Impor Bangladesh

Nilai Impor terbaru untuk Bangladesh

Harga

724,69 miliar BDT

Perubahan +/-

-80,95 miliar BDT

Perubahan Persentase

-10,05 %

Rata-rata

147,67 miliar BDT

Tertinggi sepanjang masa

805,64 miliar BDT

1/6/2026

Terendah sepanjang masa

570,00 Juta. BDT

1/11/1976

Nilai terkini dari Impor di Bangladesh adalah 724,69 miliar BDT. Impor di Bangladesh menurun menjadi 724,69 miliar BDT pada 1/7/2026, setelah sebelumnya 805,64 miliar BDT pada 1/6/2026. Dari 1/3/1976 hingga 1/7/2026, rata-rata PDB di Bangladesh adalah 147,67 miliar BDT. Tertinggi sepanjang masa tercapai pada 1/6/2026 dengan 805,64 miliar BDT, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/11/1976 dengan 570,00 Juta. BDT.

Sumber: Bangladesh Bank

Impor di Bangladesh turun pada 1/7/2026 dari 805,64 miliar BDT pada 1/6/2026 menjadi 724,69 miliar BDT. Impor di Bangladesh rata-rata 147,67 miliar BDT dari 1/3/1976 hingga 1/7/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 805,64 miliar BDT pada 1/6/2026, dan rekor terendah 570,00 Juta. BDT pada 1/11/1976.

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Tanggal
Impor
12 Jan 2025
718,31 miliar BDT
1 Jan 2026
722,02 miliar BDT
2 Jan 2026
582,88 miliar BDT
3 Jan 2026
649,45 miliar BDT
4 Jan 2026
790,11 miliar BDT
5 Jan 2026
699,27 miliar BDT
6 Jan 2026
805,64 miliar BDT
7 Jan 2026
724,69 miliar BDT
Akses data ini lewat Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
724,69 miliar BDT
805,64 miliar BDT
699,27 miliar BDT
790,11 miliar BDT
649,45 miliar BDT
582,88 miliar BDT
722,02 miliar BDT
718,31 miliar BDT
663,01 miliar BDT
647,64 miliar BDT
...

Indikator Makro Serupa dengan Impor

Impor

Bangladesh terutama mengimpor minyak bumi dan minyak (11 persen dari total impor); tekstil (10 persen) dan bahan makanan (9 persen). Impor lainnya meliputi: besi dan baja (7 persen), minyak nabati (4 persen), bahan kimia (4 persen), benang serta artikel plastik dan karet (4 persen). Pada tahun 2013, impor beras menurun secara signifikan terutama karena pasokan beras domestik yang cukup selama periode tersebut.

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Bangladesh — FAQ

Berapa Impor saat ini di Bangladesh?

Impor saat ini di Bangladesh adalah 724,69 miliar BDT per 1/7/2026.

Bagaimana perubahan Impor di Bangladesh belakangan ini?

Impor di Bangladesh turun dari 805,64 miliar BDT (1/6/2026) menjadi 724,69 miliar BDT (1/7/2026).

Berapa rekor tertinggi Impor di Bangladesh?

Rekor tertinggi Impor di Bangladesh adalah 805,64 miliar BDT, tercatat pada 1/6/2026.

Berapa rekor terendah Impor di Bangladesh?

Rekor terendah Impor di Bangladesh adalah 570,00 Juta. BDT, tercatat pada 1/11/1976.

Berapa rata-rata historis Impor di Bangladesh?

Rata-rata historis Impor di Bangladesh adalah 147,67 miliar BDT, dihitung dari 1/3/1976 hingga 1/7/2026.

Dari mana data Impor untuk Bangladesh berasal?

Data Impor untuk Bangladesh bersumber dari Bangladesh Bank dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.