Rasio Cadangan Kas Seychelles
Nilai Rasio Cadangan Kas terbaru untuk Seychelles
Harga
13 %
Perubahan +/-
+0 %
Rata-rata
12,86 %
Tertinggi sepanjang masa
13,00 %
1/1/2018
Terendah sepanjang masa
10,00 %
1/9/2021
Nilai saat ini dari Rasio Cadangan Kas di Seychelles adalah 13 %. Rasio Cadangan Kas di Seychelles menurun menjadi 13 % pada 1/9/2026, setelah sebelumnya adalah 13 % pada 1/8/2026. Dari 1/1/2018 hingga 1/9/2026, rata-rata PDB di Seychelles adalah 12,86 %. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/1/2018 dengan 13,00 %, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/9/2021 dengan 10,00 %.
Rasio Cadangan Kas di Seychelles turun pada 1/9/2026 dari 13 % pada 1/8/2026 menjadi 13 %. Rasio Cadangan Kas di Seychelles rata-rata 12,86 % dari 1/1/2018 hingga 1/9/2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 13,00 % pada 1/1/2018, dan rekor terendah 10,00 % pada 1/9/2021.
Rasio Cadangan Kas
Rasio Cadangan Kas
3 tahun
5 tahun
Maks
Akses data ini lewat Eulerpool API
100.000 permintaan/bulan gratis · tanpa kartu
Rasio Cadangan Kas Riwayat
| Tanggal | Nilai |
|---|---|
| 13 % | |
| 13 % | |
| 13 % | |
| 13 % | |
| 13 % | |
| 13 % | |
| 13 % | |
| 13 % | |
| 13 % | |
| 13 % |
Indikator Makro Serupa dengan Rasio Cadangan Kas
Cadangan Valuta Asing
Bulanan
Jumlah Uang Beredar M1
Bulanan
Jumlah Uang M2
Bulanan
Jumlah Uang M3
Bulanan
Neraca Bank Sentral
Bulanan
Neraca Keuangan Bank
Bulanan
Tingkat Bunga Deposito
Tahunan
Tingkat suku bunga
frequency_daily
Tingkat Suku Bunga Pinjaman
Bulanan
Rasio Cadangan Kas
Persyaratan Cadangan Minimum (MRR) adalah instrumen kebijakan moneter yang digunakan oleh beberapa Otoritas Moneter atau Bank Sentral untuk secara langsung mempengaruhi jumlah uang beredar, sehingga mengelola likuiditas dalam sistem perbankan. Rasio MRR menentukan persentase liabilitas deposito yang harus disimpan sebagai kas di Bank Sentral oleh lembaga keuangan di bawah pengawasannya, yaitu bank komersial. MRR telah menjadi bagian integral dari berbagai instrumen kebijakan moneter Bank Sentral Seychelles sejak berdirinya pada tahun 1981. Sistem ini telah berkembang dari perannya yang akomodatif terhadap kebijakan fiskal yang dominan menjadi instrumen kebijakan moneter yang penting. Rasio ini telah berubah beberapa kali dalam rentang 2,5% hingga 20%. Saat ini, rasio ini berada pada angka 13% dan deposito yang terutang termasuk deposito dalam mata uang asing milik penduduk.
Halaman makro untuk negara lain di Afrika
Apa itu Rasio Cadangan Kas?
