Impor Malaysia

Nilai Impor terbaru untuk Malaysia

Harga

162,96 miliar MYR

Perubahan +/-

-8,18 miliar MYR

Perubahan Persentase

-4,78 %

Rata-rata

31,33 miliar MYR

Tertinggi sepanjang masa

171,14 miliar MYR

1/7/2026

Terendah sepanjang masa

313,60 Juta. MYR

1/8/1970

Nilai terkini dari Impor di Malaysia adalah 162,96 miliar MYR. Impor di Malaysia menurun menjadi 162,96 miliar MYR pada 1/8/2026, setelah sebelumnya 171,14 miliar MYR pada 1/7/2026. Dari 1/1/1970 hingga 1/8/2026, rata-rata PDB di Malaysia adalah 31,33 miliar MYR. Tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/7/2026 dengan 171,14 miliar MYR, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/8/1970 dengan 313,60 Juta. MYR.

Sumber: Department of Statistics, Malaysia

Impor di Malaysia turun pada 1/8/2026 dari 171,14 miliar MYR pada 1/7/2026 menjadi 162,96 miliar MYR. Impor di Malaysia rata-rata 31,33 miliar MYR dari 1/1/1970 hingga 1/8/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 171,14 miliar MYR pada 1/7/2026, dan rekor terendah 313,60 Juta. MYR pada 1/8/1970.

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Tanggal
Impor
1 Jan 2026
124,87 miliar MYR
2 Jan 2026
114,24 miliar MYR
3 Jan 2026
124,29 miliar MYR
4 Jan 2026
154,04 miliar MYR
5 Jan 2026
143,99 miliar MYR
6 Jan 2026
162,14 miliar MYR
7 Jan 2026
171,14 miliar MYR
8 Jan 2026
162,96 miliar MYR
Akses data ini lewat Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
162,96 miliar MYR
171,14 miliar MYR
162,14 miliar MYR
143,99 miliar MYR
154,04 miliar MYR
124,29 miliar MYR
114,24 miliar MYR
124,87 miliar MYR
130,93 miliar MYR
128,85 miliar MYR
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor

Impor

Impor utama Malaysia adalah: produk listrik dan elektronik (29,4 persen), bahan kimia (9,5 persen), produk minyak bumi (9,3 persen), serta mesin, peralatan, dan suku cadang (8,7 persen). Mitra impor utama adalah: Tiongkok (19 persen), Singapura (12 persen), Uni Eropa (10 persen), Amerika Serikat (8,1 persen), Jepang (7,8 persen), dan Thailand (6,1 persen).

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Malaysia — FAQ

Berapa Impor saat ini di Malaysia?

Impor saat ini di Malaysia adalah 162,96 miliar MYR per 1/8/2026.

Bagaimana perubahan Impor di Malaysia belakangan ini?

Impor di Malaysia turun dari 171,14 miliar MYR (1/7/2026) menjadi 162,96 miliar MYR (1/8/2026).

Berapa rekor tertinggi Impor di Malaysia?

Rekor tertinggi Impor di Malaysia adalah 171,14 miliar MYR, tercatat pada 1/7/2026.

Berapa rekor terendah Impor di Malaysia?

Rekor terendah Impor di Malaysia adalah 313,60 Juta. MYR, tercatat pada 1/8/1970.

Berapa rata-rata historis Impor di Malaysia?

Rata-rata historis Impor di Malaysia adalah 31,33 miliar MYR, dihitung dari 1/1/1970 hingga 1/8/2026.

Dari mana data Impor untuk Malaysia berasal?

Data Impor untuk Malaysia bersumber dari Department of Statistics, Malaysia dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.