Belanda Rasio Harga terhadap Sewa

Harga

Harga

166,51

Perubahan +/-

+0,74

Perubahan Persentase

+0,45 %

Nilai saat ini dari Rasio Harga terhadap Sewa di Belanda adalah 166,51 . Rasio Harga terhadap Sewa di Belanda meningkat menjadi 166,51 pada 1/12/2025, setelah sebelumnya adalah 165,76 pada 1/9/2025. Dari 1/3/1970 sampai 1/12/2025, rata-rata GDP di Belanda adalah 103,90 . Nilai tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/6/2025 dengan 167,47 , sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/9/1985 dengan 59,54 .

Sumber: OECD

The current value of Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda is 166,51. Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda increased to 166,51 from 165,76.Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda averaged 103,90 from 1/3/1970 until 1/12/2025.The all-time high was 167,47 (1/6/2025)and the record low was 59,54 (1/9/1985).

Rasio Harga terhadap Sewa

Rasio Harga terhadap Sewa

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Rasio Harga-Sewa
Date
Rasio Harga-Sewa
3 Jan 2024
158,21 base
6 Jan 2024
161,25 base
9 Jan 2024
160,97 base
12 Jan 2024
164,33 base
3 Jan 2025
166,18 base
6 Jan 2025
167,47 base
9 Jan 2025
165,76 base
12 Jan 2025
166,51 base
Access this data via the Eulerpool API

Rasio Harga terhadap Sewa Riwayat

Rasio Harga terhadap Sewa — Riwayat
TanggalNilai
166,51
165,76
167,47
166,18
164,33
160,97
161,25
158,21
156,32
153,6
...

Rasio Harga terhadap Sewa

Rasio harga terhadap sewa di Belanda mengukur indeks harga rumah nominal dibagi dengan indeks harga sewa rumah.

Apa itu Rasio Harga terhadap Sewa?

