Tingkat Inflasi Australia

Nilai Tingkat Inflasi terbaru untuk Australia

Harga

4 %

Perubahan +/-

+0,5 %

Rata-rata

4,83 %

Tertinggi sepanjang masa

23,90 %

1/12/1951

Terendah sepanjang masa

-1,30 %

1/6/1962

Nilai saat ini dari Tingkat Inflasi di Australia adalah 4 %. Tingkat Inflasi di Australia meningkat menjadi 4 % pada 1/8/2026, setelah sebelumnya sebesar 3,5 % pada 1/7/2026. Dari 30/9/1949 hingga 1/8/2026, rata-rata PDB di Australia adalah 4,83 %. Rekor tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/12/1951 dengan 23,90 %, sementara nilai terendah tercatat pada 1/6/1962 dengan -1,30 %.

Sumber: Australian Bureau of Statistics

Tingkat Inflasi di Australia naik pada 1/8/2026 dari 3,5 % pada 1/7/2026 menjadi 4 %. Tingkat Inflasi di Australia rata-rata 4,83 % dari 30/9/1949 hingga 1/8/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 23,90 % pada 1/12/1951, dan rekor terendah -1,30 % pada 1/6/1962.

Tingkat Inflasi

Tingkat Inflasi

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Tingkat inflasi
Tanggal
Tingkat inflasi
1 Jan 2026
3,80 %
2 Jan 2026
3,70 %
3 Jan 2026
4,60 %
4 Jan 2026
4,20 %
5 Jan 2026
4,00 %
6 Jan 2026
3,80 %
7 Jan 2026
3,50 %
8 Jan 2026
4,00 %
Akses data ini lewat Eulerpool API

Tingkat Inflasi Riwayat

Tingkat Inflasi — Riwayat
TanggalNilai
4 %
3,5 %
3,8 %
4 %
4,2 %
4,6 %
3,7 %
3,8 %
3,8 %
3,4 %
...

