Produksi Baja Jerman

Nilai Produksi Baja terbaru untuk Jerman

Harga

2,6 Juta. Ton metrik

Perubahan +/-

-200.000 Ton metrik

Perubahan Persentase

-7,14 %

Rata-rata

3,18 Juta. Ton metrik

Tertinggi sepanjang masa

4,74 Juta. Ton metrik

1/10/1974

Terendah sepanjang masa

907.000,00 Ton metrik

1/2/1950

Nilai produksi baja terkini di Jerman adalah 2,6 Juta. Ton metrik. Produksi baja di Jerman turun menjadi 2,6 Juta. Ton metrik pada 1/8/2026, setelah sebelumnya 2,8 Juta. Ton metrik pada 1/7/2026. Dari 1/1/1950 hingga 1/8/2026, rata-rata GDP di Jerman adalah 3,18 Juta. Ton metrik. Pencapaian tertinggi sepanjang masa terjadi pada 1/10/1974 dengan 4,74 Juta. Ton metrik, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/2/1950 dengan 907.000,00 Ton metrik.

Sumber: World Steel Association

Produksi Baja di Jerman turun pada 1/8/2026 dari 2,8 Juta. Ton metrik pada 1/7/2026 menjadi 2,6 Juta. Ton metrik. Produksi Baja di Jerman rata-rata 3,18 Juta. Ton metrik dari 1/1/1950 hingga 1/8/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 4,74 Juta. Ton metrik pada 1/10/1974, dan rekor terendah 907.000,00 Ton metrik pada 1/2/1950.

Produksi Baja

Produksi Baja

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Produksi Baja
Tanggal
Produksi Baja
1 Jan 2026
3,10 Juta. Tonnes
2 Jan 2026
2,80 Juta. Tonnes
3 Jan 2026
3,30 Juta. Tonnes
4 Jan 2026
3,20 Juta. Tonnes
5 Jan 2026
3,20 Juta. Tonnes
6 Jan 2026
2,90 Juta. Tonnes
7 Jan 2026
2,80 Juta. Tonnes
8 Jan 2026
2,60 Juta. Tonnes
Akses data ini lewat Eulerpool API

Produksi Baja Riwayat

Produksi Baja — Riwayat
TanggalNilai
2,6 Juta. Ton metrik
2,8 Juta. Ton metrik
2,9 Juta. Ton metrik
3,2 Juta. Ton metrik
3,2 Juta. Ton metrik
3,3 Juta. Ton metrik
2,8 Juta. Ton metrik
3,1 Juta. Ton metrik
2,7 Juta. Ton metrik
2,8 Juta. Ton metrik
...

