Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) Malaysia

Nilai Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) terbaru untuk Malaysia

Harga

52,7 %

Perubahan +/-

+11,6 %

Rata-rata

12,82 %

Tertinggi sepanjang masa

108,20 %

1/4/1974

Terendah sepanjang masa

-30,40 %

1/1/2009

Nilai saat ini dari Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia adalah 52,7 %. Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia meningkat menjadi 52,7 % pada 1/9/2026, setelah sebelumnya sebesar 41,1 % pada 1/8/2026. Dari 1/1/1971 hingga 1/9/2026, rata-rata PDB di Malaysia adalah 12,82 %. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/4/1974 dengan 108,20 %, sementara nilai terendah tercatat pada 1/1/2009 dengan -30,40 %.

Sumber: Department of Statistics, Malaysia

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia naik pada 1/9/2026 dari 41,1 % pada 1/8/2026 menjadi 52,7 %. Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia rata-rata 12,82 % dari 1/1/1971 hingga 1/9/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 108,20 % pada 1/4/1974, dan rekor terendah -30,40 % pada 1/1/2009.

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY)

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY)

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor YoY
Tanggal
Impor YoY
2 Jan 2026
8,10 %
3 Jan 2026
10,30 %
4 Jan 2026
20,00 %
5 Jan 2026
14,40 %
6 Jan 2026
43,10 %
7 Jan 2026
36,30 %
8 Jan 2026
41,10 %
9 Jan 2026
52,70 %

Akses data ini lewat Eulerpool API

100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) Riwayat

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) — Riwayat
TanggalNilai
52,7 %
41,1 %
36,3 %
43,1 %
14,4 %
20 %
10,3 %
8,1 %
4,8 %
9,7 %
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor dari Tahun ke Tahun (YoY)

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY)

Impor utama Malaysia adalah produk listrik dan elektronik (29,4 persen), bahan kimia (9,5 persen), produk minyak bumi (9,3 persen) dan mesin, peralatan, serta suku cadang (8,7 persen). Mitra impor utama adalah: Tiongkok (19 persen), Singapura (12 persen), Uni Eropa (10 persen), Amerika Serikat (8,1 persen), Jepang (7,8 persen) dan Thailand (6,1 persen).

Apa itu Impor dari Tahun ke Tahun (YoY)?

