🇨🇳

Tiongkok Neraca Perdagangan

Harga

Harga
213,62 miliar USD
Perubahan +/-
+99,51 miliar USD
Perubahan Persentase
+87,21 %

Nilai Neraca Perdagangan saat ini di Tiongkok adalah 213,62 miliar USD. Neraca Perdagangan di Tiongkok meningkat menjadi 213,62 miliar USD pada 1/2/2026, setelah sebelumnya sebesar 114,11 miliar USD pada 1/12/2025. Dari 1/1/1981 hingga 1/12/2025, rata-rata PDB di Tiongkok adalah 18,20 miliar USD. Rekor tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2025 dengan 138,04 miliar USD, sementara nilai terendah tercatat pada 1/2/2020 dengan -61,99 miliar USD.

Sumber: General Administration of Customs

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_upmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Neraca Perdagangan
Date
Neraca Perdagangan
7 Jan 1981
510,00 Juta. USD
8 Jan 1981
120,00 Juta. USD
9 Jan 1981
470,00 Juta. USD
10 Jan 1981
660,00 Juta. USD
11 Jan 1981
220,00 Juta. USD
12 Jan 1981
560,00 Juta. USD
1 Jan 1982
290,00 Juta. USD
2 Jan 1982
120,00 Juta. USD
3 Jan 1982
350,00 Juta. USD
5 Jan 1982
230,00 Juta. USD
6 Jan 1982
260,00 Juta. USD
7 Jan 1982
270,00 Juta. USD
8 Jan 1982
250,00 Juta. USD
9 Jan 1982
380,00 Juta. USD
10 Jan 1982
110,00 Juta. USD
Access this data via the Eulerpool API

Neraca Perdagangan Riwayat

Neraca Perdagangan — Riwayat
TanggalNilai
213,62 miliar USD
114,11 miliar USD
111,68 miliar USD
90,07 miliar USD
90,53 miliar USD
102,11 miliar USD
97,81 miliar USD
114,36 miliar USD
102,84 miliar USD
95,94 miliar USD
...

