Iran Ekspor Nonmigas

Harga

Harga

43,72 miliar USD

Perubahan +/-

+1,48 miliar USD

Perubahan Persentase

+3,50 %

Nilai terkini Ekspor Nonmigas di Iran adalah 43,72 miliar USD. Ekspor Nonmigas di Iran meningkat menjadi 43,72 miliar USD pada 1/1/2023, setelah sebelumnya adalah 42,25 miliar USD pada 1/1/2022. Dari 1/1/1995 hingga 1/1/2023, rata-rata PDB di Iran adalah 18,95 miliar USD. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2023 dengan 43,72 miliar USD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/1998 dengan 2,45 miliar USD.

Sumber: Central Bank of Iran

The current value of Ekspor Nonmigas in Iran is 43,72 miliarUSD. Ekspor Nonmigas in Iran increased to 43,72 miliarUSD from 42,25 miliarUSD.Ekspor Nonmigas in Iran averaged 18,95 miliarUSD from 1/1/1995 until 1/1/2023.The all-time high was 43,72 miliarUSD (1/1/2023)and the record low was 2,45 miliarUSD (1/1/1998).

Ekspor Nonmigas

Ekspor Nonmigas

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Ekspor Non-Minyak
Date
Ekspor Non-Minyak
1 Jan 2016
28,58 miliar USD
1 Jan 2017
33,27 miliar USD
1 Jan 2018
32,66 miliar USD
1 Jan 2019
30,38 miliar USD
1 Jan 2020
21,86 miliar USD
1 Jan 2021
40,75 miliar USD
1 Jan 2022
42,25 miliar USD
1 Jan 2023
43,72 miliar USD
Access this data via the Eulerpool API

Ekspor Nonmigas Riwayat

Ekspor Nonmigas — Riwayat
TanggalNilai
43,72 miliar USD
42,25 miliar USD
40,75 miliar USD
21,86 miliar USD
30,38 miliar USD
32,66 miliar USD
33,27 miliar USD
28,58 miliar USD
31,15 miliar USD
33,57 miliar USD

Apa itu Ekspor Nonmigas?

