Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Libya

Nilai Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terbaru untuk Libya

Harga

8,5 % of GDP

Perubahan +/-

+8,1 % of GDP

Rata-rata

8,16 % of GDP

Tertinggi sepanjang masa

45,90 % of GDP

1/1/2006

Terendah sepanjang masa

-56,30 % of GDP

1/1/2014

Nilai saat ini dari Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya adalah 8,5 % of GDP. Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya meningkat menjadi 8,5 % of GDP pada 1/1/2025, setelah sebelumnya sebesar 0,4 % of GDP pada 1/1/2024. Dari 1/1/1990 hingga 1/1/2025, rata-rata PDB di Libya adalah 8,16 % of GDP. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2006 dengan 45,90 % of GDP, sementara nilai terendah tercatat pada 1/1/2014 dengan -56,30 % of GDP.

Sumber: Central Bank of Lybia

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya naik pada 1/1/2025 dari 0,4 % of GDP pada 1/1/2024 menjadi 8,5 % of GDP. Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya rata-rata 8,16 % of GDP dari 1/1/1990 hingga 1/1/2025, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 45,90 % of GDP pada 1/1/2006, dan rekor terendah -56,30 % of GDP pada 1/1/2014.

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB
Tanggal
Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB
1 Jan 2017
6,20 % of GDP
1 Jan 2018
14,60 % of GDP
1 Jan 2019
6,40 % of GDP
1 Jan 2021
13,30 % of GDP
1 Jan 2022
23,30 % of GDP
1 Jan 2023
18,50 % of GDP
1 Jan 2024
0,40 % of GDP
1 Jan 2025
8,50 % of GDP
Akses data ini lewat Eulerpool API

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Riwayat

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) — Riwayat
TanggalNilai
8,5 % of GDP
0,4 % of GDP
18,5 % of GDP
23,3 % of GDP
13,3 % of GDP
6,4 % of GDP
14,6 % of GDP
6,2 % of GDP
26,6 % of GDP
8,2 % of GDP

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

Saldo akun berjalan sebagai persentase dari PDB memberikan indikasi tentang tingkat daya saing internasional suatu negara. Biasanya, negara-negara yang mencatat surplus akun berjalan yang kuat memiliki ekonomi yang sangat bergantung pada pendapatan ekspor, dengan tingkat tabungan yang tinggi tetapi permintaan domestik yang lemah. Di sisi lain, negara-negara yang mencatat defisit akun berjalan memiliki impor yang kuat, tingkat tabungan yang rendah, dan tingkat konsumsi pribadi yang tinggi sebagai persentase dari pendapatan yang dapat dibelanjakan.

Apa itu Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)?

