Produksi Listrik Mongolia

Nilai Produksi Listrik terbaru untuk Mongolia

Harga

665,7 Gigawatt-hour

Perubahan +/-

+37,3 Gigawatt-hour

Perubahan Persentase

+5,94 %

Rata-rata

393,63 Gigawatt-hour

Tertinggi sepanjang masa

976,40 Gigawatt-hour

1/12/2025

Terendah sepanjang masa

140,52 Gigawatt-hour

1/8/2001

Nilai saat ini dari Produksi Listrik di Mongolia adalah 665,7 Gigawatt-hour. Produksi Listrik di Mongolia meningkat menjadi 665,7 Gigawatt-hour pada 1/8/2026, setelah sebelumnya 628,4 Gigawatt-hour pada 1/7/2026. Dari 1/1/2000 hingga 1/8/2026, rata-rata PDB di Mongolia adalah 393,63 Gigawatt-hour. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/12/2025 dengan 976,40 Gigawatt-hour, sementara nilai terendah dicatat pada 1/8/2001 dengan 140,52 Gigawatt-hour.

Sumber: National Statistical Office of Mongolia

Produksi Listrik di Mongolia naik pada 1/8/2026 dari 628,4 Gigawatt-hour pada 1/7/2026 menjadi 665,7 Gigawatt-hour. Produksi Listrik di Mongolia rata-rata 393,63 Gigawatt-hour dari 1/1/2000 hingga 1/8/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 976,40 Gigawatt-hour pada 1/12/2025, dan rekor terendah 140,52 Gigawatt-hour pada 1/8/2001.

Produksi Listrik

Produksi Listrik

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Produksi Listrik
Tanggal
Produksi Listrik
1 Jan 2026
913,10 Gigawatt-hour
2 Jan 2026
856,90 Gigawatt-hour
3 Jan 2026
875,40 Gigawatt-hour
4 Jan 2026
750,60 Gigawatt-hour
5 Jan 2026
682,90 Gigawatt-hour
6 Jan 2026
653,90 Gigawatt-hour
7 Jan 2026
628,40 Gigawatt-hour
8 Jan 2026
665,70 Gigawatt-hour
Akses data ini lewat Eulerpool API

Produksi Listrik Riwayat

Produksi Listrik — Riwayat
TanggalNilai
665,7 Gigawatt-hour
628,4 Gigawatt-hour
653,9 Gigawatt-hour
682,9 Gigawatt-hour
750,6 Gigawatt-hour
875,4 Gigawatt-hour
856,9 Gigawatt-hour
913,1 Gigawatt-hour
976,4 Gigawatt-hour
867,1 Gigawatt-hour
...

Apa itu Produksi Listrik?

