Denmark Investasi Asing Langsung

Harga

Harga

8,91 miliar DKK

Perubahan +/-

-3,59 miliar DKK

Perubahan Persentase

-28,70 %

Nilai saat ini dari Investasi Asing Langsung di Denmark adalah 8,91 miliar DKK. Investasi Asing Langsung di Denmark menurun menjadi 8,91 miliar DKK pada 1/3/2026, setelah sebelumnya sebesar 12,5 miliar DKK pada 1/12/2025. Dari 1/3/2005 hingga 1/3/2026, rata-rata PDB di Denmark adalah 6,75 miliar DKK. Tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/9/2017 dengan 54,75 miliar DKK, sementara nilai terendah tercatat pada 1/12/2010 dengan -21,38 miliar DKK.

Sumber: Danmarks Nationalbank

The current value of Investasi Asing Langsung in Denmark is 8,91 miliarDKK. Investasi Asing Langsung in Denmark decreased to 8,91 miliarDKK from 12,5 miliarDKK.Investasi Asing Langsung in Denmark averaged 6,75 miliarDKK from 1/3/2005 until 1/3/2026.The all-time high was 54,75 miliarDKK (1/9/2017)and the record low was -21,38 miliarDKK (1/12/2010).

Investasi Asing Langsung

Investasi Asing Langsung

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Investasi Langsung Asing
Date
Investasi Langsung Asing
9 Jan 2023
51,24 miliar DKK
12 Jan 2023
1,28 miliar DKK
3 Jan 2024
8,24 miliar DKK
9 Jan 2024
27,02 miliar DKK
12 Jan 2024
20,89 miliar DKK
3 Jan 2025
1,53 miliar DKK
12 Jan 2025
12,50 miliar DKK
3 Jan 2026
8,91 miliar DKK
Access this data via the Eulerpool API

Investasi Asing Langsung Riwayat

Investasi Asing Langsung — Riwayat
TanggalNilai
8,91 miliar DKK
12,5 miliar DKK
1,53 miliar DKK
20,89 miliar DKK
27,02 miliar DKK
8,24 miliar DKK
1,28 miliar DKK
51,24 miliar DKK
11,26 miliar DKK
14,21 miliar DKK

Indikator Makro Serupa dengan Investasi Asing Langsung

Apa itu Investasi Asing Langsung?