"Current Account to GDP" atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai "Neraca Berjalan terhadap PDB" adalah salah satu indikator ekonomi makro yang sangat penting untuk memahami kesehatan ekonomi suatu negara. Sebagai bagian dari makroekonomi, indikator ini memberikan gambaran tentang transaksi ekonomi suatu negara dengan dunia luar, dengan membandingkan neraca berjalannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Pada artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang pentingnya "Current Account to GDP," bagaimana cara menghitungnya, serta implikasi dan interpretasinya bagi ekonomi suatu negara. Sebagai situs web profesional yang menampilkan data ekonomi makro, Eulerpool berupaya memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi para penggunanya. "Current Account to GDP" merupakan perbandingan antara neraca berjalan suatu negara dengan total output ekonominya atau PDB. Neraca berjalan mencakup perdagangan barang dan jasa, pendapatan bersih dari luar negeri, dan transfer berjalan seperti bantuan internasional. Hal ini merupakan komponen kunci dalam memahami saldo pembayaran suatu negara, yang meliputi transaksi keuangan dan investasi. Ketika kita membandingkan neraca berjalan dengan PDB, kita mendapatkan perspektif yang jelas tentang seberapa besar ketergantungan ekonomi sebuah negara terhadap perdagangan dan interaksi global. Mengapa "Current Account to GDP" penting? Indikator ini membantu para ekonom, pembuat kebijakan, dan investor untuk memahami posisi keuangan eksternal suatu negara. Neraca berjalan yang positif menunjukkan bahwa suatu negara mengekspor lebih banyak daripada yang diimpornya, yang bisa diartikan sebagai sinyal kuatnya daya saing ekonomi negara tersebut. Sebaliknya, neraca berjalan yang negatif menunjukkan bahwa suatu negara mengimpor lebih banyak daripada yang diekspornya, yang mungkin mencerminkan ketergantungan yang tinggi terhadap barang dan jasa asing. Namun, memiliki neraca berjalan yang surplus atau defisit bukanlah hal yang baik atau buruk secara otomatis. Konteks memainkan peran penting dalam interpretasi data ini. Misalnya, negara yang sedang berkembang mungkin mengalami defisit neraca berjalan karena membutuhkan impor barang modal untuk menopang pertumbuhan ekonominya. Di sisi lain, negara yang memiliki surplus neraca berjalan yang konsisten mungkin mendapati mata uangnya tertekan untuk mengapresiasi, yang bisa memengaruhi daya saing ekspornya. Menghitung "Current Account to GDP" cukup sederhana: kita hanya perlu membagi nilai neraca berjalan dengan nilai PDB, dan hasilnya dinyatakan dalam persentase. Misalnya, jika sebuah negara memiliki neraca berjalan sebesar \$500 juta dan PDB sebesar \$5 miliar, maka "Current Account to GDP" adalah (500 juta / 5 miliar) * 100%, yaitu 10%. Angka ini kemudian bisa dibandingkan dari waktu ke waktu atau dengan negara lain untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang arah dan tren ekonomi. Selain dari angka mentahnya, tren dan dinamika "Current Account to GDP" juga memberikan wawasan penting. Sebagai contoh, tren penurunan persentase ini dalam beberapa tahun mungkin mengindikasikan peningkatan ketergantungan pada impor, yang bisa menjadi perhatian bagi pembuat kebijakan. Sebaliknya, tren peningkatan yang konsisten bisa mengindikasikan penguatan dalam ekspor atau perbaikan dalam ketergantungan energi. Interpretasi lebih lanjut terhadap "Current Account to GDP" juga melibatkan analisis terhadap komponen-komponen penyusun neraca berjalan itu sendiri. Misalnya, surplus atau defisit barang dan jasa, pendapatan sekunder seperti remittance, dan pendapatan primer seperti pembayaran bunga utang luar negeri. Melalui analisis ini, kita bisa memahami lebih mendalam sumber kekuatan atau kelemahan dalam posisi eksternal suatu negara. Kebijakan ekonomi juga bisa dipengaruhi oleh kondisi "Current Account to GDP." Negara dengan defisit besar mungkin perlu menjalankan kebijakan penghematan atau mencari cara untuk meningkatkan daya saing ekspornya. Sebaliknya, negara dengan surplus besar mungkin menghadapi tekanan untuk menyesuaikan nilai tukarnya untuk mengurangi ketidakseimbangan global. Oleh karena itu, data "Current Account to GDP" sering digunakan oleh lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia dalam analisis dan rekomendasi kebijakan mereka. Eulerpool sebagai sumber data ekonomi makro menyediakan informasi yang lengkap dan terbaru mengenai "Current Account to GDP" untuk berbagai negara. Dengan data yang terstandarisasi dan bisa diakses dengan mudah, para pengguna bisa menganalisis dan membuat keputusan ekonomi yang lebih informasional. Kami percaya bahwa akses terhadap data yang akurat adalah kunci untuk memahami dan merencanakan ekonomi yang lebih baik. Secara keseluruhan, "Current Account to GDP" merupakan indikator ekonomi makro yang esensial dalam menggambarkan interaksi ekonomi suatu negara dengan dunia luar. Ini memberikan wawasan penting tidak hanya tentang kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga tentang arah dan tren masa depan. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang indikator ini, baik para ekonom, pembuat kebijakan, maupun investor dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana, yang pada akhirnya akan membantu pertumbuhan dan stabilitas ekonomi global. Eulerpool, dengan komitmennya terhadap data yang akurat dan mudah diakses, menjadi mitra yang bisa diandalkan dalam pencarian wawasan ekonomi yang mendalam.

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Libya — FAQ

Berapa Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini di Libya?

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini di Libya adalah 8,5 % of GDP per 1/1/2025.

Bagaimana perubahan Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya belakangan ini?

Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya naik dari 0,4 % of GDP (1/1/2024) menjadi 8,5 % of GDP (1/1/2025).

Berapa rekor tertinggi Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya?

Rekor tertinggi Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya adalah 45,90 % of GDP, tercatat pada 1/1/2006.

Berapa rekor terendah Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya?

Rekor terendah Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya adalah -56,30 % of GDP, tercatat pada 1/1/2014.

Berapa rata-rata historis Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya?

Rata-rata historis Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Libya adalah 8,16 % of GDP, dihitung dari 1/1/1990 hingga 1/1/2025.

Dari mana data Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Libya berasal?

Data Rekening Berjalan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Libya bersumber dari Central Bank of Lybia dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.