Swedia Tabungan Pribadi

Harga

Harga

17,44 %

Perubahan +/-

+6,71 %

Perubahan Persentase

+62,53 %

Nilai saat ini dari Tabungan Pribadi di Swedia adalah 17,44 %. Tabungan Pribadi di Swedia meningkat menjadi 17,44 % pada 1/3/2026, setelah sebelumnya 10,73 % pada 1/12/2025. Dari 1/3/1980 hingga 1/3/2026, rata-rata PDB di Swedia adalah 9,24 %. Rekor tertinggi dicapai pada 1/6/2017 dengan 26,37 %, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/12/1989 dengan -10,99 %.

Sumber: EUROSTAT

The current value of Tabungan Pribadi in Swedia is 17,44%. Tabungan Pribadi in Swedia increased to 17,44% from 10,73%.Tabungan Pribadi in Swedia averaged 9,24% from 1/3/1980 until 1/3/2026.The all-time high was 26,37% (1/6/2017)and the record low was -10,99% (1/12/1989).

Tabungan Pribadi

Tabungan Pribadi

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Tabungan Pribadi
Date
Tabungan Pribadi
6 Jan 2024
25,80 %
9 Jan 2024
12,68 %
12 Jan 2024
13,39 %
3 Jan 2025
18,50 %
6 Jan 2025
24,00 %
9 Jan 2025
9,81 %
12 Jan 2025
10,73 %
3 Jan 2026
17,44 %
Access this data via the Eulerpool API

Tabungan Pribadi Riwayat

Tabungan Pribadi — Riwayat
TanggalNilai
17,44 %
10,73 %
9,81 %
24 %
18,5 %
13,39 %
12,68 %
25,8 %
21,89 %
11,54 %
...

Indikator Makro Serupa dengan Tabungan Pribadi

Apa itu Tabungan Pribadi?