Cash Reserve Ratio (CRR) atau Rasio Cadangan Kas adalah salah satu instrumen kebijakan moneter yang sangat penting untuk pengendalian moneter serta stabilitas ekonomi di sebuah negara. CRR merujuk pada persentase tertentu dari total simpanan bank komersial yang harus disimpan dalam bentuk kas atau saldo di bank sentral. Di Indonesia, aturan mengenai CRR diatur oleh Bank Indonesia (BI). Fokus dari kebijakan ini adalah memastikan bahwa bank komersial memiliki cadangan kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan likuiditas sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan. Kebijakan CRR memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, CRR bertujuan untuk mengontrol jumlah uang yang beredar di masyarakat. Ketika Bank Indonesia ingin mengurangi jumlah uang yang beredar, mereka dapat meningkatkan CRR, yang berarti bank-bank komersial harus menyimpan lebih banyak uang mereka di bank sentral dan memiliki lebih sedikit uang untuk dipinjamkan kepada masyarakat. Sebaliknya, jika Bank Indonesia ingin meningkatkan jumlah uang yang beredar, mereka dapat menurunkan CRR, memungkinkan bank-bank komersial untuk meminjamkan lebih banyak uang. Kedua, CRR bertujuan untuk memastikan bahwa bank memiliki cadangan likuiditas yang cukup. Bank senantiasa perlu menjaga keseimbangan antara keuntungan dan risiko. Dengan adanya CRR, bank diharuskan menyimpan sebagian dari dana mereka sebagai cadangan, yang akan menjadi penyangga likuiditas bagi bank tersebut. Hal ini membantu mencegah kebangkrutan bank serta melindungi semua stakeholder, mulai dari para deposan hingga para pemegang saham. Ketiga, CRR sebagai alat pengendalian inflasi. Salah satu aspek penting dalam stabilitas ekonomi adalah pengendalian inflasi. CRR dapat digunakan oleh Bank Indonesia sebagai alat tambahan untuk mengontrol inflasi. Misalnya, dalam situasi inflasi yang tinggi, Bank Indonesia dapat meningkatkan CRR untuk menyerap kelebihan uang dari sistem perbankan, sehingga mengurangi tekanan inflasi. Peranan CRR dalam pengaturan moneter juga memiliki implikasi yang luas bagi perekonomian. Dampak langsung dari perubahan CRR adalah pada sektor perbankan, namun efeknya merembet ke berbagai sektor ekonomi lainnya. Contohnya, peningkatan CRR dapat mempengaruhi suku bunga pinjaman. Ketika bank-bank harus menyimpan sebagian besar dana mereka sebagai cadangan, dana yang tersedia untuk pinjaman berkurang, sehingga menekan ketersediaan kredit dan bisa mengarah pada kenaikan suku bunga pinjaman. Implikasi ini bisa berpengaruh pada kegiatan ekonomi seperti investasi bisnis dan konsumsi rumah tangga, yang pada gilirannya akan berdampak pada tingkat pertumbuhan ekonomi. Sebagai bagian dari alat kebijakan moneter, CRR juga digunakan dalam koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Koordinasi ini diperlukan guna memastikan bahwa kebijakan moneter (seperti pengaturan CRR) dan kebijakan fiskal (seperti pengelolaan anggaran negara) saling mendukung dalam mencapai tujuan makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, stabilitas harga, dan keseimbangan neraca pembayaran. Di luar fungsinya dalam pengaturan ekonomi makro, CRR juga terkait erat dengan standar dan regulasi internasional. Kebijakan CRR harus seimbang dengan kebutuhan lokal dan juga harus mempertimbangkan kondisi global. Dalam sistem perbankan global, standar minimum yang disarankan oleh Komite Basel misalnya, memberikan panduan yang harus diadopsi dan diadaptasi oleh masing-masing negara termasuk Indonesia dalam kebijakan CRR mereka. Ini menekankan pentingnya CRR sebagai bagian dari regulasi yang lintas batas negara, menjaga stabilitas sistem keuangan global. Pengelolaan CRR juga membutuhkan kemampuan analisis yang mumpuni. Analis ekonomi serta pembuat kebijakan di Bank Indonesia harus mampu membaca berbagai indikator ekonomi baik domestik maupun internasional. Ini meliputi tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, aliran modal, serta faktor eksternal lainnya seperti krisis ekonomi global atau perubahan harga komoditas utama di pasar internasional. Segala analisis ini digunakan untuk menentukan tingkat CRR yang optimal, mengikuti dinamika ekonomi yang terjadi. Pada akhirnya, implementasi kebijakan CRR harus disampaikan secara transparan dan disertai komunikasi yang efektif kepada seluruh stakeholder. Ini termasuk bank komersial, pelaku pasar, hingga masyarakat luas. Transparansi ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat dipahami dengan baik, sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian yang malah bisa berujung pada ketidakstabilan ekonomi. Secara keseluruhan, Cash Reserve Ratio (CRR) adalah alat kebijakan moneter yang sangat penting untuk memastikan stabilitas dan keseimbangan ekonomi. Dengan memahami fungsi, tujuan, dan implikasinya, kita dapat melihat betapa pentingnya kebijakan ini dalam konteks pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan. Sebagai bagian dari kebijakan Bank Indonesia, CRR adalah salah satu instrumen yang dipantau dan disesuaikan dengan sangat hati-hati agar dapat mendukung pencapaian tujuan-tujuan ekonomi yang lebih luas. Di eulerpool, kami terus memantau perkembangan makroekonomi termasuk kebijakan CRR, untuk memastikan bahwa para pengguna kami mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
Rasio Cadangan Kas Seychelles — FAQ
Berapa Rasio Cadangan Kas saat ini di Seychelles?
