India Produksi Listrik

Harga

Harga

142.996,07 Gigawatt-hour

Perubahan +/-

+5.994,75 Gigawatt-hour

Perubahan Persentase

+4,38 %

Nilai saat ini dari Produksi Listrik di India adalah 142.996,07 Gigawatt-hour. Produksi Listrik di India meningkat menjadi 142.996,07 Gigawatt-hour pada 1/5/2026, setelah sebelumnya 137.001,32 Gigawatt-hour pada 1/4/2026. Dari 1/12/1970 hingga 1/5/2026, rata-rata PDB di India adalah 127.685,15 Gigawatt-hour. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/12/2019 dengan 340.578,60 Gigawatt-hour, sementara nilai terendah dicatat pada 1/12/1970 dengan 27.666,00 Gigawatt-hour.

Sumber: Central Electricity Authority, Ministry of Power, Government of India

The current value of Produksi Listrik in India is 142.996,07Gigawatt-hour. Produksi Listrik in India increased to 142.996,07Gigawatt-hour from 137.001,32Gigawatt-hour.Produksi Listrik in India averaged 127.685,15Gigawatt-hour from 1/12/1970 until 1/5/2026.The all-time high was 340.578,60Gigawatt-hour (1/12/2019)and the record low was 27.666,00Gigawatt-hour (1/12/1970).

Produksi Listrik

Produksi Listrik

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Produksi Listrik
Date
Produksi Listrik
10 Jan 2025
119.842,17 Gigawatt-hour
11 Jan 2025
111.874,48 Gigawatt-hour
12 Jan 2025
126.407,87 Gigawatt-hour
1 Jan 2026
128.991,40 Gigawatt-hour
2 Jan 2026
119.706,27 Gigawatt-hour
3 Jan 2026
134.739,80 Gigawatt-hour
4 Jan 2026
137.001,32 Gigawatt-hour
5 Jan 2026
142.996,07 Gigawatt-hour
Access this data via the Eulerpool API

Produksi Listrik Riwayat

Produksi Listrik — Riwayat
TanggalNilai
142.996,07 Gigawatt-hour
137.001,32 Gigawatt-hour
134.739,8 Gigawatt-hour
119.706,27 Gigawatt-hour
128.991,4 Gigawatt-hour
126.407,87 Gigawatt-hour
111.874,48 Gigawatt-hour
119.842,17 Gigawatt-hour
129.908,76 Gigawatt-hour
133.713,01 Gigawatt-hour
...

Indikator Makro Serupa dengan Produksi Listrik

Apa itu Produksi Listrik?

