🇧🇳

Brunei Neraca Bank

Harga

Harga
21,151 miliar BND
Perubahan +/-
+303 Juta. BND
Perubahan Persentase
+1,45 %

Nilai neraca bank saat ini di Brunei adalah 21,151 miliar BND. Neraca bank di Brunei meningkat menjadi 21,151 miliar BND pada 1/9/2025, setelah sebelumnya sebesar 20,848 miliar BND pada 1/8/2025. Dari 1/1/2011 hingga 1/9/2025, rata-rata PDB di Brunei adalah 18,48 miliar BND. Rekor tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/9/2025 dengan 21,15 miliar BND, sementara nilai terendah tercatat pada 1/2/2011 dengan 16,12 miliar BND.

Sumber: Autoriti Monetari Brunei Darussalam

macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_upmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low

Neraca Bank

Neraca Bank

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

Neraca Keuangan Bank
Date
Neraca Keuangan Bank
1 Jan 2011
16,39 miliar BND
2 Jan 2011
16,12 miliar BND
3 Jan 2011
17,91 miliar BND
4 Jan 2011
17,58 miliar BND
5 Jan 2011
17,09 miliar BND
6 Jan 2011
18,52 miliar BND
7 Jan 2011
17,81 miliar BND
8 Jan 2011
17,88 miliar BND
9 Jan 2011
19,62 miliar BND
10 Jan 2011
19,82 miliar BND
11 Jan 2011
19,22 miliar BND
12 Jan 2011
21,12 miliar BND
1 Jan 2012
19,69 miliar BND
2 Jan 2012
18,71 miliar BND
3 Jan 2012
20,73 miliar BND
Access this data via the Eulerpool API

Neraca Bank Riwayat

Neraca Bank — Riwayat
TanggalNilai
21,151 miliar BND
20,848 miliar BND
20,373 miliar BND
20,265 miliar BND
20,081 miliar BND
20,473 miliar BND
20,82 miliar BND
20,495 miliar BND
20,141 miliar BND
20,874 miliar BND
...

Halaman makro untuk negara lain di Asia

Apa itu Neraca Bank?

