🇧🇹

Bhutan Cadangan Devisa

Harga

Harga
1,128 miliar USD
Perubahan +/-
+11,8 Juta. USD
Perubahan Persentase
+1,06 %

Nilai Cadangan Devisa saat ini di Bhutan adalah 1,128 miliar USD. Cadangan Devisa di Bhutan meningkat menjadi 1,128 miliar USD pada 1/1/2026, setelah sebelumnya sebesar 1,116 miliar USD pada 1/12/2025. Dari 1/1/2006 hingga 1/11/2025, rata-rata PDB di Bhutan adalah 910,73 Juta. USD. Nilai tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/7/2016 dengan 1,90 miliar USD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/4/2006 dengan 458,30 Juta. USD.

Sumber: Royal Monetary Authority of Bhutan

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_upmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Cadangan Devisa

Cadangan Devisa

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Cadangan Valuta Asing
Date
Cadangan Valuta Asing
1 Jan 2006
488,70 Juta. USD
2 Jan 2006
474,80 Juta. USD
3 Jan 2006
470,30 Juta. USD
4 Jan 2006
458,30 Juta. USD
5 Jan 2006
480,20 Juta. USD
6 Jan 2006
478,80 Juta. USD
7 Jan 2006
469,00 Juta. USD
8 Jan 2006
462,00 Juta. USD
9 Jan 2006
461,70 Juta. USD
10 Jan 2006
480,90 Juta. USD
11 Jan 2006
521,40 Juta. USD
12 Jan 2006
537,60 Juta. USD
1 Jan 2007
591,90 Juta. USD
2 Jan 2007
597,50 Juta. USD
3 Jan 2007
590,50 Juta. USD
Access this data via the Eulerpool API

Cadangan Devisa Riwayat

Cadangan Devisa — Riwayat
TanggalNilai
1,128 miliar USD
1,116 miliar USD
1,058 miliar USD
1,004 miliar USD
922,2 Juta. USD
783,4 Juta. USD
795 Juta. USD
800,3 Juta. USD
816,8 Juta. USD
855,1 Juta. USD
...

Apa itu Cadangan Devisa?