Indikator Makro Serupa dengan Produksi Baja

Ekspektasi Ifo

Bulanan

Saat Ini
90,4 points
Sebelumnya
89 points

Harga Spot Listrik

frequency_null

Saat Ini
166,1 EUR/MWh
Sebelumnya
167,57 EUR/MWh

Ifo-Geschäftsklima

Bulanan

Saat Ini
89,5 points
Sebelumnya
88,5 points

Iklim Bisnis

Bulanan

Saat Ini
89,9 points
Sebelumnya
88,8 points

Indeks Ekspektasi Ekonomi ZEW

Bulanan

Saat Ini
34,7 points
Sebelumnya
34,2 points

Indikator Awal yang Terkompilasi

Bulanan

Saat Ini
101,01 points
Sebelumnya
100,9 points

Kebangkrutan

Bulanan

Saat Ini
2.373 Companies
Sebelumnya
2.266 Companies

Keuntungan Perusahaan

Kuartal

Saat Ini
237,38 miliar EUR
Sebelumnya
227,26 miliar EUR

Pendaftaran Kendaraan

Bulanan

Saat Ini
256.774 Units
Sebelumnya
212.563 Units

Pendaftaran Kendaraan Listrik

Bulanan

Saat Ini
88.599 Units
Sebelumnya
68.930 Units

Pendaftaran kendaraan penumpang baru YoY

Bulanan

Saat Ini
9 %
Sebelumnya
2,6 %

Perubahan Tingkat Inventaris

Kuartal

Saat Ini
15,88 miliar EUR
Sebelumnya
11,74 miliar EUR

Pesanan Baru

Bulanan

Saat Ini
86 points
Sebelumnya
96,2 points

Pesanan Pabrik

Bulanan

Saat Ini
-10,6 %
Sebelumnya
3,2 %

PMI Komposit

Bulanan

Saat Ini
53,8 points
Sebelumnya
51,8 points

PMI Manufaktur

Bulanan

Saat Ini
53,9 points
Sebelumnya
54,3 points

PMI Sektor Jasa

Bulanan

Saat Ini
52,9 points
Sebelumnya
49,7 points

Produksi Industri

Bulanan

Saat Ini
2,3 %
Sebelumnya
-1,8 %

Produksi Industri MoM

Bulanan

Saat Ini
2 %
Sebelumnya
-1,2 %

Produksi Manufaktur

Bulanan

Saat Ini
-0,4 %
Sebelumnya
-3,4 %

Produksi Otomotif

Bulanan

Saat Ini
392.200 Units
Sebelumnya
229.900 Units

Produksi Pertambangan

Bulanan

Saat Ini
-10,5 %
Sebelumnya
-6,8 %

Situasi Saat Ini ZEW

Bulanan

Saat Ini
-47,1 points
Sebelumnya
-61,1 points

Tingkat Utilisasi Kapasitas

Kuartal

Saat Ini
77,9 %
Sebelumnya
78,2 %

Apa itu Produksi Baja?

