Neraca Perdagangan Papua Nugini

Nilai Neraca Perdagangan terbaru untuk Papua Nugini

Harga

11,37 miliar PGK

Perubahan +/-

-394,5 Juta. PGK

Perubahan Persentase

-3,35 %

Rata-rata

3,12 miliar PGK

Tertinggi sepanjang masa

11,92 miliar PGK

1/6/2025

Terendah sepanjang masa

75,00 Juta. PGK

1/12/1997

Nilai Neraca Perdagangan saat ini di Papua Nugini adalah 11,37 miliar PGK. Neraca Perdagangan di Papua Nugini menurun menjadi 11,37 miliar PGK pada 1/3/2026, setelah sebelumnya berada di angka 11,76 miliar PGK pada 1/12/2025. Dari 1/6/1997 hingga 1/3/2026, rata-rata PDB di Papua Nugini adalah 3,12 miliar PGK. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/6/2025 dengan 11,92 miliar PGK, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/12/1997 dengan 75,00 Juta. PGK.

Sumber: Bank of Papua New Guinea

Neraca Perdagangan di Papua Nugini turun pada 1/3/2026 dari 11,76 miliar PGK pada 1/12/2025 menjadi 11,37 miliar PGK. Neraca Perdagangan di Papua Nugini rata-rata 3,12 miliar PGK dari 1/6/1997 hingga 1/3/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 11,92 miliar PGK pada 1/6/2025, dan rekor terendah 75,00 Juta. PGK pada 1/12/1997.

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Neraca Perdagangan
Tanggal
Neraca Perdagangan
6 Jan 2024
7,24 miliar PGK
9 Jan 2024
10,28 miliar PGK
12 Jan 2024
9,13 miliar PGK
3 Jan 2025
9,51 miliar PGK
6 Jan 2025
11,92 miliar PGK
9 Jan 2025
10,85 miliar PGK
12 Jan 2025
11,76 miliar PGK
3 Jan 2026
11,37 miliar PGK
Akses data ini lewat Eulerpool API

Neraca Perdagangan Riwayat

Neraca Perdagangan — Riwayat
TanggalNilai
11,37 miliar PGK
11,76 miliar PGK
10,85 miliar PGK
11,92 miliar PGK
9,51 miliar PGK
9,13 miliar PGK
10,28 miliar PGK
7,24 miliar PGK
7,89 miliar PGK
8,05 miliar PGK
...

Neraca Perdagangan

Sebagai eksportir utama komoditas, Papua Nugini secara konsisten mencatat surplus perdagangan. Papua Nugini terutama mengekspor emas, minyak, tembaga, kopi, kakao, minyak nabati, ikan, dan kayu. Papua Nugini terutama mengimpor bahan bakar, beras, kendaraan, mesin berat, daging, besi dan baja, serta ban. Mitra dagang utama Papua Nugini adalah Australia, Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Singapura, dan Belanda.

Apa itu Neraca Perdagangan?