Indikator Makro Serupa dengan Neraca Perdagangan

🇨🇳

Angkutan Barang Rel

Bulanan

Saat Ini
447,33 Juta. Ton
Sebelumnya
460,26 Juta. Ton
🇨🇳

Arus Modal

Kuartal

Saat Ini
-240,462 miliar USD
Sebelumnya
-136,975 miliar USD
🇨🇳

Cadangan emas

Kuartal

Saat Ini
2.306,3 Tonnes
Sebelumnya
2.303,5 Tonnes
🇨🇳

Ekspor

Bulanan

Saat Ini
357,78 miliar USD
Sebelumnya
330,35 miliar USD
🇨🇳

Ekspor Mobil

Bulanan

Saat Ini
851.951
Sebelumnya
702.68
🇨🇳

Ekspor mobil listrik

Bulanan

Saat Ini
235.229
Sebelumnya
199.836
🇨🇳

Ekspor YoY

Bulanan

Saat Ini
6,6 %
Sebelumnya
5,9 %
🇨🇳

Impor

Bulanan

Saat Ini
243,64 miliar USD
Sebelumnya
218,67 miliar USD
🇨🇳

Impor YoY

Bulanan

Saat Ini
5,7 %
Sebelumnya
1,9 %
🇨🇳

Indeks Terorisme

Tahunan

Saat Ini
1,863 Points
Sebelumnya
0,582 Points
🇨🇳

Investasi Langsung Asing

Bulanan

Saat Ini
107,38 miliar USD
Sebelumnya
86,38 miliar USD
🇨🇳

Investasi Langsung Asing YoY

Bulanan

Saat Ini
-9,5 %
Sebelumnya
-7,5 %
🇨🇳

Kedatangan turis

Tahunan

Saat Ini
26,94 Juta.
Sebelumnya
13,784 Juta.
🇨🇳

Ketentuan Perdagangan

Bulanan

Saat Ini
94,5 points
Sebelumnya
93,9 points
🇨🇳

Kewajiban Investasi Langsung

Kuartal

Saat Ini
5,789 miliar USD
Sebelumnya
17,361 miliar USD
🇨🇳

Lalu Lintas Barang di Jalan Tol

Bulanan

Saat Ini
3,797 miliar Ton
Sebelumnya
3,876 miliar Ton
🇨🇳

Layanan Neraca Transaksi Berjalan

Kuartal

Saat Ini
-49,338 miliar USD
Sebelumnya
-47,104 miliar USD
🇨🇳

Neraca Perdagangan Barang

Kuartal

Saat Ini
269,45 miliar USD
Sebelumnya
219,14 miliar USD
🇨🇳

Penjualan senjata

Tahunan

Saat Ini
1,131 miliar SIPRI TIV
Sebelumnya
2,982 miliar SIPRI TIV
🇨🇳

Produksi Minyak Mentah

Bulanan

Saat Ini
4.24 BBL/D/1K
Sebelumnya
4.32 BBL/D/1K
🇨🇳

Rekening Transaksi Berjalan

Kuartal

Saat Ini
198,7 miliar USD
Sebelumnya
128,7 miliar USD
🇨🇳

Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB

Tahunan

Saat Ini
2,2 % of GDP
Sebelumnya
1,5 % of GDP
🇨🇳

Transportasi Barang

Bulanan

Saat Ini
5,158 miliar Ton
Sebelumnya
5,256 miliar Ton
🇨🇳

Transportasi Barang di Jalur Air Daratan

Bulanan

Saat Ini
912,8 Juta. Ton
Sebelumnya
918,95 Juta. Ton
🇨🇳

Transportasi Barang Penerbangan Sipil

Bulanan

Saat Ini
930 Ton
Sebelumnya
930 Ton
🇨🇳

Utang Luar Negeri

Tahunan

Saat Ini
2,42 Bio. USD
Sebelumnya
2,448 Bio. USD

Neraca Perdagangan

Sejak tahun 1995, Tiongkok telah mencatat surplus perdagangan yang konsisten. Pada tahun 2022, surplus perdagangan melonjak 31% menjadi USD 876,91 miliar, yang merupakan tertinggi sejak pencatatan dimulai pada tahun 1950, dengan ekspor naik 7% dan impor meningkat 1%.

Halaman makro untuk negara lain di Asia

Apa itu Neraca Perdagangan?

