Produksi Pertambangan Kongo - Brazzaville

Nilai Produksi Pertambangan terbaru untuk Kongo - Brazzaville

Harga

6 %

Perubahan +/-

-12,8 %

Rata-rata

23,34 %

Tertinggi sepanjang masa

300,40 %

1/7/2025

Terendah sepanjang masa

-39,70 %

1/2/2023

Nilai saat ini dari Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville adalah 6 %. Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville menurun menjadi 6 % pada 1/3/2026, setelah sebelumnya 18,8 % pada 1/2/2026. Dari 1/1/2013 hingga 1/3/2026, rata-rata PDB di Kongo - Brazzaville adalah 23,34 %. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/7/2025 dengan 300,40 %, sementara nilai terendah tercatat pada 1/2/2023 dengan -39,70 %.

Sumber: Banque Centrale du Congo

Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville turun pada 1/3/2026 dari 18,8 % pada 1/2/2026 menjadi 6 %. Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville rata-rata 23,34 % dari 1/1/2013 hingga 1/3/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 300,40 % pada 1/7/2025, dan rekor terendah -39,70 % pada 1/2/2023.

Produksi Pertambangan

Produksi Pertambangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Produksi Pertambangan
Tanggal
Produksi Pertambangan
8 Jan 2025
280,00 %
9 Jan 2025
110,40 %
10 Jan 2025
37,50 %
11 Jan 2025
52,20 %
12 Jan 2025
48,50 %
1 Jan 2026
54,30 %
2 Jan 2026
18,80 %
3 Jan 2026
6,00 %

Akses data ini lewat Eulerpool API

100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu

Produksi Pertambangan Riwayat

Produksi Pertambangan — Riwayat
TanggalNilai
6 %
18,8 %
54,3 %
48,5 %
52,2 %
37,5 %
110,4 %
280 %
300,4 %
173,4 %
...

Apa itu Produksi Pertambangan?

