Impor Islandia

Nilai Impor terbaru untuk Islandia

Harga

133,2 miliar ISK

Perubahan +/-

-2,36 miliar ISK

Perubahan Persentase

-1,74 %

Rata-rata

24,65 miliar ISK

Tertinggi sepanjang masa

156,35 miliar ISK

1/6/2026

Terendah sepanjang masa

1,20 Juta. ISK

1/1/1960

Nilai terkini dari Impor di Islandia adalah 133,2 miliar ISK. Impor di Islandia menurun menjadi 133,2 miliar ISK pada 1/9/2026, setelah sebelumnya 135,56 miliar ISK pada 1/8/2026. Dari 1/1/1960 hingga 1/9/2026, rata-rata PDB di Islandia adalah 24,65 miliar ISK. Tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/6/2026 dengan 156,35 miliar ISK, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/1960 dengan 1,20 Juta. ISK.

Sumber: Statistics Iceland

Impor di Islandia turun pada 1/9/2026 dari 135,56 miliar ISK pada 1/8/2026 menjadi 133,2 miliar ISK. Impor di Islandia rata-rata 24,65 miliar ISK dari 1/1/1960 hingga 1/9/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 156,35 miliar ISK pada 1/6/2026, dan rekor terendah 1,20 Juta. ISK pada 1/1/1960.

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Tanggal
Impor
2 Jan 2026
87,28 miliar ISK
3 Jan 2026
130,35 miliar ISK
4 Jan 2026
139,00 miliar ISK
5 Jan 2026
127,77 miliar ISK
6 Jan 2026
156,35 miliar ISK
7 Jan 2026
125,80 miliar ISK
8 Jan 2026
135,56 miliar ISK
9 Jan 2026
133,20 miliar ISK
Akses data ini lewat Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
133,2 miliar ISK
135,56 miliar ISK
125,8 miliar ISK
156,35 miliar ISK
127,77 miliar ISK
139 miliar ISK
130,35 miliar ISK
87,28 miliar ISK
72,52 miliar ISK
114,97 miliar ISK
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor

Impor

Di Islandia, total nilai impor barang pada tahun 2021 adalah ISK 222,8 miliar, meningkat 28,9% dibandingkan tahun 2020. Peningkatan ini terutama terjadi pada peralatan transportasi dan barang modal. Kategori impor terbesar adalah perlengkapan industri (28,8%) dan barang modal (22,2%). Negara-negara perdagangan terbesar dalam impor barang pada tahun 2021 adalah Norwegia, Tiongkok, dan Jerman. Lebih dari 58% dari total nilai impor berasal dari negara-negara EEA.

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Islandia — FAQ

Berapa Impor saat ini di Islandia?

Impor saat ini di Islandia adalah 133,2 miliar ISK per 1/9/2026.

Bagaimana perubahan Impor di Islandia belakangan ini?

Impor di Islandia turun dari 135,56 miliar ISK (1/8/2026) menjadi 133,2 miliar ISK (1/9/2026).

Berapa rekor tertinggi Impor di Islandia?

Rekor tertinggi Impor di Islandia adalah 156,35 miliar ISK, tercatat pada 1/6/2026.

Berapa rekor terendah Impor di Islandia?

Rekor terendah Impor di Islandia adalah 1,20 Juta. ISK, tercatat pada 1/1/1960.

Berapa rata-rata historis Impor di Islandia?

Rata-rata historis Impor di Islandia adalah 24,65 miliar ISK, dihitung dari 1/1/1960 hingga 1/9/2026.

Dari mana data Impor untuk Islandia berasal?

Data Impor untuk Islandia bersumber dari Statistics Iceland dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.