Harga Ekspor Korea Selatan

Nilai Harga Ekspor terbaru untuk Korea Selatan

Harga

182,29 Poin

Perubahan +/-

-1,38 Poin

Perubahan Persentase

-0,75 %

Rata-rata

103,83 Poin

Tertinggi sepanjang masa

213,36 Poin

1/1/1998

Terendah sepanjang masa

18,86 Poin

1/1/1971

Nilai Harga Ekspor saat ini di Korea Selatan adalah 182,29 Poin. Harga Ekspor di Korea Selatan turun menjadi 182,29 Poin pada 1/9/2026, setelah sebelumnya 183,67 Poin pada 1/8/2026. Dari 1/1/1971 hingga 1/9/2026, rata-rata GDP di Korea Selatan adalah 103,83 Poin. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/1998 dengan 213,36 Poin, sedangkan nilai terendah dicatat pada 1/1/1971 dengan 18,86 Poin.

Sumber: The Bank of Korea

Harga Ekspor di Korea Selatan turun pada 1/9/2026 dari 183,67 Poin pada 1/8/2026 menjadi 182,29 Poin. Harga Ekspor di Korea Selatan rata-rata 103,83 Poin dari 1/1/1971 hingga 1/9/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 213,36 Poin pada 1/1/1998, dan rekor terendah 18,86 Poin pada 1/1/1971.

Harga Ekspor

Harga Ekspor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Harga Ekspor
Tanggal
Harga Ekspor
2 Jan 2026
149,50 points
3 Jan 2026
174,92 points
4 Jan 2026
188,02 points
5 Jan 2026
188,82 points
6 Jan 2026
188,68 points
7 Jan 2026
190,32 points
8 Jan 2026
183,67 points
9 Jan 2026
182,29 points

Akses data ini lewat Eulerpool API

100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu

Harga Ekspor Riwayat

Harga Ekspor — Riwayat
TanggalNilai
182,29 Poin
183,67 Poin
190,32 Poin
188,68 Poin
188,82 Poin
188,02 Poin
174,92 Poin
149,5 Poin
145,86 Poin
140,28 Poin
...

Indikator Makro Serupa dengan Harga Ekspor

Harga Ekspor

Di Korea Selatan, Harga Ekspor merujuk kepada tingkat perubahan harga barang dan jasa yang dijual oleh penduduk negara tersebut kepada pembeli asing. Harga Ekspor sangat dipengaruhi oleh nilai tukar.

Apa itu Harga Ekspor?

