Upah Minimum Korea Selatan

Nilai Upah Minimum terbaru untuk Korea Selatan

Harga

10.320 KRW/Hour

Perubahan +/-

+290 KRW/Hour

Perubahan Persentase

+2,89 %

Rata-rata

4.285,79 KRW/Hour

Tertinggi sepanjang masa

10.320,00 KRW/Hour

1/1/2026

Terendah sepanjang masa

600,00 KRW/Hour

1/1/1989

Nilai saat ini dari Upah Minimum di Korea Selatan adalah 10.320 KRW/Hour. Upah Minimum di Korea Selatan meningkat menjadi 10.320 KRW/Hour pada 1/1/2026, setelah sebelumnya 10.030 KRW/Hour pada 1/1/2025. Dari 1/1/1989 hingga 1/1/2026, rata-rata PDB di Korea Selatan adalah 4.285,79 KRW/Hour. Rekor tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2026 dengan 10.320,00 KRW/Hour, sementara nilai terendah tercatat pada 1/1/1989 dengan 600,00 KRW/Hour.

Sumber: Minimum Wage Council

Upah Minimum di Korea Selatan naik pada 1/1/2026 dari 10.030 KRW/Hour pada 1/1/2025 menjadi 10.320 KRW/Hour. Upah Minimum di Korea Selatan rata-rata 4.285,79 KRW/Hour dari 1/1/1989 hingga 1/1/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 10.320,00 KRW/Hour pada 1/1/2026, dan rekor terendah 600,00 KRW/Hour pada 1/1/1989.

Upah Minimum

Upah Minimum

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Upah Minimum
Tanggal
Upah Minimum
1 Jan 2019
8.350,00 KRW/Hour
1 Jan 2020
8.590,00 KRW/Hour
1 Jan 2021
8.720,00 KRW/Hour
1 Jan 2022
9.160,00 KRW/Hour
1 Jan 2023
9.620,00 KRW/Hour
1 Jan 2024
9.860,00 KRW/Hour
1 Jan 2025
10.030,00 KRW/Hour
1 Jan 2026
10.320,00 KRW/Hour
Akses data ini lewat Eulerpool API

Upah Minimum Riwayat

Upah Minimum — Riwayat
TanggalNilai
10.320 KRW/Hour
10.030 KRW/Hour
9.860 KRW/Hour
9.620 KRW/Hour
9.160 KRW/Hour
8.720 KRW/Hour
8.590 KRW/Hour
8.350 KRW/Hour
7.530 KRW/Hour
6.470 KRW/Hour

Indikator Makro Serupa dengan Upah Minimum

Upah Minimum

Di Korea Selatan, upah minimum merujuk pada upah bruto terendah per jam, terlepas dari status pekerjaan atau kewarganegaraan. Terdapat beberapa pengecualian terhadap aturan ini: bisnis yang hanya mempekerjakan anggota keluarga atau kerabat yang tinggal di tempat tinggal yang sama; pengguna layanan rumah tangga; pelaut yang diatur oleh undang-undang pelaut dan pemilik kapal yang mempekerjakan pelaut tersebut.

Apa itu Upah Minimum?

