Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi eSwatini

Nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi terbaru untuk eSwatini

Harga

4 %

Perubahan +/-

+0 %

Rata-rata

5,99 %

Tertinggi sepanjang masa

45,60 %

1/8/2008

Terendah sepanjang masa

-9,90 %

1/8/2009

Nilai terkini dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini adalah 4 %. Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini menurun menjadi 4 % pada 1/6/2026, setelah sebelumnya 4 % pada 1/5/2026. Dari 1/1/2005 hingga 1/6/2026, rata-rata PDB di eSwatini sebesar 5,99 %. Nilai tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/8/2008 dengan 45,60 %, sedangkan nilai terendah dicatat pada 1/8/2009 dengan -9,90 %.

Sumber: Central Bank of Swaziland

Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini turun pada 1/6/2026 dari 4 % pada 1/5/2026 menjadi 4 %. Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini rata-rata 5,99 % dari 1/1/2005 hingga 1/6/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 45,60 % pada 1/8/2008, dan rekor terendah -9,90 % pada 1/8/2009.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi

Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • Maks

IHK Transportasi
Tanggal
IHK Transportasi
10 Jan 2025
0,90 %
11 Jan 2025
0,70 %
12 Jan 2025
0,80 %
1 Jan 2026
0,60 %
2 Jan 2026
0,10 %
4 Jan 2026
1,60 %
5 Jan 2026
4,00 %
6 Jan 2026
4,00 %
Akses data ini lewat Eulerpool API

Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi Riwayat

Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi — Riwayat
TanggalNilai
4 %
4 %
1,6 %
0,1 %
0,6 %
0,8 %
0,7 %
0,9 %
0,5 %
0,5 %
...

Apa itu Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi?