Kategori "Personal Savings" dalam makroekonomi memiliki arti penting yang sangat besar dalam memahami kesehatan keuangan individu dan perekonomian secara keseluruhan. Di eulerpool, kami menyediakan data makroekonomi yang terperinci dan relevan, termasuk informasi mengenai tabungan pribadi, untuk membantu Anda membuat keputusan keuangan yang lebih baik dan informasi lebih tajam mengenai arus ekonomi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang arti, pengukuran, dan implikasi makroekonomi dari tabungan pribadi dalam konteks perekonomian Indonesia. Tabungan pribadi, atau "Personal Savings", mengacu pada sebagian pendapatan rumah tangga yang tidak dihabiskan untuk konsumsi dan sebagai gantinya disimpan dalam berbagai bentuk seperti tabungan bank, investasi, atau aset lainnya. Tabungan ini memainkan peran yang sangat penting dalam ekonomi, karena menyediakan sumber daya finansial untuk investasi dan pengeluaran masa mendatang. Di tingkat individu, tabungan pribadi mencerminkan kemampuan seseorang untuk menyiapkan dana darurat, mengakomodasi biaya tak terduga, dan merencanakan masa pensiun yang aman. Dari sudut pandang makroekonomi, tingkat tabungan pribadi yang sehat di suatu negara menandakan kestabilan ekonomi yang lebih besar dan potensi pertumbuhan yang lebih kuat. Pengukuran tabungan pribadi biasanya dilakukan melalui berbagai indikator, yang termasuk tetapi tidak terbatas pada, tingkat tabungan nasional, rasio tabungan terhadap pendapatan, dan pertumbuhan tahunan tabungan. Di Indonesia, data mengenai tabungan pribadi dapat diperoleh melalui berbagai sumber resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), serta laporan tahunan dari lembaga-lembaga keuangan. Indikator-indikator ini memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa besar masyarakat Indonesia menyimpan dan bagaimana tren ini berubah dari waktu ke waktu. Salah satu cara untuk memahami tabungan pribadi adalah dengan melihatnya dari perspektif siklus hidup. Dalam model siklus hidup, individu diharapkan untuk memiliki perilaku tabungan yang bervariasi sepanjang hidup mereka. Tahap awal dari kehidupan kerja seseorang mungkin lebih banyak diwarnai oleh pengeluaran untuk pendidikan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya, sehingga tingkat tabungannya relatif rendah. Seiring berjalannya waktu dan pendapatan meningkat, individu akan mulai menabung lebih banyak untuk masa pensiun dan kebutuhan masa depan lainnya. Ketika mencapai usia pensiun, tingkat tabungan mungkin menurun karena individu mulai menggunakan tabungan yang telah mereka kumpulkan untuk membiayai hidup mereka sehari-hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat tabungan pribadi sangatlah beragam. Beberapa di antaranya termasuk tingkat pendapatan, tingkat suku bunga, inflasi, kebijakan fiskal, serta kondisi ekonomi secara umum. Di Indonesia, kebijakan pemerintahan dalam mendukung atau menstimulasi tabungan pribadi sering kali diwujudkan melalui regulasi pajak, bunga tabungan, dan insentif untuk menabung dalam bentuk deposito berjangka atau program-program kemasyarakatan seperti BPJS Ketenagakerjaan dan tabungan pendidikan. Dampak dari tingkat tabungan pribadi yang tinggi atau rendah terhadap ekonomi cukup kompleks. Di satu sisi, tingkat tabungan pribadi yang tinggi dapat menghasilkan dana yang cukup untuk investasi di sektor riil seperti infrastruktur, teknologi, dan pendidikan, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Namun, tingkat tabungan yang terlalu tinggi juga dapat berdampak negatif jika mengarah pada pengeluaran konsumsi yang rendah, yang dapat menurunkan permintaan agregat dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Dalam konteks globalisasi, tingkat tabungan pribadi di Indonesia juga dipengaruhi oleh arus modal internasional dan kebijakan moneter negara-negara lain. Sebagai contoh, kebijakan suku bunga rendah di negara-negara maju dapat mendorong aliran modal masuk ke Indonesia, yang kemudian dapat mempengaruhi tingkat tabungan domestik. Sebaliknya, peningkatan suku bunga global dapat mendorong aliran modal keluar dan menurunkan likuiditas di dalam negeri, yang pada akhirnya juga berdampak pada kebiasaan menabung masyarakat. Mengikuti tren tabungan pribadi adalah sebuah keharusan bagi para analis ekonomi dan pembuat kebijakan. Di eulerpool, kami berupaya untuk menyediakan data yang komprehensif dan terkini mengenai berbagai aspek dari ekonomi, termasuk tabungan pribadi. Dengan memahami dinamika tabungan pribadi, kita tidak hanya dapat memperoleh wawasan tentang kebiasaan keuangan individu, tetapi juga dapat menyusun strategi yang lebih efektif untuk mencapai stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. Akhirnya, pendidikan finansial juga memainkan peran penting dalam mendorong tingkat tabungan pribadi. Di Indonesia, meningkatkan literasi finansial di kalangan masyarakat dapat membantu individu memahami pentingnya menabung dan cara melakukannya dengan bijak. Edukasi tentang manajemen keuangan, investasi, dan perencanaan pensiun perlu ditingkatkan untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengelola uang mereka dengan efektif. Secara keseluruhan, kategori "Personal Savings" di eulerpool berfungsi sebagai komponen penting dalam analisis makroekonomi yang lebih luas. Dengan memberikan data yang terperinci dan akurat tentang tabungan pribadi, kami bertujuan untuk mendukung pemahaman yang lebih baik tentang ekonomi Indonesia dan membantu Anda dalam membuat keputusan keuangan yang lebih bijak. Teruslah memantau eulerpool untuk mendapatkan informasi terbaru dan analisis mendalam tentang berbagai aspek ekonomi yang mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Tabungan Pribadi Swedia — FAQ

What is the current Tabungan Pribadi in Swedia?

The current Tabungan Pribadi in Swedia is 17,44% as of 1/3/2026.

How has the Tabungan Pribadi in Swedia changed recently?

The Tabungan Pribadi in Swedia increased from 10,73% (1/12/2025) to 17,44% (1/3/2026).

What is the all-time high for Tabungan Pribadi in Swedia?

The all-time high for Tabungan Pribadi in Swedia was 26,37%, recorded on 1/6/2017.

What is the all-time low for Tabungan Pribadi in Swedia?

The all-time low for Tabungan Pribadi in Swedia was -10,99%, recorded on 1/12/1989.

What is the historical average of Tabungan Pribadi in Swedia?

The historical average of Tabungan Pribadi in Swedia is 9,24%, calculated over the period from 1/3/1980 to 1/3/2026.

Where does the Tabungan Pribadi data for Swedia come from?

The Tabungan Pribadi data for Swedia is sourced from EUROSTAT and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.