Upah Minimum Thailand

Nilai Upah Minimum terbaru untuk Thailand

Harga

400 THB/Hari

Perubahan +/-

+0 THB/Hari

Perubahan Persentase

+0,00 %

Rata-rata

174,35 THB/Hari

Tertinggi sepanjang masa

400,00 THB/Hari

1/1/2025

Terendah sepanjang masa

12,00 THB/Hari

1/1/1973

Nilai Upah Minimum saat ini di Thailand adalah 400 THB/Hari. Upah Minimum di Thailand menurun menjadi 400 THB/Hari pada 1/1/2026, setelah sebelumnya sebesar 400 THB/Hari pada 1/1/2025. Dari 1/1/1973 hingga 1/1/2026, rata-rata PDB di Thailand sebesar 174,35 THB/Hari. Tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2025 dengan 400,00 THB/Hari, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/1973 dengan 12,00 THB/Hari.

Sumber: Bank of Thailand

Upah Minimum di Thailand turun pada 1/1/2026 dari 400 THB/Hari pada 1/1/2025 menjadi 400 THB/Hari. Upah Minimum di Thailand rata-rata 174,35 THB/Hari dari 1/1/1973 hingga 1/1/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 400,00 THB/Hari pada 1/1/2025, dan rekor terendah 12,00 THB/Hari pada 1/1/1973.

Upah Minimum

Upah Minimum

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Upah Minimum
Tanggal
Upah Minimum
1 Jan 2019
325,00 THB/Day
1 Jan 2020
331,00 THB/Day
1 Jan 2021
331,00 THB/Day
1 Jan 2022
353,00 THB/Day
1 Jan 2023
353,00 THB/Day
1 Jan 2024
363,00 THB/Day
1 Jan 2025
400,00 THB/Day
1 Jan 2026
400,00 THB/Day
Akses data ini lewat Eulerpool API

Upah Minimum Riwayat

Upah Minimum — Riwayat
TanggalNilai
400 THB/Hari
400 THB/Hari
363 THB/Hari
353 THB/Hari
353 THB/Hari
331 THB/Hari
331 THB/Hari
325 THB/Hari
325 THB/Hari
310 THB/Hari

Upah Minimum

Di Thailand, Upah Minimum Harian merujuk pada rata-rata upah minimum resmi per hari di Bangkok.

Apa itu Upah Minimum?