Produksi listrik merupakan salah satu segmen penting dalam perekonomian makro yang memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi. Di situs profesional seperti Eulerpool, kami fokus pada penyajian data ekonomi makro yang terkait dengan produksi listrik untuk memberikan wawasan mendalam bagi para analis dan pengambil keputusan. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari produksi listrik di Indonesia, termasuk sumber energi, tantangan yang dihadapi, serta proyeksi masa depan. Di Indonesia, produksi listrik didominasi oleh berbagai sumber energi, seperti batu bara, gas alam, energi terbarukan, dan minyak bumi. Bergantung pada sumber energi ini, produksi listrik di Indonesia terus mengalami perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu. Batu bara merupakan sumber energi utama untuk produksi listrik di Indonesia karena pasokannya yang melimpah dan biayanya yang relatif lebih murah. Namun, ketergantungan ini juga menghadirkan tantangan lingkungan berupa emisi gas rumah kaca yang perlu dikelola dengan baik. Gas alam, sebagai sumber energi kedua terbesar, memainkan peran penting dalam diversifikasi sumber energi untuk produksi listrik. Penggunaan gas alam memungkinkan produksi listrik yang lebih efisien dan berkurangnya emisi karbon dibandingkan dengan batu bara. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Selain itu, produksi listrik dari energi terbarukan seperti hidro, angin, dan matahari semakin mendapatkan perhatian. Energi hidro, terutama dari bendungan-bendungan besar, telah lama menjadi bagian dari portofolio energi Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong pengembangan energi angin dan matahari sebagai bagian dari upaya meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Insentif dan regulasi yang mendukung investasi dalam sektor ini diharapkan akan terus memacu pertumbuhan kapasitas energi terbarukan di masa mendatang. Sementara itu, minyak bumi cenderung memainkan peran yang lebih kecil dalam produksi listrik dibandingkan dengan batu bara dan gas alam, terutama karena faktor biaya yang lebih tinggi dan fluktuasi harga global. Namun, sebagai negara penghasil minyak, Indonesia tetap memiliki sejumlah pembangkit listrik yang masih bergantung pada minyak bumi, khususnya di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur energi lainnya. Produksi listrik di Indonesia juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur. Meskipun Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam pengembangan jaringan listrik, masih ada daerah-daerah yang belum dijangkau oleh listrik secara memadai. Kekurangan ini mempengaruhi kehidupan jutaan orang di daerah tersebut dan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, kebijakan dan regulasi juga memainkan peran penting dalam perkembangan produksi listrik. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong investasi dalam sektor energi, termasuk insentif bagi pengembangan energi terbarukan dan pembukaan kesempatan bagi swasta untuk turut serta dalam pembangunan pembangkit listrik. Namun, implementasi kebijakan tersebut kadang-kadang menemui hambatan birokrasi dan ketidakpastian regulasi yang dapat mempengaruhi iklim investasi. Seiring pertumbuhan ekonomi yang pesat, permintaan listrik di Indonesia terus meningkat. Hal ini menuntut adanya peningkatan kapasitas produksi listrik yang berkelanjutan dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam bauran energi nasional dan mengurangi emisi karbon. Untuk mencapai target ini, diperlukan kolaborasi antara sektor publik dan swasta serta inovasi dalam teknologi produksi dan distribusi listrik. Pembangunan pembangkit listrik baru dan modernisasi pembangkit listrik yang ada juga menjadi fokus utama. Penggunaan teknologi canggih dan ramah lingkungan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi listrik dan mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, penyediaan jaringan listrik yang lebih luas dan handal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan industri dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di masa mendatang, produksi listrik di Indonesia kemungkinan akan semakin terdiversifikasi dengan peningkatan peran energi terbarukan. Kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai situs yang memfokuskan diri pada penyajian data ekonomi makro, Eulerpool berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan terkini mengenai produksi listrik di Indonesia. Data ini meliputi berbagai indikator penting seperti kapasitas produksi, sumber energi, konsumsi listrik, harga energi, dan emisi karbon. Dengan informasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi para pengambil keputusan, peneliti, dan masyarakat luas dalam memahami dinamika sektor energi dan mendukung upaya pembangunan yang berkelanjutan. Dalam kesimpulannya, produksi listrik adalah nadi dari perekonomian modern Indonesia. Dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan teknologi, dan kebijakan yang mendukung, sektor ini memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan melindungi lingkungan. Eulerpool siap menjadi mitra terpercaya dalam menyediakan data dan analisis yang diperlukan untuk mendukung tujuan ini.

Produksi Listrik Mongolia — FAQ

Berapa Produksi Listrik saat ini di Mongolia?

Produksi Listrik saat ini di Mongolia adalah 665,7 Gigawatt-hour per 1/8/2026.

Bagaimana perubahan Produksi Listrik di Mongolia belakangan ini?

Produksi Listrik di Mongolia naik dari 628,4 Gigawatt-hour (1/7/2026) menjadi 665,7 Gigawatt-hour (1/8/2026).

Berapa rekor tertinggi Produksi Listrik di Mongolia?

Rekor tertinggi Produksi Listrik di Mongolia adalah 976,40 Gigawatt-hour, tercatat pada 1/12/2025.

Berapa rekor terendah Produksi Listrik di Mongolia?

Rekor terendah Produksi Listrik di Mongolia adalah 140,52 Gigawatt-hour, tercatat pada 1/8/2001.

Berapa rata-rata historis Produksi Listrik di Mongolia?

Rata-rata historis Produksi Listrik di Mongolia adalah 393,63 Gigawatt-hour, dihitung dari 1/1/2000 hingga 1/8/2026.

Dari mana data Produksi Listrik untuk Mongolia berasal?

Data Produksi Listrik untuk Mongolia bersumber dari National Statistical Office of Mongolia dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.