Upah Minimum Sri Lanka

Nilai Upah Minimum terbaru untuk Sri Lanka

Harga

30.000 LKR/Bulan

Perubahan +/-

+3.000 LKR/Bulan

Perubahan Persentase

+11,11 %

Rata-rata

14.727,27 LKR/Bulan

Tertinggi sepanjang masa

30.000,00 LKR/Bulan

1/1/2026

Terendah sepanjang masa

10.000,00 LKR/Bulan

1/1/2016

Nilai saat ini dari Upah Minimum di Sri Lanka adalah 30.000 LKR/Bulan. Upah Minimum di Sri Lanka meningkat menjadi 30.000 LKR/Bulan pada 1/1/2026, setelah sebelumnya 27.000 LKR/Bulan pada 1/1/2025. Dari 1/1/2016 hingga 1/1/2026, rata-rata PDB di Sri Lanka adalah 14.727,27 LKR/Bulan. Rekor tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2026 dengan 30.000,00 LKR/Bulan, sementara nilai terendah tercatat pada 1/1/2016 dengan 10.000,00 LKR/Bulan.

Sumber: Central Bank of Sri Lanka

Upah Minimum di Sri Lanka naik pada 1/1/2026 dari 27.000 LKR/Bulan pada 1/1/2025 menjadi 30.000 LKR/Bulan. Upah Minimum di Sri Lanka rata-rata 14.727,27 LKR/Bulan dari 1/1/2016 hingga 1/1/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 30.000,00 LKR/Bulan pada 1/1/2026, dan rekor terendah 10.000,00 LKR/Bulan pada 1/1/2016.

Upah Minimum

Upah Minimum

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Upah Minimum
Tanggal
Upah Minimum
1 Jan 2019
10.000,00 LKR/Month
1 Jan 2020
10.000,00 LKR/Month
1 Jan 2021
12.500,00 LKR/Month
1 Jan 2022
12.500,00 LKR/Month
1 Jan 2023
12.500,00 LKR/Month
1 Jan 2024
17.500,00 LKR/Month
1 Jan 2025
27.000,00 LKR/Month
1 Jan 2026
30.000,00 LKR/Month
Akses data ini lewat Eulerpool API

Upah Minimum Riwayat

Upah Minimum — Riwayat
TanggalNilai
30.000 LKR/Bulan
27.000 LKR/Bulan
17.500 LKR/Bulan
12.500 LKR/Bulan
12.500 LKR/Bulan
12.500 LKR/Bulan
10.000 LKR/Bulan
10.000 LKR/Bulan
10.000 LKR/Bulan
10.000 LKR/Bulan

Apa itu Upah Minimum?

