Produksi Baja Tiongkok

Nilai Produksi Baja terbaru untuk Tiongkok

Harga

74,6 Juta. Ton metrik

Perubahan +/-

-2,3 Juta. Ton metrik

Perubahan Persentase

-2,99 %

Rata-rata

43,07 Juta. Ton metrik

Tertinggi sepanjang masa

99,50 Juta. Ton metrik

1/5/2021

Terendah sepanjang masa

4,92 Juta. Ton metrik

1/2/1990

Nilai produksi baja terkini di Tiongkok adalah 74,6 Juta. Ton metrik. Produksi baja di Tiongkok turun menjadi 74,6 Juta. Ton metrik pada 1/8/2026, setelah sebelumnya 76,9 Juta. Ton metrik pada 1/7/2026. Dari 1/1/1990 hingga 1/8/2026, rata-rata GDP di Tiongkok adalah 43,07 Juta. Ton metrik. Pencapaian tertinggi sepanjang masa terjadi pada 1/5/2021 dengan 99,50 Juta. Ton metrik, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/2/1990 dengan 4,92 Juta. Ton metrik.

Sumber: World Steel Association

Produksi Baja di Tiongkok turun pada 1/8/2026 dari 76,9 Juta. Ton metrik pada 1/7/2026 menjadi 74,6 Juta. Ton metrik. Produksi Baja di Tiongkok rata-rata 43,07 Juta. Ton metrik dari 1/1/1990 hingga 1/8/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 99,50 Juta. Ton metrik pada 1/5/2021, dan rekor terendah 4,92 Juta. Ton metrik pada 1/2/1990.

Produksi Baja

Produksi Baja

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Produksi Baja
Tanggal
Produksi Baja
1 Jan 2026
75,30 Juta. Tonnes
2 Jan 2026
76,10 Juta. Tonnes
3 Jan 2026
87,00 Juta. Tonnes
4 Jan 2026
83,60 Juta. Tonnes
5 Jan 2026
84,40 Juta. Tonnes
6 Jan 2026
83,70 Juta. Tonnes
7 Jan 2026
76,90 Juta. Tonnes
8 Jan 2026
74,60 Juta. Tonnes

Akses data ini lewat Eulerpool API

100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu

Produksi Baja Riwayat

Produksi Baja — Riwayat
TanggalNilai
74,6 Juta. Ton metrik
76,9 Juta. Ton metrik
83,7 Juta. Ton metrik
84,4 Juta. Ton metrik
83,6 Juta. Ton metrik
87 Juta. Ton metrik
76,1 Juta. Ton metrik
75,3 Juta. Ton metrik
68,2 Juta. Ton metrik
69,9 Juta. Ton metrik
...

