Tiongkok Neraca Perdagangan

Harga

Harga

125,62 miliar USD

Perubahan +/-

+20,19 miliar USD

Perubahan Persentase

+19,15 %

Nilai Neraca Perdagangan saat ini di Tiongkok adalah 125,62 miliar USD. Neraca Perdagangan di Tiongkok meningkat menjadi 125,62 miliar USD pada 1/6/2026, setelah sebelumnya sebesar 105,43 miliar USD pada 1/5/2026. Dari 1/1/1981 hingga 1/6/2026, rata-rata PDB di Tiongkok adalah 19,04 miliar USD. Rekor tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2025 dengan 137,91 miliar USD, sementara nilai terendah tercatat pada 1/2/2020 dengan -61,99 miliar USD.

Sumber: General Administration of Customs

The current value of Neraca Perdagangan in Tiongkok is 125,62 miliarUSD. Neraca Perdagangan in Tiongkok increased to 125,62 miliarUSD from 105,43 miliarUSD.Neraca Perdagangan in Tiongkok averaged 19,04 miliarUSD from 1/1/1981 until 1/6/2026.The all-time high was 137,91 miliarUSD (1/1/2025)and the record low was -61,99 miliarUSD (1/2/2020).

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Neraca Perdagangan
Date
Neraca Perdagangan
11 Jan 2025
110,04 miliar USD
12 Jan 2025
112,44 miliar USD
1 Jan 2026
121,19 miliar USD
2 Jan 2026
90,24 miliar USD
3 Jan 2026
50,16 miliar USD
4 Jan 2026
84,69 miliar USD
5 Jan 2026
105,43 miliar USD
6 Jan 2026
125,62 miliar USD
Access this data via the Eulerpool API

Neraca Perdagangan Riwayat

Neraca Perdagangan — Riwayat
TanggalNilai
125,62 miliar USD
105,43 miliar USD
84,69 miliar USD
50,16 miliar USD
90,24 miliar USD
121,19 miliar USD
112,44 miliar USD
110,04 miliar USD
88,13 miliar USD
88,78 miliar USD
...

Indikator Makro Serupa dengan Neraca Perdagangan

Angkutan Barang Rel

Bulanan

Saat Ini
459,32 Juta. Ton
Sebelumnya
446,17 Juta. Ton

Arus Modal

Kuartal

Saat Ini
-184,1 miliar USD
Sebelumnya
-234,81 miliar USD

Cadangan emas

Kuartal

Saat Ini
2.313,46 Tonnes
Sebelumnya
2.306,3 Tonnes

Ekspor

Bulanan

Saat Ini
412,39 miliar USD
Sebelumnya
376,78 miliar USD

Ekspor Mobil

Bulanan

Saat Ini
935.648
Sebelumnya
857.377

Ekspor mobil listrik

Bulanan

Saat Ini
315.590
Sebelumnya
278.688

Ekspor YoY

Bulanan

Saat Ini
27 %
Sebelumnya
19,4 %

Impor

Bulanan

Saat Ini
286,76 miliar USD
Sebelumnya
271,35 miliar USD

Impor YoY

Bulanan

Saat Ini
36 %
Sebelumnya
27,4 %

Indeks Terorisme

Tahunan

Saat Ini
1,31 Points
Sebelumnya
1,86 Points

Investasi Langsung Asing

Bulanan

Saat Ini
59,39 miliar USD
Sebelumnya
48,31 miliar USD

Investasi Langsung Asing YoY

Bulanan

Saat Ini
-5 %
Sebelumnya
-8,6 %

Kedatangan turis

Tahunan

Saat Ini
35,17 Juta.
Sebelumnya
26,94 Juta.

