🇮🇳

India Deflator Produk Domestik Bruto (PDB)

Harga

Harga
172,6 Poin
Perubahan +/-
+2,4 Poin
Perubahan Persentase
+1,41 %

Nilai saat ini dari Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) di India adalah 172,6 Poin. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) di India meningkat menjadi 172,6 Poin pada 1/1/2024, setelah sebelumnya bernilai 170,2 Poin pada 1/1/2023. Dari 1/1/2005 hingga 1/1/2024, rata-rata PDB di India adalah 112,54 Poin. Nilai tertinggi sepanjang waktu dicapai pada 1/1/2024 dengan 172,60 Poin, sementara nilai terendah tercatat pada 1/1/2005 dengan 58,10 Poin.

Sumber: Ministry of Statistics and Programme Implementation (MOSPI)

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_upmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Deflator Produk Domestik Bruto (PDB)

Deflator Produk Domestik Bruto (PDB)

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Deflator PDB
Date
Deflator PDB
1 Jan 2005
58,10 points
1 Jan 2006
61,40 points
1 Jan 2007
66,60 points
1 Jan 2008
71,20 points
1 Jan 2009
77,70 points
1 Jan 2010
83,20 points
1 Jan 2011
92,00 points
1 Jan 2012
100,00 points
1 Jan 2013
107,90 points
1 Jan 2014
114,60 points
1 Jan 2015
118,40 points
1 Jan 2016
121,10 points
1 Jan 2017
125,10 points
1 Jan 2018
130,00 points
1 Jan 2019
134,90 points
Access this data via the Eulerpool API

Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) Riwayat

Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) — Riwayat
TanggalNilai
172,6 Poin
170,2 Poin
160,1 Poin
146,1 Poin
139,7 Poin
134,9 Poin
130 Poin
125,1 Poin
121,1 Poin
118,4 Poin

Indikator Makro Serupa dengan Deflator Produk Domestik Bruto (PDB)

Halaman makro untuk negara lain di Asia

Apa itu Deflator Produk Domestik Bruto (PDB)?

