Tiongkok Impor

Harga

Harga

286,76 miliar USD

Perubahan +/-

+15,41 miliar USD

Perubahan Persentase

+5,68 %

Nilai saat ini dari Impor di Tiongkok adalah 286,76 miliar USD. Impor di Tiongkok meningkat menjadi 286,76 miliar USD pada 1/6/2026, setelah sebelumnya adalah 271,35 miliar USD pada 1/5/2026. Dari 1/1/1981 hingga 1/6/2026, rata-rata PDB di Tiongkok adalah 78,17 miliar USD. Puncak tertinggi tercapai pada 1/6/2026 dengan 286,76 miliar USD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/2/1983 dengan 1,39 miliar USD.

Sumber: General Administration of Customs

The current value of Impor in Tiongkok is 286,76 miliarUSD. Impor in Tiongkok increased to 286,76 miliarUSD from 271,35 miliarUSD.Impor in Tiongkok averaged 78,17 miliarUSD from 1/1/1981 until 1/6/2026.The all-time high was 286,76 miliarUSD (1/6/2026)and the record low was 1,39 miliarUSD (1/2/1983).

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Date
Impor
11 Jan 2025
219,96 miliar USD
12 Jan 2025
244,88 miliar USD
1 Jan 2026
235,39 miliar USD
2 Jan 2026
209,57 miliar USD
3 Jan 2026
270,88 miliar USD
4 Jan 2026
274,50 miliar USD
5 Jan 2026
271,35 miliar USD
6 Jan 2026
286,76 miliar USD
Access this data via the Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
286,76 miliar USD
271,35 miliar USD
274,5 miliar USD
270,88 miliar USD
209,57 miliar USD
235,39 miliar USD
244,88 miliar USD
219,96 miliar USD
216,79 miliar USD
239,39 miliar USD
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor

Angkutan Barang Rel

Bulanan

Saat Ini
459,32 Juta. Ton
Sebelumnya
446,17 Juta. Ton

Arus Modal

Kuartal

Saat Ini
-184,1 miliar USD
Sebelumnya
-234,81 miliar USD

Cadangan emas

Kuartal

Saat Ini
2.313,46 Tonnes
Sebelumnya
2.306,3 Tonnes

Ekspor

Bulanan

Saat Ini
412,39 miliar USD
Sebelumnya
376,78 miliar USD

Ekspor Mobil

Bulanan

Saat Ini
857.377
Sebelumnya
805.293

Ekspor mobil listrik

Bulanan

Saat Ini
278.688
Sebelumnya
278.081

Ekspor YoY

Bulanan

Saat Ini
27 %
Sebelumnya
19,4 %

Impor YoY

Bulanan

Saat Ini
36 %
Sebelumnya
27,4 %

Indeks Terorisme

Tahunan

Saat Ini
1,31 Points
Sebelumnya
1,86 Points

Investasi Langsung Asing

Bulanan

Saat Ini
48,31 miliar USD
Sebelumnya
42 miliar USD

Investasi Langsung Asing YoY

Bulanan

Saat Ini
-8,6 %
Sebelumnya
-10,3 %

Kedatangan turis

Tahunan

Saat Ini
35,17 Juta.
Sebelumnya
26,94 Juta.

Ketentuan Perdagangan

Bulanan

Saat Ini
87,6 points
Sebelumnya
88,2 points

Kewajiban Investasi Langsung

Kuartal

Saat Ini
34,3 miliar USD
Sebelumnya
46,35 miliar USD

Lalu Lintas Barang di Jalan Tol

Bulanan

Saat Ini
3,76 miliar Ton
Sebelumnya
3,81 miliar Ton

Layanan Neraca Transaksi Berjalan

Kuartal

Saat Ini
-59,6 miliar USD
Sebelumnya
-48,52 miliar USD

Neraca Perdagangan

Bulanan

Saat Ini
125,62 miliar USD
Sebelumnya
105,43 miliar USD

Neraca Perdagangan Barang

Kuartal

Saat Ini
247,4 miliar USD
Sebelumnya
310,27 miliar USD

Penjualan senjata

Tahunan

Saat Ini
880 Juta. SIPRI TIV
Sebelumnya
1,29 miliar SIPRI TIV

Produksi Minyak Mentah

Bulanan

Saat Ini
4.490 BBL/D/1K
Sebelumnya
4.420 BBL/D/1K

Rekening Transaksi Berjalan

Kuartal

Saat Ini
184,3 miliar USD
Sebelumnya
243,82 miliar USD

Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB

Tahunan

Saat Ini
3,7 % of GDP
Sebelumnya
2,2 % of GDP

Transportasi Barang

Bulanan

Saat Ini
4,95 miliar Ton
Sebelumnya
4,98 miliar Ton

Transportasi Barang di Jalur Air Daratan

Bulanan

Saat Ini
728,59 Juta. Ton
Sebelumnya
720,79 Juta. Ton

Transportasi Barang Penerbangan Sipil

Bulanan

Saat Ini
878.000 Ton
Sebelumnya
854.000 Ton

Utang Luar Negeri

Tahunan

Saat Ini
2,33 Bio. USD
Sebelumnya
2,42 Bio. USD

Impor

Di Tiongkok, mesin dan peralatan transportasi menyumbang 38 persen dari total impor, terutama dipengaruhi oleh mesin listrik, perangkat dan peralatan (21 persen), kendaraan darat (4 persen), peralatan dan perangkat komunikasi serta perekaman dan reproduksi suara (3 persen), dan mesin kantor serta mesin pemrosesan data otomatis (3 persen). Kategori penting lainnya adalah: bahan bakar mineral, pelumas dan bahan terkait (17 persen) dipimpin oleh minyak bumi, produk minyak dan bahan terkait (13 persen) dan gas, alam dan buatan (3 persen); bahan mentah, tidak dapat dimakan, kecuali bahan bakar (14 persen), seperti bijih logam dan limbah logam (9 persen); bahan kimia dan produk terkait (11 persen) karena bahan kimia organik (3 persen) dan plastik dalam bentuk primer (3 persen); berbagai barang manufaktur (7 persen); barang manufaktur yang diklasifikasikan terutama berdasarkan bahan (7 persen); dan makanan serta hewan hidup (4 persen). Sumber impor terbesar adalah Uni Eropa (13 persen dari impor) dengan rincian Jerman (5 persen) dan Prancis (2 persen), diikuti oleh Korea Selatan, Taiwan, Jepang (masing-masing 8 persen), AS dan Australia (masing-masing 6 persen), Brasil (4 persen), Malaysia, Vietnam, Rusia dan Arab Saudi (masing-masing 3 persen), serta Thailand, Singapura dan Indonesia (masing-masing 2 persen).

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Tiongkok — FAQ

What is the current Impor in Tiongkok?

The current Impor in Tiongkok is 286,76 miliarUSD as of 1/6/2026.

How has the Impor in Tiongkok changed recently?

The Impor in Tiongkok increased from 271,35 miliarUSD (1/5/2026) to 286,76 miliarUSD (1/6/2026).

What is the all-time high for Impor in Tiongkok?

The all-time high for Impor in Tiongkok was 286,76 miliarUSD, recorded on 1/6/2026.

What is the all-time low for Impor in Tiongkok?

The all-time low for Impor in Tiongkok was 1,39 miliarUSD, recorded on 1/2/1983.

What is the historical average of Impor in Tiongkok?

The historical average of Impor in Tiongkok is 78,17 miliarUSD, calculated over the period from 1/1/1981 to 1/6/2026.

Where does the Impor data for Tiongkok come from?

The Impor data for Tiongkok is sourced from General Administration of Customs and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.