Indeks Korupsi Malaysia

Nilai Indeks Korupsi terbaru untuk Malaysia

Harga

52 Poin

Perubahan +/-

+2 Poin

Perubahan Persentase

+4,00 %

Rata-rata

49,65 Poin

Tertinggi sepanjang masa

53,20 Poin

1/1/1996

Terendah sepanjang masa

43,00 Poin

1/1/2011

Nilai saat ini dari Indeks Korupsi di Malaysia adalah 52 Poin. Indeks Korupsi di Malaysia meningkat menjadi 52 Poin pada 1/1/2025, setelah sebelumnya berada di 50 Poin pada 1/1/2024. Dari 1/1/1995 hingga 1/1/2025, rata-rata GDP di Malaysia adalah 49,65 Poin. Tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/1996 dengan 53,20 Poin, sementara nilai terendah tercatat pada 1/1/2011 dengan 43,00 Poin.

Sumber: Transparency International

Indeks Korupsi di Malaysia naik pada 1/1/2025 dari 50 Poin pada 1/1/2024 menjadi 52 Poin. Indeks Korupsi di Malaysia rata-rata 49,65 Poin dari 1/1/1995 hingga 1/1/2025, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 53,20 Poin pada 1/1/1996, dan rekor terendah 43,00 Poin pada 1/1/2011.

Indeks Korupsi

Indeks Korupsi

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Indeks Korupsi
Tanggal
Indeks Korupsi
1 Jan 2018
47,00 Points
1 Jan 2019
53,00 Points
1 Jan 2020
51,00 Points
1 Jan 2021
48,00 Points
1 Jan 2022
47,00 Points
1 Jan 2023
50,00 Points
1 Jan 2024
50,00 Points
1 Jan 2025
52,00 Points
Akses data ini lewat Eulerpool API

Indeks Korupsi Riwayat

Indeks Korupsi — Riwayat
TanggalNilai
52 Poin
50 Poin
50 Poin
47 Poin
48 Poin
51 Poin
53 Poin
47 Poin
47 Poin
49 Poin

Indeks Korupsi

Indeks Persepsi Korupsi mengurutkan negara-negara dan wilayah-wilayah berdasarkan seberapa korup sektor publik mereka dianggap. Skor dari suatu negara atau wilayah menunjukkan tingkat persepsi korupsi di sektor publik pada skala dari 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih).

Apa itu Indeks Korupsi?

