Indeks Harga Konsumen (IHK) Swiss

Nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) terbaru untuk Swiss

Harga

101,7 Poin

Perubahan +/-

+0,2 Poin

Perubahan Persentase

+0,20 %

Rata-rata

64,09 Poin

Tertinggi sepanjang masa

101,70 Poin

1/10/2026

Terendah sepanjang masa

20,99 Poin

1/4/1950

Nilai saat ini dari Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss adalah 101,7 Poin. Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss meningkat menjadi 101,7 Poin pada 1/10/2026, setelah sebelumnya berada di 101,5 Poin pada 1/9/2026. Dari 1/1/1950 hingga 1/10/2026, rata-rata PDB di Swiss adalah 64,09 Poin. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/10/2026 dengan 101,70 Poin, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/4/1950 dengan 20,99 Poin.

Sumber: Swiss Federal Statistical Office

Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss naik pada 1/10/2026 dari 101,5 Poin pada 1/9/2026 menjadi 101,7 Poin. Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss rata-rata 64,09 Poin dari 1/1/1950 hingga 1/10/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 101,70 Poin pada 1/10/2026, dan rekor terendah 20,99 Poin pada 1/4/1950.

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks Harga Konsumen (IHK)

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Indeks Harga Konsumen (IHK)
Tanggal
Indeks Harga Konsumen (IHK)
3 Jan 2026
100,80 points
4 Jan 2026
101,10 points
5 Jan 2026
101,30 points
6 Jan 2026
101,30 points
7 Jan 2026
101,10 points
8 Jan 2026
101,50 points
9 Jan 2026
101,50 points
10 Jan 2026
101,70 points

Akses data ini lewat Eulerpool API

100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu

Indeks Harga Konsumen (IHK) Riwayat

Indeks Harga Konsumen (IHK) — Riwayat
TanggalNilai
101,7 Poin
101,5 Poin
101,5 Poin
101,1 Poin
101,3 Poin
101,3 Poin
101,1 Poin
100,8 Poin
100,6 Poin
99,9 Poin
...

Indikator Makro Serupa dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Di Swiss, kategori terpenting dalam indeks harga konsumen adalah: Perumahan dan energi (27 persen dari total bobot) dan Kesehatan (18 persen). Transportasi menyumbang 10 persen; Makanan dan minuman non-alkohol 12 persen; Restoran dan hotel 7 persen; serta Rekreasi dan budaya 7 persen. Indeks ini juga mencakup: Barang dan jasa lainnya (6 persen); Barang dan jasa rumah tangga (4 persen); serta Pakaian dan alas kaki (3 persen). Komunikasi, Minuman Beralkohol dan Tembakau, serta Pendidikan menyumbang 6 persen dari total bobot yang tersisa.

Apa itu Indeks Harga Konsumen (IHK)?

