Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan Rwanda

Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan terbaru untuk Rwanda

Harga

121 miliar RWF

Perubahan +/-

+9 miliar RWF

Perubahan Persentase

+8,04 %

Rata-rata

62,51 miliar RWF

Tertinggi sepanjang masa

125,00 miliar RWF

1/12/2025

Terendah sepanjang masa

20,00 miliar RWF

1/3/2010

Nilai saat ini dari Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda adalah 121 miliar RWF. Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda meningkat menjadi 121 miliar RWF pada 1/6/2026, setelah sebelumnya sebesar 112 miliar RWF pada 1/3/2026. Dari 1/3/2006 hingga 1/6/2026, rata-rata PDB di Rwanda adalah 62,51 miliar RWF. Puncak tertinggi tercapai pada 1/12/2025 dengan 125,00 miliar RWF, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/3/2010 dengan 20,00 miliar RWF.

Sumber: National Institute of Statistics of Rwanda

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda naik pada 1/6/2026 dari 112 miliar RWF pada 1/3/2026 menjadi 121 miliar RWF. Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda rata-rata 62,51 miliar RWF dari 1/3/2006 hingga 1/6/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 125,00 miliar RWF pada 1/12/2025, dan rekor terendah 20,00 miliar RWF pada 1/3/2010.

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

PDB dari Sektor Pertambangan
Tanggal
PDB dari Sektor Pertambangan
9 Jan 2024
87,00 miliar RWF
12 Jan 2024
87,00 miliar RWF
3 Jan 2025
94,00 miliar RWF
6 Jan 2025
96,00 miliar RWF
9 Jan 2025
99,00 miliar RWF
12 Jan 2025
125,00 miliar RWF
3 Jan 2026
112,00 miliar RWF
6 Jan 2026
121,00 miliar RWF

Akses data ini lewat Eulerpool API

100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan Riwayat

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan — Riwayat
TanggalNilai
121 miliar RWF
112 miliar RWF
125 miliar RWF
99 miliar RWF
96 miliar RWF
94 miliar RWF
87 miliar RWF
87 miliar RWF
86 miliar RWF
94 miliar RWF
...

Indikator Makro Serupa dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan

Apa itu Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan?

Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor pertambangan merupakan salah satu indikator penting yang digunakan untuk mengukur kontribusi industri pertambangan terhadap perekonomian suatu negara. Sektor ini terdiri dari berbagai kegiatan, termasuk ekstraksi batu bara, minyak bumi, gas alam, dan berbagai mineral lainnya yang diperlukan untuk berbagai keperluan industri dan energi. Dalam artikel ini, kami di Eulerpool akan membahas secara rinci tentang PDB dari pertambangan, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta peran pentingnya dalam ekonomi makro. Di Indonesia, sektor pertambangan memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB nasional. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini menyumbang persentase yang cukup besar terhadap total PDB. Hal ini menunjukkan bahwa industri pertambangan bukan hanya penting dari segi ekspor, tetapi juga dari segi penyediaan lapangan pekerjaan dan pendapatan negara. Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kontribusi sektor ini terhadap PDB, seperti fluktuasi harga komoditas di pasar global, kebijakan pemerintah, dan kondisi geologi. Fluktuasi harga komoditas adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi PDB dari pertambangan. Harga komoditas seperti minyak bumi, batu bara, dan logam seringkali mengalami perubahan signifikan yang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, ketegangan politik, dan perubahan permintaan. Misalnya, lonjakan harga minyak bumi dapat meningkatkan pendapatan dari sektor ini, sementara penurunan harga dapat berdampak negatif terhadap kontribusinya terhadap PDB. Oleh karena itu, penting bagi pelaku industri dan pemerintah untuk memantau pergerakan harga komoditas secara terus-menerus. Kebijakan pemerintah juga memainkan peran penting dalam menentukan kontribusi sektor pertambangan terhadap PDB. Kebijakan yang mendukung eksplorasi dan ekstraksi sumber daya alam dapat meningkatkan produksi dan, secara tidak langsung, PDB dari sektor ini. Sebaliknya, kebijakan yang terlalu restriktif atau tidak mendukung dapat menghambat perkembangan sektor ini. Di Indonesia, misalnya, pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi dan kebijakan fiskal yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri pertambangan. Ini termasuk insentif pajak, kemudahan perizinan, dan dukungan infrastruktur. Selain itu, kondisi geologi juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi PDB dari pertambangan. Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dan mudah diakses dapat meningkatkan efisiensi produksi dan, oleh karena itu, kontribusi sektor ini terhadap PDB. Di Indonesia, terdapat berbagai tambang batu bara dan logam berharga yang tersebar di seluruh negeri, yang memberikan keuntungan tersendiri bagi sektor ini. Namun, eksplorasi dan ekstraksi sumber daya alam juga seringkali dihadapkan pada tantangan lingkungan dan sosial yang perlu dikelola dengan baik. Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDB juga dapat dilihat dari sisi dampaknya terhadap lapangan pekerjaan. Industri ini menyediakan berbagai kesempatan kerja, mulai dari tenaga kerja kasar hingga tenaga ahli, yang berkontribusi terhadap pengurangan tingkat pengangguran. Selain itu, sektor ini juga menciptakan efek multiplier, di mana peningkatan aktivitas pertambangan dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain seperti transportasi, logistik, dan jasa. Dalam jangka panjang, keberlanjutan sektor pertambangan menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Eksplorasi dan ekstraksi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan dapat menimbulkan berbagai masalah, termasuk kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan penurunan kualitas hidup masyarakat sekitar tambang. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk mengimplementasikan praktik-praktik pertambangan yang bertanggung jawab, termasuk penilaian dampak lingkungan, rehabilitasi lahan, dan keterlibatan masyarakat lokal. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga memberikan dampak positif terhadap PDB dari pertambangan. Implementasi teknologi canggih dalam proses eksplorasi dan ekstraksi dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap PDB. Teknologi seperti pemetaan geologi digital, otomatisasi alat berat, dan penggunaan drone untuk survei tambang adalah beberapa contoh inovasi yang dapat meningkatkan kinerja sektor pertambangan. Sektor pertambangan juga memiliki peran penting dalam mendukung industri hilir. Produk-produk dari sektor ini seperti batu bara, minyak bumi, dan logam menjadi bahan baku penting untuk berbagai industri, termasuk energi, manufaktur, dan konstruksi. Oleh karena itu, peningkatan kinerja sektor pertambangan juga dapat memberikan dampak positif terhadap performa sektor-sektor lainnya, yang pada gilirannya akan meningkatkan PDB. Dalam rangka mengoptimalkan kontribusi sektor pertambangan terhadap PDB, pemerintah dan pelaku industri perlu bekerja sama dalam berbagai inisiatif. Ini termasuk pengembangan infrastruktur pendukung, seperti jalan dan pelabuhan, peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan edukasi, serta peningkatan transparansi dan tata kelola dalam pengelolaan sumber daya alam. Transparansi dan tata kelola yang baik dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, yang akan menarik lebih banyak investasi asing dan domestik ke sektor ini. Akhir kata, PDB dari pertambangan merupakan indikator ekonomi yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun, dengan kebijakan yang tepat, pengelolaan yang baik, dan penerapan teknologi canggih, sektor ini memiliki potensi besar untuk terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Di Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan data dan analisis terperinci tentang PDB dari pertambangan dan berbagai indikator ekonomi lainnya, untuk membantu pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang tepat dan berinformasi.

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan Rwanda — FAQ

Berapa Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan saat ini di Rwanda?

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan saat ini di Rwanda adalah 121 miliar RWF per 1/6/2026.

Bagaimana perubahan Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda belakangan ini?

Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda naik dari 112 miliar RWF (1/3/2026) menjadi 121 miliar RWF (1/6/2026).

Berapa rekor tertinggi Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda?

Rekor tertinggi Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda adalah 125,00 miliar RWF, tercatat pada 1/12/2025.

Berapa rekor terendah Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda?

Rekor terendah Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda adalah 20,00 miliar RWF, tercatat pada 1/3/2010.

Berapa rata-rata historis Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda?

Rata-rata historis Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan di Rwanda adalah 62,51 miliar RWF, dihitung dari 1/3/2006 hingga 1/6/2026.

Dari mana data Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan untuk Rwanda berasal?

Data Produk Domestik Bruto (PDB) dari Pertambangan untuk Rwanda bersumber dari National Institute of Statistics of Rwanda dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.