Amerika Serikat Neraca Perdagangan

Harga

Harga

1,32 miliar USD

Perubahan +/-

+1,18 miliar USD

Perubahan Persentase

+857,97 %

Nilai Neraca Perdagangan saat ini di Amerika Serikat adalah 1,32 miliar USD. Neraca Perdagangan di Amerika Serikat meningkat menjadi 1,32 miliar USD pada 1/4/1982, setelah sebelumnya sebesar 138 Juta. USD pada 1/2/1982. Dari 1/1/1950 hingga 1/5/2026, rata-rata PDB di Amerika Serikat adalah -18,99 miliar USD. Rekor tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/6/1975 dengan 1,95 miliar USD, sementara nilai terendah tercatat pada 1/3/2025 dengan -132,98 miliar USD.

Sumber: Bureau of Economic Analysis (BEA)

The current value of Neraca Perdagangan in Amerika Serikat is 1,32 miliarUSD. Neraca Perdagangan in Amerika Serikat increased to 1,32 miliarUSD from 138 Juta.USD.Neraca Perdagangan in Amerika Serikat averaged -18,99 miliarUSD from 1/1/1950 until 1/5/2026.The all-time high was 1,95 miliarUSD (1/6/1975)and the record low was -132,98 miliarUSD (1/3/2025).

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Neraca Perdagangan
Date
Neraca Perdagangan
12 Jan 1975
817,00 Juta. USD
5 Jan 1976
313,00 Juta. USD
8 Jan 1980
117,00 Juta. USD
3 Jan 1981
1,02 miliar USD
7 Jan 1981
375,00 Juta. USD
12 Jan 1981
134,00 Juta. USD
2 Jan 1982
138,00 Juta. USD
4 Jan 1982
1,32 miliar USD
Access this data via the Eulerpool API

Neraca Perdagangan Riwayat

Neraca Perdagangan — Riwayat
TanggalNilai
1,32 miliar USD
138 Juta. USD
134 Juta. USD
375 Juta. USD
1,02 miliar USD
117 Juta. USD
313 Juta. USD
817 Juta. USD
1,17 miliar USD
920 Juta. USD
...

Indikator Makro Serupa dengan Neraca Perdagangan

Aliran TIC Jangka Panjang Netto

Bulanan

Saat Ini
232,7 miliar USD
Sebelumnya
104,8 miliar USD

Arus Modal

Bulanan

Saat Ini
132,2 miliar USD
Sebelumnya
76,6 miliar USD

Cadangan emas

Kuartal

Saat Ini
8.133,46 Tonnes
Sebelumnya
8.133,46 Tonnes

Ekspor

Bulanan

Saat Ini
317,68 miliar USD
Sebelumnya
328,19 miliar USD

Ekspor Minyak

Bulanan

Saat Ini
19,09 miliar USD
Sebelumnya
17,08 miliar USD

Ekspor Mobil

Bulanan

Saat Ini
88.000
Sebelumnya
131.800

Impor

Bulanan

Saat Ini
395,26 miliar USD
Sebelumnya
382,76 miliar USD

Indeks Terorisme

Tahunan

Saat Ini
4,52 Points
Sebelumnya
3,52 Points

Investasi Langsung Asing

Kuartal

Saat Ini
82,7 miliar USD
Sebelumnya
76,29 miliar USD

Kedatangan turis

Bulanan

Saat Ini
5,54 Juta.
Sebelumnya
4,66 Juta.

