Investasi Asing Langsung Bhutan

Nilai Investasi Asing Langsung terbaru untuk Bhutan

Harga

27,02 miliar BTN

Perubahan +/-

+9,24 miliar BTN

Perubahan Persentase

+52,00 %

Rata-rata

985,59 Juta. BTN

Tertinggi sepanjang masa

27,02 miliar BTN

1/12/2025

Terendah sepanjang masa

-947,10 Juta. BTN

1/9/2016

Nilai saat ini dari Investasi Asing Langsung di Bhutan adalah 27,02 miliar BTN. Investasi Asing Langsung di Bhutan meningkat menjadi 27,02 miliar BTN pada 1/12/2025, setelah sebelumnya sebesar 17,78 miliar BTN pada 1/9/2025. Dari 1/9/2010 hingga 1/3/2026, rata-rata PDB di Bhutan adalah 985,59 Juta. BTN. Rekor tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/12/2025 dengan 27,02 miliar BTN, sementara nilai terendah tercatat pada 1/9/2016 dengan -947,10 Juta. BTN.

Sumber: Royal Monetary Authority of Bhutan

Investasi Asing Langsung di Bhutan naik pada 1/12/2025 dari 17,78 miliar BTN pada 1/9/2025 menjadi 27,02 miliar BTN. Investasi Asing Langsung di Bhutan rata-rata 985,59 Juta. BTN dari 1/9/2010 hingga 1/3/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 27,02 miliar BTN pada 1/12/2025, dan rekor terendah -947,10 Juta. BTN pada 1/9/2016.

Investasi Asing Langsung

Investasi Asing Langsung

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Investasi Langsung Asing
Tanggal
Investasi Langsung Asing
6 Jan 2023
400,50 Juta. BTN
6 Jan 2024
400,80 Juta. BTN
9 Jan 2024
277,10 Juta. BTN
12 Jan 2024
671,90 Juta. BTN
3 Jan 2025
4,42 miliar BTN
6 Jan 2025
4,03 miliar BTN
9 Jan 2025
17,78 miliar BTN
12 Jan 2025
27,02 miliar BTN

Akses data ini lewat Eulerpool API

100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu

Investasi Asing Langsung Riwayat

Investasi Asing Langsung — Riwayat
TanggalNilai
27,02 miliar BTN
17,78 miliar BTN
4,03 miliar BTN
4,42 miliar BTN
671,9 Juta. BTN
277,1 Juta. BTN
400,8 Juta. BTN
400,5 Juta. BTN
583,1 Juta. BTN
698,35 Juta. BTN

Apa itu Investasi Asing Langsung?

