tahunan
Produksi Minyak Mentah
Bulanan
Rekening Transaksi Berjalan
Bulanan
Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB
Tahunan
Transfer Uang
Bulanan
Utang Luar Negeri
Kuartal
Utang Luar Negeri terhadap PDB
Kuartal
Halaman makro untuk negara lain di Eropa
Apa itu Syarat Perdagangan?
Title: Memahami Perdagangan Internasional Melalui 'Terms of Trade' Selamat datang di Eulerpool, platform profesional Anda untuk tampilan data ekonomi makro. Salah satu topik penting dalam ekonomi makro yang secara langsung mempengaruhi kinerja ekonomi suatu negara adalah 'Terms of Trade'. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai 'Terms of Trade' dalam konteks ekonomi Indonesia, memaparkan pentingnya, komponennya, serta implikasinya terhadap perekonomian. 'Terms of Trade', atau yang biasa disingkat sebagai TOT, adalah istilah dalam ekonomi internasional yang merujuk pada rasio antara indeks harga ekspor dan indeks harga impor sebuah negara. TOT digunakan untuk mengukur daya beli ekspor suatu negara dalam kaitannya dengan impornya. Dengan kata lain, TOT menunjukkan seberapa banyak barang impor yang dapat diperoleh negara dari hasil ekspornya. Pertama-tama, penting untuk memahami bagaimana menghitung TOT. Formula dasar untuk menghitung TOT adalah dengan membagi indeks harga ekspor dengan indeks harga impor, kemudian mengalikannya dengan 100. Misalnya, jika indeks harga ekspor suatu negara adalah 110 dan indeks harga impor adalah 100, maka TOT-nya adalah (110/100)*100, yang berarti 110. Ini menunjukkan bahwa nilai ekspor meningkat relatif terhadap nilai impor. TOT sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan harga global, kebijakan perdagangan, permintaan dan penawaran internasional, serta dinamika ekonomi domestik. Dalam konteks Indonesia, komoditas utama seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan karet memainkan peran utama dalam menentukan TOT. Perubahan dalam harga global komoditas-komoditas ini dapat secara signifikan mempengaruhi TOT Indonesia. Implikasi TOT yang menguntungkan adalah peningkatan pendapatan negara dari hasil ekspor. Sebagai contoh, jika harga komoditas ekspor utama Indonesia naik, ini akan meningkatkan TOT dan, pada gilirannya, meningkatkan nilai tukar ekspor terhadap impor. Dengan demikian, Indonesia dapat mengimpor lebih banyak barang tanpa perlu meningkatkan volume ekspornya. Kondisi ini bisa meningkatkan PDB dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Sebaliknya, TOT yang tidak menguntungkan menunjukkan bahwa nilai barang ekspor lebih rendah dibandingkan dengan nilai barang impor. Hal ini dapat mendorong defisit perdagangan dan, dalam jangka panjang, dapat membebani sektor ekonomi negara secara keseluruhan. Kondisi ini memerlukan intervensi kebijakan baik dari sisi fiscal maupun moneter. Misalnya, pemerintah bisa mengatur ulang kebijakan ekspor-impor atau memberikan insentif untuk mendorong diversifikasi produk ekspor. Negara-negara pengimpor utama Indonesia memainkan peran penting dalam menentukan TOT. Permintaan dari negara-negara seperti China, Amerika Serikat, dan Jepang terhadap komoditas ekspor Indonesia sangat mempengaruhi TOT negara. Sebagai contoh, penurunan permintaan batu bara dan minyak kelapa sawit di pasar internasional dapat berdampak signifikan pada TOT Indonesia. Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa TOT bukan satu-satunya indikator kesejahteraan ekonomi sebuah negara. Misalnya, meskipun suatu negara memiliki TOT yang menguntungkan, itu tidak serta-merta menjamin pertumbuhan ekonomi jika ekspor tersebut hanya menguntungkan segelintir sektor atau kelompok dalam masyarakat. Oleh karena itu, analisis TOT harus digabungkan dengan indikator ekonomi lainnya seperti tingkat pengangguran, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi secara umum untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi ekonomi suatu negara. Diversifikasi produk ekspor merupakan strategi penting untuk meningkatkan TOT. Ketergantungan pada beberapa jenis komoditas saja dapat membuat suatu negara rentan terhadap fluktuasi harga global. Dengan mendiversifikasi portofolio ekspornya, Indonesia dapat meminimalisir risiko yang ditimbulkan oleh perubahan harga komoditas tertentu. Diversifikasi ini juga berarti peningkatan nilai tambah pada produk-produk yang diekspor, yang pada gilirannya dapat memperbaiki TOT dalam jangka panjang. Pemerintah memiliki peran