Indikator Makro Serupa dengan Tingkat Inflasi

CPI Rata-rata Terpangkas QoQ

Kuartal

Saat Ini
0,8 %
Sebelumnya
0,8 %

Deflator PDB

Kuartal

Saat Ini
106,2 points
Sebelumnya
105,8 points

Ekspektasi inflasi

Bulanan

Saat Ini
5,3 %
Sebelumnya
4,9 %

Harga Ekspor

Kuartal

Saat Ini
160,3 points
Sebelumnya
158,6 points

Harga Ekspor MoM

Kuartal

Saat Ini
1,1 %
Sebelumnya
0,5 %

Harga Impor

Kuartal

Saat Ini
143,2 points
Sebelumnya
135,5 points

Harga Impor Bulanan

Kuartal

Saat Ini
5,7 %
Sebelumnya
0,1 %

Harga Komoditas Tahun ke Tahun

Bulanan

Saat Ini
15,5 %
Sebelumnya
16,2 %

Harga Produsen

Kuartal

Saat Ini
140 points
Sebelumnya
138,2 points

IHK Transportasi

Kuartal

Saat Ini
105,52 points
Sebelumnya
101,24 points

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Kuartal

Saat Ini
103,5 points
Sebelumnya
103,07 points

Indeks Harga Konsumen Inti

Kuartal

Saat Ini
108,14 points
Sebelumnya
107,88 points

Indeks Harga Konsumen untuk Perumahan dan Utilitas

Kuartal

Saat Ini
104,88 points
Sebelumnya
104,71 points

Indeks Harga Rantai PDB

Kuartal

Saat Ini
105,6 points
Sebelumnya
106,2 points

Indeks Inflasi MI MoM

Bulanan

Saat Ini
0,3 %
Sebelumnya
0,5 %

Indikator CPI Bulanan

Bulanan

Saat Ini
3,5 %
Sebelumnya
3 %

Inflasi Harga Produsen Bulan ke Bulan

Kuartal

Saat Ini
1,3 %
Sebelumnya
0,4 %

Inflasi Layanan

Kuartal

Saat Ini
3,7 %
Sebelumnya
3,7 %

Inflasi Pangan

Kuartal

Saat Ini
3 %
Sebelumnya
3,2 %

Inflasi Sewa

Kuartal

Saat Ini
3,6 %
Sebelumnya
3,6 %

Median CPI Tertimbang QoQ

Kuartal

Saat Ini
0,3 %
Sebelumnya
0,4 %

Median-CPI Tertimbang YoY

Kuartal

Saat Ini
3,6 %
Sebelumnya
3,6 %

Perubahan Harga Produsen

Kuartal

Saat Ini
3,6 %
Sebelumnya
3 %

Tingkat inflasi inti

Kuartal

Saat Ini
3,6 %
Sebelumnya
3,6 %

Tingkat Inflasi MoM

Kuartal

Saat Ini
0,4 %
Sebelumnya
1 %

Tingkat Inflasi

Di Australia, kategori terpenting dalam indeks harga konsumen adalah perumahan (23 persen dari total bobot), makanan dan minuman non-alkohol (17 persen), transportasi (11 persen), perabotan, peralatan rumah tangga, dan layanan (9 persen), alkohol dan tembakau (9 persen), rekreasi dan budaya (9 persen), kesehatan (7 persen) dan asuransi serta layanan keuangan (6 persen). Pakaian dan alas kaki, pendidikan, dan komunikasi menyumbang 10 persen sisa dari total bobot.

Apa itu Tingkat Inflasi?