Rasio Harga terhadap Sewa (Price to Rent Ratio) adalah salah satu indikator penting yang digunakan dalam analisis makroekonomi untuk mengevaluasi pasar perumahan. Dalam konteks ini, rasio harga terhadap sewa memberikan gambaran tentang kelayakan finansial investasi properti residensial dibandingkan dengan opsi lainnya, seperti menyewa. Di situs kami, Eulerpool, yang merupakan platform profesional penyedia data ekonomi makro, kami menyediakan data terkini dan analisis mendalam tentang berbagai indikator ekonomi, termasuk rasio harga terhadap sewa. Rasio harga terhadap sewa dihitung dengan membagi harga beli properti dengan biaya sewa tahunan yang dihasilkan dari properti tersebut. Sebagai contoh, jika harga properti adalah Rp 1.200.000.000 dan biaya sewanya adalah Rp 120.000.000 per tahun, maka rasio harga terhadap sewanya adalah 10 (1.200.000.000 / 120.000.000). Angka ini memberikan perspektif langsung tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi investasi properti untuk mencapai titik impas, dengan asumsi harga sewa tetap stabil. Banyak faktor yang mempengaruhi rasio harga terhadap sewa. Faktor-faktor tersebut termasuk lokasi properti, kondisi pasar perumahan secara umum, kondisi ekonomi, tingkat pengangguran, dan suku bunga. Dalam situasi di mana harga properti meningkat lebih cepat daripada harga sewa, rasio ini akan menjadi lebih tinggi dan mungkin menandakan adanya overvaluasi di pasar properti. Sebaliknya, jika harga sewa meningkat lebih cepat daripada harga properti, rasio ini akan menjadi lebih rendah, yang dapat menunjukkan bahwa membeli properti lebih menguntungkan dibandingkan dengan menyewa. Penting untuk diingat bahwa rasio harga terhadap sewa tidak hanya digunakan oleh investor properti, tetapi juga oleh pembuat kebijakan dan ahli ekonomi untuk memahami dinamika pasar perumahan dan keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Contohnya, sebuah rasio harga terhadap sewa yang sangat tinggi bisa menggambarkan bahwa pasar properti sedang dalam kondisi 'bubble' yang bisa berisiko pecah, membawa dampak negatif bagi perekonomian secara keseluruhan. Di Indonesia, rasio harga terhadap sewa sangat bervariasi tergantung pada wilayah. Di daerah-daerah metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, di mana permintaan akan perumahan sangat tinggi, rasio ini cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah yang kurang berkembang. Ini mencerminkan bahwa investasiproperti di kota-kota besar mungkin memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai titik impas dibandingkan dengan kota-kota kecil atau daerah pinggiran. Selain itu, dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan urbanisasi yang terus berlanjut, banyak daerah di Indonesia yang melihat peningkatan tajam baik dalam harga properti maupun biaya sewa. Oleh karena itu, memahami rasio harga terhadap sewa menjadi semakin penting bagi para investor yang ingin membuat keputusan yang bijak dan terinformasi. Selain itu, rasio harga terhadap sewa juga memberikan pandangan yang menarik mengenai pilihan tempat tinggal bagi penduduk. Bagi banyak orang, khususnya generasi muda, memilih antara membeli dan menyewa rumah adalah keputusan finansial yang besar. Seringkali, di area di mana rasio harga terhadap sewa tinggi, menyewa bisa menjadi alternatif yang lebih menarik karena lebih terjangkau dalam jangka pendek. Sebaliknya, dalam lingkungan dengan rasio harga terhadap sewa rendah, membeli properti bisa menjadi pilihan yang lebih baik dalam jangka panjang. Informasi rasio harga terhadap sewa juga sangat berguna dalam analisis pasar properti komersial. Sama seperti di pasar perumahan, rasio ini membantu investor dalam menilai profitabilitas investasi properti komersial. Dengan kemampuan untuk memprediksi potensi aliran pendapatan dari properti, investor dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam hal alokasi portofolio dan strategi investasi. Eulerpool berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan analisis yang mendalam untuk membantu investor, ahli ekonomi, dan pembuat kebijakan dalam mengambil keputusan yang lebih baik. Dengan memanfaatkan data dari berbagai sumber yang terpercaya, kami memastikan bahwa informasi yang kami sediakan selalu terkini dan relevan. Pentingnya rasio harga terhadap sewa dalam konteks ekonomi makro tidak bisa dilebih-lebihkan. Implementasi kebijakan perumahan, stabilitas pasar properti, dan keseimbangan ekonomi secara keseluruhan semuanya dipengaruhi oleh indikator ini. Sebagai alat evaluasi penting, rasio harga terhadap sewa memberikan wawasan yang tak ternilai tentang kesehatan dan potensi pasar properti di masa depan. Dengan terus memantau dan menganalisis data ini, Eulerpool memberikan kontribusi penting dalam membantu berbagai pihak memahami dan menavigasi dinamika pasar perumahan yang kompleks. Dalam kesimpulannya, rasio harga terhadap sewa adalah alat esensial dalam analisis pasar properti, baik untuk tujuan investasi maupun kebijakan publik. Memahami indikator ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih informatif dan strategis, memastikan bahwa investasi dan kebijakan berlandaskan pada data yang solid dan analisis yang tepat. Eulerpool dengan bangga mendukung kebutuhan informasi ini dengan menyediakan data dan analisis yang akurat, membantu semua pihak yang terlibat dalam pasar properti untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar.

Rasio Harga terhadap Sewa Belanda — FAQ

What is the current Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda?

The current Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda is 166,51 as of 1/12/2025.

How has the Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda changed recently?

The Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda increased from 165,76 (1/9/2025) to 166,51 (1/12/2025).

What is the all-time high for Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda?

The all-time high for Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda was 167,47, recorded on 1/6/2025.

What is the all-time low for Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda?

The all-time low for Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda was 59,54, recorded on 1/9/1985.

What is the historical average of Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda?

The historical average of Rasio Harga terhadap Sewa in Belanda is 103,90, calculated over the period from 1/3/1970 to 1/12/2025.

Where does the Rasio Harga terhadap Sewa data for Belanda come from?

The Rasio Harga terhadap Sewa data for Belanda is sourced from OECD and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.