Impor YoY (Year-over-Year) adalah salah satu indikator makroekonomi yang sangat penting untuk memahami kinerja ekonomi suatu negara. Angka ini menunjukkan perubahan persentase nilai total barang dan jasa yang diimpor oleh suatu negara dalam jangka waktu satu tahun terakhir dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Eulerpool menawarkan analisis lengkap dan data terkini mengenai indikator ini untuk memberikan wawasan yang mendalam kepada para profesional dan pengambil keputusan ekonomi. Secara umum, Impor YoY dapat memberikan gambaran tentang tingkat permintaan domestik terhadap barang dan jasa dari luar negeri. Tingkat impor yang tinggi atau meningkat dari tahun ke tahun bisa menjadi indikasi bahwa ada kenaikan aktivitas ekonomi domestik, karena perusahaan dan konsumen memerlukan lebih banyak barang dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sebaliknya, penurunan impor YoY bisa menandakan pelemahan ekonomi domestik atau peningkatan produksi dalam negeri yang menggantikan barang-barang impor. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat impor suatu negara. Pertama, kurs valuta asing berperan besar. Jika mata uang domestik melemah terhadap mata uang negara mitra dagang, impor akan menjadi lebih mahal dan dapat mengakibatkan penurunan impor. Sebaliknya, jika mata uang domestik kuat, hal ini bisa meningkatkan daya beli untuk membeli barang dari luar negeri. Selain itu, kebijakan perdagangan seperti tarif dan kuota impor juga mempengaruhi angka impor YoY. Misalnya, penetapan tarif yang tinggi dapat membuat produk impor menjadi lebih mahal dan mengurangi volume impor. Kedua, kondisi ekonomi global juga berpengaruh signifikan. Resesi atau perlambatan ekonomi global dapat menurunkan permintaan internasional dan akibatnya mempengaruhi tingkat impor suatu negara. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi global yang kuat biasanya mendukung perdagangan internasional yang lebih aktif, termasuk impor. Ketiga, tingkat produksi dan inovasi dalam negeri memainkan peran penting. Jika suatu negara mampu meningkatkan produksi dan kualitas barangnya sendiri, ketergantungan terhadap barang impor dapat berkurang. Investasi dalam teknologi dan infrastruktur industri dalam negeri bisa mengurangi kebutuhan impor karena mampu memproduksi barang pengganti yang lebih kompetitif. Eulerpool memahami betapa kompleksnya faktor-faktor yang mempengaruhi Impor YoY. Melalui platform kami, pengguna dapat memperoleh data komprehensif dan up-to-date yang dianalisis secara mendalam untuk memberikan gambaran yang jelas tentang tren dan pola dalam perdagangan internasional. Kami tidak hanya menyajikan angka mentah, tetapi juga memberikan konteks analisis yang membantu para profesional untuk mengambil keputusan yang lebih informatif. Di sisi lain, tingkat impor YoY juga memiliki implikasi terhadap neraca perdagangan dan situasi cadangan devisa suatu negara. Neraca perdagangan adalah selisih antara ekspor dan impor suatu negara. Surplus neraca perdagangan terjadi ketika ekspor lebih besar dari impor, sementara defisit neraca perdagangan terjadi ketika impor lebih besar dari ekspor. Jika angka impor YoY meningkat tanpa disertai peningkatan ekspor yang sepadan, maka defisit neraca perdagangan dapat membesar. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa suatu negara sangat bergantung pada produk impor dan mungkin perlu mempertimbangkan kebijakan yang mendukung produksi domestik serta diversifikasi ekspor. Pada saat yang sama, cadangan devisa yang dipertahankan oleh bank sentral memainkan peran penting dalam mengelola tingkat impor. Cadangan devisa yang sehat memungkinkan negara untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung aktivitas perdagangan internasional. Namun, jika impor terus meningkat dan cadangan devisa terkuras, maka ulasan mendalam terhadap strategi ekonomi dan kebijakan fiskal perlu dipertimbangkan. Untuk memahami lebih lanjut dampak dari impor YoY, penting juga untuk melihat sektor-sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh perubahan dalam tingkat impor. Misalnya, industri manufaktur bisa sangat bergantung pada bahan baku dan komponen dari luar negeri. Jika ada peningkatan tajam dalam harga impor atau masalah dalam rantai pasokan global, ini bisa mempengaruhi produksi domestik dan harga produk akhir. Oleh karena itu, analisis sektoral dari data impor YoY sangat relevan untuk memahami dinamika ekonomi yang lebih spesifik. Dalam konteks globalisasi dan era perdagangan bebas yang semakin luas, memahami indikator Impor YoY menjadi semakin penting. Tidak hanya untuk memahami situasi domestik, tetapi juga untuk memprediksi tren global dan menilai bagaimana pergerakan di pasar internasional dapat mempengaruhi ekonomi suatu negara. Misalnya, ketegangan perdagangan antara negara-negara besar atau perubahan dalam kebijakan perdagangan internasional dapat langsung tercermin dalam angka impor YoY. Eulerpool berkomitmen untuk menjadi sumber informasi yang andal bagi para profesional ekonomi, pengambil kebijakan, dan akademisi dalam memahami berbagai indikator makroekonomi termasuk Impor YoY. Platform kami dirancang untuk menyajikan data secara komprehensif, intuitif, dan mudah diakses. Kami menyadari pentingnya data yang akurat dan analisis yang mendalam dalam pengambilan keputusan yang efektif, oleh karena itu kami terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna kami. Tidak hanya ini, kami juga menyediakan tools analisis yang canggih untuk memungkinkan pengguna melakukan simulasi dan memproyeksikan tren masa depan berdasarkan data historis yang ada. Dengan ini, pengguna bisa mendapatkan gambaran yang lebih baik dan membuat prediksi yang lebih akurat tentang bagaimana tingkat impor mungkin berperilaku di masa depan. Secara keseluruhan, memahami Impor YoY adalah langkah krusial dalam analisis makroekonomi. Dengan datanya, para profesional dapat menilai kondisi ekonomi yang lebih komprehensif dan mengambil keputusan yang lebih berbasis data. Di Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data yang bisa diandalkan dan analisis yang mendalam untuk membantu para praktisi ekonomi dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih efektif dan efisien.

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) Malaysia — FAQ

Berapa Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) saat ini di Malaysia?

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) saat ini di Malaysia adalah 52,7 % per 1/9/2026.

Bagaimana perubahan Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia belakangan ini?

Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia naik dari 41,1 % (1/8/2026) menjadi 52,7 % (1/9/2026).

Berapa rekor tertinggi Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia?

Rekor tertinggi Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia adalah 108,20 %, tercatat pada 1/4/1974.

Berapa rekor terendah Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia?

Rekor terendah Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia adalah -30,40 %, tercatat pada 1/1/2009.

Berapa rata-rata historis Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia?

Rata-rata historis Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) di Malaysia adalah 12,82 %, dihitung dari 1/1/1971 hingga 1/9/2026.

Dari mana data Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) untuk Malaysia berasal?

Data Impor dari Tahun ke Tahun (YoY) untuk Malaysia bersumber dari Department of Statistics, Malaysia dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.