Impor Nepal

Nilai Impor terbaru untuk Nepal

Harga

202,28 miliar NPR

Perubahan +/-

+823,9 Juta. NPR

Perubahan Persentase

+0,41 %

Rata-rata

56,97 miliar NPR

Tertinggi sepanjang masa

299,68 miliar NPR

1/9/2021

Terendah sepanjang masa

-1,91 Bio. NPR

1/7/2026

Nilai saat ini dari Impor di Nepal adalah 202,28 miliar NPR. Impor di Nepal meningkat menjadi 202,28 miliar NPR pada 1/6/2026, setelah sebelumnya adalah 201,46 miliar NPR pada 1/5/2026. Dari 1/7/2001 hingga 1/7/2026, rata-rata PDB di Nepal adalah 56,97 miliar NPR. Puncak tertinggi tercapai pada 1/9/2021 dengan 299,68 miliar NPR, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/7/2026 dengan -1,91 Bio. NPR.

Sumber: Nepal Rastra Bank

Impor di Nepal naik pada 1/6/2026 dari 201,46 miliar NPR pada 1/5/2026 menjadi 202,28 miliar NPR. Impor di Nepal rata-rata 56,97 miliar NPR dari 1/7/2001 hingga 1/7/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 299,68 miliar NPR pada 1/9/2021, dan rekor terendah -1,91 Bio. NPR pada 1/7/2026.

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Tanggal
Impor
11 Jan 2025
156,74 miliar NPR
12 Jan 2025
172,83 miliar NPR
1 Jan 2026
184,46 miliar NPR
2 Jan 2026
165,76 miliar NPR
3 Jan 2026
201,25 miliar NPR
4 Jan 2026
202,14 miliar NPR
5 Jan 2026
201,46 miliar NPR
6 Jan 2026
202,28 miliar NPR
Akses data ini lewat Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
202,28 miliar NPR
201,46 miliar NPR
202,14 miliar NPR
201,25 miliar NPR
165,76 miliar NPR
184,46 miliar NPR
172,83 miliar NPR
156,74 miliar NPR
141,37 miliar NPR
162,93 miliar NPR
...

Impor

Nepal terutama mengimpor minyak, emas, besi dan baja, pakaian, produk farmasi, semen, peralatan elektronik, makanan, dan kendaraan. Mitra impor utama Nepal adalah India (mencakup 58 persen dari total impor). Negara lainnya meliputi Tiongkok, Indonesia, Argentina, Korea Selatan, Malaysia, Jepang, dan Jerman.

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Nepal — FAQ

Berapa Impor saat ini di Nepal?

Impor saat ini di Nepal adalah 202,28 miliar NPR per 1/6/2026.

Bagaimana perubahan Impor di Nepal belakangan ini?

Impor di Nepal naik dari 201,46 miliar NPR (1/5/2026) menjadi 202,28 miliar NPR (1/6/2026).

Berapa rekor tertinggi Impor di Nepal?

Rekor tertinggi Impor di Nepal adalah 299,68 miliar NPR, tercatat pada 1/9/2021.

Berapa rekor terendah Impor di Nepal?

Rekor terendah Impor di Nepal adalah -1,91 Bio. NPR, tercatat pada 1/7/2026.

Berapa rata-rata historis Impor di Nepal?

Rata-rata historis Impor di Nepal adalah 56,97 miliar NPR, dihitung dari 1/7/2001 hingga 1/7/2026.

Dari mana data Impor untuk Nepal berasal?

Data Impor untuk Nepal bersumber dari Nepal Rastra Bank dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.