Neraca Perdagangan Tajikistan

Nilai Neraca Perdagangan terbaru untuk Tajikistan

Harga

140,4 Juta. USD

Perubahan +/-

-21,9 Juta. USD

Perubahan Persentase

-13,49 %

Rata-rata

-54,96 miliar USD

Tertinggi sepanjang masa

162,30 Juta. USD

1/2/2021

Terendah sepanjang masa

-1,65 Bio. USD

1/3/2026

Nilai Neraca Perdagangan saat ini di Tajikistan adalah 140,4 Juta. USD. Neraca Perdagangan di Tajikistan menurun menjadi 140,4 Juta. USD pada 1/3/2021, setelah sebelumnya berada di angka 162,3 Juta. USD pada 1/2/2021. Dari 1/1/2000 hingga 1/3/2026, rata-rata PDB di Tajikistan adalah -54,96 miliar USD. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/2/2021 dengan 162,30 Juta. USD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/3/2026 dengan -1,65 Bio. USD.

Sumber: State Statistical Committee of the Republic of Tajikistan

Neraca Perdagangan di Tajikistan turun pada 1/3/2021 dari 162,3 Juta. USD pada 1/2/2021 menjadi 140,4 Juta. USD. Neraca Perdagangan di Tajikistan rata-rata -54,96 miliar USD dari 1/1/2000 hingga 1/3/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 162,30 Juta. USD pada 1/2/2021, dan rekor terendah -1,65 Bio. USD pada 1/3/2026.

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Neraca Perdagangan
Tanggal
Neraca Perdagangan
4 Jan 2003
4,70 Juta. USD
10 Jan 2003
1,48 Juta. USD
1 Jan 2004
4,80 Juta. USD
9 Jan 2017
77,10 Juta. USD
4 Jan 2020
106,80 Juta. USD
8 Jan 2020
61,40 Juta. USD
2 Jan 2021
162,30 Juta. USD
3 Jan 2021
140,40 Juta. USD
Akses data ini lewat Eulerpool API

Neraca Perdagangan Riwayat

Neraca Perdagangan — Riwayat
TanggalNilai
140,4 Juta. USD
162,3 Juta. USD
61,4 Juta. USD
106,8 Juta. USD
77,1 Juta. USD
4,8 Juta. USD
1,48 Juta. USD
4,7 Juta. USD
7,59 Juta. USD
10,57 Juta. USD

Neraca Perdagangan

Tajikistan adalah salah satu anggota Negara-Negara Persemakmuran (CIS) berpenghasilan rendah dengan tingkat keterbukaan perdagangan tertinggi. Negara ini bergantung pada ekspor aluminium dan kapas (sekitar 75 persen dari total ekspor). Tajikistan sebagian besar mengimpor produk minyak bumi dan energi, bahan baku untuk produksi aluminium, barang konsumsi dan modal, biji-bijian dan tepung. Mitra dagang utama Tajikistan adalah Rusia, China, Turki, Kazakhstan, dan Iran.

Apa itu Neraca Perdagangan?

