Denmark Utang Luar Negeri

Harga

Harga

21,99 miliar DKK

Perubahan +/-

+852 Juta. DKK

Perubahan Persentase

+4,03 %

Nilai saat ini dari Utang Luar Negeri di Denmark adalah 21,99 miliar DKK. Utang Luar Negeri di Denmark meningkat menjadi 21,99 miliar DKK pada 1/5/2026, setelah sebelumnya sebesar 21,14 miliar DKK pada 1/4/2026. Dari 1/1/1980 hingga 1/5/2026, rata-rata PDB di Denmark adalah 81,42 miliar DKK. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/9/1993 dengan 176,79 miliar DKK, sementara nilai terendah tercatat pada 1/1/2020 dengan 388,00 Juta. DKK.

Sumber: Danmarks Nationalbank

The current value of Utang Luar Negeri in Denmark is 21,99 miliarDKK. Utang Luar Negeri in Denmark increased to 21,99 miliarDKK from 21,14 miliarDKK.Utang Luar Negeri in Denmark averaged 81,42 miliarDKK from 1/1/1980 until 1/5/2026.The all-time high was 176,79 miliarDKK (1/9/1993)and the record low was 388,00 Juta.DKK (1/1/2020).

Utang Luar Negeri

Utang Luar Negeri

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Utang Luar Negeri
Date
Utang Luar Negeri
10 Jan 2025
32,14 miliar DKK
11 Jan 2025
21,12 miliar DKK
12 Jan 2025
19,67 miliar DKK
1 Jan 2026
21,06 miliar DKK
2 Jan 2026
21,07 miliar DKK
3 Jan 2026
21,61 miliar DKK
4 Jan 2026
21,14 miliar DKK
5 Jan 2026
21,99 miliar DKK
Access this data via the Eulerpool API

Utang Luar Negeri Riwayat

Utang Luar Negeri — Riwayat
TanggalNilai
21,99 miliar DKK
21,14 miliar DKK
21,61 miliar DKK
21,07 miliar DKK
21,06 miliar DKK
19,67 miliar DKK
21,12 miliar DKK
32,14 miliar DKK
32,34 miliar DKK
32,01 miliar DKK
...

Indikator Makro Serupa dengan Utang Luar Negeri

Utang Luar Negeri

Di Denmark, utang luar negeri adalah bagian dari total utang yang terhutang kepada kreditor di luar negeri.

Apa itu Utang Luar Negeri?