Indikator Makro Serupa dengan Produksi Baja

Iklim Bisnis

Bulanan

Saat Ini
50,1 points
Sebelumnya
49,8 points

Indeks Persyaratan Bisnis

Bulanan

Saat Ini
48,3 points
Sebelumnya
50,1 points

Indikator Awal

Bulanan

Saat Ini
148,2 points
Sebelumnya
148,3 points

Indikator Awal yang Terkompilasi

Bulanan

Saat Ini
97,41 points
Sebelumnya
97,64 points

Keuntungan Perusahaan

Bulanan

Saat Ini
5,27 Bio. CNY
Sebelumnya
4,58 Bio. CNY

Pendaftaran Kendaraan

Bulanan

Saat Ini
1,62 Juta. Units
Sebelumnya
1,54 Juta. Units

Pendaftaran Kendaraan Listrik

Bulanan

Saat Ini
1,82 Juta. Units
Sebelumnya
1,64 Juta. Units

Perubahan Tingkat Inventaris

Tahunan

Saat Ini
1,54 Bio. CNY
Sebelumnya
1,12 Bio. CNY

Pesanan Baru

Bulanan

Saat Ini
50,5 points
Sebelumnya
50,6 points

PMI Komposit

Bulanan

Saat Ini
52,1 points
Sebelumnya
50,8 points

PMI Manufaktur

Bulanan

Saat Ini
52,1 points
Sebelumnya
51,5 points

PMI Sektor Jasa

Bulanan

Saat Ini
51,6 points
Sebelumnya
51,4 points

PMI Sektor Jasa Non-Manufaktur

Bulanan

Saat Ini
50,2 %
Sebelumnya
49 %

PMI Umum NBS

Bulanan

Saat Ini
50,7 points
Sebelumnya
49,5 points

Produksi Industri

Bulanan

Saat Ini
5,2 %
Sebelumnya
4,5 %

Produksi Industri MoM

Bulanan

Saat Ini
0,54 %
Sebelumnya
0,11 %

Produksi Listrik

Bulanan

Saat Ini
943.800 Gigawatt-hour
Sebelumnya
943.900 Gigawatt-hour

Produksi Manufaktur

Bulanan

Saat Ini
6,1 %
Sebelumnya
5,5 %

Produksi Otomotif

Bulanan

Saat Ini
2,99 Juta. Units
Sebelumnya
2,68 Juta. Units

Produksi Pertambangan

Bulanan

Saat Ini
-1,4 %
Sebelumnya
-4,2 %

Produksi Semen

Bulanan

Saat Ini
129,08 Juta. Tonnes
Sebelumnya
126,71 Juta. Tonnes

Tingkat Utilisasi Kapasitas

Kuartal

Saat Ini
73 %
Sebelumnya
73,6 %

Total Penjualan Kendaraan

Bulanan

Saat Ini
2,96 Juta. Units
Sebelumnya
2,71 Juta. Units

Apa itu Produksi Baja?

