Suriname Tingkat Bunga

Harga

Harga

10 %

Perubahan +/-

+0 %

Perubahan Persentase

+0,00 %

Nilai saat ini dari Tingkat Bunga di Suriname adalah 10 %. Tingkat Bunga di Suriname menurun menjadi 10 % pada 1/7/2026, setelah sebelumnya 10 % pada 1/6/2026. Dari 1/3/1954 hingga 1/7/2026, rata-rata PDB di Suriname adalah 7,48 %. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/1999 dengan 18,00 %, sementara nilai terendah tercatat pada 1/3/1954 dengan 4,00 %.

Sumber: Central Bank of Suriname

The current value of Tingkat Bunga in Suriname is 10%. Tingkat Bunga in Suriname decreased to 10% from 10%.Tingkat Bunga in Suriname averaged 7,48% from 1/3/1954 until 1/7/2026.The all-time high was 18,00% (1/1/1999)and the record low was 4,00% (1/3/1954).

Tingkat Bunga

Tingkat Bunga

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Tingkat suku bunga
Date
Tingkat suku bunga
12 Jan 2025
10,00 %
1 Jan 2026
10,00 %
2 Jan 2026
10,00 %
3 Jan 2026
10,00 %
4 Jan 2026
10,00 %
5 Jan 2026
10,00 %
6 Jan 2026
10,00 %
7 Jan 2026
10,00 %
Access this data via the Eulerpool API

Tingkat Bunga Riwayat

Tingkat Bunga — Riwayat
TanggalNilai
10 %
10 %
10 %
10 %
10 %
10 %
10 %
10 %
10 %
10 %
...

Tingkat Bunga

Di Suriname, suku bunga merujuk pada Suku Diskonto, yaitu tingkat di mana Bank Sentral Suriname memberikan kredit kepada bank-bank komersial dan pemerintah.

Apa itu Tingkat Bunga?