Tajuk "Neraca Perbankan" adalah bagian penting dari kategori makroekonomi yang mempengaruhi seluruh sistem keuangan dan ekonomi suatu negara. Di Eulerpool.com, kami menyediakan data yang komprehensif dan akurat mengenai saldo neraca bank. Sebagai platform profesional yang menampilkan data makroekonomi, kami memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana neraca perbankan dapat mempengaruhi berbagai indikator ekonomi dari waktu ke waktu di Indonesia. Neraca perbankan mengacu pada laporan keuangan yang mencerminkan posisi keuangan bank pada suatu waktu tertentu. Neraca ini mencerminkan aset, kewajiban, dan modal bank, serta memberikan informasi penting tentang likuiditas dan solvabilitas bank. Informasi ini sangat penting untuk analisis makroekonomi karena bank berperan penting dalam perekonomian melalui penyaluran kredit, penghimpunan dana, dan penyediaan berbagai layanan keuangan lainnya. Aset dalam neraca perbankan terdiri dari berbagai komponen seperti kas, simpanan di bank sentral, aset pinjaman, investasi dalam surat berharga, dan aset tetap. Setiap komponen aset memiliki karakteristik dan risiko masing-masing. Sebagai contoh, pinjaman adalah komponen yang signifikan namun memiliki risiko kredit yang perlu dikelola dengan baik untuk menjaga kualitas aset keseluruhan bank. Investasi dalam surat berharga juga merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi stabilitas keuangan bank jika tidak dikelola dengan hati-hati. Kewajiban bank meliputi berbagai jenis simpanan nasabah, pinjaman dari lembaga keuangan lain, dan kewajiban lain seperti obligasi yang diterbitkan oleh bank. Simpanan nasabah merupakan sumber dana terbesar bagi sebagian besar bank dan mencerminkan kepercayaan nasabah pada bank tersebut. Kewajiban juga mencakup pinjaman dari Bank Indonesia yang bisa digunakan untuk tujuan likuiditas jangka pendek. Modal adalah selisih antara aset dan kewajiban bank, yang mencerminkan kekuatan finansial bank untuk menanggung kerugian. Modal ini bisa berasal dari kapital yang disetor oleh pemegang saham, laba ditahan, serta berbagai cadangan yang disimpan untuk menutupi potensi kerugian di masa depan. Bagi regulator perbankan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat kecukupan modal adalah salah satu indikator utama yang diawasi untuk memastikan bahwa bank memiliki bantalan yang cukup untuk menghadapi guncangan finansial. Keseimbangan antara aset dan kewajiban dalam neraca perbankan sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Ketidakseimbangan, seperti masalah likuiditas atau solvabilitas, dapat menimbulkan risiko terhadap keberlangsungan operasional bank dan dapat berdampak sistemik pada perekonomian secara keseluruhan. Oleh karena itu, analisis mendalam terhadap neraca perbankan sangat diperlukan untuk mengidentifikasi potensi risiko serta merumuskan kebijakan yang efektif guna menjaga stabilitas keuangan. Di Indonesia, data neraca perbankan biasa diakses oleh berbagai pihak mulai dari regulator, analis keuangan, investor, hingga peneliti ekonomi. Bank Indonesia dan OJK menjadi dua otoritas utama yang memantau dan mengatur kinerja perbankan guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Melalui berbagai peraturan dan kebijakan, kedua lembaga ini terus berupaya memperkuat struktur keuangan bank serta mendorong praktik tata kelola yang baik. Untuk analisis yang komprehensif, di Eulerpool.com, kami menyediakan berbagai data yang bisa diakses dengan mudah. Pengguna dapat melihat tren historis dari komponen-komponen neraca bank, melakukan perbandingan antar bank, serta mengidentifikasi pola yang mungkin muncul. Informasi ini sangat berguna untuk memprediksi arah kebijakan moneter serta memahami dinamika pasar keuangan yang lebih luas. Sumber data yang kami gunakan berasal dari laporan keuangan bank, publikasi resmi dari regulator, serta data sekunder dari berbagai lembaga penelitian keuangan terkemuka. Kehandalan dan akurasi data menjadi prioritas utama kami untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan informasi yang paling up-to-date dan valid. Kami juga menyediakan alat analitik yang memungkinkan pengguna melakukan simulasi dan skenario yang lebih terperinci guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Selain itu, tren ekonomi global seperti suku bunga, inflasi, dan kebijakan fiskal juga dapat mempengaruhi neraca perbankan. Dalam konteks global, bank di Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan ekonomi internasional. Oleh karena itu, integrasi data internasional menjadi salah satu fitur unggulan kami yang memungkinkan pengguna untuk memahami bagaimana pergerakan global dapat mempengaruhi pasar lokal. Dalam rangka memperkaya wawasan pengguna, kami juga menyediakan berbagai artikel dan analisis dari pakar ekonomi yang membahas isu-isu terkini terkait neraca perbankan. Melalui konten ini, pengguna dapat memperoleh perspektif tambahan yang mungkin tidak ditemukan dalam data mentah. Kombinasi antara data komprehensif dan analisis yang tajam menjadikan Eulerpool.com sebagai sumber informasi yang terpercaya dalam bidang makroekonomi, khususnya neraca perbankan. Sebagai penutup, memahami neraca perbankan adalah kunci dalam memahami kesehatan keuangan bank dan dampaknya terhadap perekonomian. Di Eulerpool.com, kami berkomitmen untuk menyediakan informasi yang akurat dan komprehensif guna mendukung analisis dan pengambilan keputusan di berbagai sektor. Dengan menggunakan data kami, pengguna dapat lebih memahami dinamika keuangan yang kompleks dan mencapai wawasan yang lebih mendalam terkait neraca perbankan di Indonesia.

Neraca Bank Brunei — FAQ

What is the current Neraca Bank in Brunei?

The current Neraca Bank in Brunei is 21,151 miliarBND as of 1/9/2025.

How has the Neraca Bank in Brunei changed recently?

The Neraca Bank in Brunei increased from 20,848 miliarBND (1/8/2025) to 21,151 miliarBND (1/9/2025).

What is the all-time high for Neraca Bank in Brunei?

The all-time high for Neraca Bank in Brunei was 21,15 miliarBND, recorded on 1/9/2025.

What is the all-time low for Neraca Bank in Brunei?

The all-time low for Neraca Bank in Brunei was 16,12 miliarBND, recorded on 1/2/2011.

What is the historical average of Neraca Bank in Brunei?

The historical average of Neraca Bank in Brunei is 18,48 miliarBND, calculated over the period from 1/1/2011 to 1/9/2025.

Where does the Neraca Bank data for Brunei come from?

The Neraca Bank data for Brunei is sourced from Autoriti Monetari Brunei Darussalam and published on Eulerpool.