Libya Rekening Giro
Harga
Nilai saat ini Rekening Giro di Libya adalah 853,4 Juta. LYD. Rekening Giro di Libya turun menjadi 853,4 Juta. LYD pada 1/1/2025, setelah sebelumnya berada di 8,95 miliar LYD pada 1/1/2024. Dari 1/1/1992 hingga 1/1/2025, rata-rata PDB di Libya adalah 10,01 miliar LYD. Rekor tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2023 dengan 62,03 miliar LYD, sementara nilai terendah tercatat pada 1/1/2014 dengan -24,17 miliar LYD.
macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low
Rekening Giro
Rekening Giro
3 tahun
5 tahun
10 tahun
25 Tahun
Maks
Rekening Giro Riwayat
| Tanggal | Nilai |
|---|---|
| 853,4 Juta. LYD | |
| 8,95 miliar LYD | |
| 62,029 miliar LYD | |
| 44,101 miliar LYD | |
| 21,801 miliar LYD | |
| 6,737 miliar LYD | |
| 16,427 miliar LYD | |
| 6,153 miliar LYD | |
| 12,3 Juta. LYD | |
| 30,034 miliar LYD |
Indikator Makro Serupa dengan Rekening Giro
Arus Modal
Tahunan
Cadangan emas
Kuartal
Ekspor
Tahunan
Impor
Tahunan
Indeks Terorisme
Tahunan
Investasi Langsung Asing
Tahunan
Neraca Perdagangan
Tahunan
Produksi Minyak Mentah
Bulanan
Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB
Tahunan
Rekening Giro
Rekening Berjalan adalah jumlah dari neraca perdagangan (ekspor dikurangi impor barang dan jasa), pendapatan faktor bersih (seperti bunga dan dividen) dan pembayaran transfer bersih (seperti bantuan luar negeri).
Apa itu Rekening Giro?
Akun Berjalan: Pemahaman dan Pentingnya dalam Makroekonomi oleh Eulerpool Akun Berjalan, atau Current Account, adalah salah satu komponen penting dalam analisis makroekonomi yang mewakili neraca pembayaran suatu negara. Di Eulerpool, kami memahami betapa krusialnya pemahaman yang mendalam tentang Akun Berjalan bagi para ekonom, analis, dan pemangku kepentingan lainnya yang tertarik pada kinerja ekonomi suatu negara. Artikel ini akan memberikan deskripsi yang komprehensif tentang konsep Akun Berjalan dan perannya dalam ekonomi. Dalam konteks makroekonomi, Akun Berjalan mencakup tiga komponen utama: neraca barang dan jasa, neraca pendapatan primer, dan neraca pendapatan sekunder. Neraca barang dan jasa mengukur ekspor dan impor barang serta jasa. Ketika suatu negara mengekspor lebih banyak daripada yang diimpornya, terjadi surplus dalam neraca barang dan jasa. Sebaliknya, ketika impor lebih besar dari ekspor, terjadi defisit. Neraca ini merupakan indikator penting dari daya saing internasional suatu negara. Komponen kedua dalam Akun Berjalan adalah neraca pendapatan primer, yang mencakup pendapatan dari investasi luar negeri dan pembayaran bunga atas pinjaman internasional. Misalnya, jika warga negara atau perusahaan dari negara tersebut memiliki aset asing yang menghasilkan pendapatan (seperti saham atau obligasi), pendapatan tersebut akan masuk ke dalam neraca pendapatan primer sebagai kredit. Sebaliknya, pembayaran bunga kepada investor asing dihitung sebagai debit. Selanjutnya, neraca pendapatan sekunder meliputi transfer unilateral, seperti hadiah atau remitansi dari pekerja migran yang mengirim uang kembali ke negara asal mereka. Transfer ini, meskipun mungkin kecil dalam skala nasional, memiliki dampak signifikan pada ekonomi lokal dan rumah tangga penerima. Penilaian Akun Berjalan sangat penting untuk mengukur kesehatan ekonomi suatu negara. Suatu negara dengan surplus Akun Berjalan memiliki peluang lebih besar untuk menabung atau menginvestasikan kembali surplus tersebut ke dalam perekonomiannya. Di sisi lain, defisit Akun Berjalan yang besar dapat mengindikasikan ketergantungan yang tinggi pada pinjaman luar negeri atau ekspor yang rendah. Keseimbangan atau ketidakseimbangan dalam Akun Berjalan dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang, tingkat