Navigasi ekonomi global tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mengulas salah satu komponen utamanya: Neraca Perdagangan. Neraca Perdagangan, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Balance of Trade (BoT), adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara melalui selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Melalui artikel ini, Eulerpool akan membahas secara detail konsep, komponen, serta implikasi neraca perdagangan pada perekonomian Indonesia sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik ini. Neraca perdagangan merupakan bagian integral dari neraca pembayaran (Balance of Payments), yang juga mencakup transaksi keuangan dan modal. Secara sederhana, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, jika nilai impor melebihi ekspor, terjadi defisit neraca perdagangan. Pada dasarnya, ekspor dan impor melibatkan pergerakan barang fisik, seperti bahan mentah dan barang jadi, serta jasa, seperti pariwisata dan layanan keuangan. Ekspor adalah proses menjual barang dan jasa ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang dan jasa dari luar negeri. Kedua aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada pendapatan nasional, tingkat pekerjaan, serta daya beli konsumen. Neraca perdagangan tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan suatu negara, tetapi juga menunjukkan kompetensi perdagangan internasional sebuah negara. Misalnya, negara yang sering kali memiliki surplus neraca perdagangan biasanya lebih kompetitif dalam memproduksi barang dan jasa yang diminati. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan berbagai sektor ekonomi yang terdiversifikasi, memiliki kiprah penting dalam peta perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, neraca perdagangan memainkan peran krusial. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan basis manufaktur yang berkembang, Indonesia memiliki kapasitas ekspor yang cukup signifikan. Produk utama ekspor Indonesia mencakup minyak sawit, batu bara, karet, tekstil, dan berbagai produk manufaktur. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan impor, baik untuk bahan baku industri maupun barang konsumsi, seperti elektronik dan bahan bakar minyak. Perubahan dalam neraca perdagangan Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, kondisi perekonomian domestik seperti pertumbuhan GDP, inflasi, dan kebijakan fiskal serta moneter dapat mempengaruhi ekspor dan impor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi fluktuasi harga komoditas internasional, tarif perdagangan, serta stabilitas politik global. Salah satu elemen penting untuk mencapai keseimbangan dalam neraca perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang efektif. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas barang, serta penetrasi pasar baru. Selain itu, upaya memperbaiki infrastruktur dan logistik juga merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung kelancaran ekspor dan impor. Perubahan dalam neraca perdagangan memiliki implikasi besar terhadap ekonomi makro. Surplus neraca perdagangan biasanya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan daya saing yang kuat dan penambahan cadangan devisa. Cadangan devisa yang besar memberi stabilitas bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kemampuan negara dalam membiayai proyek pembangunan serta membayar utang luar negeri. Sebaliknya, defisit neraca perdagangan yang berkepanjangan dapat berisiko memicu ketidakseimbangan ekonomi. Defisit ini menandakan bahwa negara lebih banyak mengeluarkan devisa untuk impor daripada yang diterima dari ekspor. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang domestik, dan tertrigger inflasi. Selain itu, kondisi neraca perdagangan memiliki implikasi langsung terhadap nilai tukar mata uang. Misalnya, ketika Indonesia mengalami surplus perdagangan, permintaan akan mata uang Rupiah meningkat karena mitra dagang perlu menukar mata uang mereka dengan Rupiah untuk membayar barang dan jasa dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya, defisit perdagangan mengakibatkan pasokan mata uang Rupiah yang lebih rendah di pasar internasional, menekan nilai tukar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan mencakup diantaranya kebijakan tarif dan non-tarif. Tarif adalah bea yang dikenakan pada barang impor, meningkatkan harga barang asing di pasar domestik. Sementara itu, kebijakan non-tarif meliputi berbagai regulasi seperti kuota, standar produk, serta penetapan sertifikasi yang dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara. Pemahaman mendalam tentang neraca perdagangan juga memungkinkan para pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dalam era globalisasi, di mana arus barang, jasa, dan modal semakin bebas, menjaga keseimbangan neraca perdagangan menjadi tujuan utama bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Eulerpool, sebagai penyedia data ekonomi makro yang terpercaya, senantiasa siap mendukung kebutuhan Anda dengan menyediakan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi, termasuk neraca perdagangan. Dengan data yang akurat dan analisis yang cermat, kami membantu Anda dalam memahami kompleksitas perekonomian dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Dalam kesimpulannya, neraca perdagangan adalah barometer ekonomi yang penting bagi setiap negara. Bagi Indonesia, menjaga keseimbangan dalam neraca perdagangan memerlukan kebijakan yang cerdas dan strategi yang efektif. Tantangan dan peluang di sektor perdagangan internasional menuntut perhatian yang mendalam dan tindakan yang terkoordinasi. Eulerpool berharap penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan memperkaya pemahaman Anda tentang neraca perdagangan sebagai salah satu pilar utama ekonomi makro.

Neraca Perdagangan Tiongkok — FAQ

What is the current Neraca Perdagangan in Tiongkok?

The current Neraca Perdagangan in Tiongkok is 213,62 miliarUSD as of 1/2/2026.

How has the Neraca Perdagangan in Tiongkok changed recently?

The Neraca Perdagangan in Tiongkok increased from 114,11 miliarUSD (1/12/2025) to 213,62 miliarUSD (1/2/2026).

What is the all-time high for Neraca Perdagangan in Tiongkok?

The all-time high for Neraca Perdagangan in Tiongkok was 138,04 miliarUSD, recorded on 1/1/2025.

What is the all-time low for Neraca Perdagangan in Tiongkok?

The all-time low for Neraca Perdagangan in Tiongkok was -61,99 miliarUSD, recorded on 1/2/2020.

What is the historical average of Neraca Perdagangan in Tiongkok?

The historical average of Neraca Perdagangan in Tiongkok is 18,20 miliarUSD, calculated over the period from 1/1/1981 to 1/12/2025.

Where does the Neraca Perdagangan data for Tiongkok come from?

The Neraca Perdagangan data for Tiongkok is sourced from General Administration of Customs and published on Eulerpool.