Deflator PDB: Pengukuran Inflasi Melalui Lensa Pendapatan Selamat datang di Eulerpool, destinasi utama Anda untuk data ekonomi makro profesional. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam salah satu indikator ekonomi yang penting, yaitu Deflator PDB (Produk Domestik Bruto). Sebagai situs terkemuka yang menyajikan data ekonomi makro, kami berkomitmen untuk memberikan pemahaman menyeluruh dan terperinci tentang deflator PDB, kegunaannya, serta bagaimana indikator ini mempengaruhi analisis ekonomi. Apa Itu Deflator PDB? Deflator PDB adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi dalam perekonomian dengan membandingkan tingkat harga pada tahun tertentu dengan tingkat harga pada tahun dasar. Ini adalah rasio antara PDB nominal—yang mencerminkan nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu ekonomi berdasarkan harga saat ini—dan PDB riil, yang mengukur output dengan harga konstan dari tahun dasar tertentu. Deflator PDB memberikan pandangan yang lebih akurat tentang perubahan harga dalam perekonomian dibandingkan dengan indeks harga konsumen (CPI) yang hanya mencakup sekeranjang barang dan jasa tertentu. Signifikansi Deflator PDB Deflator PDB memiliki beberapa fungsi penting dalam analisis ekonomi. Pertama, ini memungkinkan kita untuk memisahkan dampak perubahan harga dari perubahan kuantitas output. Dalam konteks ini, deflator PDB membantu para ekonom, pembuat kebijakan, dan analis memahami apakah pertumbuhan ekonomi yang dicatat dalam PDB nominal disebabkan oleh peningkatan output atau hanya karena kenaikan harga. Kedua, deflator PDB mencakup seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian, termasuk investasi, konsumsi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor netto. Hal ini memberikan indikator yang lebih komprehensif tentang inflasi dibandingkan dengan CPI yang hanya mencakup barang-barang yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Ketiga, deflator PDB juga digunakan untuk mengonversi data nominal menjadi data riil. Misalnya, ketika kita ingin mengetahui perubahan PDB dari tahun ke tahun dalam hal volume produksi, kita dapat menggunakan deflator PDB untuk menghilangkan efek kenaikan harga. Cara Menghitung Deflator PDB Menghitung deflator PDB melibatkan beberapa langkah sederhana namun penting. Deflator PDB adalah rasio dari PDB nominal ke PDB riil dikalikan dengan 100. Rumusnya adalah sebagai berikut: Deflator PDB = (PDB Nominal / PDB Riil) x 100 Misalkan PDB nominal suatu negara pada tahun tertentu adalah 1.500 triliun rupiah, dan PDB riilnya adalah 1.200 triliun rupiah, maka deflator PDB-nya adalah: Deflator PDB = (1.500 / 1.200) x 100 = 125 Angka 125 ini menunjukkan bahwa tingkat harga telah meningkat sebesar 25% sejak tahun dasar. Penggunaan Deflator PDB dalam Analisis Ekonomi Deflator PDB sering digunakan dalam berbagai macam analisis ekonomi. Para ekonom menggunakan deflator PDB untuk mengevaluasi apakah kebijakan moneter dan fiskal telah efektif dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, deflator PDB juga digunakan oleh analis keuangan untuk menyesuaikan laporan keuangan perusahaan yang mencatat pendapatan dalam istilah nominal, sehingga lebih mudah membandingkannya dari tahun ke tahun. Deflator PDB juga sangat penting dalam komparasi antar negara. Ketika membandingkan output negara-negara yang berbeda, sangat penting untuk menggunakan data PDB riil yang sudah disesuaikan dengan deflator agar mendapatkan perbandingan yang lebih akurat. Perbandingan Deflator PDB dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) Walaupun deflator PDB dan CPI sama-sama digunakan untuk mengukur inflasi, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. CPI hanya mencakup barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen individu, sedangkan deflator PDB mencakup semua barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian, termasuk barang modal dan barang yang diimpor. CPI sering dipandang sebagai ukuran lebih langsung dari beban biaya hidup bagi konsumen individu, tetapi deflator PDB memberikan pandangan yang lebih luas tentang inflasi dalam ekonomi secara keseluruhan. Hal ini karena deflator PDB mencakup komponen yang lebih beragam dan lebih representatif dari kegiatan ekonomi total. Contoh Aplikasi Deflator PDB Misalkan sebuah negara melihat peningkatan tajam dalam PDB nominalnya dalam satu tahun tertentu dan pemerintah mengklaim bahwa ekonomi tumbuh cepat. Tanpa menggunakan deflator PDB, publik dan analis mungkin salah menilai bahwa pertumbuhan tersebut sepenuhnya disebabkan oleh peningkatan produktivitas. Dengan menggunakan deflator PDB, kita dapat memahami seberapa banyak pertumbuhan ini sebenarnya disebabkan oleh inflasi alih-alih peningkatan dalam volume barang dan jasa yang diproduksi. Deflator PDB dalam Kebijakan Pemerintah Deflator PDB juga memainkan peran penting dalam kebijakan publik. Pemerintah sering menggunakan deflator PDB untuk menyesuaikan ukuran-ukuran ekonomi lainnya seperti Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) atau pengeluaran pemerintah. Misalnya, ketika merencanakan anggaran tahunan, pemerintah mungkin menggunakan data PDB riil yang sudah disesuaikan dengan deflator untuk menghindari pengaruh inflasi terhadap perhitungan anggaran. Selain itu, bank sentral menggunakan deflator PDB sebagai indikator dalam menentukan kebijakan moneter. Dengan mengetahui tingkat inflasi yang sebenarnya, bank sentral dapat memutuskan apakah akan menaikkan atau menurunkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi atau merangsang pertumbuhan ekonomi. Kesimpulan Deflator PDB adalah alat yang sangat berharga dalam analisis ekonomi yang memberikan wawasan mendalam tentang tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi riil. Sebagai situs terkemuka yang menyajikan data ekonomi makro seperti Eulerpool, memahami dan menggunakan deflator PDB sangat penting bagi para ekonom, pembuat kebijakan, serta analis keuangan. Melalui penggunaan deflator PDB, kita bisa memisahkan dampak perubahan harga dari perubahan kuantitas output, mendapatkan pandangan lebih luas dan komprehensif tentang inflasi, dan membuat keputusan ekonomi yang lebih tepat dan akurat. Kami berharap artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang deflator PDB dan peran pentingnya dalam analisis ekonomi. Tetaplah mengunjungi Eulerpool untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai berbagai data ekonomi makro.

Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) India — FAQ

What is the current Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India?

The current Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India is 172,6 Poin as of 1/1/2024.

How has the Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India changed recently?

The Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India increased from 170,2 Poin (1/1/2023) to 172,6 Poin (1/1/2024).

What is the all-time high for Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India?

The all-time high for Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India was 172,60 Poin, recorded on 1/1/2024.

What is the all-time low for Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India?

The all-time low for Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India was 58,10 Poin, recorded on 1/1/2005.

What is the historical average of Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India?

The historical average of Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) in India is 112,54 Poin, calculated over the period from 1/1/2005 to 1/1/2024.

Where does the Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) data for India come from?

The Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) data for India is sourced from Ministry of Statistics and Programme Implementation (MOSPI) and published on Eulerpool.