Neraca Perdagangan Brunei

Nilai Neraca Perdagangan terbaru untuk Brunei

Harga

454,1 Juta. BND

Perubahan +/-

-168,5 Juta. BND

Perubahan Persentase

-27,06 %

Rata-rata

658,94 Juta. BND

Tertinggi sepanjang masa

2,97 miliar BND

1/9/2008

Terendah sepanjang masa

-394,20 Juta. BND

1/10/2020

Nilai Neraca Perdagangan saat ini di Brunei adalah 454,1 Juta. BND. Neraca Perdagangan di Brunei menurun menjadi 454,1 Juta. BND pada 1/7/2026, setelah sebelumnya berada di angka 622,6 Juta. BND pada 1/6/2026. Dari 1/3/2005 hingga 1/7/2026, rata-rata PDB di Brunei adalah 658,94 Juta. BND. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/9/2008 dengan 2,97 miliar BND, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/10/2020 dengan -394,20 Juta. BND.

Sumber: Department of Economic Planning and Development, Brunei

Neraca Perdagangan di Brunei turun pada 1/7/2026 dari 622,6 Juta. BND pada 1/6/2026 menjadi 454,1 Juta. BND. Neraca Perdagangan di Brunei rata-rata 658,94 Juta. BND dari 1/3/2005 hingga 1/7/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 2,97 miliar BND pada 1/9/2008, dan rekor terendah -394,20 Juta. BND pada 1/10/2020.

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Neraca Perdagangan
Tanggal
Neraca Perdagangan
12 Jan 2025
136,90 Juta. BND
1 Jan 2026
467,90 Juta. BND
2 Jan 2026
507,90 Juta. BND
3 Jan 2026
597,00 Juta. BND
4 Jan 2026
1,12 miliar BND
5 Jan 2026
457,20 Juta. BND
6 Jan 2026
622,60 Juta. BND
7 Jan 2026
454,10 Juta. BND
Akses data ini lewat Eulerpool API

Neraca Perdagangan Riwayat

Neraca Perdagangan — Riwayat
TanggalNilai
454,1 Juta. BND
622,6 Juta. BND
457,2 Juta. BND
1,12 miliar BND
597 Juta. BND
507,9 Juta. BND
467,9 Juta. BND
136,9 Juta. BND
390 Juta. BND
547,3 Juta. BND
...

Neraca Perdagangan

Sebagai produsen minyak, Brunei mampu menjalankan surplus perdagangan yang konsisten meskipun harus mengimpor sebagian besar barang yang dikonsumsinya. Minyak dan gas alam menyumbang hampir 90 persen dari ekspor Brunei. Ekspor lainnya termasuk mesin dan perlengkapan transportasi serta bahan kimia. Brunei terutama mengimpor mesin dan perlengkapan transportasi, barang-barang manufaktur, makanan, bahan bakar dan pelumas, produk kimia, dan berbagai artikel manufaktur lainnya. Mitra dagang utama Brunei adalah Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, India, China, Australia, Amerika Serikat, dan Thailand.

Apa itu Neraca Perdagangan?

