Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian Kongo - Brazzaville

Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian terbaru untuk Kongo - Brazzaville

Harga

2,15 miliar CDF

Perubahan +/-

+56 Juta. CDF

Perubahan Persentase

+2,67 %

Rata-rata

1,80 miliar CDF

Tertinggi sepanjang masa

2,15 miliar CDF

1/1/2024

Terendah sepanjang masa

1,45 miliar CDF

1/1/2011

Nilai saat ini dari Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville adalah 2,15 miliar CDF. Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville meningkat menjadi 2,15 miliar CDF pada 1/1/2024, setelah sebelumnya sebesar 2,09 miliar CDF pada 1/1/2023. Dari 1/1/2011 hingga 1/1/2024, rata-rata Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville adalah 1,80 miliar CDF. Nilai tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/1/2024 dengan 2,15 miliar CDF, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/2011 dengan 1,45 miliar CDF.

Sumber: Banque Centrale du Congo

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville naik pada 1/1/2024 dari 2,09 miliar CDF pada 1/1/2023 menjadi 2,15 miliar CDF. Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville rata-rata 1,80 miliar CDF dari 1/1/2011 hingga 1/1/2024, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 2,15 miliar CDF pada 1/1/2024, dan rekor terendah 1,45 miliar CDF pada 1/1/2011.

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

PDB dari Pertanian
Tanggal
PDB dari Pertanian
1 Jan 2017
1,78 miliar CDF
1 Jan 2018
1,81 miliar CDF
1 Jan 2019
1,87 miliar CDF
1 Jan 2020
1,93 miliar CDF
1 Jan 2021
1,98 miliar CDF
1 Jan 2022
2,03 miliar CDF
1 Jan 2023
2,09 miliar CDF
1 Jan 2024
2,15 miliar CDF

Akses data ini lewat Eulerpool API

100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian Riwayat

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian — Riwayat
TanggalNilai
2,15 miliar CDF
2,09 miliar CDF
2,03 miliar CDF
1,98 miliar CDF
1,93 miliar CDF
1,87 miliar CDF
1,81 miliar CDF
1,78 miliar CDF
1,75 miliar CDF
1,7 miliar CDF

Indikator Makro Serupa dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian

Apa itu Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian?

Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor pertanian merupakan indikator ekonomi yang sangat penting yang digunakan untuk mengukur kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian suatu negara. Di Indonesia, pentingnya sektor pertanian tidak dapat dipandang sebelah mata, mengingat negara ini dianugerahi dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan lahan pertanian yang luas. Melalui artikel ini, mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai PDB dari sektor pertanian di Indonesia dan bagaimana hal ini mempengaruhi berbagai aspek ekonomi nasional. PDB dari sektor pertanian mencakup total nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh kegiatan produksi di subsektor pertanian. Sub-sektor ini mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Nilai tambah bruto dihasilkan dari selisih antara output bruto dan input antara seperti bahan baku dan biaya produksi. Secara historis, sektor pertanian telah memainkan peran yang sangat vital dalam mendukung perekonomian Indonesia. Pada era awal kemerdekaan hingga tahun 1980-an, sektor ini mendominasi struktur ekonomi Indonesia, menyumbang lebih dari 30 persen terhadap PDB nasional. Kondisi ini tidak terlepas dari karakteristik demografi Indonesia, yang mana sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah pedesaan dan mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama. Namun, seiring dengan perkembangan ekonomi dan adanya industrialisasi serta urbanisasi, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional mengalami penurunan secara bertahap. Meski demikian, sektor ini tetap menjadi tulang punggung bagi ketahanan pangan, penyediaan bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wilayah pedesaan. Kontribusi PDB dari sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal mencakup perubahan iklim, bencana alam, harga komoditas internasional, serta kebijakan perdagangan global. Sementara itu, faktor internal meliputi luas lahan pertanian, sistem irigasi, penggunaan teknologi pertanian, ketersediaan modal dan kredit pertanian, serta kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian. Indonesia, dengan iklim tropisnya, memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan berbagai jenis produk pertanian seperti padi, jagung, karet, kelapa sawit, kopi, dan kakao. Diversifikasi produksi pertanian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, sekaligus menjadi komoditas andalan dalam perdagangan internasional. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian di Indonesia tidaklah sedikit. Tantangan ini termasuk ketergantungan pada sektor pertanian subsisten, rendahnya akses terhadap teknologi modern, masalah irigasi, degradasi lahan, serta ketidakpastian harga komoditas. Semua tantangan ini dapat berpengaruh terhadap fluktuasi PDB dari sektor pertanian dari waktu ke waktu. Pemerintah Indonesia menyadari betul pentingnya sektor pertanian bagi perekonomian nasional. Kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor ini antara lain melalui subsidi pupuk, perbaikan infrastruktur pertanian, program kredit usaha tani, hingga upaya dalam mengembangkan sektor agroindustri. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi, sektor pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan stabil terhadap PDB nasional. Salah satu pendekatan yang diambil adalah dengan menerapkan teknologi pertanian modern melalui mekanisasi serta pengembangan penelitian dan inovasi untuk mengoptimalkan hasil produksi. Penggunaan teknologi ini, seperti drone untuk pemetaan lahan dan irigasi pintar, memiliki potensi untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian. Selain itu, pasar domestik dan internasional bagi produk pertanian Indonesia juga memainkan peran yang krusial. Ekspor produk pertanian seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi terus meningkat, memberikan devisa yang signifikan bagi negara. Namun, persaingan di pasar global memerlukan produk yang berkualitas tinggi dan berdaya saing kuat. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan pengolahan pasca-panen dan sertifikasi produk menjadi aspek penting untuk diperhatikan. Dalam konteks ketahanan pangan, sektor pertanian memiliki mandat untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini mencakup produksi pangan pokok seperti padi, jagung, dan kedelai, yang menjadi dasar konsumsi masyarakat. Ketahanan pangan yang kuat diharapkan dapat membantu menstabilkan harga pangan dan menjaga inflasi tetap rendah. Sebagai penutup, PDB dari sektor pertanian merupakan cerminan dari bagaimana sektor ini berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Dengan berbagai upaya dan kebijakan yang diterapkan, diharapkan kontribusi ini dapat terus meningkat, mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Eulerpool sebagai website profesional dalam penyajian data makroekonomi, berkomitmen untuk terus menyediakan informasi yang akurat dan terkini mengenai PDB dari sektor pertanian, sehingga dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat luas. Eulerpool, dengan tim ahli dan teknologi canggih, memastikan bahwa data yang disajikan selalu relevan dan dapat diandalkan. Kami menyadari bahwa dalam era digital saat ini, informasi dan data yang akurat sangat penting untuk pengambilan keputusan yang tepat. Itulah mengapa kami berusaha untuk menjadi sumber informasi makroekonomi terpercaya, termasuk data PDB dari sektor pertanian di Indonesia. Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti update terkini dari Eulerpool guna mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang perekonomian Indonesia dan sektor-sektor penting lainnya.

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian Kongo - Brazzaville — FAQ

Berapa Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian saat ini di Kongo - Brazzaville?

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian saat ini di Kongo - Brazzaville adalah 2,15 miliar CDF per 1/1/2024.

Bagaimana perubahan Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville belakangan ini?

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville naik dari 2,09 miliar CDF (1/1/2023) menjadi 2,15 miliar CDF (1/1/2024).

Berapa rekor tertinggi Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville?

Rekor tertinggi Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville adalah 2,15 miliar CDF, tercatat pada 1/1/2024.

Berapa rekor terendah Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville?

Rekor terendah Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville adalah 1,45 miliar CDF, tercatat pada 1/1/2011.

Berapa rata-rata historis Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville?

Rata-rata historis Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian di Kongo - Brazzaville adalah 1,80 miliar CDF, dihitung dari 1/1/2011 hingga 1/1/2024.

Dari mana data Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian untuk Kongo - Brazzaville berasal?

Data Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertanian untuk Kongo - Brazzaville bersumber dari Banque Centrale du Congo dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.