Utang eksternal adalah salah satu komponen utama dalam analisis makroekonomi yang memainkan peran penting dalam ekonomi suatu negara. Melalui situs web profesional Eulerpool, kami menyajikan data ekonomi makro, termasuk utang eksternal, yang tersedia bagi para ekonom, analis, investor, dan pembuat kebijakan untuk memahami dinamika ekonomi yang kompleks. Artikel ini ditujukan untuk memberikan wawasan mendalam tentang utang eksternal dan relevansinya dalam konteks ekonomi yang lebih luas. Utang eksternal dapat didefinisikan sebagai utang yang dimiliki oleh entitas ekonomi dari suatu negara kepada kreditur asing. Entitas yang dimaksud di sini bisa berupa pemerintah, perusahaan, atau individu. Utang eksternal ini dapat berwujud dalam berbagai bentuk, seperti pinjaman, obligasi, dan kredit perdagangan. Adanya utang eksternal memungkinkan negara untuk mengakses dana tambahan yang diperlukan untuk pembiayaan proyek-proyek, mendukung stabilitas ekonomi, dan memenuhi kebutuhan jangka pendek serta jangka panjang. Penting untuk mencermati bahwa ada dua jenis utama utang eksternal: utang sektor publik dan utang sektor swasta. Utang sektor publik adalah utang yang dimiliki oleh pemerintah atau lembaga publik lainnya, sedangkan utang sektor swasta adalah utang yang dimiliki oleh perusahaan atau individu swasta. Meskipun kedua jenis utang ini penting, fokus biasanya lebih banyak pada utang sektor publik karena dampaknya yang lebih luas terhadap ekonomi suatu negara. Salah satu alasan utama mengapa negara-negara mengambil utang eksternal adalah untuk menutup defisit anggaran. Defisit anggaran terjadi ketika pengeluaran pemerintah melebihi penerimaan negara. Dalam situasi seperti ini, utang eksternal dapat menjadi solusi untuk menutup kesenjangan tersebut. Selain itu, utang eksternal sering digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur besar yang memerlukan investasi awal yang signifikan. Dengan mengakses dana melalui utang eksternal, negara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi infrastruktur. Namun demikian, ada risiko yang melekat pada utang eksternal, terutama jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu risiko utama adalah ketergantungan pada kreditur asing yang dapat mengakibatkan hilangnya kedaulatan ekonomi. Selain itu, fluktuasi nilai tukar mata uang dapat meningkatkan beban utang, terutama jika utang tersebut dilakukan dalam mata uang asing. Jika mata uang negara tersebut mengalami depresiasi, maka nilai utang dalam mata uang lokal akan meningkat, sehingga memberatkan pembayaran utang. Lebih jauh lagi, terlalu banyak utang eksternal dapat meningkatkan risiko ketidakstabilan ekonomi. Jika jumlah utang menjadi terlalu besar dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), negara mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang. Ini dapat menyebabkan krisis utang yang pada akhirnya berdampak buruk terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, pengelolaan utang eksternal yang hati-hati dan terencana sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi. Analisis mendalam mengenai utang eksternal juga memperhitungkan struktur jatuh tempo utang. Utang jangka pendek memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun, sementara utang jangka panjang memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun. Penting untuk menyeimbangkan antara utang jangka pendek dan jangka panjang untuk menghindari tekanan likuiditas. Jatuh tempo utang yang terstruktur dengan baik dapat membantu negara mengelola arus kas dan memastikan bahwa pembayaran utang dapat dilakukan tepat waktu tanpa menimbulkan tekanan yang berlebihan pada anggaran negara. Selain itu, peran lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia juga penting dalam konteks utang eksternal. Lembaga-lembaga ini seringkali memberikan pinjaman kepada negara-negara yang mengalami kesulitan ekonomi dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Pinjaman dari lembaga-lembaga ini biasanya disertai dengan program reformasi ekonomi yang ditujukan untuk memperbaiki kinerja ekonomi negara peminjam dan meningkatkan kapasitas pembayaran utang. Indonesia sendiri memiliki pengalaman dalam mengelola utang eksternal. Pada beberapa dekade lalu, Indonesia mengalami krisis utang yang mengakibatkan penurunan tajam dalam perekonomian nasional. Namun, melalui reformasi ekonomi dan kebijakan pengelolaan utang yang hati-hati, Indonesia berhasil keluar dari krisis tersebut dan membangun kembali fondasi ekonomi yang lebih kuat. Pada konteks global, utang eksternal juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dunia. Ketidakpastian ekonomi global, seperti perang dagang, krisis keuangan, dan perubahan kebijakan moneter di negara-negara besar, dapat mempengaruhi kemampuan negara dalam mengelola utang eksternal. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara untuk tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi global dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk memitigasi risiko yang mungkin timbul. Dalam era digital ini, akses terhadap data utang eksternal menjadi lebih mudah dan transparan. Situs web seperti Eulerpool menyediakan data yang relevan dan terkini mengenai utang eksternal, memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan akurat. Data ini dapat membantu pembuat kebijakan, ekonom, dan investor dalam membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan informasi yang terpercaya. Secara keseluruhan, utang eksternal adalah topik yang kompleks dan multidimensional dengan implikasi yang jauh melampaui sekadar angka-angka pada lembaran keuangan. Pengelolaan utang eksternal yang baik dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan, sementara pengelolaan yang buruk dapat membawa risiko serius bagi perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, penting bagi para pemangku kepentingan untuk terus memantau dan mengevaluasi posisi utang eksternal dalam rangka memastikan kesehatan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui platform Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data ekonomi makro yang komprehensif dan analisis yang mendalam. Kami berharap bahwa informasi yang kami sajikan dapat menjadi sumber daya yang bernilai bagi mereka yang ingin memahami lebih lanjut tentang dinamika utang eksternal dan dampaknya terhadap ekonomi global dan nasional.

Utang Luar Negeri Denmark — FAQ

What is the current Utang Luar Negeri in Denmark?

The current Utang Luar Negeri in Denmark is 21,99 miliarDKK as of 1/5/2026.

How has the Utang Luar Negeri in Denmark changed recently?

The Utang Luar Negeri in Denmark increased from 21,14 miliarDKK (1/4/2026) to 21,99 miliarDKK (1/5/2026).

What is the all-time high for Utang Luar Negeri in Denmark?

The all-time high for Utang Luar Negeri in Denmark was 176,79 miliarDKK, recorded on 1/9/1993.

What is the all-time low for Utang Luar Negeri in Denmark?

The all-time low for Utang Luar Negeri in Denmark was 388,00 Juta.DKK, recorded on 1/1/2020.

What is the historical average of Utang Luar Negeri in Denmark?

The historical average of Utang Luar Negeri in Denmark is 81,42 miliarDKK, calculated over the period from 1/1/1980 to 1/5/2026.

Where does the Utang Luar Negeri data for Denmark come from?

The Utang Luar Negeri data for Denmark is sourced from Danmarks Nationalbank and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.