Produksi baja adalah salah satu sektor industri yang paling vital dan strategis dalam perekonomian global. Sebagai situs profesional yang menampilkan data makroekonomi, Eulerpool dengan bangga menyajikan informasi mendalam tentang kategori produksi baja di Indonesia dan dunia. Melalui artikel ini, kita akan memahami betapa pentingnya industri ini, berbagai faktor yang memengaruhinya, serta dampak makroekonominya. Industri baja memainkan peran yang sangat penting karena merupakan salah satu bahan dasar utama dalam berbagai sektor, mulai dari konstruksi, manufaktur, otomotif, hingga infrastruktur. Peran baja dalam pembangunan infrastruktur tidak bisa diabaikan, mengingat sebagian besar jembatan, gedung pencakar langit, dan jaringan kereta api bergantung pada baja sebagai bahan konstruksi utama. Di Indonesia, produksi baja mengalami perkembangan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir. Sebagai negara berkembang dengan tingkat urbanisasi yang terus meningkat, permintaan baja dalam negeri terus tumbuh. Pemerintah Indonesia telah menetapkan sejumlah kebijakan dan inisiatif untuk meningkatkan kapasitas produksi baja nasional. Misalnya, proyek pembangunan jalan tol trans-Sumatera dan berbagai proyek infrastruktur lainnya yang dijalankan pemerintah membutuhkan pasokan baja yang stabil dan berkualitas. Namun, industri baja di Indonesia bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah ensuring pasokan bahan baku yang stabil dan terjangkau. Kebanyakan bahan baku industri baja, seperti bijih besi, masih harus diimpor dari luar negeri. Hal ini menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan, yang bisa mempengaruhi profitabilitas perusahaan baja domestik. Selain itu, ada juga tantangan dari aspek teknologi dan pengetahuan di industri baja Indonesia. Sebagian besar pabrik baja domestik masih menggunakan teknologi yang lebih tua dan kurang efisien dibandingkan dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, modernisasi dan investasi dalam teknologi terbaru menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing dan efisiensi energi dalam industri ini. Di sisi lain, pemerintah juga memandang pentingnya peningkatan standar lingkungan dalam produksi baja. Proses produksi baja yang tidak efisien dapat menyebabkan polusi udara dan air yang signifikan. Oleh karena itu, adopsi teknologi ramah lingkungan dan praktik produksi yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam berbagai kebijakan industri baja di Indonesia. Tak kalah penting adalah dampak makroekonomi dari industri baja global. Industri baja adalah barometer perekonomian global karena tingkat produksi dan konsumsi baja dapat mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara. Ketika ekonomi global tumbuh, permintaan baja meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas konstruksi dan manufaktur. Sebaliknya, ketika ekonomi melambat, permintaan baja juga cenderung menurun. Di tingkat global, China adalah pemain dominan dalam industri baja. Produksi baja China mencakup sekitar 50% dari total produksi baja dunia. Dominasi China dalam industri baja global memberikan dampak signifikan terhadap harga baja internasional. Fluktuasi harga baja sering kali dipicu oleh kebijakan dan kondisi ekonomi di negara Tirai Bambu ini. Di antara negara-negara produsen baja lainnya, India, Jepang, dan Amerika Serikat juga dikenal sebagai produsen baja utama dunia. Setiap negara memiliki dinamika industrinya masing-masing, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kebijakan domestik, infrastruktur, dan teknologi produksi. Pergeseran dalam perdagangan internasional juga memainkan peran penting dalam industri baja. Tarif impor dan kebijakan perdagangan internasional lainnya dapat mempengaruhi arus perdagangan baja antara negara-negara. Misalnya, perang dagang antara Amerika Serikat dan China beberapa tahun terakhir membawa dampak yang cukup signifikan terhadap industri baja global. Industri baja juga tidak terlepas dari inovasi dan perkembangan teknologi. Penerapan teknologi Industri 4.0, seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan analisis data besar (big data analytics), diharapkan akan membawa perubahan besar dalam efisiensi produksi dan pengelolaan rantai pasok industri baja. Perusahaan-perusahaan yang cepat mengadopsi teknologi ini berpotensi memiliki keunggulan kompetitif di pasar global. Peran ekonomi sirkular dalam industri baja juga semakin mendapatkan perhatian. Industri baja yang berkelanjutan dan ramah lingkungan adalah tujuan utama yang harus dicapai. Penggunaan kembali dan daur ulang baja bekas merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri ini. Produksi baja daur ulang tidak hanya mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru tetapi juga menghemat energi yang digunakan dalam proses produksi. Secara keseluruhan, industri baja memiliki peran yang sangat penting dan kompleks dalam perekonomian global. Di Indonesia, industri ini dihadapkan pada berbagai tantangan dan peluang. Dengan kebijakan yang tepat, pengembangan teknologi, dan fokus pada keberlanjutan, industri baja Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih kompetitif di pasar global. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data dan analisis makroekonomi yang akurat dan terkini untuk membantu para pemangku kepentingan dalam membuat keputusan strategis di sektor ini.

Produksi Baja Tiongkok — FAQ

Berapa Produksi Baja saat ini di Tiongkok?

Produksi Baja saat ini di Tiongkok adalah 74,6 Juta. Ton metrik per 1/8/2026.

Bagaimana perubahan Produksi Baja di Tiongkok belakangan ini?

Produksi Baja di Tiongkok turun dari 76,9 Juta. Ton metrik (1/7/2026) menjadi 74,6 Juta. Ton metrik (1/8/2026).

Berapa rekor tertinggi Produksi Baja di Tiongkok?

Rekor tertinggi Produksi Baja di Tiongkok adalah 99,50 Juta. Ton metrik, tercatat pada 1/5/2021.

Berapa rekor terendah Produksi Baja di Tiongkok?

Rekor terendah Produksi Baja di Tiongkok adalah 4,92 Juta. Ton metrik, tercatat pada 1/2/1990.

Berapa rata-rata historis Produksi Baja di Tiongkok?

Rata-rata historis Produksi Baja di Tiongkok adalah 43,07 Juta. Ton metrik, dihitung dari 1/1/1990 hingga 1/8/2026.

Dari mana data Produksi Baja untuk Tiongkok berasal?

Data Produksi Baja untuk Tiongkok bersumber dari World Steel Association dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.