Ketentuan Perdagangan

Bulanan

Saat Ini
87,6 points
Sebelumnya
88,2 points

Kewajiban Investasi Langsung

Kuartal

Saat Ini
34,3 miliar USD
Sebelumnya
46,35 miliar USD

Lalu Lintas Barang di Jalan Tol

Bulanan

Saat Ini
3,76 miliar Ton
Sebelumnya
3,81 miliar Ton

Layanan Neraca Transaksi Berjalan

Kuartal

Saat Ini
-59,6 miliar USD
Sebelumnya
-48,52 miliar USD

Neraca Perdagangan Barang

Kuartal

Saat Ini
247,4 miliar USD
Sebelumnya
310,27 miliar USD

Penjualan senjata

Tahunan

Saat Ini
880 Juta. SIPRI TIV
Sebelumnya
1,29 miliar SIPRI TIV

Produksi Minyak Mentah

Bulanan

Saat Ini
4.490 BBL/D/1K
Sebelumnya
4.420 BBL/D/1K

Rekening Transaksi Berjalan

Kuartal

Saat Ini
184,3 miliar USD
Sebelumnya
243,82 miliar USD

Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB

Tahunan

Saat Ini
3,7 % of GDP
Sebelumnya
2,2 % of GDP

Transportasi Barang

Bulanan

Saat Ini
4,95 miliar Ton
Sebelumnya
4,98 miliar Ton

Transportasi Barang di Jalur Air Daratan

Bulanan

Saat Ini
728,59 Juta. Ton
Sebelumnya
720,79 Juta. Ton

Transportasi Barang Penerbangan Sipil

Bulanan

Saat Ini
878.000 Ton
Sebelumnya
854.000 Ton

Utang Luar Negeri

Tahunan

Saat Ini
2,33 Bio. USD
Sebelumnya
2,42 Bio. USD

Neraca Perdagangan

Sejak tahun 1995, Tiongkok telah mencatat surplus perdagangan yang konsisten. Pada tahun 2022, surplus perdagangan melonjak 31% menjadi USD 876,91 miliar, yang merupakan tertinggi sejak pencatatan dimulai pada tahun 1950, dengan ekspor naik 7% dan impor meningkat 1%.

Apa itu Neraca Perdagangan?

