Impor Aruba

Nilai Impor terbaru untuk Aruba

Harga

844,42 Juta. AWG

Perubahan +/-

+70,82 Juta. AWG

Perubahan Persentase

+9,15 %

Rata-rata

514,74 Juta. AWG

Tertinggi sepanjang masa

844,42 Juta. AWG

1/12/2024

Terendah sepanjang masa

309,20 Juta. AWG

1/6/2020

Nilai saat ini dari Impor di Aruba adalah 844,42 Juta. AWG. Impor di Aruba meningkat menjadi 844,42 Juta. AWG pada 1/12/2024, setelah sebelumnya adalah 773,6 Juta. AWG pada 1/9/2024. Dari 1/3/2000 hingga 1/12/2024, rata-rata PDB di Aruba adalah 514,74 Juta. AWG. Puncak tertinggi tercapai pada 1/12/2024 dengan 844,42 Juta. AWG, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/6/2020 dengan 309,20 Juta. AWG.

Sumber: Aruba Central Bureau of Statistics

Impor di Aruba naik pada 1/12/2024 dari 773,6 Juta. AWG pada 1/9/2024 menjadi 844,42 Juta. AWG. Impor di Aruba rata-rata 514,74 Juta. AWG dari 1/3/2000 hingga 1/12/2024, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 844,42 Juta. AWG pada 1/12/2024, dan rekor terendah 309,20 Juta. AWG pada 1/6/2020.

Impor

Impor

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Impor
Tanggal
Impor
3 Jan 2023
658,70 Juta. AWG
6 Jan 2023
695,20 Juta. AWG
9 Jan 2023
661,30 Juta. AWG
12 Jan 2023
734,50 Juta. AWG
3 Jan 2024
684,80 Juta. AWG
6 Jan 2024
743,40 Juta. AWG
9 Jan 2024
773,60 Juta. AWG
12 Jan 2024
844,42 Juta. AWG
Akses data ini lewat Eulerpool API

Impor Riwayat

Impor — Riwayat
TanggalNilai
844,42 Juta. AWG
773,6 Juta. AWG
743,4 Juta. AWG
684,8 Juta. AWG
734,5 Juta. AWG
661,3 Juta. AWG
695,2 Juta. AWG
658,7 Juta. AWG
795,9 Juta. AWG
671,4 Juta. AWG
...

Apa itu Impor?

Eulerpool adalah situs web profesional yang menyediakan data makroekonomi yang komprehensif, termasuk dalam kategori "Impor." Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang impor di Indonesia, dengan informasi yang relevan, tren, dan signifikansi makroekonominya, serta relevansinya bagi pengguna data ekonomi. Impor merujuk pada kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Di Indonesia, impor memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena berbagai alasan. Pertama, impor memungkinkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien atau tidak tersedia di dalam negeri. Kedua, impor dapat membantu menstabilkan harga di pasar domestik dengan menyediakan alternatif yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Oleh karena itu, memahami dinamika impor menjadi sangat penting. Data impor mencakup berbagai jenis barang mulai dari bahan baku industri, barang konsumsi, hingga barang modal seperti mesin dan peralatan. Bahan baku industri seperti minyak mentah, bahan kimia, dan bijih logam sangat penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Barang konsumsi seperti elektronik, kendaraan, dan produk pangan juga memainkan peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, barang modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi industri. Tren impor Indonesia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global, nilai tukar, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Misalnya, ketika perekonomian global mengalami resesi, nilai impor Indonesia mungkin menurun karena berkurangnya permintaan global. Sebaliknya, dalam periode pertumbuhan ekonomi yang kuat, impor cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal dan barang konsumsi di dalam negeri. Kebijakan perdagangan juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Pemerintah Indonesia sering memberlakukan tarif dan non-tarif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan kebutuhan untuk mengimpor barang-barang yang tidak dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. Langkah-langkah seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan organisasi perdagangan internasional (WTO) juga berdampak pada volume dan nilai impor Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, sangat mempengaruhi biaya impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor meningkat karena harga barang-barang yang diimpor dalam mata uang asing menjadi lebih mahal. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat, biaya impor menurun, yang dapat menguntungkan konsumen dan produsen di Indonesia. Data makroekonomi terkait impor juga dapat memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi Indonesia. Misalnya, peningkatan impor barang modal umumnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian. Sebaliknya, peningkatan impor barang konsumsi bisa menunjukkan meningkatnya daya beli masyarakat. Namun, peningkatan impor juga dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan jika nilai impor melebihi nilai ekspor. Mengapa data impor sangat penting bagi pengguna data ekonomi seperti pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan? Bagi pengusaha, data impor memberikan gambaran tentang kondisi pasar dan persaingan. Misalnya, sektor manufaktur dapat memanfaatkan data impor bahan baku untuk merencanakan produksi dan mengelola biaya. Bagi investor, data impor dapat membantu dalam analisis kelayakan investasi dan proyeksi pertumbuhan industri. Sementara itu, pembuat kebijakan dapat mengandalkan data impor untuk merumuskan kebijakan perdagangan dan industri yang efektif. Di Eulerpool, kami menyediakan data impor yang terperinci dan dapat diakses dengan mudah. Pengguna dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan analisis yang mendalam dan membuat keputusan yang lebih informed. Data yang kami sediakan mencakup berbagai kategori barang, negara asal impor, serta tren dan perubahan harga dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika impor di Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan alat analisis yang canggih untuk memudahkan pengguna dalam memvisualisasikan data impor. Pengguna dapat membuat grafik, tabel, dan laporan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Fitur ini sangat berguna bagi pengusaha, investor, dan peneliti yang membutuhkan data rinci dan analisis mendalam untuk mendukung keputusan mereka. Secara keseluruhan, kategori impor di Eulerpool memainkan peran vital dalam memberikan wawasan yang relevan dan data yang akurat untuk mendukung berbagai kepentingan ekonomi. Dengan memahami dinamika impor, pengguna data ekonomi dapat mengantisipasi perubahan pasar, merencanakan strategi bisnis, dan membuat keputusan yang lebih baik. Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, data impor yang akurat dan terbaru menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Eulerpool berkomitmen untuk terus menyediakan data impor yang berkualitas tinggi dan mudah diakses bagi semua penggunanya. Melalui analisis yang mendalam dan fitur yang canggih, kami berharap dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengatasi kompleksitas perekonomian global, serta mencapai tujuan ekonomi dan bisnis mereka.

Impor Aruba — FAQ

Berapa Impor saat ini di Aruba?

Impor saat ini di Aruba adalah 844,42 Juta. AWG per 1/12/2024.

Bagaimana perubahan Impor di Aruba belakangan ini?

Impor di Aruba naik dari 773,6 Juta. AWG (1/9/2024) menjadi 844,42 Juta. AWG (1/12/2024).

Berapa rekor tertinggi Impor di Aruba?

Rekor tertinggi Impor di Aruba adalah 844,42 Juta. AWG, tercatat pada 1/12/2024.

Berapa rekor terendah Impor di Aruba?

Rekor terendah Impor di Aruba adalah 309,20 Juta. AWG, tercatat pada 1/6/2020.

Berapa rata-rata historis Impor di Aruba?

Rata-rata historis Impor di Aruba adalah 514,74 Juta. AWG, dihitung dari 1/3/2000 hingga 1/12/2024.

Dari mana data Impor untuk Aruba berasal?

Data Impor untuk Aruba bersumber dari Aruba Central Bureau of Statistics dan dipublikasikan di Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.