suku bunga, dan kebijakan ekonomi lainnya. Nilai tukar mata uang juga erat kaitannya dengan Akun Berjalan. Ketika sebuah negara mengalami surplus yang besar, permintaan untuk mata uangnya cenderung meningkat, yang dapat menyebabkan apresiasi mata uang tersebut. Sebaliknya, defisit Akun Berjalan dapat menyebabkan depresiasi mata uang, karena permintaan akan menurun seiring dengan arus keluar mata uang dari negara tersebut. Selain itu, Akun Berjalan memiliki dampak langsung terhadap cadangan devisa negara. Negara dengan surplus Akun Berjalan sering kali memiliki peningkatan cadangan devisa, yang memberikan stabilitas lebih besar dalam menghadapi guncangan ekonomi global. Sebaliknya, negara dengan defisit yang berkelanjutan mungkin harus menggunakan cadangan devisanya untuk menutupi pembayaran internasional, yang dapat melemahkan posisi finansial mereka dalam jangka panjang. Dalam analisis ekonomi dan kebijakan fiskal, Akun Berjalan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan pembuat kebijakan. Pengelolaan yang bijaksana dari neraca pembayaran nasional dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi dan memfasilitasi pertumbuhan yang berkelanjutan. Kebijakan yang mendorong ekspor atau mengurangi ketergantungan pada impor bisa menjadi strategi untuk mengatasi defisit Akun Berjalan. Pemerintah juga bisa mengimplementasikan kebijakan moneter dan fiskal yang mendukung stabilitas ekonomi dan memastikan bahwa pendapatan primer dan sekunder dapat dimaksimalkan. Di Eulerpool, kami menyediakan data yang akurat dan real-time mengenai Akun Berjalan berbagai negara, yang merupakan alat penting bagi pengambil keputusan dan analis ekonomi. Data ini tidak hanya membantu memahami posisi ekonomi saat ini, tetapi juga meramalkan tren masa depan yang dapat mempengaruhi kebijakan ekonomi dan investasi. Sebagai kesimpulan, Akun Berjalan adalah indikator kunci dalam makroekonomi yang memberikan gambaran menyeluruh tentang aliran internasional barang, jasa, pendapatan, dan transfer unilateral. Memahami dan memantau Akun Berjalan sangat penting bagi analisis ekonomi dan perencanaan kebijakan makro yang efektif. Di Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data dan analisis yang mendalam untuk membantu para profesional ekonomi, investor, dan pembuat kebijakan dalam membuat keputusan yang terinformasi. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang Akun Berjalan, kita dapat menilai kesehatan ekonomi suatu negara, merumuskan kebijakan yang tepat, dan menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil dan sejahtera. Oleh karena itu, kami mengundang Anda untuk terus memperbaharui pengetahuan dan data melalui platform kami, Eulerpool, sebagai mitra Anda dalam analisis ekonomi yang andal dan komprehensif.
Rekening Giro Libya — FAQ
What is the current Rekening Giro in Libya?
The current Rekening Giro in Libya is 853,4 Juta.LYD as of 1/1/2025.
How has the Rekening Giro in Libya changed recently?
The Rekening Giro in Libya decreased from 8,95 miliarLYD (1/1/2024) to 853,4 Juta.LYD (1/1/2025).
What is the all-time high for Rekening Giro in Libya?
The all-time high for Rekening Giro in Libya was 62,03 miliarLYD, recorded on 1/1/2023.
What is the all-time low for Rekening Giro in Libya?
The all-time low for Rekening Giro in Libya was -24,17 miliarLYD, recorded on 1/1/2014.
What is the historical average of Rekening Giro in Libya?
The historical average of Rekening Giro in Libya is 10,01 miliarLYD, calculated over the period from 1/1/1992 to 1/1/2025.
Where does the Rekening Giro data for Libya come from?
The Rekening Giro data for Libya is sourced from Central Bank of Lybia and published on Eulerpool.