Paraguay Neraca Perdagangan

Harga

Harga

47,09 Juta. USD

Perubahan +/-

-206,36 Juta. USD

Perubahan Persentase

-81,42 %

Nilai Neraca Perdagangan saat ini di Paraguay adalah 47,09 Juta. USD. Neraca Perdagangan di Paraguay menurun menjadi 47,09 Juta. USD pada 1/6/2026, setelah sebelumnya berada di angka 253,45 Juta. USD pada 1/5/2026. Dari 1/1/1994 hingga 1/6/2026, rata-rata PDB di Paraguay adalah 73,22 Juta. USD. Nilai tertinggi sepanjang masa dicapai pada 1/4/2023 dengan 568,75 Juta. USD, sedangkan nilai terendah tercatat pada 1/1/2022 dengan -343,65 Juta. USD.

Sumber: Banco Central del Paraguay

The current value of Neraca Perdagangan in Paraguay is 47,09 Juta.USD. Neraca Perdagangan in Paraguay decreased to 47,09 Juta.USD from 253,45 Juta.USD.Neraca Perdagangan in Paraguay averaged 73,22 Juta.USD from 1/1/1994 until 1/6/2026.The all-time high was 568,75 Juta.USD (1/4/2023)and the record low was -343,65 Juta.USD (1/1/2022).

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

  • 3 tahun

  • 5 tahun

  • 10 tahun

  • 25 Tahun

  • Maks

Neraca Perdagangan
Date
Neraca Perdagangan
2 Jan 2025
75,50 Juta. USD
3 Jan 2025
46,75 Juta. USD
8 Jan 2025
25,12 Juta. USD
2 Jan 2026
164,19 Juta. USD
3 Jan 2026
256,81 Juta. USD
4 Jan 2026
120,38 Juta. USD
5 Jan 2026
253,45 Juta. USD
6 Jan 2026
47,09 Juta. USD
Access this data via the Eulerpool API

Neraca Perdagangan Riwayat

Neraca Perdagangan — Riwayat
TanggalNilai
47,09 Juta. USD
253,45 Juta. USD
120,38 Juta. USD
256,81 Juta. USD
164,19 Juta. USD
25,12 Juta. USD
46,75 Juta. USD
75,5 Juta. USD
1,1 Juta. USD
48,13 Juta. USD
...

Indikator Makro Serupa dengan Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan

Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor komoditas pertanian di Paraguay telah meningkat pesat. Pengiriman kedelai mencakup 41 persen dari total ekspor. Komoditas lainnya termasuk: daging (16 persen), energi listrik (15 persen), dan sereal (7 persen). Impor utama meliputi: mesin, peralatan, dan motor (28 persen dari total impor); barang konsumen (28 persen); bahan bakar dan pelumas (12 persen); bahan kimia (10 persen); dan elemen serta aksesori transportasi (7 persen). Mitra dagang utama adalah: Brasil (38 persen dari total ekspor dan 24 persen dari impor) serta Argentina (20 persen dari ekspor dan 10 persen dari impor). Lainnya termasuk: China dan Amerika Serikat.

Apa itu Neraca Perdagangan?