Mining Production adalah salah satu kategori penting dalam analisis ekonomi makro yang dihadirkan oleh Eulerpool, sebuah situs profesional yang menampilkan data ekonomi makro. Kategori ini berfokus pada produksi tambang yang mencakup berbagai jenis mineral dan sumber daya alam lainnya yang diekstraksi dari bumi. Di Indonesia, sektor pertambangan memiliki peranan krusial dalam perekonomian nasional karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), ekspor, dan kesempatan kerja. Produksi tambang melibatkan serangkaian proses kompleks yang dimulai dari eksplorasi, ekstraksi, pengolahan, hingga distribusi komoditas. Eksplorasi merupakan tahap awal di mana perusahaan tambang mencari lokasi yang memiliki kandungan mineral berharga. Ini melibatkan studi geologi dan geofisika yang mendalam untuk menentukan potensi suatu area. Setelah suatu cadangan mineral ditemukan dan dipastikan ekonomis untuk diekstraksi, tahap berikutnya adalah perizinan dan pengembangan tambang. Ekstraksi adalah proses pengambilan mineral dari bumi melalui metode tambang terbuka (open-pit mining) atau tambang bawah tanah (underground mining). Pilihan metode yang digunakan bergantung pada letak dan kedalaman cadangan mineral serta aspek-aspek lingkungan. Tambang terbuka sering digunakan untuk mineral yang berada dekat dengan permukaan, sementara tambang bawah tanah digunakan untuk cadangan yang berada lebih dalam. Setelah mineral diekstraksi, tahapan berikutnya adalah pengolahan untuk memisahkan mineral berharga dari material yang tidak diinginkan. Proses pengolahan ini dapat berupa penghancuran, penggilingan, flotasi, leaching, atau kombinasinya, tergantung pada jenis mineral yang ditambang. Hasil dari pengolahan ini kemudian dikirim ke berbagai industri untuk diolah lebih lanjut atau dijual sebagai komoditas utama. Data produksi tambang sangat penting dalam analisis ekonomi makro karena mencerminkan tingkat aktivitas industri pertambangan serta potensi perubahan dalam pasokan dan harga komoditas. Di Eulerpool, kita menyajikan data terkini dan historis tentang produksi berbagai jenis mineral seperti emas, perak, tembaga, nikel, batu bara, dan lain-lain. Data ini memungkinkan para analis, investor, dan pengambil kebijakan untuk memahami tren produksi, memprediksi perubahan harga, serta mengidentifikasi potensi risiko dan peluang. Indonesia adalah salah satu produsen tambang utama di dunia dengan cadangan mineral yang melimpah. Batu bara adalah salah satu komoditas pertambangan terbesar di Indonesia dan memainkan peran penting dalam pasokan energi domestik dan ekspor. Selain itu, Indonesia juga terkenal sebagai produsen nikel terbesar di dunia yang merupakan bahan penting dalam pembuatan baterai untuk kendaraan listrik. Eksploitasi sumber daya tambang di Indonesia tunduk pada regulasi yang ketat yang ditetapkan oleh pemerintah untuk memastikan bahwa semua kegiatan pertambangan dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan. Pemerintah juga mendorong peningkatan nilai tambah melalui pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri sebelum diekspor, sebuah kebijakan yang dikenal sebagai hilirisasi. Selain dampak ekonominya, sektor pertambangan juga memiliki implikasi sosial dan lingkungan yang signifikan. Kegiatan pertambangan dapat menyebabkan degradasi lingkungan seperti kerusakan tanah, pencemaran air, dan hilangnya habitat. Oleh karena itu, penerapan praktik pertambangan berkelanjutan dan teknologi ramah lingkungan sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif tersebut. Perusahaan tambang sering kali juga berkewajiban untuk melakukan rehabilitasi lahan pasca-tambang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat lokal. Di platform Eulerpool, pengguna dapat mengakses berbagai data produksi tambang dari berbagai negara dan periode waktu. Informasi ini disajikan dalam format yang mudah diakses dan dianalisis, sehingga mempermudah pengambilan keputusan yang berbasis data. Data yang disajikan mencakup volume produksi, tren pertumbuhan, serta perbandingan antar negara atau wilayah tertentu. Sebagai contoh, data produksi emas dunia dapat digunakan untuk memahami dinamika pasokan global dan bagaimana perubahan dalam produksi di negara-negara besar seperti China, Australia, dan Rusia dapat mempengaruhi harga emas internasional. Demikian pula, data produksi nikel dari Indonesia dapat memberikan gambaran tentang kapasitas ekspor dan dampaknya terhadap industri kendaraan listrik global. Melalui analisis data produksi tambang yang komprehensif, Eulerpool membantu pengguna untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang sektor pertambangan dan kontribusinya terhadap perekonomian global. Ini sangat berguna bagi berbagai pemangku kepentingan termasuk investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio, pemerintah yang merancang kebijakan ekonomi, dan perusahaan yang terlibat dalam rantai pasokan industri pertambangan. Pada akhirnya, memahami produksi tambang dan implikasinya dalam ekonomi makro sangat esensial bagi pengembangan strategi bisnis dan kebijakan publik yang efektif. Eulerpool berkomitmen untuk menyediakan data terkini dan akurat yang menjadi dasar bagi analisis yang informatif dan pengambilan keputusan yang tepat. Dengan demikian, kita berharap dapat berkontribusi dalam peningkatan literasi ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik di tingkat global.

Produksi Pertambangan Kongo - Brazzaville — FAQ

Berapa Produksi Pertambangan saat ini di Kongo - Brazzaville?

Produksi Pertambangan saat ini di Kongo - Brazzaville adalah 6 % per 1/3/2026.

Bagaimana perubahan Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville belakangan ini?

Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville turun dari 18,8 % (1/2/2026) menjadi 6 % (1/3/2026).

Berapa rekor tertinggi Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville?

Rekor tertinggi Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville adalah 300,40 %, tercatat pada 1/7/2025.

Berapa rekor terendah Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville?

Rekor terendah Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville adalah -39,70 %, tercatat pada 1/2/2023.

Berapa rata-rata historis Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville?

Rata-rata historis Produksi Pertambangan di Kongo - Brazzaville adalah 23,34 %, dihitung dari 1/1/2013 hingga 1/3/2026.

Dari mana data Produksi Pertambangan untuk Kongo - Brazzaville berasal?

Data Produksi Pertambangan untuk Kongo - Brazzaville bersumber dari Banque Centrale du Congo dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.