Malaysia Harga Ekspor

Harga

Harga

162,1 Poin

Perubahan +/-

+2,9 Poin

Perubahan Persentase

+1,82 %

Nilai saat ini dari Harga Ekspor di Malaysia adalah 162,1 Poin. Harga Ekspor di Malaysia meningkat menjadi 162,1 Poin pada 1/5/2026, setelah sebelumnya mencapai 159,2 Poin pada 1/4/2026. Dari 1/1/2008 hingga 1/5/2026, rata-rata GDP di Malaysia adalah 118,74 Poin. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/5/2026 dengan 162,10 Poin, sementara nilai terendah tercatat pada 1/2/2008 dengan 92,50 Poin.

Sumber: Department of Statistics, Malaysia

The current value of Harga Ekspor in Malaysia is 162,1 Poin. Harga Ekspor in Malaysia increased to 162,1 Poin from 159,2 Poin.Harga Ekspor in Malaysia averaged 118,74 Poin from 1/1/2008 until 1/5/2026.The all-time high was 162,10 Poin (1/5/2026)and the record low was 92,50 Poin (1/2/2008).

Harga Ekspor

Harga Ekspor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Harga Ekspor
Date
Harga Ekspor
10 Jan 2025
154,20 points
11 Jan 2025
154,00 points
12 Jan 2025
153,40 points
1 Jan 2026
153,10 points
2 Jan 2026
153,10 points
3 Jan 2026
155,30 points
4 Jan 2026
159,20 points
5 Jan 2026
162,10 points
Access this data via the Eulerpool API

Harga Ekspor Riwayat

Harga Ekspor — Riwayat
TanggalNilai
162,1 Poin
159,2 Poin
155,3 Poin
153,1 Poin
153,1 Poin
153,4 Poin
154 Poin
154,2 Poin
154,2 Poin
152,9 Poin
...

Apa itu Harga Ekspor?