Rasio Cadangan Kas saat ini di Seychelles adalah 13 % per 1/9/2026.
Bagaimana perubahan Rasio Cadangan Kas di Seychelles belakangan ini?
Rasio Cadangan Kas di Seychelles turun dari 13 % (1/8/2026) menjadi 13 % (1/9/2026).
Berapa rekor tertinggi Rasio Cadangan Kas di Seychelles?
Rekor tertinggi Rasio Cadangan Kas di Seychelles adalah 13,00 %, tercatat pada 1/1/2018.
Berapa rekor terendah Rasio Cadangan Kas di Seychelles?
Rekor terendah Rasio Cadangan Kas di Seychelles adalah 10,00 %, tercatat pada 1/9/2021.
Berapa rata-rata historis Rasio Cadangan Kas di Seychelles?
Rata-rata historis Rasio Cadangan Kas di Seychelles adalah 12,86 %, dihitung dari 1/1/2018 hingga 1/9/2026.
Dari mana data Rasio Cadangan Kas untuk Seychelles berasal?
Data Rasio Cadangan Kas untuk Seychelles bersumber dari Central Bank of Seychelles dan dipublikasikan di Eulerpool.
Key Figures
Semua Indikator Makro untuk Seychelles
Alat dan analisis lainnya
Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.
Penyaring Saham
Saring 20.000+ saham di seluruh dunia dengan 1.000.000+ metrik data.
Pelacak Insiden
Lacak pembelian dan penjualan insider secara real-time.
Superinvestor
Lacak portfolio investor terbesar dunia
Kalender Dividen
Rencanakan pendapatan pasif Anda dengan tanggal pembayaran dividen.
Kalender Hasil Kuartalan
Tanggal dan waktu laporan kuartalan dalam satu pandangan.
Kalender Ekonomi
Peristiwa ekonomi dan rilis data dari 200+ negara.
Pelacak Kongres
Pengungkapan STOCK Act dari anggota Kongres AS
Fear & Greed Index
Indikator sentimen pasar
Indeks Crypto Fear & Greed
Indikator Sentimen Pasar Crypto
Ide
Daftar saham yang dikurasi menurut strategi, indeks, dan negara.
Sektor
Saham teratas diurutkan menurut industri dan sektor.
Negara-negara
Pasar saham dan perusahaan terkemuka menurut negara.
Strategi
Strategi investasi terbukti dengan return historis.
Indeks
Kinerja dan komposisi indeks saham utama.
ETFs
9.000+ ETF menurut penyedia, kelas aset, dan indeks.
Kripto
Harga live dan kapitalisasi pasar koin utama.
Komoditas
Gold, oil, gas, metals, agriculture and electricity prices.
Valas
Kurs live untuk pasangan mata uang utama.
Glosarium
Kamus pasar saham komprehensif untuk istilah keuangan dan saham
Blog
Berita, kemitraan, dan pengumuman produk