Indikator ekonomi makro yang krusial dalam memahami kesehatan ekonomi suatu negara adalah Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index, CPI). Pada artikel ini, kami dari Eulerpool, sebagai situs profesional yang menampilkan data ekonomi makro, akan menjelaskan secara mendalam tentang CPI, bagaimana cara menghitungnya, implikasi ekonomi yang digambarkannya, serta pentingnya bagi berbagai pemangku kepentingan ekonomi di Indonesia. Indeks Harga Konsumen (CPI) adalah ukuran yang digunakan untuk menentukan perubahan rata-rata harga yang dibayar oleh konsumen untuk sekelompok barang dan jasa tertentu dari waktu ke waktu. CPI diukur dengan membandingkan biaya sekelompok barang dan jasa yang konsisten dari waktu ke waktu, sehingga mencerminkan tingkat inflasi yang terjadi dalam perekonomian suatu negara. Inflasi sendiri merupakan peningkatan beban biaya untuk barang dan jasa di suatu ekonomi yang mengakibatkan penurunan daya beli uang. Penghitungan CPI melibatkan beberapa tahapan penting. Pertama, Biro Statistik Nasional, dalam konteks Indonesia Badan Pusat Statistik (BPS), memilih 'keranjang barang dan jasa'. Keranjang ini mencerminkan pola konsumsi rumah tangga yang representatif di suatu negara. Keranjang ini meliputi berbagai kategori seperti pangan, perumahan, pakaian, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan hiburan. Barang dan jasa yang dipilih diperbarui secara periodik untuk memastikan bahwa keranjang tersebut tetap relevan dengan perubahan pola konsumsi. Setelah keranjang barang dan jasa didefinisikan, BPS akan melakukan survei harga secara berkala pada barang dan jasa dalam keranjang itu. Harga yang dikumpulkan kemudian digunakan untuk menghitung indeks harga saat ini dibandingkan dengan indeks harga pada tahun dasar yang dipilih sebagai referensi. Tahun dasar ini umumnya merupakan tahun yang dianggap stabil dari segi ekonomi dan pola konsumsi. Formula untuk menghitung CPI adalah dengan membagi total harga barang dan jasa pada periode waktu tertentu dengan total harga pada tahun dasar, dan kemudian dikalikan dengan 100. Salah satu penerapan utama CPI adalah sebagai alat pengukur inflasi. Inflasi dapat berdampak signifikan pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Inflasi yang moderat mungkin mencerminkan ekonomi yang sehat dan berkembang, sementara inflasi yang tinggi dapat mengindikasikan masalah ekonomi yang serius. Oleh karena itu, pengendalian inflasi menjadi prioritas utama dalam kebijakan ekonomi setiap negara. Dalam hal ini, CPI menjadi alat vital bagi pemerintah dan bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter dan fiskal. Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter negara, menggunakan data CPI untuk menentukan kebijakan suku bunga. Ketika inflasi yang diukur oleh CPI meningkat, Bank Indonesia mungkin akan menaikkan suku bunga untuk meredam pertumbuhan permintaan dan mencegah ekonomi dari overheating. Sebaliknya, ketika inflasi menurun, bank sentral mungkin akan menurunkan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini adalah bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dikenal sebagai kebijakan moneter. Di sisi lain, CPI juga memiliki implikasi penting bagi pelaku bisnis dan konsumen. Untuk pelaku bisnis, informasi tentang CPI membantu dalam perencanaan biaya produksi dan penyusunan strategi harga. Contoh sederhana adalah bagaimana perusahaan dapat menyesuaikan harga jual produk mereka dengan setiap kenaikan harga bahan baku agar tetap memperoleh margin keuntungan yang sehat. Selain itu, perusahaan sering menggunakan data CPI saat merancang kesepakatan kontrak jangka panjang, terutama dalam hal penyesuaian harga berdasarkan tingkat inflasi yang diukur oleh CPI. Bagi konsumen, CPI memberikan gambaran tentang tingkat kenaikan harga yang mereka hadapi sehari-hari. Jika CPI meningkat, berarti konsumen harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendapatkan barang dan jasa yang sama. Hal ini berdampak langsung pada daya beli mereka. Oleh karena itu, pemahaman mengenai CPI dapat membantu konsumen dalam merencanakan anggaran rumah tangga mereka dengan lebih baik. Selain itu, CPI juga menjadi referensi penting bagi penentuan kenaikan gaji, tunjangan sosial, dan penyesuaian pensiun. Misalnya, pemerintah sering menggunakan CPI sebagai acuan dalam menentukan kenaikan upah minimum, tunjangan sosial seperti dana pensiun, dan bantuan lainnya. Penyesuaian ini diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Secara global, perbandingan CPI antar negara juga memberikan gambaran komparatif tentang tingkat inflasi global dan daya saing ekonomi suatu negara. Investor internasional sering kali memperhatikan CPI sebagai salah satu indikator risiko ekonomi ketika mereka mempertimbangkan investasi di pasar tertentu. Negara dengan inflasi yang terkendali umumnya dianggap lebih stabil dan menarik bagi investasi. Demikianlah penjelasan mendalam mengenai Indeks Harga Konsumen (CPI). Melalui pemahaman yang lebih baik tentang CPI, diharapkan semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku bisnis, maupun konsumen, dapat membuat keputusan ekonomi yang lebih bijaksana. Eulerpool berkomitmen untuk menyediakan data ekonomi makro yang akurat dan terkini, guna mendukung analisis ekonomi yang komprehensif. Bagi para pengunjung situs kami, pemahaman tentang berbagai indikator ekonomi seperti CPI akan membantu untuk menggali wawasan yang relevan dalam menghadapi dinamika perekonomian global.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Swiss — FAQ

Berapa Indeks Harga Konsumen (IHK) saat ini di Swiss?

Indeks Harga Konsumen (IHK) saat ini di Swiss adalah 101,7 Poin per 1/10/2026.

Bagaimana perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss belakangan ini?

Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss naik dari 101,5 Poin (1/9/2026) menjadi 101,7 Poin (1/10/2026).

Berapa rekor tertinggi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss?

Rekor tertinggi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss adalah 101,70 Poin, tercatat pada 1/10/2026.

Berapa rekor terendah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss?

Rekor terendah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss adalah 20,99 Poin, tercatat pada 1/4/1950.

Berapa rata-rata historis Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss?

Rata-rata historis Indeks Harga Konsumen (IHK) di Swiss adalah 64,09 Poin, dihitung dari 1/1/1950 hingga 1/10/2026.

Dari mana data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Swiss berasal?

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Swiss bersumber dari Swiss Federal Statistical Office dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.