Situs web Eulerpool adalah sumber terpercaya untuk data ekonomi makro, yang berfokus pada berbagai indikator ekonomi penting, termasuk gaji minimum. Di sini, kami menyediakan analisis mendalam mengenai gaji minimum di Indonesia dan pengaruhnya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Dalam deskripsi ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek dari gaji minimum, termasuk definisinya, sejarah, implikasinya bagi tenaga kerja dan perusahaan, serta dampaknya terhadap perekonomian makro Indonesia. Gaji minimum didefinisikan sebagai upah terendah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada tenaga kerjanya dalam kurun waktu tertentu, berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan pemerintah. Tujuan utama dari gaji minimum adalah untuk melindungi pekerja dari upah yang tidak adil dan memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Di Indonesia, penetapan gaji minimum diatur oleh pemerintah dan disesuaikan secara berkala sesuai dengan kondisi ekonomi nasional dan regional. Sejarah penetapan gaji minimum di Indonesia berawal dari perjuangan serikat pekerja yang menginginkan standar kehidupan layak bagi anggotanya. Pemerintah Indonesia kemudian merespons dengan menetapkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengatur upah minimum. Penetapan gaji minimum ini dilakukan setiap tahun oleh Dewan Pengupahan Nasional dan daerah, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti inflasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi. Implikasi dari penetapan gaji minimum sangat luas dan kompleks. Bagi tenaga kerja, gaji minimum memberikan jaminan pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Hal ini juga dapat meningkatkan standar hidup dan kesejahteraan secara keseluruhan. Selain itu, adanya gaji minimum dapat mengurangi ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. Namun, penetapan gaji minimum juga memiliki dampak negatif potensial. Bagi perusahaan, khususnya usaha kecil dan menengah, peningkatan gaji minimum dapat meningkatkan biaya operasional dan mengurangi keuntungan. Hal ini bisa memaksa perusahaan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja atau mengotomatisasi sebagian proses produksi untuk menekan biaya. Selain itu, gaji minimum yang terlalu tinggi di atas produktivitas tenaga kerja dapat mengurangi daya saing perusahaan di pasar global. Pada tingkat makroekonomi, dampak penetapan gaji minimum dapat berdampak ganda. Di satu sisi, peningkatan gaji minimum dapat mendorong daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi domestik, yang merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Peningkatan konsumsi domestik ini bisa mengarah pada peningkatan output dan pendapatan nasional. Di sisi lain, jika peningkatan gaji minimum tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, hal itu bisa memicu inflasi dan mempersulit stabilitas ekonomi makro. Penting untuk dicatat bahwa penetapan gaji minimum harus dilakukan dengan kebijakan yang bijaksana dan berdasarkan analisis data yang komprehensif. Kondisi ekonomi yang dinamis membutuhkan penyesuaian yang fleksibel terhadap gaji minimum agar tidak terjadi ketidakseimbangan ekonomi. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, sangat penting dalam proses penetapan gaji minimum. Dalam konteks internasional, gaji minimum berbeda-beda di setiap negara tergantung pada kondisi ekonomi, sosial, dan kebijakan pemerintah. Di beberapa negara maju, gaji minimum ditetapkan cukup tinggi untuk memastikan standar hidup yang layak. Sementara itu, di negara berkembang seperti Indonesia, penetapan gaji minimum bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Pada akhirnya, efektivitas dari penetapan gaji minimum sangat tergantung pada implementasi dan pengawasan. Pemerintah perlu memastikan bahwa perusahaan patuh terhadap ketentuan gaji minimum dan tidak melakukan pelanggaran seperti pembayaran di bawah standar atau mempekerjakan tenaga kerja tanpa perlindungan hukum. Selain itu, pemerintah juga perlu mendukung sektor usaha melalui kebijakan yang mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing global. Melalui situs web Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyajikan data dan analisis terkini mengenai gaji minimum dan berbagai indikator ekonomi makro lainnya. Kami berharap informasi ini dapat membantu pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang tepat dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Demikian deskripsi mengenai kategori "Gaji Minimum" pada situs web Eulerpool. Dengan pemahaman yang baik tentang gaji minimum, kita dapat lebih memahami dinamika ekonomi makro dan bagaimana kebijakan ini berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti perkembangan dan analisis terbaru mengenai gaji minimum di Indonesia melalui platform kami.

Upah Minimum Sri Lanka — FAQ

Berapa Upah Minimum saat ini di Sri Lanka?

Upah Minimum saat ini di Sri Lanka adalah 30.000 LKR/Bulan per 1/1/2026.

Bagaimana perubahan Upah Minimum di Sri Lanka belakangan ini?

Upah Minimum di Sri Lanka naik dari 27.000 LKR/Bulan (1/1/2025) menjadi 30.000 LKR/Bulan (1/1/2026).

Berapa rekor tertinggi Upah Minimum di Sri Lanka?

Rekor tertinggi Upah Minimum di Sri Lanka adalah 30.000,00 LKR/Bulan, tercatat pada 1/1/2026.

Berapa rekor terendah Upah Minimum di Sri Lanka?

Rekor terendah Upah Minimum di Sri Lanka adalah 10.000,00 LKR/Bulan, tercatat pada 1/1/2016.

Berapa rata-rata historis Upah Minimum di Sri Lanka?

Rata-rata historis Upah Minimum di Sri Lanka adalah 14.727,27 LKR/Bulan, dihitung dari 1/1/2016 hingga 1/1/2026.

Dari mana data Upah Minimum untuk Sri Lanka berasal?

Data Upah Minimum untuk Sri Lanka bersumber dari Central Bank of Sri Lanka dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.