Investasi Langsung Asing (Foreign Direct Investment atau FDI) merupakan salah satu komponen penting dalam makroekonomi yang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, stabilitas keuangan, dan pembangunan nasional suatu negara. Di situs kami, eulerpool, kami menyajikan data makro ekonomi yang akurat dan terkini, termasuk data seputar Investasi Langsung Asing yang bisa digunakan oleh para ekonom, investor, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk analisis dan perencanaan strategis. Investasi Langsung Asing merujuk pada penanaman modal yang dilakukan oleh perusahaan atau individu dari satu negara ke negara lain dengan tujuan untuk memperoleh kepemilikan pengendalian atas suatu bisnis di negara penerima. FDI tidak hanya sekadar penyertaan modal, tetapi juga mencakup transfer teknologi, keterampilan manajemen, dan akses ke pasar internasional. Sebagai contoh, ketika sebuah perusahaan multinasional membuka pabrik di Indonesia atau mengakuisisi perusahaan lokal, ini dianggap sebagai FDI. Ada beberapa alasan mengapa FDI menjadi fokus perhatian utama dalam ekonomi makro. Pertama, FDI berperan sebagai sumber penting dari modal bagi negara penerima. Modal ini dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas produksi, dan diversifikasi ekonomi. Tanpa adanya FDI, beberapa negara terutama yang sedang berkembang dapat mengalami kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan yang dibutuhkan untuk proyek-proyek besar. Kedua, FDI dapat mendorong transfer teknologi dan know-how dari negara maju ke negara penerima. Teknologi dan pengetahuan yang dibawa oleh investor asing berpotensi meningkatkan produktivitas tenaga kerja lokal, mengurangi ketergantungan pada teknologi usang, dan mendorong inovasi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan daya saing internasional dari negara penerima. Ketiga, FDI memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Pembukaan pabrik, fasilitas penelitian, atau kantor regional oleh perusahaan asing tidak hanya menciptakan pekerjaan langsung tetapi juga pekerjaan tidak langsung melalui rantai pasokan dan sektor terkait lainnya. Selain itu, pekerja lokal yang terlibat dalam proyek FDI dapat memperoleh keterampilan baru dan pelatihan yang meningkatkan nilai mereka di pasar tenaga kerja. Selanjutnya, FDI juga dapat membantu dalam penyeimbangan neraca pembayaran suatu negara. Dengan adanya aliran modal masuk dari investasi asing, tekanan pada defisit transaksi berjalan dapat berkurang. Hal ini dapat menstabilkan nilai tukar dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar negeri yang sering kali disertai dengan syarat yang ketat. Namun demikian, tidak semua efek dari FDI bersifat positif. Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi dominasi ekonomi oleh perusahaan asing. Ketika perusahaan asing menguasai sektor-sektor kunci dalam perekonomian, hal ini bisa mengurangi kedaulatan ekonomi negara penerima. Selain itu, ada risiko bahwa keuntungan dari perusahaan asing tersebut lebih banyak mengalir keluar negeri daripada diinvestasikan kembali di dalam negeri. Untuk memaksimalkan manfaat dari FDI dan meminimalkan risiko potensial, negara perlu memiliki kerangka kebijakan yang jelas dan efektif. Kebijakan investasi harus dirancang sedemikian rupa untuk menarik investasi berkualitas, yang bukan hanya membawa modal tetapi juga teknologi dan praktik terbaik. Regulasi mengenai hak properti, perlindungan investor, dan insentif pajak dapat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif. Selain itu, penting juga untuk memiliki pengawasan dan pengaturan yang baik dalam hal persaingan bisnis. Negara penerima harus memastikan bahwa perusahaan asing tidak menyalahgunakan posisi dominannya untuk menghilangkan persaingan dan merugikan konsumen. Kolaborasi antara otoritas lokal dan internasional untuk menetapkan standar dan regulasi yang harmonis juga bisa menjadi langkah yang efektif. FDI juga dapat berperan dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan. Investasi yang ramah lingkungan dan sosial dapat mendukung target-target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs). Oleh karena itu, negara penerima perlu mendorong perusahaan asing untuk mengadopsi praktik-praktik bisnis yang berkelanjutan melalui insentif dan regulasi yang tepat. Secara umum, FDI adalah komponen penting dalam strategi pembangunan ekonomi banyak negara. Keuntungannya dapat dirasakan melalui peningkatan modal, teknologi, lapangan kerja, dan keseimbangan neraca pembayaran. Namun, untuk mengoptimalkan manfaat tersebut, diperlukan kebijakan yang cermat, transparan, dan proaktif. Sebagai situs penyedia data makroekonomi, eulerpool berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru dan terpercaya seputar FDI, sehingga mempermudah para pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang berdasarkan data dan analisis yang akurat. Dengan demikian, pemahaman yang baik tentang dinamika FDI dan implikasinya pada ekonomi makro sangatlah penting. Melalui data dan analisis yang kami sediakan di eulerpool, kami berharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pengambilan keputusan dan strategi ekonomi di tingkat nasional dan internasional.

Investasi Asing Langsung Bhutan — FAQ

Berapa Investasi Asing Langsung saat ini di Bhutan?

Investasi Asing Langsung saat ini di Bhutan adalah 27,02 miliar BTN per 1/12/2025.

Bagaimana perubahan Investasi Asing Langsung di Bhutan belakangan ini?

Investasi Asing Langsung di Bhutan naik dari 17,78 miliar BTN (1/9/2025) menjadi 27,02 miliar BTN (1/12/2025).

Berapa rekor tertinggi Investasi Asing Langsung di Bhutan?

Rekor tertinggi Investasi Asing Langsung di Bhutan adalah 27,02 miliar BTN, tercatat pada 1/12/2025.

Berapa rekor terendah Investasi Asing Langsung di Bhutan?

Rekor terendah Investasi Asing Langsung di Bhutan adalah -947,10 Juta. BTN, tercatat pada 1/9/2016.

Berapa rata-rata historis Investasi Asing Langsung di Bhutan?

Rata-rata historis Investasi Asing Langsung di Bhutan adalah 985,59 Juta. BTN, dihitung dari 1/9/2010 hingga 1/3/2026.

Dari mana data Investasi Asing Langsung untuk Bhutan berasal?

Data Investasi Asing Langsung untuk Bhutan bersumber dari Royal Monetary Authority of Bhutan dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.