Judul: **Pemahaman Mendalam Tentang Non Oil Exports di Indonesia** Deskripsi SEO: Non Oil Exports di Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor minyak dan gas, melainkan juga mengekspor berbagai produk non-migas yang memiliki potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi. Eulerpool, sebagai platform penyedia data makroekonomi terdepan, menyediakan wawasan mendetail tentang sektor ini untuk membantu para pemangku kepentingan, pemangku kebijakan, dan pengambil keputusan dalam mengembangkan strategi ekonomi yang berkelanjutan. Pentingnya Non Oil Exports bagi Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Produk-produk non-migas seperti kelapa sawit, karet, kopi, teh, dan berbagai komoditas pertanian lainnya telah menjadi andalan ekspor Indonesia selama bertahun-tahun. Selain itu, produk-produk manufaktur seperti tekstil, pakaian jadi, alas kaki, serta elektronika juga memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia. Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah Indonesia telah berupaya untuk melakukan diversifikasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan pada sektor minyak dan gas. Salah satu upayanya adalah dengan mempromosikan ekspor produk non-migas. Langkah ini terbukti efektif dalam mempertahankan stabilitas ekonomi, terutama ketika harga minyak mentah di pasar global mengalami fluktuasi. Penguatan sektor Non Oil Exports juga berkaitan erat dengan peningkatan kapasitas industri domestik. Pemerintah telah menginisiasi berbagai kebijakan untuk mendukung tumbuhnya industri dalam negeri, seperti pemberian insentif pajak, pembiayaan yang mudah, serta deregulasi yang mendorong iklim investasi yang sehat. Industri pengolahan hasil pertanian, misalnya, telah mendapatkan perhatian khusus guna memastikan bahwa produk ekspor Indonesia memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga mampu bersaing di pasar internasional. Selain itu, diversifikasi produk ekspor juga menjadi fokus utama. Indonesia tidak hanya mengandalkan komoditas pertanian atau manufaktur tertentu tetapi berusaha untuk memperkenalkan berbagai macam produk baru ke pasar global. Ini termasuk produk-produk berbasis teknologi, produk farmasi, dan barang-barang kreatif yang nilai ekonominya terus meningkat seiring dengan berkembangnya inovasi. Pasar tujuan ekspor juga menjadi perhatian penting dalam upaya ini. Selama ini, Amerika Serikat, China, Jepang, dan negara-negara Uni Eropa merupakan mitra dagang utama Indonesia. Namun, pemerintah dan pelaku usaha juga semakin aktif menjajaki pasar-pasar baru di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin yang menawarkan peluang perdagangan yang luas. Dalam konteks globalisasi dan adanya perjanjian perdagangan bebas (FTA), akses pasar global menjadi lebih terbuka. Namun, tantangan baru juga muncul seperti persaingan yang semakin ketat dan standar kualitas yang tinggi dari negara tujuan ekspor. Untuk menghadapinya, pelaku usaha Indonesia dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. Pemerintah juga terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi pelatihan, riset, dan pengembangan produk. Tidak kalah pentingnya adalah aspek logistik dan infrastruktur yang mendukung kegiatan ekspor. Kemudahan akses ke pelabuhan, peningkatan efisiensi transportasi, serta fasilitas penyimpanan yang memadai merupakan faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan ekspor non-migas. Pemerintah Indonesia melalui berbagai program infrastruktur terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi di bidang ini. Di sisi lain, faktor-faktor eksternal seperti kondisi perekonomian global, kebijakan proteksionisme negara tujuan ekspor, serta dinamika politik internasional juga berpengaruh terhadap kinerja ekspor non-migas Indonesia. Oleh karena itu, strategi yang adaptif dan responsif sangat diperlukan untuk menjaga daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global. Dalam jangka panjang, pengembangan non oil exports tidak hanya berperan dalam meningkatkan devisa negara, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi ketimpangan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sektor ini menjadi tumpuan dalam mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sebagai situs profesional yang menampilkan data makroekonomi, Eulerpool menyediakan berbagai informasi penting dan analisis mendalam mengenai perkembangan non oil exports di Indonesia. Kami membantu pengguna memahami tren, tantangan, dan peluang dalam sektor ini, serta memberikan pandangan strategis untuk pengembangan ekonomi. Dengan demikian, non oil exports di Indonesia memang memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan sektor ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Demikianlah uraian mengenai pentingnya Non Oil Exports bagi perekonomian Indonesia. Dengan dukungan data yang akurat dan analisis yang komprehensif dari Eulerpool, para pemangku kepentingan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan strategi yang lebih efektif dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Ekspor Nonmigas Iran — FAQ

What is the current Ekspor Nonmigas in Iran?

The current Ekspor Nonmigas in Iran is 43,72 miliarUSD as of 1/1/2023.

How has the Ekspor Nonmigas in Iran changed recently?

The Ekspor Nonmigas in Iran increased from 42,25 miliarUSD (1/1/2022) to 43,72 miliarUSD (1/1/2023).

What is the all-time high for Ekspor Nonmigas in Iran?

The all-time high for Ekspor Nonmigas in Iran was 43,72 miliarUSD, recorded on 1/1/2023.

What is the all-time low for Ekspor Nonmigas in Iran?

The all-time low for Ekspor Nonmigas in Iran was 2,45 miliarUSD, recorded on 1/1/1998.

What is the historical average of Ekspor Nonmigas in Iran?

The historical average of Ekspor Nonmigas in Iran is 18,95 miliarUSD, calculated over the period from 1/1/1995 to 1/1/2023.

Where does the Ekspor Nonmigas data for Iran come from?

The Ekspor Nonmigas data for Iran is sourced from Central Bank of Iran and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.