Impor Korea Selatan

Nilai Impor terbaru untuk Korea Selatan

Harga

71,09 miliar USD

Perubahan +/-

+7,58 miliar USD

Perubahan Persentase

+11,94 %

Rata-rata

18,09 miliar USD

Tertinggi sepanjang masa

71,09 miliar USD

1/9/2026

Terendah sepanjang masa

38,61 Juta. USD

1/1/1966

Nilai saat ini dari Impor di Korea Selatan adalah 71,09 miliar USD. Impor di Korea Selatan meningkat menjadi 71,09 miliar USD pada 1/9/2026, setelah sebelumnya adalah 63,51 miliar USD pada 1/8/2026. Dari 1/1/1966 hingga 1/9/2026, rata-rata PDB di Korea Selatan adalah 18,09 miliar USD. Puncak tertinggi tercapai pada 1/9/2026 dengan 71,09 miliar USD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/1966 dengan 38,61 Juta. USD.

Sumber: Ministry of Trade, Industry & Energy (MOTIE)

Impor di Korea Selatan naik pada 1/9/2026 dari 63,51 miliar USD pada 1/8/2026 menjadi 71,09 miliar USD. Impor di Korea Selatan rata-rata 18,09 miliar USD dari 1/1/1966 hingga 1/9/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 71,09 miliar USD pada 1/9/2026, dan rekor terendah 38,61 Juta. USD pada 1/1/1966.

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Tanggal
Impor
2 Jan 2026
51,93 miliar USD
3 Jan 2026
60,68 miliar USD
4 Jan 2026
62,09 miliar USD
5 Jan 2026
60,76 miliar USD
6 Jan 2026
66,08 miliar USD
7 Jan 2026
68,56 miliar USD
8 Jan 2026
63,51 miliar USD
9 Jan 2026
71,09 miliar USD
Akses data ini lewat Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
71,09 miliar USD
63,51 miliar USD
68,56 miliar USD
66,08 miliar USD
60,76 miliar USD
62,09 miliar USD
60,68 miliar USD
51,93 miliar USD
57,12 miliar USD
57,37 miliar USD
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor

Impor

Impor utama Korea Selatan meliputi bahan bakar mineral, minyak mineral, zat bitumen (25 persen dari total impor), mesin dan peralatan listrik (18 persen), reaktor nuklir, ketel, mesin dan mekanik (10 persen), peralatan optik, fotografi, sinematografi, pengukuran (4 persen), kendaraan jalan (3 persen), besi dan baja (3 persen), bijih, terak, abu (3 persen), bahan kimia organik (3 persen), plastik dan artikelnya (2 persen), produk kimia lainnya (2 persen), dan bahan kimia anorganik, senyawa logam mulia (2 persen). China adalah sumber impor terbesar (21 persen dari total impor), diikuti oleh AS (12 persen), Jepang (9 persen), Arab Saudi, Vietnam, Australia dan Jerman (masing-masing 4 persen), Taiwan, Rusia, dan Qatar (masing-masing 3 persen), serta Kuwait, Malaysia, UEA, dan Indonesia (masing-masing 2 persen).

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Korea Selatan — FAQ

Berapa Impor saat ini di Korea Selatan?

Impor saat ini di Korea Selatan adalah 71,09 miliar USD per 1/9/2026.

Bagaimana perubahan Impor di Korea Selatan belakangan ini?

Impor di Korea Selatan naik dari 63,51 miliar USD (1/8/2026) menjadi 71,09 miliar USD (1/9/2026).

Berapa rekor tertinggi Impor di Korea Selatan?

Rekor tertinggi Impor di Korea Selatan adalah 71,09 miliar USD, tercatat pada 1/9/2026.

Berapa rekor terendah Impor di Korea Selatan?

Rekor terendah Impor di Korea Selatan adalah 38,61 Juta. USD, tercatat pada 1/1/1966.

Berapa rata-rata historis Impor di Korea Selatan?

Rata-rata historis Impor di Korea Selatan adalah 18,09 miliar USD, dihitung dari 1/1/1966 hingga 1/9/2026.

Dari mana data Impor untuk Korea Selatan berasal?

Data Impor untuk Korea Selatan bersumber dari Ministry of Trade, Industry & Energy (MOTIE) dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.