Situs web Eulerpool adalah sumber terpercaya untuk data ekonomi makro, yang berfokus pada berbagai indikator ekonomi penting, termasuk gaji minimum. Di sini, kami menyediakan analisis mendalam mengenai gaji minimum di Indonesia dan pengaruhnya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Dalam deskripsi ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek dari gaji minimum, termasuk definisinya, sejarah, implikasinya bagi tenaga kerja dan perusahaan, serta dampaknya terhadap perekonomian makro Indonesia. Gaji minimum didefinisikan sebagai upah terendah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada tenaga kerjanya dalam kurun waktu tertentu, berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan pemerintah. Tujuan utama dari gaji minimum adalah untuk melindungi pekerja dari upah yang tidak adil dan memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Di Indonesia, penetapan gaji minimum diatur oleh pemerintah dan disesuaikan secara berkala sesuai dengan kondisi ekonomi nasional dan regional. Sejarah penetapan gaji minimum di Indonesia berawal dari perjuangan serikat pekerja yang menginginkan standar kehidupan layak bagi anggotanya. Pemerintah Indonesia kemudian merespons dengan menetapkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengatur upah minimum. Penetapan gaji minimum ini dilakukan setiap tahun oleh Dewan Pengupahan Nasional dan daerah, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti inflasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi. Implikasi dari penetapan gaji minimum sangat luas dan kompleks. Bagi tenaga kerja, gaji minimum memberikan jaminan pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Hal ini juga dapat meningkatkan standar hidup dan kesejahteraan secara keseluruhan. Selain itu, adanya gaji minimum dapat mengurangi ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. Namun, penetapan gaji minimum juga memiliki dampak negatif potensial. Bagi perusahaan, khususnya usaha kecil dan menengah, peningkatan gaji minimum dapat meningkatkan biaya operasional dan mengurangi keuntungan. Hal ini bisa memaksa perusahaan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja atau mengotomatisasi sebagian proses produksi untuk menekan biaya. Selain itu, gaji minimum yang terlalu tinggi di atas produktivitas tenaga kerja dapat mengurangi daya saing perusahaan di pasar global. Pada tingkat makroekonomi, dampak penetapan gaji minimum dapat berdampak ganda. Di satu sisi, peningkatan gaji minimum dapat mendorong daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi domestik, yang merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Peningkatan konsumsi domestik ini bisa mengarah pada peningkatan output dan pendapatan nasional. Di sisi lain, jika peningkatan gaji minimum tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, hal itu bisa memicu inflasi dan mempersulit stabilitas ekonomi makro. Penting untuk dicatat bahwa penetapan gaji minimum harus dilakukan dengan kebijakan yang bijaksana dan berdasarkan analisis data yang komprehensif. Kondisi ekonomi yang dinamis membutuhkan penyesuaian yang fleksibel terhadap gaji minimum agar tidak terjadi ketidakseimbangan ekonomi. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, sangat penting dalam proses penetapan gaji minimum. Dalam konteks internasional, gaji minimum berbeda-beda di setiap negara tergantung pada kondisi ekonomi, sosial, dan kebijakan pemerintah. Di beberapa negara maju, gaji minimum ditetapkan cukup tinggi untuk memastikan standar hidup yang layak. Sementara itu, di negara berkembang seperti Indonesia, penetapan gaji minimum bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Pada akhirnya, efektivitas dari penetapan gaji minimum sangat tergantung pada implementasi dan pengawasan. Pemerintah perlu memastikan bahwa perusahaan patuh terhadap ketentuan gaji minimum dan tidak melakukan pelanggaran seperti pembayaran di bawah standar atau mempekerjakan tenaga kerja tanpa perlindungan hukum. Selain itu, pemerintah juga perlu mendukung sektor usaha melalui kebijakan yang mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing global. Melalui situs web Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyajikan data dan analisis terkini mengenai gaji minimum dan berbagai indikator ekonomi makro lainnya. Kami berharap informasi ini dapat membantu pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang tepat dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Demikian deskripsi mengenai kategori "Gaji Minimum" pada situs web Eulerpool. Dengan pemahaman yang baik tentang gaji minimum, kita dapat lebih memahami dinamika ekonomi makro dan bagaimana kebijakan ini berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti perkembangan dan analisis terbaru mengenai gaji minimum di Indonesia melalui platform kami.

Upah Minimum Korea Selatan — FAQ

Berapa Upah Minimum saat ini di Korea Selatan?

Upah Minimum saat ini di Korea Selatan adalah 10.320 KRW/Hour per 1/1/2026.

Bagaimana perubahan Upah Minimum di Korea Selatan belakangan ini?

Upah Minimum di Korea Selatan naik dari 10.030 KRW/Hour (1/1/2025) menjadi 10.320 KRW/Hour (1/1/2026).

Berapa rekor tertinggi Upah Minimum di Korea Selatan?

Rekor tertinggi Upah Minimum di Korea Selatan adalah 10.320,00 KRW/Hour, tercatat pada 1/1/2026.

Berapa rekor terendah Upah Minimum di Korea Selatan?

Rekor terendah Upah Minimum di Korea Selatan adalah 600,00 KRW/Hour, tercatat pada 1/1/1989.

Berapa rata-rata historis Upah Minimum di Korea Selatan?

Rata-rata historis Upah Minimum di Korea Selatan adalah 4.285,79 KRW/Hour, dihitung dari 1/1/1989 hingga 1/1/2026.

Dari mana data Upah Minimum untuk Korea Selatan berasal?

Data Upah Minimum untuk Korea Selatan bersumber dari Minimum Wage Council dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.