Navigasi ekonomi global tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mengulas salah satu komponen utamanya: Neraca Perdagangan. Neraca Perdagangan, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Balance of Trade (BoT), adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara melalui selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Melalui artikel ini, Eulerpool akan membahas secara detail konsep, komponen, serta implikasi neraca perdagangan pada perekonomian Indonesia sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik ini. Neraca perdagangan merupakan bagian integral dari neraca pembayaran (Balance of Payments), yang juga mencakup transaksi keuangan dan modal. Secara sederhana, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, jika nilai impor melebihi ekspor, terjadi defisit neraca perdagangan. Pada dasarnya, ekspor dan impor melibatkan pergerakan barang fisik, seperti bahan mentah dan barang jadi, serta jasa, seperti pariwisata dan layanan keuangan. Ekspor adalah proses menjual barang dan jasa ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang dan jasa dari luar negeri. Kedua aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada pendapatan nasional, tingkat pekerjaan, serta daya beli konsumen. Neraca perdagangan tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan suatu negara, tetapi juga menunjukkan kompetensi perdagangan internasional sebuah negara. Misalnya, negara yang sering kali memiliki surplus neraca perdagangan biasanya lebih kompetitif dalam memproduksi barang dan jasa yang diminati. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan berbagai sektor ekonomi yang terdiversifikasi, memiliki kiprah penting dalam peta perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, neraca perdagangan memainkan peran krusial. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan basis manufaktur yang berkembang, Indonesia memiliki kapasitas ekspor yang cukup signifikan. Produk utama ekspor Indonesia mencakup minyak sawit, batu bara, karet, tekstil, dan berbagai produk manufaktur. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan impor, baik untuk bahan baku industri maupun barang konsumsi, seperti elektronik dan bahan bakar minyak. Perubahan dalam neraca perdagangan Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, kondisi perekonomian domestik seperti pertumbuhan GDP, inflasi, dan kebijakan fiskal serta moneter dapat mempengaruhi ekspor dan impor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi fluktuasi harga komoditas internasional, tarif perdagangan, serta stabilitas politik global. Salah satu elemen penting untuk mencapai keseimbangan dalam neraca perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang efektif. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas barang, serta penetrasi pasar baru. Selain itu, upaya memperbaiki infrastruktur dan logistik juga merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung kelancaran ekspor dan impor. Perubahan dalam neraca perdagangan memiliki implikasi besar terhadap ekonomi makro. Surplus neraca perdagangan biasanya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan daya saing yang kuat dan penambahan cadangan devisa. Cadangan devisa yang besar memberi stabilitas bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kemampuan negara dalam membiayai proyek pembangunan serta membayar utang luar negeri. Sebaliknya, defisit neraca perdagangan yang berkepanjangan dapat berisiko memicu ketidakseimbangan ekonomi. Defisit ini menandakan bahwa negara lebih banyak mengeluarkan devisa untuk impor daripada yang diterima dari ekspor. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang domestik, dan tertrigger inflasi. Selain itu, kondisi neraca perdagangan memiliki implikasi langsung terhadap nilai tukar mata uang. Misalnya, ketika Indonesia mengalami surplus perdagangan, permintaan akan mata uang Rupiah meningkat karena mitra dagang perlu menukar mata uang mereka dengan Rupiah untuk membayar barang dan jasa dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya, defisit perdagangan mengakibatkan pasokan mata uang Rupiah yang lebih rendah di pasar internasional, menekan nilai tukar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan mencakup diantaranya kebijakan tarif dan non-tarif. Tarif adalah bea yang dikenakan pada barang impor, meningkatkan harga barang asing di pasar domestik. Sementara itu, kebijakan non-tarif meliputi berbagai regulasi seperti kuota, standar produk, serta penetapan sertifikasi yang dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara. Pemahaman mendalam tentang neraca perdagangan juga memungkinkan para pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dalam era globalisasi, di mana arus barang, jasa, dan modal semakin bebas, menjaga keseimbangan neraca perdagangan menjadi tujuan utama bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Eulerpool, sebagai penyedia data ekonomi makro yang terpercaya, senantiasa siap mendukung kebutuhan Anda dengan menyediakan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi, termasuk neraca perdagangan. Dengan data yang akurat dan analisis yang cermat, kami membantu Anda dalam memahami kompleksitas perekonomian dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Dalam kesimpulannya, neraca perdagangan adalah barometer ekonomi yang penting bagi setiap negara. Bagi Indonesia, menjaga keseimbangan dalam neraca perdagangan memerlukan kebijakan yang cerdas dan strategi yang efektif. Tantangan dan peluang di sektor perdagangan internasional menuntut perhatian yang mendalam dan tindakan yang terkoordinasi. Eulerpool berharap penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan memperkaya pemahaman Anda tentang neraca perdagangan sebagai salah satu pilar utama ekonomi makro.

Neraca Perdagangan Brunei — FAQ

Berapa Neraca Perdagangan saat ini di Brunei?

Neraca Perdagangan saat ini di Brunei adalah 454,1 Juta. BND per 1/7/2026.

Bagaimana perubahan Neraca Perdagangan di Brunei belakangan ini?

Neraca Perdagangan di Brunei turun dari 622,6 Juta. BND (1/6/2026) menjadi 454,1 Juta. BND (1/7/2026).

Berapa rekor tertinggi Neraca Perdagangan di Brunei?

Rekor tertinggi Neraca Perdagangan di Brunei adalah 2,97 miliar BND, tercatat pada 1/9/2008.

Berapa rekor terendah Neraca Perdagangan di Brunei?

Rekor terendah Neraca Perdagangan di Brunei adalah -394,20 Juta. BND, tercatat pada 1/10/2020.

Berapa rata-rata historis Neraca Perdagangan di Brunei?

Rata-rata historis Neraca Perdagangan di Brunei adalah 658,94 Juta. BND, dihitung dari 1/3/2005 hingga 1/7/2026.

Dari mana data Neraca Perdagangan untuk Brunei berasal?

Data Neraca Perdagangan untuk Brunei bersumber dari Department of Economic Planning and Development, Brunei dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.