Foreign Exchange Reserves, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai cadangan devisa, merupakan komponen penting dalam ekonomi makro yang berperan signifikan dalam menentukan stabilitas keuangan suatu negara. Istilah ini merujuk pada aset yang dimiliki oleh bank sentral dalam bentuk mata uang asing yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti intervensi di pasar valuta asing, pembayaran utang luar negeri, dan menjaga nilai tukar mata uang domestik. Pada dasarnya, foreign exchange reserves mencakup aset-aset yang secara umum terdiri dari berbagai bentuk mata uang asing, surat berharga internasional, emas, dan hak penarikan khusus atau Special Drawing Rights (SDR) dari International Monetary Fund (IMF). Bank sentral suatu negara mengelola cadangan devisa ini dengan tujuan untuk memastikan bahwa mereka memiliki cukup likuiditas untuk memenuhi kebutuhan darurat serta menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan. Pentingnya Foreign Exchange Reserves dalam Ekonomi Makro Cadangan devisa memiliki beberapa fungsi kunci yang sangat penting bagi stabilitas ekonomi makro suatu negara. Pertama, foreign exchange reserves digunakan untuk stabilisasi nilai tukar mata uang domestik. Ketika terjadi volatilitas ekonomi atau serangan spekulatif terhadap mata uang domestik, bank sentral dapat menggunakan cadangan devisa untuk membeli atau menjual mata uang asing guna mempengaruhi nilai tukar. Kedua, cadangan devisa memberikan kepercayaan kepada investor internasional dan lembaga keuangan tentang kestabilan ekonomi suatu negara. Ketersediaan cadangan devisa yang cukup menunjukkan bahwa suatu negara memiliki bantalan keuangan yang solid untuk mengelola risiko ekonomi dan keuangan yang mungkin timbul. Ketiga, foreign exchange reserves sangat penting dalam menghadapi keadaan krisis. Sebagai contoh, selama periode krisis ekonomi global, cadangan devisa dapat digunakan untuk membayar kewajiban hutang luar negeri, sehingga mencegah terjadinya default. Selain itu, cadangan ini dapat digunakan untuk mendanai impor yang penting, seperti bahan baku produksi, yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan ekonomi. Sumber-Sumber Foreign Exchange Reserves Ada beberapa sumber utama dari mana sebuah negara bisa memperoleh foreign exchange reserves. Pertama, melalui surplus dalam neraca perdagangan, di mana nilai ekspor melebihi nilai impor. Kedua, arus modal masuk dari investasi asing langsung (Foreign Direct Investment, FDI) dan portofolio investasi. Ketiga, penerimaan dari pariwisata internasional dan remitansi pekerja migran juga berkontribusi pada peningkatan cadangan devisa. Pengelolaan Foreign Exchange Reserves Pengelolaan cadangan devisa merupakan tanggung jawab dari bank sentral suatu negara, seperti Bank Indonesia. Pengelolaan ini mencakup berbagai keputusan strategis tentang komposisi, tingkat likuiditas, dan diversifikasi aset. Misalnya, bank sentral harus memutuskan seberapa besar porsi yang dialokasikan dalam bentuk mata uang asing, surat berharga internasional, serta emas. Diversifikasi cadangan devisa penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi nilai tukar atau perubahan suku bunga internasional. Selain itu, bank sentral juga harus memastikan bahwa aset yang dimiliki cukup likuid untuk memenuhi kebutuhan darurat tanpa harus menjual investasi pada kondisi yang merugikan. Tantangan dalam Mengelola Foreign Exchange Reserves Ada berbagai tantangan dalam mengelola foreign exchange reserves. Salah satunya adalah risiko nilai tukar, di mana perubahan drastis dalam nilai tukar mata uang asing bisa berdampak pada nilai cadangan devisa dalam mata uang domestik. Selain itu, risiko suku bunga juga merupakan aspek penting, karena perubahan suku bunga internasional dapat mempengaruhi nilai surat berharga yang dimiliki oleh bank sentral. Fluktuasi harga emas juga dapat berdampak pada nilai cadangan devisa. Selain itu, bank sentral harus berupaya untuk memastikan bahwa cadangan devisa tetap dalam jumlah yang memadai tanpa memicu inflasi domestik. Meningkatkan cadangan devisa secara berlebihan melalui intervensi di pasar valuta asing bisa mempengaruhi jumlah uang beredar yang berdampak pada inflasi. Relevansi Foreign Exchange Reserves bagi Indonesia Bagi Indonesia, foreign exchange reserves memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Sebagai negara dengan ekonomi terbuka, Indonesia rentan terhadap volatilitas ekonomi global dan fluktuasi pasar finansial. Dengan memiliki cadangan devisa yang memadai, Bank Indonesia dapat melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta menciptakan kepercayaan di kalangan investor. Lebih jauh, foreign exchange reserves juga penting dalam mendukung kebijakan moneter dan fiskal yang dijalankan pemerintah. Dalam situasi di mana ada tekanan inflasi atau tekanan deflasi, cadangan devisa memberikan fleksibilitas bagi pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kebutuhan ekonomi. Kesimpulan Foreign exchange reserves atau cadangan devisa merupakan instrumen yang krusial dalam ekonomi makro yang digunakan oleh bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar, memitigasi risiko ekonomi, dan memberikan bantalan keuangan dalam kondisi krisis. Pengelolaan yang strategis dan bijaksana dari cadangan devisa ini sangat penting untuk memastikan bahwa ekonomi suatu negara tetap stabil dan dapat menghadapi berbagai tantangan global dengan lebih baik. Sebagai sumber daya keuangan yang paling likuid dan dapat diandalkan, foreign exchange reserves memainkan peran sentral dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Dengan memahami pentingnya dan pengelolaan yang efektif dari cadangan devisa, negara seperti Indonesia dapat lebih siap untuk menghadapi tekanan-tekanan ekonomi dan keuangan di masa depan. Di situs kami, Eulerpool, kami menyediakan berbagai data ekonomi makro termasuk foreign exchange reserves yang dapat diakses oleh profesional dan publik untuk analisis dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.

Cadangan Devisa Bhutan — FAQ

What is the current Cadangan Devisa in Bhutan?

The current Cadangan Devisa in Bhutan is 1,128 miliarUSD as of 1/1/2026.

How has the Cadangan Devisa in Bhutan changed recently?

The Cadangan Devisa in Bhutan increased from 1,116 miliarUSD (1/12/2025) to 1,128 miliarUSD (1/1/2026).

What is the all-time high for Cadangan Devisa in Bhutan?

The all-time high for Cadangan Devisa in Bhutan was 1,90 miliarUSD, recorded on 1/7/2016.

What is the all-time low for Cadangan Devisa in Bhutan?

The all-time low for Cadangan Devisa in Bhutan was 458,30 Juta.USD, recorded on 1/4/2006.

What is the historical average of Cadangan Devisa in Bhutan?

The historical average of Cadangan Devisa in Bhutan is 910,73 Juta.USD, calculated over the period from 1/1/2006 to 1/11/2025.

Where does the Cadangan Devisa data for Bhutan come from?

The Cadangan Devisa data for Bhutan is sourced from Royal Monetary Authority of Bhutan and published on Eulerpool.