Navigasi ekonomi global tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mengulas salah satu komponen utamanya: Neraca Perdagangan. Neraca Perdagangan, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Balance of Trade (BoT), adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara melalui selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Melalui artikel ini, Eulerpool akan membahas secara detail konsep, komponen, serta implikasi neraca perdagangan pada perekonomian Indonesia sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik ini. Neraca perdagangan merupakan bagian integral dari neraca pembayaran (Balance of Payments), yang juga mencakup transaksi keuangan dan modal. Secara sederhana, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, jika nilai impor melebihi ekspor, terjadi defisit neraca perdagangan. Pada dasarnya, ekspor dan impor melibatkan pergerakan barang fisik, seperti bahan mentah dan barang jadi, serta jasa, seperti pariwisata dan layanan keuangan. Ekspor adalah proses menjual barang dan jasa ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang dan jasa dari luar negeri. Kedua aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada pendapatan nasional, tingkat pekerjaan, serta daya beli konsumen. Neraca perdagangan tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan suatu negara, tetapi juga menunjukkan kompetensi perdagangan internasional sebuah negara. Misalnya, negara yang sering kali memiliki surplus neraca perdagangan biasanya lebih kompetitif dalam memproduksi barang dan jasa yang diminati. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan berbagai sektor ekonomi yang terdiversifikasi, memiliki kiprah penting dalam peta perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, neraca perdagangan memainkan peran krusial. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan basis manufaktur yang berkembang, Indonesia memiliki kapasitas ekspor yang cukup signifikan. Produk utama ekspor Indonesia mencakup minyak sawit, batu bara, karet, tekstil, dan berbagai produk manufaktur. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan impor, baik untuk bahan baku industri maupun barang konsumsi, seperti elektronik dan bahan bakar minyak. Perubahan dalam neraca perdagangan Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, kondisi perekonomian domestik seperti pertumbuhan GDP, inflasi, dan kebijakan fiskal serta moneter dapat mempengaruhi ekspor dan impor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi fluktuasi harga komoditas internasional, tarif perdagangan, serta stabilitas politik global. Salah satu elemen penting untuk mencapai keseimbangan dalam neraca perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang efektif. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas barang, serta penetrasi pasar baru. Selain itu, upaya memperbaiki infrastruktur dan logistik juga merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung kelancaran ekspor dan impor. Perubahan dalam neraca perdagangan memiliki implikasi besar terhadap ekonomi makro. Surplus neraca perdagangan biasanya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan daya saing yang kuat dan penambahan cadangan devisa. Cadangan devisa yang besar memberi stabilitas bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kemampuan negara dalam membiayai proyek pembangunan serta membayar utang luar negeri. Sebaliknya, defisit neraca perdagangan yang berkepanjangan dapat berisiko memicu ketidakseimbangan ekonomi. Defisit ini menandakan bahwa negara lebih banyak mengeluarkan devisa untuk impor daripada yang diterima dari ekspor. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang domestik, dan tertrigger inflasi. Selain itu, kondisi neraca perdagangan memiliki implikasi langsung terhadap nilai tukar mata uang. Misalnya, ketika Indonesia mengalami surplus perdagangan, permintaan akan mata uang Rupiah meningkat karena mitra dagang perlu menukar mata uang mereka dengan Rupiah untuk membayar barang dan jasa dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya, defisit perdagangan mengakibatkan pasokan mata uang Rupiah yang lebih rendah di pasar internasional, menekan nilai tukar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan mencakup diantaranya kebijakan tarif dan non-tarif. Tarif adalah bea yang dikenakan pada barang impor, meningkatkan harga barang asing di pasar domestik. Sementara itu, kebijakan non-tarif meliputi berbagai regulasi seperti kuota, standar produk, serta penetapan sertifikasi yang dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara. Pemahaman mendalam tentang neraca perdagangan juga memungkinkan para pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dalam era globalisasi, di mana arus barang, jasa, dan modal semakin bebas, menjaga keseimbangan neraca perdagangan menjadi tujuan utama bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Eulerpool, sebagai penyedia data ekonomi makro yang terpercaya, senantiasa siap mendukung kebutuhan Anda dengan menyediakan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi, termasuk neraca perdagangan. Dengan data yang akurat dan analisis yang cermat, kami membantu Anda dalam memahami kompleksitas perekonomian dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Dalam kesimpulannya, neraca perdagangan adalah barometer ekonomi yang penting bagi setiap negara. Bagi Indonesia, menjaga keseimbangan dalam neraca perdagangan memerlukan kebijakan yang cerdas dan strategi yang efektif. Tantangan dan peluang di sektor perdagangan internasional menuntut perhatian yang mendalam dan tindakan yang terkoordinasi. Eulerpool berharap penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan memperkaya pemahaman Anda tentang neraca perdagangan sebagai salah satu pilar utama ekonomi makro.

Neraca Perdagangan Tiongkok — FAQ

What is the current Neraca Perdagangan in Tiongkok?

The current Neraca Perdagangan in Tiongkok is 125,62 miliarUSD as of 1/6/2026.

How has the Neraca Perdagangan in Tiongkok changed recently?

The Neraca Perdagangan in Tiongkok increased from 105,43 miliarUSD (1/5/2026) to 125,62 miliarUSD (1/6/2026).

What is the all-time high for Neraca Perdagangan in Tiongkok?

The all-time high for Neraca Perdagangan in Tiongkok was 137,91 miliarUSD, recorded on 1/1/2025.

What is the all-time low for Neraca Perdagangan in Tiongkok?

The all-time low for Neraca Perdagangan in Tiongkok was -61,99 miliarUSD, recorded on 1/2/2020.

What is the historical average of Neraca Perdagangan in Tiongkok?

The historical average of Neraca Perdagangan in Tiongkok is 19,04 miliarUSD, calculated over the period from 1/1/1981 to 1/6/2026.

Where does the Neraca Perdagangan data for Tiongkok come from?

The Neraca Perdagangan data for Tiongkok is sourced from General Administration of Customs and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.