Navigasi ekonomi global tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mengulas salah satu komponen utamanya: Neraca Perdagangan. Neraca Perdagangan, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Balance of Trade (BoT), adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara melalui selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Melalui artikel ini, Eulerpool akan membahas secara detail konsep, komponen, serta implikasi neraca perdagangan pada perekonomian Indonesia sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik ini. Neraca perdagangan merupakan bagian integral dari neraca pembayaran (Balance of Payments), yang juga mencakup transaksi keuangan dan modal. Secara sederhana, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, jika nilai impor melebihi ekspor, terjadi defisit neraca perdagangan. Pada dasarnya, ekspor dan impor melibatkan pergerakan barang fisik, seperti bahan mentah dan barang jadi, serta jasa, seperti pariwisata dan layanan keuangan. Ekspor adalah proses menjual barang dan jasa ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang dan jasa dari luar negeri. Kedua aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada pendapatan nasional, tingkat pekerjaan, serta daya beli konsumen. Neraca perdagangan tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan suatu negara, tetapi juga menunjukkan kompetensi perdagangan internasional sebuah negara. Misalnya, negara yang sering kali memiliki surplus neraca perdagangan biasanya lebih kompetitif dalam memproduksi barang dan jasa yang diminati. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan berbagai sektor ekonomi yang terdiversifikasi, memiliki kiprah penting dalam peta perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, neraca perdagangan memainkan peran krusial. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan basis manufaktur yang berkembang, Indonesia memiliki kapasitas ekspor yang cukup signifikan. Produk utama ekspor Indonesia mencakup minyak sawit, batu bara, karet, tekstil, dan berbagai produk manufaktur. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan impor, baik untuk bahan baku industri maupun barang konsumsi, seperti elektronik dan bahan bakar minyak. Perubahan dalam neraca perdagangan Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, kondisi perekonomian domestik seperti pertumbuhan GDP, inflasi, dan kebijakan fiskal serta moneter dapat mempengaruhi ekspor dan impor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi fluktuasi harga komoditas internasional, tarif perdagangan, serta stabilitas politik global. Salah satu elemen penting untuk mencapai keseimbangan dalam neraca perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang efektif. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas barang, serta penetrasi pasar baru. Selain itu, upaya memperbaiki infrastruktur dan logistik juga merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung kelancaran ekspor dan impor. Perubahan dalam neraca perdagangan memiliki implikasi besar terhadap ekonomi makro. Surplus neraca perdagangan biasanya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan daya saing yang kuat dan penambahan cadangan devisa. Cadangan devisa yang besar memberi stabilitas bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kemampuan negara dalam membiayai proyek pembangunan serta membayar utang luar negeri. Sebaliknya, defisit neraca perdagangan yang berkepanjangan dapat berisiko memicu ketidakseimbangan ekonomi. Defisit ini menandakan bahwa negara lebih banyak mengeluarkan devisa untuk impor daripada yang diterima dari ekspor. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang domestik, dan tertrigger inflasi. Selain itu, kondisi neraca perdagangan memiliki implikasi langsung terhadap nilai tukar mata uang. Misalnya, ketika Indonesia mengalami surplus perdagangan, permintaan akan mata uang Rupiah meningkat karena mitra dagang perlu menukar mata uang mereka dengan Rupiah untuk membayar barang dan jasa dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya, defisit perdagangan mengakibatkan pasokan mata uang Rupiah yang lebih rendah di pasar internasional, menekan nilai tukar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan mencakup diantaranya kebijakan tarif dan non-tarif. Tarif adalah bea yang dikenakan pada barang impor, meningkatkan harga barang asing di pasar domestik. Sementara itu, kebijakan non-tarif meliputi berbagai regulasi seperti kuota, standar produk, serta penetapan sertifikasi yang dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara. Pemahaman mendalam tentang neraca perdagangan juga memungkinkan para pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dalam era globalisasi, di mana arus barang, jasa, dan modal semakin bebas, menjaga keseimbangan neraca perdagangan menjadi tujuan utama bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Eulerpool, sebagai penyedia data ekonomi makro yang terpercaya, senantiasa siap mendukung kebutuhan Anda dengan menyediakan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi, termasuk neraca perdagangan. Dengan data yang akurat dan analisis yang cermat, kami membantu Anda dalam memahami kompleksitas perekonomian dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Dalam kesimpulannya, neraca perdagangan adalah barometer ekonomi yang penting bagi setiap negara. Bagi Indonesia, menjaga keseimbangan dalam neraca perdagangan memerlukan kebijakan yang cerdas dan strategi yang efektif. Tantangan dan peluang di sektor perdagangan internasional menuntut perhatian yang mendalam dan tindakan yang terkoordinasi. Eulerpool berharap penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan memperkaya pemahaman Anda tentang neraca perdagangan sebagai salah satu pilar utama ekonomi makro.

Neraca Perdagangan Papua Nugini — FAQ

Berapa Neraca Perdagangan saat ini di Papua Nugini?

Neraca Perdagangan saat ini di Papua Nugini adalah 11,37 miliar PGK per 1/3/2026.

Bagaimana perubahan Neraca Perdagangan di Papua Nugini belakangan ini?

Neraca Perdagangan di Papua Nugini turun dari 11,76 miliar PGK (1/12/2025) menjadi 11,37 miliar PGK (1/3/2026).

Berapa rekor tertinggi Neraca Perdagangan di Papua Nugini?

Rekor tertinggi Neraca Perdagangan di Papua Nugini adalah 11,92 miliar PGK, tercatat pada 1/6/2025.

Berapa rekor terendah Neraca Perdagangan di Papua Nugini?

Rekor terendah Neraca Perdagangan di Papua Nugini adalah 75,00 Juta. PGK, tercatat pada 1/12/1997.

Berapa rata-rata historis Neraca Perdagangan di Papua Nugini?

Rata-rata historis Neraca Perdagangan di Papua Nugini adalah 3,12 miliar PGK, dihitung dari 1/6/1997 hingga 1/3/2026.

Dari mana data Neraca Perdagangan untuk Papua Nugini berasal?

Data Neraca Perdagangan untuk Papua Nugini bersumber dari Bank of Papua New Guinea dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.