Bolivia Impor
Harga
Nilai terkini dari Impor di Bolivia adalah 791,8 Juta. USD. Impor di Bolivia menurun menjadi 791,8 Juta. USD pada 1/12/2025, setelah sebelumnya 869,7 Juta. USD pada 1/11/2025. Dari 1/1/2003 hingga 1/11/2025, rata-rata PDB di Bolivia adalah 584,11 Juta. USD. Tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/12/2021 dengan 1,09 miliar USD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/6/2003 dengan 119,80 Juta. USD.
macro_seo_summary_intro macro_seo_summary_downmacro_seo_summary_avgmacro_seo_summary_highmacro_seo_summary_low
Impor
Impor
3 tahun
5 tahun
10 tahun
Maks
Impor Riwayat
| Tanggal | Nilai |
|---|---|
| 791,8 Juta. USD | |
| 869,7 Juta. USD | |
| 897,7 Juta. USD | |
| 729,7 Juta. USD | |
| 890,3 Juta. USD | |
| 753 Juta. USD | |
| 680,6 Juta. USD | |
| 717,3 Juta. USD | |
| 854,1 Juta. USD | |
| 587,8 Juta. USD |
Indikator Makro Serupa dengan Impor
Arus Modal
Kuartal
Cadangan emas
Kuartal
Ekspor
Bulanan
Indeks Terorisme
Tahunan
Investasi Langsung Asing
Kuartal
Ketentuan Perdagangan
Kuartal
Neraca Perdagangan
Bulanan
Produksi Minyak Mentah
Bulanan
Rekening Transaksi Berjalan
Kuartal
Rekening Transaksi Berjalan terhadap PDB
Tahunan
Transfer Uang
Kuartal
Utang Luar Negeri
Kuartal
Utang Luar Negeri terhadap PDB
Tahunan
Impor
Impor utama Bolivia adalah: bahan baku dan produk antara (54 persen dari total impor) di mana 27 persennya untuk industri, barang konsumsi (30 persen), barang modal (26 persen). Mitra impor utama adalah: China (19 persen dari total impor), Brazil (15 persen), Argentina (13 persen), Chile (11 persen) dan Amerika Serikat (9 persen). Mitra lainnya termasuk: Peru, Jerman, Swiss, dan Singapura.
Halaman makro untuk negara lain di Amerika
Apa itu Impor?
Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.
Impor Bolivia — FAQ
What is the current Impor in Bolivia?
The current Impor in Bolivia is 791,8 Juta.USD as of 1/12/2025.
How has the Impor in Bolivia changed recently?
The Impor in Bolivia decreased from 869,7 Juta.USD (1/11/2025) to 791,8 Juta.USD (1/12/2025).
What is the all-time high for Impor in Bolivia?
The all-time high for Impor in Bolivia was 1,09 miliarUSD, recorded on 1/12/2021.
What is the all-time low for Impor in Bolivia?
The all-time low for Impor in Bolivia was 119,80 Juta.USD, recorded on 1/6/2003.
What is the historical average of Impor in Bolivia?
The historical average of Impor in Bolivia is 584,11 Juta.USD, calculated over the period from 1/1/2003 to 1/11/2025.
Where does the Impor data for Bolivia come from?
The Impor data for Bolivia is sourced from Banco Central de Bolivia and published on Eulerpool.