CPI Transportation atau Indeks Harga Konsumen untuk Transportasi adalah salah satu indikator ekonomi penting yang kerap digunakan untuk memahami bagaimana perubahan harga barang dan jasa dalam sektor transportasi mempengaruhi daya beli konsumen. Sebagai salah satu komponen utama dalam pengukuran inflasi, CPI Transportation memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek ekonomi, baik bagi konsumen, pelaku bisnis, maupun pemerintah. Untuk memahami CPI Transportation dengan lebih mendalam, pertama-tama perlu dijelaskan apa itu CPI secara umum. CPI atau Consumer Price Index adalah indikator yang menghitung rata-rata perubahan harga dari sejumlah barang dan jasa yang biasa dikonsumsi rumah tangga. Indeks ini diwakili oleh sekumpulan harga produk yang dikelompokkan dalam beberapa kategori, salah satunya adalah transportasi. Transportasi adalah sektor yang mencakup berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan untuk memindahkan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Dalam konteks CPI, transportasi biasanya mencakup berbagai subkategori seperti harga bahan bakar, tiket angkutan umum, biaya perawatan kendaraan, dan asuransi kendaraan. Perubahan harga dalam subkategori tersebut kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan Indeks Harga Konsumen di sektor transportasi. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin menerbitkan data CPI, termasuk CPI Transportation. Data ini menjadi alat yang sangat berguna bagi berbagai pihak untuk membuat keputusan ekonomi. Misalnya, pelaku bisnis dapat menggunakan data CPI Transportation untuk merencanakan strategi penetapan harga atau logistic, sementara pemerintah bisa memanfaatkannya untuk merumuskan kebijakan fiskal yang lebih tepat sasaran. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi CPI Transportation adalah harga bahan bakar. Bahan bakar merupakan komponen penting dalam transportasi, tidak hanya untuk kendaraan pribadi tetapi juga untuk transportasi umum dan logistik. Ketika harga bahan bakar naik, biasanya akan diikuti kenaikan tarif transportasi umum dan biaya-biaya lain yang terkait dengan transportasi. Hal ini akan tercermin dalam peningkatan CPI Transportation. Oleh karena itu, fluktuasi harga bahan bakar sering kali menjadi faktor yang sangat diperhatikan dalam analisis CPI Transportation. Selain bahan bakar, biaya perawatan kendaraan dan suku cadang juga memainkan peran yang signifikan. Dalam jangka panjang, inflasi di sektor ini dapat mempengaruhi keputusan konsumen mengenai perawatan kendaraan mereka, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja ekonomi keseluruhan. Misalnya, jika biaya perawatan menjadi terlalu mahal, konsumen mungkin memilih untuk mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan pribadi atau beralih ke opsi transportasi yang lebih murah. Di sisi lain, sektor transportasi umum juga sangat dipengaruhi oleh perubahan harga dan memiliki dampak langsung terhadap CPI Transportation. Kenaikan tarif transportasi umum dapat terjadi akibat berbagai alasan, mulai dari kenaikan biaya operasional hingga perubahan kebijakan pemerintah. Misalnya, jika pemerintah memutuskan untuk mengurangi subsidi bahan bakar, operator transportasi umum mungkin akan menaikkan tarif untuk menutupi biaya tambahan tersebut. Ini akan mempengaruhi daya beli konsumen dan secara langsung tercermin dalam CPI Transportation. Dalam konteks makroekonomi, CPI Transportation adalah indikator yang sangat penting untuk mengukur inflasi secara keseluruhan. Inflasi yang tinggi di sektor ini dapat mengindikasikan adanya tekanan harga di seluruh perekonomian. Misalnya, inflasi tinggi di sektor transportasi dapat memberi tekanan tambahan pada sektor-sektor lain, karena biaya logistik dan distribusi barang juga akan meningkat. Ini berarti barang-barang konsumsi lainnya mungkin juga akan mengalami kenaikan harga, yang pada akhirnya mempengaruhi inflasi secara umum. Tidak hanya itu, data CPI Transportation juga sering digunakan oleh bank sentral untuk menetapkan kebijakan moneter. Bank Indonesia, misalnya, dapat menggunakan data CPI Transportation sebagai salah satu indikator dalam menentukan suku bunga acuan. Jika inflasi di sektor transportasi dianggap terlalu tinggi, bank sentral mungkin akan mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk menahan laju inflasi. Untuk situs eulerpool, menampilkan data CPI Transportation secara komprehensif dan up-to-date sangatlah penting. Dengan menyediakan analisis dan visualisasi data yang mendalam, pengguna situs dapat memperoleh wawasan yang lebih baik mengenai kondisi ekonomi saat ini dan proyeksi masa mendatang. Ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi ekonom dan analis, tetapi juga bagi pelaku bisnis dan pembuat kebijakan. Sebagai kesimpulan, CPI Transportation adalah indikator penting dalam memahami dinamika ekonomi di sektor transportasi dan dampaknya terhadap inflasi secara keseluruhan. Mengikuti perkembangan CPI Transportation dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari perencanaan bisnis yang lebih baik hingga pembuatan kebijakan yang lebih efektif. Eulerpool, sebagai situs penyedia data ekonomi, memiliki peran penting dalam menyediakan informasi yang akurat dan up-to-date mengenai CPI Transportation, membantu berbagai pihak untuk membuat keputusan yang lebih baik dan berdasarkan data.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi eSwatini — FAQ

Berapa Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi saat ini di eSwatini?

Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi saat ini di eSwatini adalah 4 % per 1/6/2026.

Bagaimana perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini belakangan ini?

Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini turun dari 4 % (1/5/2026) menjadi 4 % (1/6/2026).

Berapa rekor tertinggi Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini?

Rekor tertinggi Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini adalah 45,60 %, tercatat pada 1/8/2008.

Berapa rekor terendah Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini?

Rekor terendah Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini adalah -9,90 %, tercatat pada 1/8/2009.

Berapa rata-rata historis Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini?

Rata-rata historis Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi di eSwatini adalah 5,99 %, dihitung dari 1/1/2005 hingga 1/6/2026.

Dari mana data Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi untuk eSwatini berasal?

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) Transportasi untuk eSwatini bersumber dari Central Bank of Swaziland dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.