🇱🇾

Libya Impor

Harga

Harga
94,394 miliar LYD
Perubahan +/-
+18,087 miliar LYD
Perubahan Persentase
+23,7 %

Nilai saat ini dari Impor di Libya adalah 94,394 miliar LYD. Impor di Libya meningkat menjadi 94,394 miliar LYD pada 1/1/2022, setelah sebelumnya adalah 76,307 miliar LYD pada 1/1/2021. Dari 1/1/1990 hingga 1/1/2024, rata-rata PDB di Libya adalah 10,83 miliar LYD. Puncak tertinggi tercapai pada 1/1/2022 dengan 94,39 miliar LYD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/2024 dengan -112,02 miliar LYD.

Sumber: Central Bank of Lybia

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_upmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Date
Impor
1 Jan 1990
2,15 miliar LYD
1 Jan 1991
2,26 miliar LYD
1 Jan 1992
2,14 miliar LYD
1 Jan 1993
2,58 miliar LYD
1 Jan 1994
2,35 miliar LYD
1 Jan 1995
2,15 miliar LYD
1 Jan 1996
2,56 miliar LYD
1 Jan 1997
2,74 miliar LYD
1 Jan 1998
2,27 miliar LYD
1 Jan 1999
2,2 miliar LYD
1 Jan 2000
2,11 miliar LYD
1 Jan 2001
2,9 miliar LYD
1 Jan 2002
9,49 miliar LYD
1 Jan 2003
9,39 miliar LYD
1 Jan 2004
13,11 miliar LYD
Access this data via the Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
94,394 miliar LYD
76,307 miliar LYD
12,041 miliar LYD
24,791 miliar LYD
18,236 miliar LYD
14,673 miliar LYD
12,047 miliar LYD
22,685 miliar LYD
38,632 miliar LYD
43,243 miliar LYD

Impor

Impor utama Libya adalah: peralatan modal, bahan makanan, dan barang konsumsi. Mitra impor utama Libya adalah: Tunisia, Turki, Cina, Italia, dan Jerman.

Halaman makro untuk negara lain di Afrika

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Libya — FAQ

What is the current Impor in Libya?

The current Impor in Libya is 94,394 miliarLYD as of 1/1/2022.

How has the Impor in Libya changed recently?

The Impor in Libya increased from 76,307 miliarLYD (1/1/2021) to 94,394 miliarLYD (1/1/2022).

What is the all-time high for Impor in Libya?

The all-time high for Impor in Libya was 94,39 miliarLYD, recorded on 1/1/2022.

What is the all-time low for Impor in Libya?

The all-time low for Impor in Libya was -112,02 miliarLYD, recorded on 1/1/2024.

What is the historical average of Impor in Libya?

The historical average of Impor in Libya is 10,83 miliarLYD, calculated over the period from 1/1/1990 to 1/1/2024.

Where does the Impor data for Libya come from?

The Impor data for Libya is sourced from Central Bank of Lybia and published on Eulerpool.