Navigasi ekonomi global tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mengulas salah satu komponen utamanya: Neraca Perdagangan. Neraca Perdagangan, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Balance of Trade (BoT), adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara melalui selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Melalui artikel ini, Eulerpool akan membahas secara detail konsep, komponen, serta implikasi neraca perdagangan pada perekonomian Indonesia sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik ini. Neraca perdagangan merupakan bagian integral dari neraca pembayaran (Balance of Payments), yang juga mencakup transaksi keuangan dan modal. Secara sederhana, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, jika nilai impor melebihi ekspor, terjadi defisit neraca perdagangan. Pada dasarnya, ekspor dan impor melibatkan pergerakan barang fisik, seperti bahan mentah dan barang jadi, serta jasa, seperti pariwisata dan layanan keuangan. Ekspor adalah proses menjual barang dan jasa ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang dan jasa dari luar negeri. Kedua aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada pendapatan nasional, tingkat pekerjaan, serta daya beli konsumen. Neraca perdagangan tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan suatu negara, tetapi juga menunjukkan kompetensi perdagangan internasional sebuah negara. Misalnya, negara yang sering kali memiliki surplus neraca perdagangan biasanya lebih kompetitif dalam memproduksi barang dan jasa yang diminati. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan berbagai sektor ekonomi yang terdiversifikasi, memiliki kiprah penting dalam peta perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, neraca perdagangan memainkan peran krusial. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan basis manufaktur yang berkembang, Indonesia memiliki kapasitas ekspor yang cukup signifikan. Produk utama ekspor Indonesia mencakup minyak sawit, batu bara, karet, tekstil, dan berbagai produk manufaktur. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan impor, baik untuk bahan baku industri maupun barang konsumsi, seperti elektronik dan bahan bakar minyak. Perubahan dalam neraca perdagangan Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, kondisi perekonomian domestik seperti pertumbuhan GDP, inflasi, dan kebijakan fiskal serta moneter dapat mempengaruhi ekspor dan impor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi fluktuasi harga komoditas internasional, tarif perdagangan, serta stabilitas politik global. Salah satu elemen penting untuk mencapai keseimbangan dalam neraca perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang efektif. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas barang, serta penetrasi pasar baru. Selain itu, upaya memperbaiki infrastruktur dan logistik juga merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung kelancaran ekspor dan impor. Perubahan dalam neraca perdagangan memiliki implikasi besar terhadap ekonomi makro. Surplus neraca perdagangan biasanya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan daya saing yang kuat dan penambahan cadangan devisa. Cadangan devisa yang besar memberi stabilitas bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kemampuan negara dalam membiayai proyek pembangunan serta membayar utang luar negeri. Sebaliknya, defisit neraca perdagangan yang berkepanjangan dapat berisiko memicu ketidakseimbangan ekonomi. Defisit ini menandakan bahwa negara lebih banyak mengeluarkan devisa untuk impor daripada yang diterima dari ekspor. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang domestik, dan tertrigger inflasi. Selain itu, kondisi neraca perdagangan memiliki implikasi langsung terhadap nilai tukar mata uang. Misalnya, ketika Indonesia mengalami surplus perdagangan, permintaan akan mata uang Rupiah meningkat karena mitra dagang perlu menukar mata uang mereka dengan Rupiah untuk membayar barang dan jasa dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya, defisit perdagangan mengakibatkan pasokan mata uang Rupiah yang lebih rendah di pasar internasional, menekan nilai tukar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan mencakup diantaranya kebijakan tarif dan non-tarif. Tarif adalah bea yang dikenakan pada barang impor, meningkatkan harga barang asing di pasar domestik. Sementara itu, kebijakan non-tarif meliputi berbagai regulasi seperti kuota, standar produk, serta penetapan sertifikasi yang dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara. Pemahaman mendalam tentang neraca perdagangan juga memungkinkan para pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dalam era globalisasi, di mana arus barang, jasa, dan modal semakin bebas, menjaga keseimbangan neraca perdagangan menjadi tujuan utama bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Eulerpool, sebagai penyedia data ekonomi makro yang terpercaya, senantiasa siap mendukung kebutuhan Anda dengan menyediakan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi, termasuk neraca perdagangan. Dengan data yang akurat dan analisis yang cermat, kami membantu Anda dalam memahami kompleksitas perekonomian dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Dalam kesimpulannya, neraca perdagangan adalah barometer ekonomi yang penting bagi setiap negara. Bagi Indonesia, menjaga keseimbangan dalam neraca perdagangan memerlukan kebijakan yang cerdas dan strategi yang efektif. Tantangan dan peluang di sektor perdagangan internasional menuntut perhatian yang mendalam dan tindakan yang terkoordinasi. Eulerpool berharap penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan memperkaya pemahaman Anda tentang neraca perdagangan sebagai salah satu pilar utama ekonomi makro.

Neraca Perdagangan Tajikistan — FAQ

Berapa Neraca Perdagangan saat ini di Tajikistan?

Neraca Perdagangan saat ini di Tajikistan adalah 140,4 Juta. USD per 1/3/2021.

Bagaimana perubahan Neraca Perdagangan di Tajikistan belakangan ini?

Neraca Perdagangan di Tajikistan turun dari 162,3 Juta. USD (1/2/2021) menjadi 140,4 Juta. USD (1/3/2021).

Berapa rekor tertinggi Neraca Perdagangan di Tajikistan?

Rekor tertinggi Neraca Perdagangan di Tajikistan adalah 162,30 Juta. USD, tercatat pada 1/2/2021.

Berapa rekor terendah Neraca Perdagangan di Tajikistan?

Rekor terendah Neraca Perdagangan di Tajikistan adalah -1,65 Bio. USD, tercatat pada 1/3/2026.

Berapa rata-rata historis Neraca Perdagangan di Tajikistan?

Rata-rata historis Neraca Perdagangan di Tajikistan adalah -54,96 miliar USD, dihitung dari 1/1/2000 hingga 1/3/2026.

Dari mana data Neraca Perdagangan untuk Tajikistan berasal?

Data Neraca Perdagangan untuk Tajikistan bersumber dari State Statistical Committee of the Republic of Tajikistan dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.