Situs web Eulerpool adalah sumber terpercaya untuk data ekonomi makro, yang berfokus pada berbagai indikator ekonomi penting, termasuk gaji minimum. Di sini, kami menyediakan analisis mendalam mengenai gaji minimum di Indonesia dan pengaruhnya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Dalam deskripsi ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek dari gaji minimum, termasuk definisinya, sejarah, implikasinya bagi tenaga kerja dan perusahaan, serta dampaknya terhadap perekonomian makro Indonesia. Gaji minimum didefinisikan sebagai upah terendah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada tenaga kerjanya dalam kurun waktu tertentu, berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan pemerintah. Tujuan utama dari gaji minimum adalah untuk melindungi pekerja dari upah yang tidak adil dan memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Di Indonesia, penetapan gaji minimum diatur oleh pemerintah dan disesuaikan secara berkala sesuai dengan kondisi ekonomi nasional dan regional. Sejarah penetapan gaji minimum di Indonesia berawal dari perjuangan serikat pekerja yang menginginkan standar kehidupan layak bagi anggotanya. Pemerintah Indonesia kemudian merespons dengan menetapkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengatur upah minimum. Penetapan gaji minimum ini dilakukan setiap tahun oleh Dewan Pengupahan Nasional dan daerah, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti inflasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi. Implikasi dari penetapan gaji minimum sangat luas dan kompleks. Bagi tenaga kerja, gaji minimum memberikan jaminan pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Hal ini juga dapat meningkatkan standar hidup dan kesejahteraan secara keseluruhan. Selain itu, adanya gaji minimum dapat mengurangi ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. Namun, penetapan gaji minimum juga memiliki dampak negatif potensial. Bagi perusahaan, khususnya usaha kecil dan menengah, peningkatan gaji minimum dapat meningkatkan biaya operasional dan mengurangi keuntungan. Hal ini bisa memaksa perusahaan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja atau mengotomatisasi sebagian proses produksi untuk menekan biaya. Selain itu, gaji minimum yang terlalu tinggi di atas produktivitas tenaga kerja dapat mengurangi daya saing perusahaan di pasar global. Pada tingkat makroekonomi, dampak penetapan gaji minimum dapat berdampak ganda. Di satu sisi, peningkatan gaji minimum dapat mendorong daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi domestik, yang merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Peningkatan konsumsi domestik ini bisa mengarah pada peningkatan output dan pendapatan nasional. Di sisi lain, jika peningkatan gaji minimum tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, hal itu bisa memicu inflasi dan mempersulit stabilitas ekonomi makro. Penting untuk dicatat bahwa penetapan gaji minimum harus dilakukan dengan kebijakan yang bijaksana dan berdasarkan analisis data yang komprehensif. Kondisi ekonomi yang dinamis membutuhkan penyesuaian yang fleksibel terhadap gaji minimum agar tidak terjadi ketidakseimbangan ekonomi. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, sangat penting dalam proses penetapan gaji minimum. Dalam konteks internasional, gaji minimum berbeda-beda di setiap negara tergantung pada kondisi ekonomi, sosial, dan kebijakan pemerintah. Di beberapa negara maju, gaji minimum ditetapkan cukup tinggi untuk memastikan standar hidup yang layak. Sementara itu, di negara berkembang seperti Indonesia, penetapan gaji minimum bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Pada akhirnya, efektivitas dari penetapan gaji minimum sangat tergantung pada implementasi dan pengawasan. Pemerintah perlu memastikan bahwa perusahaan patuh terhadap ketentuan gaji minimum dan tidak melakukan pelanggaran seperti pembayaran di bawah standar atau mempekerjakan tenaga kerja tanpa perlindungan hukum. Selain itu, pemerintah juga perlu mendukung sektor usaha melalui kebijakan yang mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing global. Melalui situs web Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyajikan data dan analisis terkini mengenai gaji minimum dan berbagai indikator ekonomi makro lainnya. Kami berharap informasi ini dapat membantu pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang tepat dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Demikian deskripsi mengenai kategori "Gaji Minimum" pada situs web Eulerpool. Dengan pemahaman yang baik tentang gaji minimum, kita dapat lebih memahami dinamika ekonomi makro dan bagaimana kebijakan ini berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti perkembangan dan analisis terbaru mengenai gaji minimum di Indonesia melalui platform kami.

Upah Minimum Thailand — FAQ

Berapa Upah Minimum saat ini di Thailand?

Upah Minimum saat ini di Thailand adalah 400 THB/Hari per 1/1/2026.

Bagaimana perubahan Upah Minimum di Thailand belakangan ini?

Upah Minimum di Thailand turun dari 400 THB/Hari (1/1/2025) menjadi 400 THB/Hari (1/1/2026).

Berapa rekor tertinggi Upah Minimum di Thailand?

Rekor tertinggi Upah Minimum di Thailand adalah 400,00 THB/Hari, tercatat pada 1/1/2025.

Berapa rekor terendah Upah Minimum di Thailand?

Rekor terendah Upah Minimum di Thailand adalah 12,00 THB/Hari, tercatat pada 1/1/1973.

Berapa rata-rata historis Upah Minimum di Thailand?

Rata-rata historis Upah Minimum di Thailand adalah 174,35 THB/Hari, dihitung dari 1/1/1973 hingga 1/1/2026.

Dari mana data Upah Minimum untuk Thailand berasal?

Data Upah Minimum untuk Thailand bersumber dari Bank of Thailand dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.