Investasi Langsung Asing (Foreign Direct Investment atau FDI) merupakan salah satu komponen penting dalam makroekonomi yang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, stabilitas keuangan, dan pembangunan nasional suatu negara. Di situs kami, eulerpool, kami menyajikan data makro ekonomi yang akurat dan terkini, termasuk data seputar Investasi Langsung Asing yang bisa digunakan oleh para ekonom, investor, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk analisis dan perencanaan strategis. Investasi Langsung Asing merujuk pada penanaman modal yang dilakukan oleh perusahaan atau individu dari satu negara ke negara lain dengan tujuan untuk memperoleh kepemilikan pengendalian atas suatu bisnis di negara penerima. FDI tidak hanya sekadar penyertaan modal, tetapi juga mencakup transfer teknologi, keterampilan manajemen, dan akses ke pasar internasional. Sebagai contoh, ketika sebuah perusahaan multinasional membuka pabrik di Indonesia atau mengakuisisi perusahaan lokal, ini dianggap sebagai FDI. Ada beberapa alasan mengapa FDI menjadi fokus perhatian utama dalam ekonomi makro. Pertama, FDI berperan sebagai sumber penting dari modal bagi negara penerima. Modal ini dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas produksi, dan diversifikasi ekonomi. Tanpa adanya FDI, beberapa negara terutama yang sedang berkembang dapat mengalami kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan yang dibutuhkan untuk proyek-proyek besar. Kedua, FDI dapat mendorong transfer teknologi dan know-how dari negara maju ke negara penerima. Teknologi dan pengetahuan yang dibawa oleh investor asing berpotensi meningkatkan produktivitas tenaga kerja lokal, mengurangi ketergantungan pada teknologi usang, dan mendorong inovasi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan daya saing internasional dari negara penerima. Ketiga, FDI memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Pembukaan pabrik, fasilitas penelitian, atau kantor regional oleh perusahaan asing tidak hanya menciptakan pekerjaan langsung tetapi juga pekerjaan tidak langsung melalui rantai pasokan dan sektor terkait lainnya. Selain itu, pekerja lokal yang terlibat dalam proyek FDI dapat memperoleh keterampilan baru dan pelatihan yang meningkatkan nilai mereka di pasar tenaga kerja. Selanjutnya, FDI juga dapat membantu dalam penyeimbangan neraca pembayaran suatu negara. Dengan adanya aliran modal masuk dari investasi asing, tekanan pada defisit transaksi berjalan dapat berkurang. Hal ini dapat menstabilkan nilai tukar dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar negeri yang sering kali disertai dengan syarat yang ketat. Namun demikian, tidak semua efek dari FDI bersifat positif. Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi dominasi ekonomi oleh perusahaan asing. Ketika perusahaan asing menguasai sektor-sektor kunci dalam perekonomian, hal ini bisa mengurangi kedaulatan ekonomi negara penerima. Selain itu, ada risiko bahwa keuntungan dari perusahaan asing tersebut lebih banyak mengalir keluar negeri daripada diinvestasikan kembali di dalam negeri. Untuk memaksimalkan manfaat dari FDI dan meminimalkan risiko potensial, negara perlu memiliki kerangka kebijakan yang jelas dan efektif. Kebijakan investasi harus dirancang sedemikian rupa untuk menarik investasi berkualitas, yang bukan hanya membawa modal tetapi juga teknologi dan praktik terbaik. Regulasi mengenai hak properti, perlindungan investor, dan insentif pajak dapat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif. Selain itu, penting juga untuk memiliki pengawasan dan pengaturan yang baik dalam hal persaingan bisnis. Negara penerima harus memastikan bahwa perusahaan asing tidak menyalahgunakan posisi dominannya untuk menghilangkan persaingan dan merugikan konsumen. Kolaborasi antara otoritas lokal dan internasional untuk menetapkan standar dan regulasi yang harmonis juga bisa menjadi langkah yang efektif. FDI juga dapat berperan dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan. Investasi yang ramah lingkungan dan sosial dapat mendukung target-target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs). Oleh karena itu, negara penerima perlu mendorong perusahaan asing untuk mengadopsi praktik-praktik bisnis yang berkelanjutan melalui insentif dan regulasi yang tepat. Secara umum, FDI adalah komponen penting dalam strategi pembangunan ekonomi banyak negara. Keuntungannya dapat dirasakan melalui peningkatan modal, teknologi, lapangan kerja, dan keseimbangan neraca pembayaran. Namun, untuk mengoptimalkan manfaat tersebut, diperlukan kebijakan yang cermat, transparan, dan proaktif. Sebagai situs penyedia data makroekonomi, eulerpool berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru dan terpercaya seputar FDI, sehingga mempermudah para pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang berdasarkan data dan analisis yang akurat. Dengan demikian, pemahaman yang baik tentang dinamika FDI dan implikasinya pada ekonomi makro sangatlah penting. Melalui data dan analisis yang kami sediakan di eulerpool, kami berharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pengambilan keputusan dan strategi ekonomi di tingkat nasional dan internasional.

Investasi Asing Langsung Denmark — FAQ

What is the current Investasi Asing Langsung in Denmark?

The current Investasi Asing Langsung in Denmark is 8,91 miliarDKK as of 1/3/2026.

How has the Investasi Asing Langsung in Denmark changed recently?

The Investasi Asing Langsung in Denmark decreased from 12,5 miliarDKK (1/12/2025) to 8,91 miliarDKK (1/3/2026).

What is the all-time high for Investasi Asing Langsung in Denmark?

The all-time high for Investasi Asing Langsung in Denmark was 54,75 miliarDKK, recorded on 1/9/2017.

What is the all-time low for Investasi Asing Langsung in Denmark?

The all-time low for Investasi Asing Langsung in Denmark was -21,38 miliarDKK, recorded on 1/12/2010.

What is the historical average of Investasi Asing Langsung in Denmark?

The historical average of Investasi Asing Langsung in Denmark is 6,75 miliarDKK, calculated over the period from 1/3/2005 to 1/3/2026.

Where does the Investasi Asing Langsung data for Denmark come from?

The Investasi Asing Langsung data for Denmark is sourced from Danmarks Nationalbank and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.