Neraca Bank Sri Lanka

Nilai Neraca Bank terbaru untuk Sri Lanka

Harga

22,73 Bio. LKR

Perubahan +/-

+356,57 miliar LKR

Perubahan Persentase

+1,59 %

Rata-rata

5,52 Bio. LKR

Tertinggi sepanjang masa

22,73 Bio. LKR

1/7/2026

Terendah sepanjang masa

335,51 miliar LKR

1/12/1995

Nilai neraca bank saat ini di Sri Lanka adalah 22,73 Bio. LKR. Neraca bank di Sri Lanka meningkat menjadi 22,73 Bio. LKR pada 1/7/2026, setelah sebelumnya sebesar 22,38 Bio. LKR pada 1/6/2026. Dari 1/12/1995 hingga 1/7/2026, rata-rata PDB di Sri Lanka adalah 5,52 Bio. LKR. Rekor tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/7/2026 dengan 22,73 Bio. LKR, sementara nilai terendah tercatat pada 1/12/1995 dengan 335,51 miliar LKR.

Sumber: Central Bank of Sri Lanka

Neraca Bank di Sri Lanka naik pada 1/7/2026 dari 22,38 Bio. LKR pada 1/6/2026 menjadi 22,73 Bio. LKR. Neraca Bank di Sri Lanka rata-rata 5,52 Bio. LKR dari 1/12/1995 hingga 1/7/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 22,73 Bio. LKR pada 1/7/2026, dan rekor terendah 335,51 miliar LKR pada 1/12/1995.

Neraca Bank

Neraca Bank

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Neraca Keuangan Bank
Tanggal
Neraca Keuangan Bank
12 Jan 2025
21,41 Bio. LKR
1 Jan 2026
21,57 Bio. LKR
2 Jan 2026
22,02 Bio. LKR
3 Jan 2026
22,24 Bio. LKR
4 Jan 2026
22,31 Bio. LKR
5 Jan 2026
22,31 Bio. LKR
6 Jan 2026
22,38 Bio. LKR
7 Jan 2026
22,73 Bio. LKR
Akses data ini lewat Eulerpool API

Neraca Bank Riwayat

Neraca Bank — Riwayat
TanggalNilai
22,73 Bio. LKR
22,38 Bio. LKR
22,31 Bio. LKR
22,31 Bio. LKR
22,24 Bio. LKR
22,02 Bio. LKR
21,57 Bio. LKR
21,41 Bio. LKR
21,34 Bio. LKR
21,17 Bio. LKR
...

Apa itu Neraca Bank?