Produksi listrik merupakan salah satu segmen penting dalam perekonomian makro yang memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi. Di situs profesional seperti Eulerpool, kami fokus pada penyajian data ekonomi makro yang terkait dengan produksi listrik untuk memberikan wawasan mendalam bagi para analis dan pengambil keputusan. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari produksi listrik di Indonesia, termasuk sumber energi, tantangan yang dihadapi, serta proyeksi masa depan. Di Indonesia, produksi listrik didominasi oleh berbagai sumber energi, seperti batu bara, gas alam, energi terbarukan, dan minyak bumi. Bergantung pada sumber energi ini, produksi listrik di Indonesia terus mengalami perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu. Batu bara merupakan sumber energi utama untuk produksi listrik di Indonesia karena pasokannya yang melimpah dan biayanya yang relatif lebih murah. Namun, ketergantungan ini juga menghadirkan tantangan lingkungan berupa emisi gas rumah kaca yang perlu dikelola dengan baik. Gas alam, sebagai sumber energi kedua terbesar, memainkan peran penting dalam diversifikasi sumber energi untuk produksi listrik. Penggunaan gas alam memungkinkan produksi listrik yang lebih efisien dan berkurangnya emisi karbon dibandingkan dengan batu bara. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Selain itu, produksi listrik dari energi terbarukan seperti hidro, angin, dan matahari semakin mendapatkan perhatian. Energi hidro, terutama dari bendungan-bendungan besar, telah lama menjadi bagian dari portofolio energi Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong pengembangan energi angin dan matahari sebagai bagian dari upaya meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Insentif dan regulasi yang mendukung investasi dalam sektor ini diharapkan akan terus memacu pertumbuhan kapasitas energi terbarukan di masa mendatang. Sementara itu, minyak bumi cenderung memainkan peran yang lebih kecil dalam produksi listrik dibandingkan dengan batu bara dan gas alam, terutama karena faktor biaya yang lebih tinggi dan fluktuasi harga global. Namun, sebagai negara penghasil minyak, Indonesia tetap memiliki sejumlah pembangkit listrik yang masih bergantung pada minyak bumi, khususnya di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur energi lainnya. Produksi listrik di Indonesia juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur. Meskipun Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam pengembangan jaringan listrik, masih ada daerah-daerah yang belum dijangkau oleh listrik secara memadai. Kekurangan ini mempengaruhi kehidupan jutaan orang di daerah tersebut dan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, kebijakan dan regulasi juga memainkan peran penting dalam perkembangan produksi listrik. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong investasi dalam sektor energi, termasuk insentif bagi pengembangan energi terbarukan dan pembukaan kesempatan bagi swasta untuk turut serta dalam pembangunan pembangkit listrik. Namun, implementasi kebijakan tersebut kadang-kadang menemui hambatan birokrasi dan ketidakpastian regulasi yang dapat mempengaruhi iklim investasi. Seiring pertumbuhan ekonomi yang pesat, permintaan listrik di Indonesia terus meningkat. Hal ini menuntut adanya peningkatan kapasitas produksi listrik yang berkelanjutan dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam bauran energi nasional dan mengurangi emisi karbon. Untuk mencapai target ini, diperlukan kolaborasi antara sektor publik dan swasta serta inovasi dalam teknologi produksi dan distribusi listrik. Pembangunan pembangkit listrik baru dan modernisasi pembangkit listrik yang ada juga menjadi fokus utama. Penggunaan teknologi canggih dan ramah lingkungan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi listrik dan mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, penyediaan jaringan listrik yang lebih luas dan handal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan industri dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di masa mendatang, produksi listrik di Indonesia kemungkinan akan semakin terdiversifikasi dengan peningkatan peran energi terbarukan. Kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai situs yang memfokuskan diri pada penyajian data ekonomi makro, Eulerpool berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan terkini mengenai produksi listrik di Indonesia. Data ini meliputi berbagai indikator penting seperti kapasitas produksi, sumber energi, konsumsi listrik, harga energi, dan emisi karbon. Dengan informasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi para pengambil keputusan, peneliti, dan masyarakat luas dalam memahami dinamika sektor energi dan mendukung upaya pembangunan yang berkelanjutan. Dalam kesimpulannya, produksi listrik adalah nadi dari perekonomian modern Indonesia. Dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan teknologi, dan kebijakan yang mendukung, sektor ini memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan melindungi lingkungan. Eulerpool siap menjadi mitra terpercaya dalam menyediakan data dan analisis yang diperlukan untuk mendukung tujuan ini.

Produksi Listrik India — FAQ

What is the current Produksi Listrik in India?

The current Produksi Listrik in India is 142.996,07Gigawatt-hour as of 1/5/2026.

How has the Produksi Listrik in India changed recently?

The Produksi Listrik in India increased from 137.001,32Gigawatt-hour (1/4/2026) to 142.996,07Gigawatt-hour (1/5/2026).

What is the all-time high for Produksi Listrik in India?

The all-time high for Produksi Listrik in India was 340.578,60Gigawatt-hour, recorded on 1/12/2019.

What is the all-time low for Produksi Listrik in India?

The all-time low for Produksi Listrik in India was 27.666,00Gigawatt-hour, recorded on 1/12/1970.

What is the historical average of Produksi Listrik in India?

The historical average of Produksi Listrik in India is 127.685,15Gigawatt-hour, calculated over the period from 1/12/1970 to 1/5/2026.

Where does the Produksi Listrik data for India come from?

The Produksi Listrik data for India is sourced from Central Electricity Authority, Ministry of Power, Government of India and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.