Ketentuan Perdagangan

Kuartal

Saat Ini
108,95 points
Sebelumnya
108,7 points

Layanan Neraca Transaksi Berjalan

Kuartal

Saat Ini
85,11 miliar USD
Sebelumnya
82,07 miliar USD

Neraca Perdagangan Barang

Bulanan

Saat Ini
-101,46 miliar USD
Sebelumnya
-105,89 miliar USD

Neraca Perdagangan Barang

Kuartal

Saat Ini
-250,86 miliar USD
Sebelumnya
-259,39 miliar USD

Pendapatan pariwisata

Bulanan

Saat Ini
20,94 miliar USD
Sebelumnya
20,51 miliar USD

Penjualan senjata

Tahunan

Saat Ini
13,98 miliar SIPRI TIV
Sebelumnya
13,65 miliar SIPRI TIV

Produksi Minyak Mentah

Bulanan

Saat Ini
13.934 BBL/D/1K
Sebelumnya
13.718 BBL/D/1K

Produksi Minyak Mentah Mingguan

frequency_weekly

Saat Ini
13,8 Juta. Barrels Per Da
Sebelumnya
13,86 Juta. Barrels Per Da

Rekening Transaksi Berjalan

Kuartal

Saat Ini
-226,83 miliar USD
Sebelumnya
-221,07 miliar USD

Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB

Tahunan

Saat Ini
-3,6 % of GDP
Sebelumnya
-4 % of GDP

Utang Luar Negeri

Kuartal

Saat Ini
30,2 Bio. USD
Sebelumnya
29,45 Bio. USD

Neraca Perdagangan

Amerika Serikat telah mengalami defisit neraca perdagangan yang konsisten sejak tahun 1976 karena tingginya impor minyak dan produk konsumen. Pada tahun 2022, defisit perdagangan terbesar tercatat dengan China, Meksiko, Vietnam, Kanada, Jerman, Jepang, dan Irlandia, sementara surplus perdagangan terbesar diperoleh dengan Belanda, Hong Kong, Brasil, Singapura, Australia, dan Inggris. Kanada merupakan mitra dagang utama, menyumbang 15 persen dari total perdagangan, diikuti oleh Meksiko (14 persen) dan China (13 persen).

Apa itu Neraca Perdagangan?