Harga ekspor adalah aspek penting dalam memahami dinamika ekonomi suatu negara, dan Eulerpool merupakan platform profesional yang menyediakan data makroekonomi termasuk kategori harga ekspor. Harga ekspor merujuk pada harga yang dikenakan pada barang dan jasa yang dijual ke luar negeri. Hal ini memainkan peran esensial dalam menetapkan daya saing suatu negara di pasar internasional dan memiliki dampak yang signifikan terhadap keseimbangan perdagangan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Sebagai landasan utama, harga ekspor adalah indikator yang mencerminkan bagaimana produk domestik bersaing di pasar internasional. Ketika harga ekspor sebuah negara bersaing, produk mereka lebih cenderung diterima dengan baik oleh konsumen global. Hal ini tidak hanya meningkatkan volume ekspor tetapi juga membantu dalam memperkuat cadangan devisa negara tersebut. Sebaliknya, jika harga ekspor suatu negara lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya, produk mereka mungkin akan kehilangan pangsa pasar. Oleh karena itu, memantau pergerakan harga ekspor dapat memberikan wawasan tentang tren perdagangan internasional dan kesehatan ekonomi secara umum. Fluktuasi harga ekspor sering kali dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi. Salah satu faktor utama adalah nilai tukar mata uang. Ketika mata uang suatu negara melemah terhadap mata uang asing, harga barang dalam mata uang asing menjadi lebih murah. Hal ini dapat meningkatkan daya saing produk ekspor di pasar global. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang berdampak pada nilai tukar sangat penting untuk diperhatikan dalam analisis harga ekspor. Kebijakan suku bunga, intervensi di pasar valuta asing, dan stabilitas politik adalah beberapa elemen yang berperan dalam menentukan nilai tukar dan pada akhirnya mempengaruhi harga ekspor. Faktor lain yang memainkan peran penting dalam menentukan harga ekspor adalah biaya produksi. Misalkan tenaga kerja, bahan baku, dan energi menjadi lebih mahal, produsen mungkin akan menaikkan harga produk mereka untuk mempertahankan margin keuntungan. Oleh karena itu, inflasi domestik dan kebijakan yang mempengaruhi biaya operasional seperti pajak dan subsidi juga sangat relevan dalam analisis harga ekspor. Peningkatan efisiensi produksi dan inovasi teknologi juga dapat membantu menekan biaya produksi, memungkinkan produsen untuk menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar internasional. Selain itu, permintaan pasar global juga mempengaruhi harga ekspor. Ketika permintaan atas suatu barang meningkat di pasar internasional, produsen bisa merespons dengan menaikkan harga ekspor tanpa takut kehilangan pelanggan. Namun, jika permintaan menurun, harga ekspor mungkin harus disesuaikan untuk tetap kompetitif. Faktor-faktor seperti perubahan preferensi konsumen, tren global, dan kondisi ekonomi di negara tujuan ekspor sangat berpengaruh dalam menilai permintaan pasar global. Peran harga ekspor juga tidak dapat dilepaskan dari keseimbangan perdagangan suatu negara. Keseimbangan perdagangan adalah perbedaan antara nilai total ekspor dan impor suatu negara. Jika nilai ekspor meningkat karena harga ekspor kompetitif, hal itu dapat mengurangi defisit perdagangan atau bahkan menciptakan surplus perdagangan. Ini penting karena surplus perdagangan dapat memperkuat mata uang domestik, menurunkan risiko terhadap utang luar negeri, dan meningkatkan kemungkinan investasi asing. Pada gilirannya, hal ini juga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi. Inflasi juga merupakan aspek krusial yang harus diperhatikan dalam konteks harga ekspor. Ketika harga barang ekspor naik, inflasi impor di negara tujuan ekspor dapat meningkat. Hal ini dapat menimbulkan reaksi balik seperti pembatasan impor atau kebijakan proteksionisme oleh negara tersebut. Oleh karena itu, produsen harus hati-hati dalam menetapkan harga ekspor agar tidak menimbulkan dampak negatif pada hubungan dagang internasional. Kebijakan fiskal yang dijalankan oleh pemerintah serta kebijakan tarif dan non-tarif juga bisa mempengaruhi harga ekspor dan perlu dipertimbangkan dalam analisis komprehensif. Eulerpool menyediakan data makroekonomi yang komprehensif dan akurat, termasuk informasi terkini tentang harga ekspor. Melalui platform kami, pengguna dapat mengakses data historis dan real-time terkait harga ekspor dari berbagai sektor dan negara. Informasi ini sangat berharga bagi perusahaan, investor, analis, dan pembuat kebijakan yang ingin membuat keputusan berbasis data yang lebih baik. Dengan berbagai alat analisis dan visualisasi data yang tersedia di Eulerpool, pengguna dapat dengan mudah memahami tren dan pola dalam harga ekspor, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kesimpulannya, harga ekspor adalah indikator yang sangat penting dalam analisis makroekonomi sebuah negara. Berbagai faktor seperti nilai tukar, biaya produksi, permintaan pasar global, dan kebijakan pemerintah semuanya berperan dalam menentukan harga ekspor. Memahami dan menganalisis harga ekspor dapat memberikan wawasan yang berharga dalam mengevaluasi kekuatan ekonomi suatu negara dan strategi perdagangan internasionalnya. Melalui platform Eulerpool, pengguna dapat mengakses data yang akurat dan terkini untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan membuat keputusan yang lebih tepat.

Harga Ekspor Malaysia — FAQ

What is the current Harga Ekspor in Malaysia?

The current Harga Ekspor in Malaysia is 162,1 Poin as of 1/5/2026.

How has the Harga Ekspor in Malaysia changed recently?

The Harga Ekspor in Malaysia increased from 159,2 Poin (1/4/2026) to 162,1 Poin (1/5/2026).

What is the all-time high for Harga Ekspor in Malaysia?

The all-time high for Harga Ekspor in Malaysia was 162,10 Poin, recorded on 1/5/2026.

What is the all-time low for Harga Ekspor in Malaysia?

The all-time low for Harga Ekspor in Malaysia was 92,50 Poin, recorded on 1/2/2008.

What is the historical average of Harga Ekspor in Malaysia?

The historical average of Harga Ekspor in Malaysia is 118,74 Poin, calculated over the period from 1/1/2008 to 1/5/2026.

Where does the Harga Ekspor data for Malaysia come from?

The Harga Ekspor data for Malaysia is sourced from Department of Statistics, Malaysia and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.