Navigasi ekonomi global tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mengulas salah satu komponen utamanya: Neraca Perdagangan. Neraca Perdagangan, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Balance of Trade (BoT), adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara melalui selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Melalui artikel ini, Eulerpool akan membahas secara detail konsep, komponen, serta implikasi neraca perdagangan pada perekonomian Indonesia sehingga Anda mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik ini. Neraca perdagangan merupakan bagian integral dari neraca pembayaran (Balance of Payments), yang juga mencakup transaksi keuangan dan modal. Secara sederhana, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, jika nilai impor melebihi ekspor, terjadi defisit neraca perdagangan. Pada dasarnya, ekspor dan impor melibatkan pergerakan barang fisik, seperti bahan mentah dan barang jadi, serta jasa, seperti pariwisata dan layanan keuangan. Ekspor adalah proses menjual barang dan jasa ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang dan jasa dari luar negeri. Kedua aktivitas ekonomi ini berdampak langsung pada pendapatan nasional, tingkat pekerjaan, serta daya beli konsumen. Neraca perdagangan tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan suatu negara, tetapi juga menunjukkan kompetensi perdagangan internasional sebuah negara. Misalnya, negara yang sering kali memiliki surplus neraca perdagangan biasanya lebih kompetitif dalam memproduksi barang dan jasa yang diminati. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan berbagai sektor ekonomi yang terdiversifikasi, memiliki kiprah penting dalam peta perdagangan internasional. Dalam konteks Indonesia, neraca perdagangan memainkan peran krusial. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan basis manufaktur yang berkembang, Indonesia memiliki kapasitas ekspor yang cukup signifikan. Produk utama ekspor Indonesia mencakup minyak sawit, batu bara, karet, tekstil, dan berbagai produk manufaktur. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan impor, baik untuk bahan baku industri maupun barang konsumsi, seperti elektronik dan bahan bakar minyak. Perubahan dalam neraca perdagangan Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, kondisi perekonomian domestik seperti pertumbuhan GDP, inflasi, dan kebijakan fiskal serta moneter dapat mempengaruhi ekspor dan impor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi fluktuasi harga komoditas internasional, tarif perdagangan, serta stabilitas politik global. Salah satu elemen penting untuk mencapai keseimbangan dalam neraca perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang efektif. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing ekspor melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas barang, serta penetrasi pasar baru. Selain itu, upaya memperbaiki infrastruktur dan logistik juga merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung kelancaran ekspor dan impor. Perubahan dalam neraca perdagangan memiliki implikasi besar terhadap ekonomi makro. Surplus neraca perdagangan biasanya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan daya saing yang kuat dan penambahan cadangan devisa. Cadangan devisa yang besar memberi stabilitas bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kemampuan negara dalam membiayai proyek pembangunan serta membayar utang luar negeri. Sebaliknya, defisit neraca perdagangan yang berkepanjangan dapat berisiko memicu ketidakseimbangan ekonomi. Defisit ini menandakan bahwa negara lebih banyak mengeluarkan devisa untuk impor daripada yang diterima dari ekspor. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penurunan cadangan devisa, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang domestik, dan tertrigger inflasi. Selain itu, kondisi neraca perdagangan memiliki implikasi langsung terhadap nilai tukar mata uang. Misalnya, ketika Indonesia mengalami surplus perdagangan, permintaan akan mata uang Rupiah meningkat karena mitra dagang perlu menukar mata uang mereka dengan Rupiah untuk membayar barang dan jasa dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya, defisit perdagangan mengakibatkan pasokan mata uang Rupiah yang lebih rendah di pasar internasional, menekan nilai tukar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan mencakup diantaranya kebijakan tarif dan non-tarif. Tarif adalah bea yang dikenakan pada barang impor, meningkatkan harga barang asing di pasar domestik. Sementara itu, kebijakan non-tarif meliputi berbagai regulasi seperti kuota, standar produk, serta penetapan sertifikasi yang dapat mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara. Pemahaman mendalam tentang neraca perdagangan juga memungkinkan para pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dalam era globalisasi, di mana arus barang, jasa, dan modal semakin bebas, menjaga keseimbangan neraca perdagangan menjadi tujuan utama bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Eulerpool, sebagai penyedia data ekonomi makro yang terpercaya, senantiasa siap mendukung kebutuhan Anda dengan menyediakan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi, termasuk neraca perdagangan. Dengan data yang akurat dan analisis yang cermat, kami membantu Anda dalam memahami kompleksitas perekonomian dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Dalam kesimpulannya, neraca perdagangan adalah barometer ekonomi yang penting bagi setiap negara. Bagi Indonesia, menjaga keseimbangan dalam neraca perdagangan memerlukan kebijakan yang cerdas dan strategi yang efektif. Tantangan dan peluang di sektor perdagangan internasional menuntut perhatian yang mendalam dan tindakan yang terkoordinasi. Eulerpool berharap penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan memperkaya pemahaman Anda tentang neraca perdagangan sebagai salah satu pilar utama ekonomi makro.

Neraca Perdagangan Paraguay — FAQ

What is the current Neraca Perdagangan in Paraguay?

The current Neraca Perdagangan in Paraguay is 47,09 Juta.USD as of 1/6/2026.

How has the Neraca Perdagangan in Paraguay changed recently?

The Neraca Perdagangan in Paraguay decreased from 253,45 Juta.USD (1/5/2026) to 47,09 Juta.USD (1/6/2026).

What is the all-time high for Neraca Perdagangan in Paraguay?

The all-time high for Neraca Perdagangan in Paraguay was 568,75 Juta.USD, recorded on 1/4/2023.

What is the all-time low for Neraca Perdagangan in Paraguay?

The all-time low for Neraca Perdagangan in Paraguay was -343,65 Juta.USD, recorded on 1/1/2022.

What is the historical average of Neraca Perdagangan in Paraguay?

The historical average of Neraca Perdagangan in Paraguay is 73,22 Juta.USD, calculated over the period from 1/1/1994 to 1/6/2026.

Where does the Neraca Perdagangan data for Paraguay come from?

The Neraca Perdagangan data for Paraguay is sourced from Banco Central del Paraguay and published on Eulerpool.

Alat dan analisis lainnya

Alat gratis dan data pasar dari Eulerpool.