Produksi baja adalah salah satu sektor industri yang paling vital dan strategis dalam perekonomian global. Sebagai situs profesional yang menampilkan data makroekonomi, Eulerpool dengan bangga menyajikan informasi mendalam tentang kategori produksi baja di Indonesia dan dunia. Melalui artikel ini, kita akan memahami betapa pentingnya industri ini, berbagai faktor yang memengaruhinya, serta dampak makroekonominya. Industri baja memainkan peran yang sangat penting karena merupakan salah satu bahan dasar utama dalam berbagai sektor, mulai dari konstruksi, manufaktur, otomotif, hingga infrastruktur. Peran baja dalam pembangunan infrastruktur tidak bisa diabaikan, mengingat sebagian besar jembatan, gedung pencakar langit, dan jaringan kereta api bergantung pada baja sebagai bahan konstruksi utama. Di Indonesia, produksi baja mengalami perkembangan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir. Sebagai negara berkembang dengan tingkat urbanisasi yang terus meningkat, permintaan baja dalam negeri terus tumbuh. Pemerintah Indonesia telah menetapkan sejumlah kebijakan dan inisiatif untuk meningkatkan kapasitas produksi baja nasional. Misalnya, proyek pembangunan jalan tol trans-Sumatera dan berbagai proyek infrastruktur lainnya yang dijalankan pemerintah membutuhkan pasokan baja yang stabil dan berkualitas. Namun, industri baja di Indonesia bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah ensuring pasokan bahan baku yang stabil dan terjangkau. Kebanyakan bahan baku industri baja, seperti bijih besi, masih harus diimpor dari luar negeri. Hal ini menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan, yang bisa mempengaruhi profitabilitas perusahaan baja domestik. Selain itu, ada juga tantangan dari aspek teknologi dan pengetahuan di industri baja Indonesia. Sebagian besar pabrik baja domestik masih menggunakan teknologi yang lebih tua dan kurang efisien dibandingkan dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, modernisasi dan investasi dalam teknologi terbaru menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing dan efisiensi energi dalam industri ini. Di sisi lain, pemerintah juga memandang pentingnya peningkatan standar lingkungan dalam produksi baja. Proses produksi baja yang tidak efisien dapat menyebabkan polusi udara dan air yang signifikan. Oleh karena itu, adopsi teknologi ramah lingkungan dan praktik produksi yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam berbagai kebijakan industri baja di Indonesia. Tak kalah penting adalah dampak makroekonomi dari industri baja global. Industri baja adalah barometer perekonomian global karena tingkat produksi dan konsumsi baja dapat mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara. Ketika ekonomi global tumbuh, permintaan baja meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas konstruksi dan manufaktur. Sebaliknya, ketika ekonomi melambat, permintaan baja juga cenderung menurun. Di tingkat global, China adalah pemain dominan dalam industri baja. Produksi baja China mencakup sekitar 50% dari total produksi baja dunia. Dominasi China dalam industri baja global memberikan dampak signifikan terhadap harga baja internasional. Fluktuasi harga baja sering kali dipicu oleh kebijakan dan kondisi ekonomi di negara Tirai Bambu ini. Di antara negara-negara produsen baja lainnya, India, Jepang, dan Amerika Serikat juga dikenal sebagai produsen baja utama dunia. Setiap negara memiliki dinamika industrinya masing-masing, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kebijakan domestik, infrastruktur, dan teknologi produksi. Pergeseran dalam perdagangan internasional juga memainkan peran penting dalam industri baja. Tarif impor dan kebijakan perdagangan internasional lainnya dapat mempengaruhi arus perdagangan baja antara negara-negara. Misalnya, perang dagang antara Amerika Serikat dan China beberapa tahun terakhir membawa dampak yang cukup signifikan terhadap industri baja global. Industri baja juga tidak terlepas dari inovasi dan perkembangan teknologi. Penerapan teknologi Industri 4.0, seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan analisis data besar (big data analytics), diharapkan akan membawa perubahan besar dalam efisiensi produksi dan pengelolaan rantai pasok industri baja. Perusahaan-perusahaan yang cepat mengadopsi teknologi ini berpotensi memiliki keunggulan kompetitif di pasar global. Peran ekonomi sirkular dalam industri baja juga semakin mendapatkan perhatian. Industri baja yang berkelanjutan dan ramah lingkungan adalah tujuan utama yang harus dicapai. Penggunaan kembali dan daur ulang baja bekas merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri ini. Produksi baja daur ulang tidak hanya mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru tetapi juga menghemat energi yang digunakan dalam proses produksi. Secara keseluruhan, industri baja memiliki peran yang sangat penting dan kompleks dalam perekonomian global. Di Indonesia, industri ini dihadapkan pada berbagai tantangan dan peluang. Dengan kebijakan yang tepat, pengembangan teknologi, dan fokus pada keberlanjutan, industri baja Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih kompetitif di pasar global. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data dan analisis makroekonomi yang akurat dan terkini untuk membantu para pemangku kepentingan dalam membuat keputusan strategis di sektor ini.

Produksi Baja Jerman — FAQ

Berapa Produksi Baja saat ini di Jerman?

Produksi Baja saat ini di Jerman adalah 2,6 Juta. Ton metrik per 1/8/2026.

Bagaimana perubahan Produksi Baja di Jerman belakangan ini?

Produksi Baja di Jerman turun dari 2,8 Juta. Ton metrik (1/7/2026) menjadi 2,6 Juta. Ton metrik (1/8/2026).

Berapa rekor tertinggi Produksi Baja di Jerman?

Rekor tertinggi Produksi Baja di Jerman adalah 4,74 Juta. Ton metrik, tercatat pada 1/10/1974.

Berapa rekor terendah Produksi Baja di Jerman?

Rekor terendah Produksi Baja di Jerman adalah 907.000,00 Ton metrik, tercatat pada 1/2/1950.

Berapa rata-rata historis Produksi Baja di Jerman?

Rata-rata historis Produksi Baja di Jerman adalah 3,18 Juta. Ton metrik, dihitung dari 1/1/1950 hingga 1/8/2026.

Dari mana data Produksi Baja untuk Jerman berasal?

Data Produksi Baja untuk Jerman bersumber dari World Steel Association dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.