Tingkat Bunga adalah salah satu elemen kunci dalam analisis ekonomi makro. Di situs web kami, Eulerpool, kami menyajikan data ekonomi makro yang komprehensif, termasuk informasi mendetail tentang tingkat bunga. Data ini penting tidak hanya bagi para ekonom dan analis, tetapi juga bagi investor, perusahaan, dan kebijakan pembuat keputusan untuk memahami dan memprediksi tren ekonomi. Tingkat bunga mempengaruhi berbagai aspek ekonomi, mulai dari tingkat tabungan individu hingga investasi bisnis dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh pemerintah. Secara umum, tingkat bunga adalah biaya yang dikenakan oleh pemberi pinjaman kepada peminjam untuk penggunaan dana. Besaran ini sering kali dinyatakan dalam bentuk persentase tahunan dari jumlah pokok yang dipinjam. Pentingnya tingkat bunga dalam ekonomi tidak dapat dianggap remeh. Salah satu dampak utama dari perubahan tingkat bunga adalah pada perilaku konsumen dan perusahaan. Ketika tingkat bunga naik, biaya pinjaman juga meningkat, yang pada gilirannya dapat mengurangi pengeluaran konsumen dan investasi bisnis. Sebaliknya, penurunan tingkat bunga dapat merangsang kedua hal tersebut, karena biaya pinjaman menjadi lebih murah. Bank sentral, seperti Bank Indonesia, adalah institusi yang memiliki peran utama dalam menentukan tingkat bunga. Mereka menggunakan alat kebijakan moneter seperti tingkat diskonto dan simpanan wajib untuk mengendalikan likuiditas di pasar. Tujuan utama mereka adalah mencapai stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Misalnya, ketika inflasi tinggi, bank sentral dapat menaikkan tingkat bunga untuk mengurangi jumlah uang yang beredar, dengan harapan mengurangi tekanan inflasi. Ada berbagai jenis tingkat bunga, termasuk tingkat bunga jangka pendek dan jangka panjang. Tingkat bunga jangka pendek biasanya lebih dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral, sementara tingkat bunga jangka panjang lebih dipengaruhi oleh harapan pasar terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi di masa depan. Obligasi pemerintah sering kali digunakan sebagai alat ukur untuk tingkat bunga jangka panjang. Selain itu, tingkat bunga riil dan nominal adalah dua konsep penting yang perlu dipahami. Tingkat bunga nominal adalah tingkat bunga yang dinyatakan tanpa penyesuaian inflasi. Sementara itu, tingkat bunga riil adalah tingkat bunga nominal yang telah disesuaikan dengan laju inflasi. Contoh, jika tingkat bunga nominal adalah 5% dan inflasi 2%, maka tingkat bunga riil adalah 3%. Tingkat bunga riil dianggap sebagai indikator yang lebih akurat untuk mengukur dampak ekonomi dari perubahan tingkat bunga. Peran tingkat bunga juga sangat krusial dalam konteks globalisasi. Di era modern ini, arus modal lintas negara sangat dipengaruhi oleh perbedaan tingkat bunga antar negara. Misalnya, jika tingkat bunga di negara A lebih tinggi dibandingkan dengan negara B, maka ada kemungkinan besar investor akan memindahkan dananya ke negara A untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Hal ini kemudian dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang dan keseimbangan perdagangan antar negara. Dalam konteks investasi, tingkat bunga menjadi faktor yang sangat penting dalam penilaian aset finansial. Misalnya, dalam valuasi obligasi, tingkat bunga digunakan untuk mendiskon aliran kas masa depan ke nilai saat ini. Dengan demikian, perubahan kecil dalam tingkat bunga dapat memiliki dampak besar pada harga aset. Tingkat bunga juga mempengaruhi pasar properti. Ketika tingkat bunga rendah, pinjaman hipotek menjadi lebih terjangkau, yang dapat mendorong permintaan dan menaikkan harga properti. Sebaliknya, tingkat bunga tinggi dapat membuat pinjaman lebih mahal dan berpotensi menurunkan permintaan serta harga properti. Lebih lanjut, tingkat bunga sering digunakan sebagai barometer kesehatan ekonomi. Tingkat bunga yang rendah mungkin mencerminkan kondisi ekonomi yang lemah, di mana bank sentral berusaha merangsang pertumbuhan melalui kebijakan moneter ekspansif. Sebaliknya, tingkat bunga tinggi mungkin mengindikasikan ekonomi yang overheating, dengan bank sentral berusaha mengendalikan inflasi yang meningkat. Selain itu, konsep kurva yield, yang menggambarkan hubungan antara tingkat bunga jangka pendek dan jangka panjang, juga merupakan indikator penting dalam analisis ekonomi. Kurva yield yang normal memperlihatkan bahwa tingkat bunga jangka panjang lebih tinggi daripada jangka pendek, yang mencerminkan harapan pertumbuhan ekonomi di masa depan. Sebaliknya, kurva yield yang terbalik, di mana tingkat bunga jangka pendek lebih tinggi, sering kali dianggap sebagai indikator resesi yang akan datang. Untuk para pembuat kebijakan, investor, dan akademisi, memahami dinamika dan implikasi tingkat bunga adalah hal yang fundamental. Eulerpool menawarkan data yang akurat dan up-to-date tentang tingkat bunga serta analisis yang mendalam untuk membantu para pengguna dalam membuat keputusan yang lebih informasional. Dengan memanfaatkan data yang kami sajikan, pengguna dapat mengoptimalkan strategi investasi, mengelola risiko, atau merumuskan kebijakan ekonomi yang efektif. Dengan kata lain, tingkat bunga adalah salah satu fondasi ekonomi yang mempengaruhi hampir semua aspek dalam kehidupan ekonomi. Di Eulerpool, kami berkomitmen untuk menyediakan informasi yang dapat membantu semua pihak dalam memahami dan menginterpretasikan data tingkat bunga dengan lebih baik. Kami percaya bahwa dengan pengetahuan yang tepat, pengguna dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dan strategis, baik dalam konteks pribadi, perusahaan, maupun kebijakan publik.

Tingkat Bunga Suriname — FAQ

What is the current Tingkat Bunga in Suriname?

The current Tingkat Bunga in Suriname is 10% as of 1/7/2026.

How has the Tingkat Bunga in Suriname changed recently?

The Tingkat Bunga in Suriname decreased from 10% (1/6/2026) to 10% (1/7/2026).

What is the all-time high for Tingkat Bunga in Suriname?

The all-time high for Tingkat Bunga in Suriname was 18,00%, recorded on 1/1/1999.

What is the all-time low for Tingkat Bunga in Suriname?

The all-time low for Tingkat Bunga in Suriname was 4,00%, recorded on 1/3/1954.

What is the historical average of Tingkat Bunga in Suriname?

The historical average of Tingkat Bunga in Suriname is 7,48%, calculated over the period from 1/3/1954 to 1/7/2026.

Where does the Tingkat Bunga data for Suriname come from?

The Tingkat Bunga data for Suriname is sourced from Central Bank of Suriname and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.