Tajuk "Neraca Perbankan" adalah bagian penting dari kategori makroekonomi yang mempengaruhi seluruh sistem keuangan dan ekonomi suatu negara. Di Eulerpool.com, kami menyediakan data yang komprehensif dan akurat mengenai saldo neraca bank. Sebagai platform profesional yang menampilkan data makroekonomi, kami memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana neraca perbankan dapat mempengaruhi berbagai indikator ekonomi dari waktu ke waktu di Indonesia. Neraca perbankan mengacu pada laporan keuangan yang mencerminkan posisi keuangan bank pada suatu waktu tertentu. Neraca ini mencerminkan aset, kewajiban, dan modal bank, serta memberikan informasi penting tentang likuiditas dan solvabilitas bank. Informasi ini sangat penting untuk analisis makroekonomi karena bank berperan penting dalam perekonomian melalui penyaluran kredit, penghimpunan dana, dan penyediaan berbagai layanan keuangan lainnya. Aset dalam neraca perbankan terdiri dari berbagai komponen seperti kas, simpanan di bank sentral, aset pinjaman, investasi dalam surat berharga, dan aset tetap. Setiap komponen aset memiliki karakteristik dan risiko masing-masing. Sebagai contoh, pinjaman adalah komponen yang signifikan namun memiliki risiko kredit yang perlu dikelola dengan baik untuk menjaga kualitas aset keseluruhan bank. Investasi dalam surat berharga juga merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi stabilitas keuangan bank jika tidak dikelola dengan hati-hati. Kewajiban bank meliputi berbagai jenis simpanan nasabah, pinjaman dari lembaga keuangan lain, dan kewajiban lain seperti obligasi yang diterbitkan oleh bank. Simpanan nasabah merupakan sumber dana terbesar bagi sebagian besar bank dan mencerminkan kepercayaan nasabah pada bank tersebut. Kewajiban juga mencakup pinjaman dari Bank Indonesia yang bisa digunakan untuk tujuan likuiditas jangka pendek. Modal adalah selisih antara aset dan kewajiban bank, yang mencerminkan kekuatan finansial bank untuk menanggung kerugian. Modal ini bisa berasal dari kapital yang disetor oleh pemegang saham, laba ditahan, serta berbagai cadangan yang disimpan untuk menutupi potensi kerugian di masa depan. Bagi regulator perbankan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat kecukupan modal adalah salah satu indikator utama yang diawasi untuk memastikan bahwa bank memiliki bantalan yang cukup untuk menghadapi guncangan finansial. Keseimbangan antara aset dan kewajiban dalam neraca perbankan sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Ketidakseimbangan, seperti masalah likuiditas atau solvabilitas, dapat menimbulkan risiko terhadap keberlangsungan operasional bank dan dapat berdampak sistemik pada perekonomian secara keseluruhan. Oleh karena itu, analisis mendalam terhadap neraca perbankan sangat diperlukan untuk mengidentifikasi potensi risiko serta merumuskan kebijakan yang efektif guna menjaga stabilitas keuangan. Di Indonesia, data neraca perbankan biasa diakses oleh berbagai pihak mulai dari regulator, analis keuangan, investor, hingga peneliti ekonomi. Bank Indonesia dan OJK menjadi dua otoritas utama yang memantau dan mengatur kinerja perbankan guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Melalui berbagai peraturan dan kebijakan, kedua lembaga ini terus berupaya memperkuat struktur keuangan bank serta mendorong praktik tata kelola yang baik. Untuk analisis yang komprehensif, di Eulerpool.com, kami menyediakan berbagai data yang bisa diakses dengan mudah. Pengguna dapat melihat tren historis dari komponen-komponen neraca bank, melakukan perbandingan antar bank, serta mengidentifikasi pola yang mungkin muncul. Informasi ini sangat berguna untuk memprediksi arah kebijakan moneter serta memahami dinamika pasar keuangan yang lebih luas. Sumber data yang kami gunakan berasal dari laporan keuangan bank, publikasi resmi dari regulator, serta data sekunder dari berbagai lembaga penelitian keuangan terkemuka. Kehandalan dan akurasi data menjadi prioritas utama kami untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan informasi yang paling up-to-date dan valid. Kami juga menyediakan alat analitik yang memungkinkan pengguna melakukan simulasi dan skenario yang lebih terperinci guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Selain itu, tren ekonomi global seperti suku bunga, inflasi, dan kebijakan fiskal juga dapat mempengaruhi neraca perbankan. Dalam konteks global, bank di Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan ekonomi internasional. Oleh karena itu, integrasi data internasional menjadi salah satu fitur unggulan kami yang memungkinkan pengguna untuk memahami bagaimana pergerakan global dapat mempengaruhi pasar lokal. Dalam rangka memperkaya wawasan pengguna, kami juga menyediakan berbagai artikel dan analisis dari pakar ekonomi yang membahas isu-isu terkini terkait neraca perbankan. Melalui konten ini, pengguna dapat memperoleh perspektif tambahan yang mungkin tidak ditemukan dalam data mentah. Kombinasi antara data komprehensif dan analisis yang tajam menjadikan Eulerpool.com sebagai sumber informasi yang terpercaya dalam bidang makroekonomi, khususnya neraca perbankan. Sebagai penutup, memahami neraca perbankan adalah kunci dalam memahami kesehatan keuangan bank dan dampaknya terhadap perekonomian. Di Eulerpool.com, kami berkomitmen untuk menyediakan informasi yang akurat dan komprehensif guna mendukung analisis dan pengambilan keputusan di berbagai sektor. Dengan menggunakan data kami, pengguna dapat lebih memahami dinamika keuangan yang kompleks dan mencapai wawasan yang lebih mendalam terkait neraca perbankan di Indonesia.

Neraca Bank Sri Lanka — FAQ

Berapa Neraca Bank saat ini di Sri Lanka?

Neraca Bank saat ini di Sri Lanka adalah 22,73 Bio. LKR per 1/7/2026.

Bagaimana perubahan Neraca Bank di Sri Lanka belakangan ini?

Neraca Bank di Sri Lanka naik dari 22,38 Bio. LKR (1/6/2026) menjadi 22,73 Bio. LKR (1/7/2026).

Berapa rekor tertinggi Neraca Bank di Sri Lanka?

Rekor tertinggi Neraca Bank di Sri Lanka adalah 22,73 Bio. LKR, tercatat pada 1/7/2026.

Berapa rekor terendah Neraca Bank di Sri Lanka?

Rekor terendah Neraca Bank di Sri Lanka adalah 335,51 miliar LKR, tercatat pada 1/12/1995.

Berapa rata-rata historis Neraca Bank di Sri Lanka?

Rata-rata historis Neraca Bank di Sri Lanka adalah 5,52 Bio. LKR, dihitung dari 1/12/1995 hingga 1/7/2026.

Dari mana data Neraca Bank untuk Sri Lanka berasal?

Data Neraca Bank untuk Sri Lanka bersumber dari Central Bank of Sri Lanka dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.