Navigasi ekonomi global tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mengulas salah satu komponen utamanya: Neraca Perdagangan. Neraca Perdagangan, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Balance of Trade (BoT), adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara melalui selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Melalui artikel ini, Eulerpool akan membahas secara detail konsep, komponen, serta implikasi neraca perdagangan pada perekonomian Indonesia sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik ini. Neraca perdagangan merupakan bagian integral dari neraca pembayaran (Balance of Payments), yang juga mencakup transaksi keuangan dan modal. Secara sederhana, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, jika nilai impor melebihi ekspor, terjadi defisit neraca perdagangan. Pada dasarnya, ekspor dan impor melibatkan pergerakan barang fisik, seperti bahan mentah dan barang jadi, serta jasa, seperti pariwisata dan layanan keuangan. Ekspor adalah proses menjual barang dan jasa ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang dan jasa dari luar negeri. Kedua aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada pendapatan nasional, tingkat pekerjaan, serta daya beli konsumen. Neraca perdagangan tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan suatu negara, tetapi juga menunjukkan kompetensi perdagangan internasional sebuah negara. Misalnya, negara yang sering kali memiliki surplus neraca perdagangan biasanya lebih kompetitif dalam memproduksi barang dan jasa yang diminati. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan berbagai sektor ekonomi yang terdiversifikasi, memiliki kiprah penting dalam peta perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, neraca perdagangan memainkan peran krusial. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan basis manufaktur yang berkembang, Indonesia memiliki kapasitas ekspor yang cukup signifikan. Produk utama ekspor Indonesia mencakup minyak sawit, batu bara, karet, tekstil, dan berbagai produk manufaktur. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan impor, baik untuk bahan baku industri maupun barang konsumsi, seperti elektronik dan bahan bakar minyak. Perubahan dalam neraca perdagangan Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, kondisi perekonomian domestik seperti pertumbuhan GDP, inflasi, dan kebijakan fiskal serta moneter dapat mempengaruhi ekspor dan impor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi fluktuasi harga komoditas internasional, tarif perdagangan, serta stabilitas politik global. Salah satu elemen penting untuk mencapai keseimbangan dalam neraca perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang efektif. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas barang, serta penetrasi pasar baru. Selain itu, upaya memperbaiki infrastruktur dan logistik juga merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung kelancaran ekspor dan impor. Perubahan dalam neraca perdagangan memiliki implikasi besar terhadap ekonomi makro. Surplus neraca perdagangan biasanya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan daya saing yang kuat dan penambahan cadangan devisa. Cadangan devisa yang besar memberi stabilitas bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kemampuan negara dalam membiayai proyek pembangunan serta membayar utang luar negeri. Sebaliknya, defisit neraca perdagangan yang berkepanjangan dapat berisiko memicu ketidakseimbangan ekonomi. Defisit ini menandakan bahwa negara lebih banyak mengeluarkan devisa untuk impor daripada yang diterima dari ekspor. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang domestik, dan tertrigger inflasi. Selain itu, kondisi neraca perdagangan memiliki implikasi langsung terhadap nilai tukar mata uang. Misalnya, ketika Indonesia mengalami surplus perdagangan, permintaan akan mata uang Rupiah meningkat karena mitra dagang perlu menukar mata uang mereka dengan Rupiah untuk membayar barang dan jasa dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya, defisit perdagangan mengakibatkan pasokan mata uang Rupiah yang lebih rendah di pasar internasional, menekan nilai tukar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan mencakup diantaranya kebijakan tarif dan non-tarif. Tarif adalah bea yang dikenakan pada barang impor, meningkatkan harga barang asing di pasar domestik. Sementara itu, kebijakan non-tarif meliputi berbagai regulasi seperti kuota, standar produk, serta penetapan sertifikasi yang dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara. Pemahaman mendalam tentang neraca perdagangan juga memungkinkan para pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dalam era globalisasi, di mana arus barang, jasa, dan modal semakin bebas, menjaga keseimbangan neraca perdagangan menjadi tujuan utama bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Eulerpool, sebagai penyedia data ekonomi makro yang terpercaya, senantiasa siap mendukung kebutuhan Anda dengan menyediakan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi, termasuk neraca perdagangan. Dengan data yang akurat dan analisis yang cermat, kami membantu Anda dalam memahami kompleksitas perekonomian dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Dalam kesimpulannya, neraca perdagangan adalah barometer ekonomi yang penting bagi setiap negara. Bagi Indonesia, menjaga keseimbangan dalam neraca perdagangan memerlukan kebijakan yang cerdas dan strategi yang efektif. Tantangan dan peluang di sektor perdagangan internasional menuntut perhatian yang mendalam dan tindakan yang terkoordinasi. Eulerpool berharap penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan memperkaya pemahaman Anda tentang neraca perdagangan sebagai salah satu pilar utama ekonomi makro.

Neraca Perdagangan Amerika Serikat — FAQ

What is the current Neraca Perdagangan in Amerika Serikat?

The current Neraca Perdagangan in Amerika Serikat is 1,32 miliarUSD as of 1/4/1982.

How has the Neraca Perdagangan in Amerika Serikat changed recently?

The Neraca Perdagangan in Amerika Serikat increased from 138 Juta.USD (1/2/1982) to 1,32 miliarUSD (1/4/1982).

What is the all-time high for Neraca Perdagangan in Amerika Serikat?

The all-time high for Neraca Perdagangan in Amerika Serikat was 1,95 miliarUSD, recorded on 1/6/1975.

What is the all-time low for Neraca Perdagangan in Amerika Serikat?

The all-time low for Neraca Perdagangan in Amerika Serikat was -132,98 miliarUSD, recorded on 1/3/2025.

What is the historical average of Neraca Perdagangan in Amerika Serikat?

The historical average of Neraca Perdagangan in Amerika Serikat is -18,99 miliarUSD, calculated over the period from 1/1/1950 to 1/5/2026.

Where does the Neraca Perdagangan data for Amerika Serikat come from?

The Neraca Perdagangan data for Amerika Serikat is sourced from Bureau of Economic Analysis (BEA) and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.