Inflasi adalah salah satu indikator makroekonomi yang paling krusial dalam memahami kesehatan ekonomi suatu negara. Di situs kami, eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data ekonomi yang akurat dan terbaru, termasuk tingkat inflasi, untuk membantu pengguna membuat keputusan yang berdasarkan data dan analisis yang komprehensif. Inflasi menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum di suatu perekonomian dalam periode waktu tertentu. Perubahan dalam tingkat inflasi mencerminkan perubahan daya beli mata uang, dan oleh karena itu, mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Inflasi yang stabil dan rendah dianggap ideal bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, karena memberikan kepastian harga kepada konsumen dan bisnis. Namun, inflasi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menimbulkan berbagai masalah ekonomi. Pada dasarnya, inflasi disebabkan oleh dua faktor utama: permintaan yang berlebihan dan biaya produksi yang meningkat. Ketika permintaan agregat dalam perekonomian melebihi kapasitas produksi, harga-harga cenderung naik, yang dikenal sebagai inflasi permintaan. Sebaliknya, inflasi biaya terjadi ketika biaya produksi, seperti bahan baku atau upah pekerja, meningkat, dan produsen meneruskan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen. Pengukuran inflasi biasanya dilakukan dengan menggunakan indeks harga. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebagai alat utama untuk mengukur tingkat inflasi. IHK mengukur perubahan harga dari sekelompok barang dan jasa yang sering dikonsumsi oleh rumah tangga. Selain itu, ada juga Indeks Harga Produsen (IHP) yang mengukur perubahan harga dari sisi produsen, dan meskipun kurang dikenal, indeks ini juga memberikan wawasan penting tentang tekanan inflasi dari sisi penawaran. Dalam analisis makroekonomi, inflasi sering kali dipandang dari dua perspektif utama: inflasi headline dan inflasi inti. Inflasi headline mencakup semua komponen dalam keranjang barang dan jasa, termasuk makanan dan energi yang harganya cenderung sangat fluktuatif. Sementara itu, inflasi inti mengecualikan makanan dan energi, memberikan gambaran yang lebih stabil tentang inflasi yang mendasarinya. Bank sentral, seperti Bank Indonesia (BI), memainkan peran penting dalam mengelola inflasi melalui kebijakan moneter. Salah satu alat utama yang digunakan adalah suku bunga acuan. Dengan menaikkan suku bunga, BI dapat mengurangi permintaan agregat dengan membuat pinjaman lebih mahal dan tabungan lebih menarik, yang pada gilirannya dapat menurunkan inflasi. Sebaliknya, penurunan suku bunga cenderung mendorong konsumsi dan investasi, yang dapat meningkatkan inflasi jika perekonomian beroperasi di dekat kapasitas penuh. Selain suku bunga, kebijakan fiskal yang diimplementasikan oleh pemerintah juga dapat mempengaruhi tingkat inflasi. Misalnya, peningkatan belanja pemerintah atau pengurangan pajak dapat meningkatkan permintaan agregat, yang dapat menyebabkan inflasi jika kapasitas produksi tidak dapat segera menyesuaikan. Oleh karena itu, koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sangat penting dalam menjaga inflasi dalam batas yang diinginkan. Efek inflasi terhadap perekonomian sangat luas dan kompleks. Untuk konsumen, inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli, yang berarti mereka dapat membeli lebih sedikit barang dan jasa dengan jumlah uang yang sama. Ini terutama bermasalah bagi mereka yang berpendapatan tetap, seperti pensiunan. Bagi bisnis, inflasi dapat menimbulkan ketidakpastian biaya dan menyulitkan perencanaan investasi jangka panjang. Di sisi lain, dalam ekonomi yang melambat, inflasi yang moderat bisa membantu menggerakkan konsumsi dan investasi. Di tingkat global, inflasi di satu negara dapat memiliki dampak signifikan pada perdagangan internasional dan nilai tukar. Misalnya, inflasi yang lebih tinggi di Indonesia dibandingkan dengan mitra dagang utama dapat menyebabkan nilai tukar rupiah melemah, yang dapat membuat ekspor Indonesia lebih kompetitif, tetapi pada saat yang sama membuat impor lebih mahal, yang bisa memicu inflasi lebih lanjut. Memahami faktor yang mempengaruhi inflasi dan metode untuk mengontrolnya adalah penting bagi pembuat kebijakan, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Di eulerpool, kami menyediakan analisis data inflasi yang mendalam, termasuk tren historis dan proyeksi masa depan, untuk membantu semua pihak mengambil keputusan yang lebih baik. Data yang kami tampilkan berasal dari sumber-sumber resmi dan terpercaya, sehingga pengguna dapat memiliki keyakinan bahwa informasi yang mereka terima akurat dan up-to-date. Untuk mempermudah pengguna, kami juga menyediakan visualisasi data yang intuitif, memungkinkan pengguna untuk melihat perubahan dalam tingkat inflasi secara langsung dan mendapatkan wawasan yang lebih dalam melalui grafik dan tabel yang informatif. Dengan fitur ini, pengguna dapat dengan mudah membandingkan tingkat inflasi antar periode waktu atau antara berbagai negara. Pada akhirnya, memahami inflasi dan dampaknya adalah kunci untuk mengelola tantangan ekonomi secara efektif. Di eulerpool, kami bangga menjadi sumber utama untuk data inflasi dan alat analisis makroekonomi lainnya, berkontribusi pada peningkatan literasi ekonomi dan pengambilan keputusan yang lebih baik di seluruh Indonesia. Dengan pelayanan dan data yang disediakan, kami berharap dapat membantu pengguna dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah dan memastikan stabilitas ekonomi yang lebih baik untuk masa depan.

Tingkat Inflasi Australia — FAQ

Berapa Tingkat Inflasi saat ini di Australia?

Tingkat Inflasi saat ini di Australia adalah 4 % per 1/8/2026.

Bagaimana perubahan Tingkat Inflasi di Australia belakangan ini?

Tingkat Inflasi di Australia naik dari 3,5 % (1/7/2026) menjadi 4 % (1/8/2026).

Berapa rekor tertinggi Tingkat Inflasi di Australia?

Rekor tertinggi Tingkat Inflasi di Australia adalah 23,90 %, tercatat pada 1/12/1951.

Berapa rekor terendah Tingkat Inflasi di Australia?

Rekor terendah Tingkat Inflasi di Australia adalah -1,30 %, tercatat pada 1/6/1962.

Berapa rata-rata historis Tingkat Inflasi di Australia?

Rata-rata historis Tingkat Inflasi di Australia adalah 4,83 %, dihitung dari 30/9/1949 hingga 1/8/2026.

Dari mana data Tingkat Inflasi untuk Australia berasal?

Data Tingkat Inflasi untuk Australia bersumber dari Australian Bureau of Statistics dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.