penting dalam memperbaiki dan mempertahankan TOT yang menguntungkan. Kebijakan perdagangan yang efisien, dukungan terhadap sektor-sektor strategis, dan hubungan diplomatik yang baik dengan negara mitra dagang adalah beberapa langkah yang bisa diperhatikan. Pemerintah juga perlu bekerja sama dengan sektor swasta untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk ekspor di pasar internasional. TOT juga memiliki implikasi penting dalam penentuan kebijakan moneter sebuah negara. Bank sentral mungkin mempertimbangkan TOT dalam memutuskan suku bunga atau kebijakan nilai tukarnya. Misalnya, jika TOT negara memburuk, bank sentral mungkin perlu menyesuaikan suku bunga untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan nilai mata uang. Di dunia yang semakin global dan terhubung, pemahaman yang mendalam tentang TOT sangat penting bagi pengambil kebijakan, pengusaha, dan masyarakat umum. Di Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data dan analisis yang akurat dan terpercaya tentang berbagai aspek ekonomi makro, termasuk TOT. Kami berharap artikel ini dapat memberikan wawasan yang berharga dan mendalam mengenai peran dan pentingnya TOT dalam konteks ekonomi Indonesia. Dalam pandangan yang lebih luas, TOT juga mencerminkan posisi kekuatan ekonomi negara di kancah internasional. Sebuah negara dengan TOT yang tinggi umumnya memiliki lebih banyak pengaruh dalam negosiasi perdagangan internasional dan dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari kerja sama ekonominya dengan negara lain. Oleh karena itu, pemerintah, sektor swasta, dan seluruh komponen masyarakat seharusnya menyadari pentingnya menjaga dan meningkatkan TOT dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam kesimpulan, 'Terms of Trade' adalah indikator penting dalam menilai kesejahteraan dan kekuatan ekonomi suatu negara di kancah internasional. Di Indonesia, komoditas utama ekspor memiliki peran besar dalam menentukan TOT. Melalui kebijakan yang tepat, diversifikasi produk ekspor, dan kerja sama internasional yang baik, Indonesia dapat memanfaatkan TOT untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya secara keseluruhan. Di Eulerpool, kami selalu siap untuk membantu Anda memahami lebih dalam data-data ekonomi makro yang relevan dan memberikan wawasan yang bermakna bagi pengambilan keputusan yang lebih baik.
Syarat Perdagangan Jerman — FAQ
What is the current Syarat Perdagangan in Jerman?
The current Syarat Perdagangan in Jerman is 100,3 Poin as of 1/5/2026.
How has the Syarat Perdagangan in Jerman changed recently?
The Syarat Perdagangan in Jerman decreased from 100,5 Poin (1/4/2026) to 100,3 Poin (1/5/2026).
What is the all-time high for Syarat Perdagangan in Jerman?
The all-time high for Syarat Perdagangan in Jerman was 108,09 Poin, recorded on 1/4/2020.
What is the all-time low for Syarat Perdagangan in Jerman?
The all-time low for Syarat Perdagangan in Jerman was 74,59 Poin, recorded on 1/8/1981.
What is the historical average of Syarat Perdagangan in Jerman?
The historical average of Syarat Perdagangan in Jerman is 95,31 Poin, calculated over the period from 1/1/1962 to 1/5/2026.
Where does the Syarat Perdagangan data for Jerman come from?
The Syarat Perdagangan data for Jerman is sourced from Federal Statistical Office and published on Eulerpool.
Alat dan analisis lainnya
Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.
Penyaring Saham
Saring 20.000+ saham di seluruh dunia dengan 1.000.000+ metrik data.
Pelacak Insiden
Lacak pembelian dan penjualan insider secara real-time.
Superinvestor
Lacak portfolio investor terbesar dunia
Kalender Dividen
Rencanakan pendapatan pasif Anda dengan tanggal pembayaran dividen.
Kalender Hasil Kuartalan
Semua hasil kuartalan sekilas.
Kalender Ekonomi
Peristiwa ekonomi dan rilis data dari 200+ negara.
Pelacak Kongres
Pengungkapan STOCK Act dari anggota Kongres AS
Fear & Greed Index
Market Sentiment Indicator
Indeks Crypto Fear & Greed
Indikator Sentimen Pasar Crypto
Ide
Daftar saham yang dikurasi menurut strategi, indeks, dan negara.
Sektor
Saham teratas diurutkan menurut industri dan sektor.
Negara-negara
Pasar saham dan perusahaan terkemuka menurut negara.
Strategi
Strategi investasi terbukti dengan return historis.
Indeks
Kinerja dan komposisi indeks saham utama.
Glosarium
Kamus pasar saham komprehensif untuk istilah keuangan dan saham
Blog
Berita, kemitraan, dan pengumuman produk