Harga ekspor adalah aspek penting dalam memahami dinamika ekonomi suatu negara, dan Eulerpool merupakan platform profesional yang menyediakan data makroekonomi termasuk kategori harga ekspor. Harga ekspor merujuk pada harga yang dikenakan pada barang dan jasa yang dijual ke luar negeri. Hal ini memainkan peran esensial dalam menetapkan daya saing suatu negara di pasar internasional dan memiliki dampak yang signifikan terhadap keseimbangan perdagangan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Sebagai landasan utama, harga ekspor adalah indikator yang mencerminkan bagaimana produk domestik bersaing di pasar internasional. Ketika harga ekspor sebuah negara bersaing, produk mereka lebih cenderung diterima dengan baik oleh konsumen global. Hal ini tidak hanya meningkatkan volume ekspor tetapi juga membantu dalam memperkuat cadangan devisa negara tersebut. Sebaliknya, jika harga ekspor suatu negara lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya, produk mereka mungkin akan kehilangan pangsa pasar. Oleh karena itu, memantau pergerakan harga ekspor dapat memberikan wawasan tentang tren perdagangan internasional dan kesehatan ekonomi secara umum. Fluktuasi harga ekspor sering kali dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi. Salah satu faktor utama adalah nilai tukar mata uang. Ketika mata uang suatu negara melemah terhadap mata uang asing, harga barang dalam mata uang asing menjadi lebih murah. Hal ini dapat meningkatkan daya saing produk ekspor di pasar global. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang berdampak pada nilai tukar sangat penting untuk diperhatikan dalam analisis harga ekspor. Kebijakan suku bunga, intervensi di pasar valuta asing, dan stabilitas politik adalah beberapa elemen yang berperan dalam menentukan nilai tukar dan pada akhirnya mempengaruhi harga ekspor. Faktor lain yang memainkan peran penting dalam menentukan harga ekspor adalah biaya produksi. Misalkan tenaga kerja, bahan baku, dan energi menjadi lebih mahal, produsen mungkin akan menaikkan harga produk mereka untuk mempertahankan margin keuntungan. Oleh karena itu, inflasi domestik dan kebijakan yang mempengaruhi biaya operasional seperti pajak dan subsidi juga sangat relevan dalam analisis harga ekspor. Peningkatan efisiensi produksi dan inovasi teknologi juga dapat membantu menekan biaya produksi, memungkinkan produsen untuk menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar internasional. Selain itu, permintaan pasar global juga mempengaruhi harga ekspor. Ketika permintaan atas suatu barang meningkat di pasar internasional, produsen bisa merespons dengan menaikkan harga ekspor tanpa takut kehilangan pelanggan. Namun, jika permintaan menurun, harga ekspor mungkin harus disesuaikan untuk tetap kompetitif. Faktor-faktor seperti perubahan preferensi konsumen, tren global, dan kondisi ekonomi di negara tujuan ekspor sangat berpengaruh dalam menilai permintaan pasar global. Peran harga ekspor juga tidak dapat dilepaskan dari keseimbangan perdagangan suatu negara. Keseimbangan perdagangan adalah perbedaan antara nilai total ekspor dan impor suatu negara. Jika nilai ekspor meningkat karena harga ekspor kompetitif, hal itu dapat mengurangi defisit perdagangan atau bahkan menciptakan surplus perdagangan. Ini penting karena surplus perdagangan dapat memperkuat mata uang domestik, menurunkan risiko terhadap utang luar negeri, dan meningkatkan kemungkinan investasi asing. Pada gilirannya, hal ini juga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi. Inflasi juga merupakan aspek krusial yang harus diperhatikan dalam konteks harga ekspor. Ketika harga barang ekspor naik, inflasi impor di negara tujuan ekspor dapat meningkat. Hal ini dapat menimbulkan reaksi balik seperti pembatasan impor atau kebijakan proteksionisme oleh negara tersebut. Oleh karena itu, produsen harus hati-hati dalam menetapkan harga ekspor agar tidak menimbulkan dampak negatif pada hubungan dagang internasional. Kebijakan fiskal yang dijalankan oleh pemerintah serta kebijakan tarif dan non-tarif juga bisa mempengaruhi harga ekspor dan perlu dipertimbangkan dalam analisis komprehensif. Eulerpool menyediakan data makroekonomi yang komprehensif dan akurat, termasuk informasi terkini tentang harga ekspor. Melalui platform kami, pengguna dapat mengakses data historis dan real-time terkait harga ekspor dari berbagai sektor dan negara. Informasi ini sangat berharga bagi perusahaan, investor, analis, dan pembuat kebijakan yang ingin membuat keputusan berbasis data yang lebih baik. Dengan berbagai alat analisis dan visualisasi data yang tersedia di Eulerpool, pengguna dapat dengan mudah memahami tren dan pola dalam harga ekspor, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kesimpulannya, harga ekspor adalah indikator yang sangat penting dalam analisis makroekonomi sebuah negara. Berbagai faktor seperti nilai tukar, biaya produksi, permintaan pasar global, dan kebijakan pemerintah semuanya berperan dalam menentukan harga ekspor. Memahami dan menganalisis harga ekspor dapat memberikan wawasan yang berharga dalam mengevaluasi kekuatan ekonomi suatu negara dan strategi perdagangan internasionalnya. Melalui platform Eulerpool, pengguna dapat mengakses data yang akurat dan terkini untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan membuat keputusan yang lebih tepat.

Harga Ekspor Korea Selatan — FAQ

Berapa Harga Ekspor saat ini di Korea Selatan?

Harga Ekspor saat ini di Korea Selatan adalah 182,29 Poin per 1/9/2026.

Bagaimana perubahan Harga Ekspor di Korea Selatan belakangan ini?

Harga Ekspor di Korea Selatan turun dari 183,67 Poin (1/8/2026) menjadi 182,29 Poin (1/9/2026).

Berapa rekor tertinggi Harga Ekspor di Korea Selatan?

Rekor tertinggi Harga Ekspor di Korea Selatan adalah 213,36 Poin, tercatat pada 1/1/1998.

Berapa rekor terendah Harga Ekspor di Korea Selatan?

Rekor terendah Harga Ekspor di Korea Selatan adalah 18,86 Poin, tercatat pada 1/1/1971.

Berapa rata-rata historis Harga Ekspor di Korea Selatan?

Rata-rata historis Harga Ekspor di Korea Selatan adalah 103,83 Poin, dihitung dari 1/1/1971 hingga 1/9/2026.

Dari mana data Harga Ekspor untuk Korea Selatan berasal?

Data Harga Ekspor untuk Korea Selatan bersumber dari The Bank of Korea dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.