Corruption Index merupakan salah satu indikator makroekonomi yang sangat penting dalam memberikan gambaran tentang tingkat korupsi di berbagai negara. Di situs Eulerpool, kami menampilkan data-data ekonomi yang komprehensif dan up-to-date, termasuk di dalamnya Corruption Index yang bisa menjadi panduan bagi investor, pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas untuk memahami tren dan situasi korupsi di dunia. Corruption Index biasanya diukur oleh berbagai lembaga internasional, salah satunya Transparency International melalui Corruption Perceptions Index (CPI). Indeks ini mengukur persepsi masyarakat dan pelaku bisnis terhadap tingkat korupsi di sektor publik. Semakin rendah skor CPI suatu negara, semakin tinggi tingkat korupsinya. Sebaliknya, skor yang tinggi menunjukkan tingkat korupsi yang lebih rendah. Data CPI ini seringkali digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi dan kebijakan ekonomi. Korupsi adalah salah satu masalah utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara. Ketidaktransparanan dalam sektor publik, penyalahgunaan kekuasaan, serta praktik-praktik suap dan kecurangan dapat menciptakan lingkungan bisnis yang tidak sehat. Hal ini juga memperburuk distribusi kekayaan dan mengurangi efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Oleh karena itu, Corruption Index menjadi alat yang sangat penting untuk mengukur dan memantau kadar korupsi, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas di sektor publik. Di situs Eulerpool, kami menampilkan Corruption Index dalam bentuk yang mudah dipahami dan dianalisis. Data kami diambil dari sumber-sumber yang terpercaya dan selalu diperbarui untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai situasi terkini. Dengan melihat Corruption Index, pengguna dapat membandingkan tingkat korupsi antar negara dan melihat tren perubahan dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, negara-negara dengan tingkat korupsi yang rendah seperti Denmark, Selandia Baru, dan Finlandia biasanya mendapatkan skor CPI yang tinggi. Negara-negara tersebut dikenal memiliki institusi yang kuat, hukum yang tegas, dan budaya yang menentang praktik korupsi. Di sisi lain, negara-negara dengan skor CPI rendah seperti Somalia, Sudan Selatan, dan Suriah menghadapi tantangan besar dalam memberantas korupsi. Faktor-faktor seperti ketidakstabilan politik, konflik bersenjata, dan lemahnya penegakan hukum seringkali memperburuk situasi di negara-negara tersebut. Korupsi tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga menciptakan ketidakadilan sosial. Masyarakat yang terlibat dalam korupsi cenderung memprioritaskan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum, yang dapat mengarah pada ketimpangan sosial dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, memonitor dan memahami Corruption Index menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pemberantasan korupsi dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Melalui situs Eulerpool, pengguna dapat dengan mudah mengakses Corruption Index dan menggunakan data ini sebagai alat analisis dalam berbagai konteks. Investor, misalnya, dapat menggunakan informasi ini untuk menilai risiko investasi di negara tertentu. Negara dengan skor CPI rendah mungkin menghadapi lebih banyak risiko dalam hal perlindungan hukum dan stabilitas ekonomi, yang dapat mempengaruhi keputusan investasi. Pemerintah juga dapat menggunakan data ini untuk menilai efektivitas kebijakan anti-korupsi yang telah diterapkan dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan. Di sektor akademisi, Corruption Index sangat berguna untuk penelitian-penelitian yang berkaitan dengan ekonomi politik, pembangunan, dan tata kelola pemerintahan. Data ini dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara korupsi dan berbagai indikator makroekonomi lainnya seperti GDP, tingkat pengangguran, dan investasi asing langsung. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih matang dan berbasis data untuk mengatasi masalah korupsi. Eulerpool berkomitmen untuk menyediakan data ekonomi yang transparan dan dapat diandalkan bagi semua pengguna. Kami percaya bahwa dengan memberikan akses kepada data seperti Corruption Index, kami dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Kami juga mendorong pengguna untuk aktif menggunakan data ini dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan demi terciptanya dunia yang lebih bebas dari korupsi. Kesimpulannya, Corruption Index adalah indikator penting yang membantu menggambarkan tingkat korupsi di berbagai negara. Dengan memahami dan memantau data ini, kita dapat mengidentifikasi masalah, memahami tren, dan mengambil langkah konkret untuk memberantas korupsi. Melalui situs Eulerpool, kami menyediakan akses mudah dan terpercaya untuk data Corruption Index, yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan untuk analisis dan keputusan yang lebih baik. Harapannya, dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih transparan, adil, dan bebas dari korupsi.

Indeks Korupsi Malaysia — FAQ

Berapa Indeks Korupsi saat ini di Malaysia?

Indeks Korupsi saat ini di Malaysia adalah 52 Poin per 1/1/2025.

Bagaimana perubahan Indeks Korupsi di Malaysia belakangan ini?

Indeks Korupsi di Malaysia naik dari 50 Poin (1/1/2024) menjadi 52 Poin (1/1/2025).

Berapa rekor tertinggi Indeks Korupsi di Malaysia?

Rekor tertinggi Indeks Korupsi di Malaysia adalah 53,20 Poin, tercatat pada 1/1/1996.

Berapa rekor terendah Indeks Korupsi di Malaysia?

Rekor terendah Indeks Korupsi di Malaysia adalah 43,00 Poin, tercatat pada 1/1/2011.

Berapa rata-rata historis Indeks Korupsi di Malaysia?

Rata-rata historis Indeks Korupsi di Malaysia adalah 49,65 Poin, dihitung dari 1/1/1995 hingga 1/1/2025.

Dari mana data Indeks Korupsi untuk Malaysia berasal?

Data Indeks Korupsi untuk Malaysia bersumber dari Transparency International dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.